
Sanaya dan Ariel masih terdiam di tempatnya, sanaya sudah tahu apa maksud omanya.
Sagara dan Abimanyu segera menghampiri Sanaya dan Ariel.
"Itu tadi kenapa sih?" tanya Gara.
"Bukan apa-apa, cuma urusan anak perempuan!"
"Cowok lagi?" tanya Gara lagi, bukannya menjawab Sanaya malah memilih untuk menoleh pada Abimanyu.
Hal itu membuat Sagara pun mengikuti arah mata Sanaya.
"Jadi gara-gara Abi?"
"Sedikit, lainnya nggak tahu!" ucap Sanaya dengan senyum tipisnya.
Abimanyu kemudian melihat ke arah Ariel, untuk pertama kalinya ia melihat Sanaya bisa berdiri berjajar dengan Ariel.
"Kalian sudah baikan?" tanya Abimanyu.
"Hemmm!"
"Sejak kapan?" Sagara ternyata tidak kalah terkejutnya.
"Sejak kemarin!" ucap Ariel menanggapi pertanyaan Sagara.
"Syukurlah!" ucap Sagara membuat Sanaya dan Ariel begitu juga dengan Abimanyu menoleh padanya.
"Ya maksud saya, berarti tidak ada keributan lagi!"
Ha ha ha ha ....
Mereka sekarang bisa tertawa lepas. Akhirnya satu persatu masalah yang mereka hadapi terselesaikan juga.
...🌺🌺🌺...
Siang ini Ariel sengaja pulang tanpa di jemput papa Jerry karena papa Jerry harus ke rumah sakit untuk periksa kesehatannya.
Beberapa hari terakhir kondisi tubuhnya kurang baik. Papa Jerry tidak mengindahkan saran dokter untuk segera melakukan operasi padahal kankernya sudah mulai menjalar.
Ariel menyusuri jalan kecil yang menghubungkan sekolah dengan jalan besar, ia harus mencari halte untuk menunggu bus yang lewat.
Tapi langkahnya segera terhenti saat melihat seseorang yang ia sangat kenal berada di salah satu gang sempit.
"Mama!"
Ariel berjalan mengikutinya, langkah wanita cantik itu cukup cepat membuat Ariel kesusahan untuk mengejarnya.
"Mama ngapain ke sini? Kalau buat jemput aku, ngapain ke sini malahan bukan langsung ke sekolah!" gumam Ariel.
Langkahnya terhenti di ujung gang, wanita yang di panggilnya mama itu ternyata menemui seorang anak perempuan seusianya.
"Anak itu!?" gumam Ariel. Ia berjalan lebih dekat lagi dan ingin mendengarkan percakapan mereka.
"Sudah ku duga, pasti mama orangnya, tapi buat apa?"
Ariel bersembunyi di balik balok kayu besar dan mencuri dengar pembicaraan mereka.
"Bagaimana?"
"Maaf nyonya saya gagal!"
"Kenapa bisa gagal?"
"Sanaya dan anak kelas dua belas memergokiku!"
"Kamu ceroboh sekali! Saya tidak mau tahu, kamu harus membuat mereka menjauh kalau bisa celakai anak perempuan itu!"
"Maaf nyonya saya tidak bisa!"
"Saya akan memberi uang lebih untukmu!"
Ariel benar-benar tidak tahan, ia segera menghampiri mereka.
"Mama!" teriak Ariel membuat dua wanita beda generasi itu menoleh padanya.
"Ariel?"
"Kamu?"
Ariel pun berjalan mendekat dan menatap tajam pada mamanya.
__ADS_1
"Kamu pergi saja!" ucap Ariel pada anak perempuan bernama Riska itu.
Riska segera meninggalkan mereka, kini tinggal ibu dan anak di sana.
"Kamu kenapa di sini?" tanya wanita yang di panggil mama oleh Ariel.
"Mama yang ngapain di sini? Kenapa mama memusuhi Sanaya? kenapa Sanaya harus jauh-jauh dari Abimanyu?"
"Mama cuma tidak suka saja dengan anak itu, mama juga nggak suka kamu dekat-dekat dengan Sanaya!"
"Atau jangan-jangan ini gara-gara hubungan masa lalu mama dengan papa nya Sanaya? Iya?"
"Iya mama memang masih benci sama mereka!"
"Lalu apa hubungannya dengan Abimanyu? Kenapa mama mengenal Abimanyu? Bukankah kurang kerjaan sekali bagi wanita karir seperti mama dan harus mengurusi urusan asmara anak remaja?"
"Kenapa sih kamu cerewet sekali, mama nggak punya banyak waktu!"
Wanita cantik itu segera berbalik meninggalkan Ariel tapi Ariel segera mengejarnya.
"Ada yang mama sembunyiin dari Ariel!"
"Belum waktunya kamu tahu!"
"Ariel berhak untuk tahu!"
