
Sore ini Agra menyelesaikan pekerjaannya lebih cepat, setelah menyelesaikan pekerjaannya, Agra bergegas untuk pulang.
"Saya pulang dulu, kalau pekerjaanmu sudah selesai, kau juga boleh pulang!" ucap Agra pada asistennya.
"Baik pak!"
Agra segera meninggalkan ruangannya, melepaskan jasnya dan melipatnya di lengannya.
"Sore pak!" ucap pria berjas hitam sambil membukakan pintu mobil untuk Agra.
"Terimakasih!" ucap Agra dan segera masuk ke dalam mobil. Dan pria berjas itu ikut masuk dan duduk di balik kemudi.
"Kita ke toko mainan dulu!" ucap Agra sambil sibuk membuka layar datarnya.
"Baik pak!"
Mobil pun melaju meninggalkan pelataran kantor, mereka menuju ke sebuah swalayan yang cukup besar dengan berbagai barang-barang ada di sana, termasuk mainan anak-anak.
Agra teringat janjinya pada Sagara dan Sanaya, jika sampai ia lupa pasti dua malaikat kecilnya itu akan mendiamkannya hingga berhari-hari.
Agra segera masuk ke dalam toko, ia memilih-milih mainan yang sudah di pesan oleh Sagara dan Sanaya. Robot-robot an untuk Sagara dan boneka panda untuk Sanaya.
Setelah mendapatkan apa yang di cari, Agra segera membawa belanjaannya ke kasir dan melakukan pembayaran.
Saat akan keluar dari toko, tanpa sengaja boneka panda besarnya menyenggol belanjaan seseorang sehingga membuat jatuh berantakan.
"Maaf ...., maaf ...., saya tidak sengaja!" ucap Agra sambil sibuk memunguti barang-barang belanjaan itu dan di masukkan kembali ke dalam kantong belanjaan.
"Agra!"
Merasa namanya di panggil, membuat Agra mendongakkan kepalanya, mencari tahu siapa yang sudah memanggilnya itu.Seorang wanita berdiri di hadapannya , wanita yang tanpa sengaja belanjaannya sudah di jatuhkan olehnya.
"Iya ....?" Agra segera berdiri dan menyerahkan kantong belanjaan itu, ia menatap wanita di depannya, wajahnya sangat familiar.
"Zea ....!" ucap Agra kemudian saat mengingat nama itu.
"Iya ....!" senyumnya mengembang. "Kau masih mengingatku?"
__ADS_1
"Tentu! Bagaimana kabarmu?" tanya Agra kemudian.
"Aku baik, bagaimana kalau kita duduk sebentar di sana, kita lama sekali tidak bertemu!" ucap wanita bernama Zea itu sambil menunjuk sebuah bangku yang berada tak jauh dari mereka berdiri sekarang.
"Baiklah ....!"
Mereka pun sudah duduk di sana, dan memesan dua cup kopi panas.
"Lama sekali kita tidak bertemu, sudah hampir sepuluh tahun kan, saat kalian ke luar negri!" ucap Zea.
"Iya kau benar, bagaimana kabarmu?"
"Setelah kalian pergi, aku juga meninggalkan panti, ada orang tua asuh yang mengadopsi ku!"
"Lalu bagaimana dengan kabar ibu panti? Apa kah kau pernah ke sana?"
"Setelah aku memiliki penghasilan sendiri, aku kembali ke panti dan ikut mengelola panti!"
"Aku bangga padamu!" ucap Agra yang merasa bangga dengan teman kecilnya itu.
"Aku yang lebih bangga padamu, kau sekarang sudah banyak berubah, bukan lagi Agra yang dingin dan misterius lagi!"
"Aku selalu mengamati perkembangan mu dari media bisnis, kau hebat ....!"
"Kau terlalu memuji!"
"Istrimu juga sangat cantik!"
"Kalau itu benar!" ucap Agra sambil membayangkan wajah manis istrinya, hanya dengan mengingatnya saja sudah berhasil membuatnya tersenyum.
"Kau tampak begitu mencintainya ya?!"
"Iya ...., kau benar lagi untuk hal itu!"
"Kau sudah seperti anak ABG yang sedang kasmaran, seorang Agra yang dingin dan misterius itu kini seperti ABG labil."
Ha ha ha
__ADS_1
Mereka seperti sedang bernostalgia, menertawakan masa kecil yang telah mereka lalui bersama-sama.
"Bagaimana kabar ibu panti?" tanya Agra setelah mengakhiri tawanya.
"Ibu panti sudah tiga tahun ini meninggal dunia!"
"Maafkan aku, aku tidak tahu!"
"Tak apa!"
"Lalu siapa yang mengurus panti sekarang?"
"Aku dan beberapa teman lainnya, dan juga ada beberapa donatur, termasuk ibumu!"
Agra melepas nafas kasarnya, seperti menyimpan sesal di sana. "Aku sudah lama sekali tidak ke sana!"
"Iya ...., mungkin kau sudah melupakannya!"
"Bukan seperti itu, tapi akhir-akhir ini banyak masalah yang harus aku hadapi, maafkan aku tak bisa berkunjung!" ucap Agra sambil menundukkan pandangannya.
Wanita bermata sendu itu segera mengalihkan pandangannya, ada sesuatu yang sangat mengganjal yang ingin sekali ia tanyakan, tapi begitu ragu.
Setelah dengan segala pertimbangan, akhirnya Zea memberanikan diri untuk bertanya.
"Bagaimana kabar Frans, apa dia baik?"
Agra segera mendongakkan kepalanya, menatap manik mata sendu itu, memastikan sesuatu di sana. Dan dia menemukannya, tatapan yang sana seperti dulu, tatapan yang ia tahu walaupun tanpa di ucapkan.
#Untuk mengetahui sesuatu, cukup pandang matanya, kau akan mengetahuinya#
BERSAMBUNG
Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku juga ya
Tri.ani5249
__ADS_1
Happy Reading 😘😘😘😘