"Jangan memaksa mama! Kalau kamu mau pulang, ayo bareng sama mama!"
Ariel pun memilih untuk tidak lagi mengejar mamanya, rasanya masih malas untuk duduk berdampingan dengan mamanya. Mamanya terlalu jahat.
"Ayo!" Wanita itu menoleh lagi saat menyadari Ariel masih diam di tempatnya.
"Ariel pulang sendiri!"
"Terserah kamu saja!"
Wanita itu meninggalkan Ariel begitu saja. Ariel masih terdiam di tempatnya.
Aku tahu pasti ada alasan lain kenapa mama sampai segitunya menghalangi Sanaya dekat dengan Abimanyu!
"Ariel, ngapain di sini?" tanya seseorang membuat Ariel menoleh ke sumber suara.
"Gara!"
"Nggak di jemput?"
Mereka pun berjalan beriringan menuju ke jalan raya.
"Nggak! Kamu juga nggak bawa mobil?"
"Bawa, tapi Abi pakai buat ngantar Nay ke toko buku!"
"Ohhhh!"
Mereka kembali terdiam dan tenggelam dengan pikirannya masing-masing. Ini untuk pertama kalinya mereka berjalan bersama tanpa di bayangi permusuhan.
Mata sendu yang di miliki Ariel sudah cukup membuat Sagara tertarik untuk terus menatapnya. Di balik senyum dari bibir tipisnya itu tersimpan luka yang besar, tapi dia tidak tahu luka seperti apa.
"Gara!"
Sagara dengan cepat menoleh dan menatap gadis di sampingnya itu, ada keraguan di dalam matanya.
"Hemm?"
Ariel mencoba mengumpulkan keberanian untuk bertanya.
"Abi_, maksudku Abimanyu! Kalian bersahabat kan, boleh aku meminta alamat rumahnya?"
Jadi dia juga suka sama Abi ....
Tiba-tiba perasaan Sagara mencelus, dia mengira jika gadis di sampingnya juga mengagumi Abimanyu. Memang pesona pria misterius itu cukup membuat banyak cewek tertarik untuk mengenalnya.
"Abi ya?"
"Sebenarnya ada urusan penting sih, nggak bisa munggu besok!"
"Mana ponselmu!"
"Buat apa?"
"Mana?" Sagara tetap mengacungkan tangannya.
__ADS_1
Sanaya segera mengambil benda pipih itu dari dalam tasnya dan menyerahkannya pada Sagara.
Sagara segera mengetikkan beberapa nomor dan melakukan panggilan dan tidak berapa lama ponsel yang ada di dalam tasnya berdering.
"Sudah masuk!" ucap Sagara dan mengembalikan pansel Ariel.
"Ini maksudnya apa sih?"
"Nanti aku kirim alamat rumah Abi ke hape kamu!"
"Ohhh!"
Tidak berapa.lama, bus berhenti di depannya.
"Itu bus-nya! Kamu nggak naik?"
Sagara menggelengkan kepalanya, "Kamu duluan saja!"
"Baiklah!"
Ariel segera naik ke dalam bus dan melambaikan tangannya saat bus kembali berjalan meninggalkan Sagara yang masih diam di tempatnya.
Sagara segera melambaikan tangannya, sebuah mobil mewah menghampirinya.
Seorang sopir membukakan pintu mobil untuknya.
"Silahkan tuan muda!"
"Terimakasih!"
Ternyata tadi Sagara sudah masuk ke dalam mobilnya tapi saat melihat Ariel berdiri sendirian di ujung jalan, Sagara pun sengaja turun dan menghampiri Ariel meminta sopir untuk menunggunya di tempat yang tersembunyi.
Ariel menunggu Sagara mengirimkan alamat Abimanyu. Ia terus menatap ponselnya dan berharap segera mendapatkan pesan.
Ting
Sebuah notif pesan masuk membuat gadis itu melengkungkan senyumnya dengan cepat ia membuka pesan itu.
//Hai kenalkan nama ku Sagara, boleh kenalan nggak//
Tanpa terasa bibir Ariel kembali tertarik ke atas, ternyata ada sisi ini di balik sikap dinginnya Sagara.
^^^Nggak sopan ngajak kenalan lewat pesan^^^
*Abis gimana lagi, cewek ini terlalu cuek sih
^^^Ada syaratnya* tapi^^^
*Apa?
^^^Kirimi aku alamat sahabatmu^^^
Baiklah, segera terlaksana*
Dan benar saja, Sagara segera mengirimkan alamat rumah Abimanyu.
^^^*Terimakasih^^^
Nggak gratis ya
^^^Apa?^^^
Besok ada film bagus di bioskop, aku tunggu pulang sekolah besok
^^^Jadi ceritanya ngajak kencan nih^^^
Bisa jadi* ....
Spesial visual Sagara vs Sanaya
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
IG @tri.ani5249
Happy Reading 🥰🥰🥰
__ADS_1