
Setelah mengirim pesan pada anak buahnya, perasaan Agra masih belum bisa tenang. Ia hanya sibuk memandangi ponselnya sedari sore.
"Bby ..., ada apa? Apa ada masalah?" tanya Ara yang sedang menghampirinya sambil membawakan secangkir kopi untuk menemani suaminya bekerja.
Agra selalu membawa masalahnya ke ruang kerja, ia tidak ingin membuat istri dan anak-anaknya merasa tidak nyaman.
"Tidak pa pa sayang ...., sini!" ucap Agra sambil tersenyum, senyum yang selalu ingin ia tunjukkan pada istrinya. Ia menunjuk pangkuannya, meminta istrinya agar duduk di pangkuannya.
Ara pun meletakkan secangkir kopi itu di atas meja dan mendekati suaminya, ia segera duduk di atas pangkuan suaminya, tangannya ia kalungkan ke sisi pundak Agra agar lebih nyaman, ia mendongak menatap wajah suaminya itu.
"Kenapa bby, apa ada masalah di kantor?"
"Tidak sayang ....., aku hanya sedang memikirkan bang Divta!"
"Kenapa dengan kak Divta?" tanya Ara,
"Setelah ia tahu kenyataannya aku takut, bang Divta akan melakukan hal-hal yang aneh!"
"Aneh?"
"Ya maksudku ....., kita tahu bagaimana bang Divta dulu, kita tahu pengaruh Tante Aruni masih begitu besar untuk kehidupan bang Divta, bukan tidak mungkin dia ....!"
"Husttt ....!" Ara meletakkan jari telunjuknya di depan bibir suaminya, " Nggak ada bby ...., aku percaya sama kak Divta, dia sebenarnya orang yang sangat baik, dulu ....!"
"Hustttt ....!" kini gantian Agra yang meletakkan jarinya di depan bibir Ara, ia tidak mau Ara melanjutkannya. "Jangan menceritakan masa lalu yang akan membuatku cemburu!"
Ah ..., iya aku lupa kalau sekarang suamiku ini pencemburu ....
__ADS_1
"Kenapa malah senyum seperti itu?" tanya Agra yang melihat Ara malah tersenyum-senyum padanya. "Jangan menggodaku!"
"Tidak bby ...., aku hanya mengagumi suami tampanku saja, bos tampanku!" ucap Ara sambil memberi kecupan di pipi Agra.
"Sepertinya kau sengaja menggodaku ya ....!" Agra pun meletakkan ponselnya dan segera menggendong Ara membuat Ara semakin mengeratkan pegangannya.
"Bby ...., kita kemana?"
"Memenuhi keinginanmu sayang ....!"
Memang apa keinginanku ....
Untung saja ruang kerja Agra ada pintu yang langsung menghubungkan ke kamar mereka sehingga Agra tidak perlu menggendong Ara melalui pintu luar, setelah sampai di dalam kamar, Agra segera menurunkan Ara di atas tempat tidur.
"Memang apa yang aku inginkan, bby?"
"Setelah menggoda suamimu, kau masih tanya lagi apa yang aku inginkan!"
Agra melepas satu persatu pakaian yang menutupi tubuh Ara, hingga kini tubuh istrinya itu tak terhalang apapun membuat Agra lebih mudah untuk mengeksplor seluruh tubuh istrinya itu, sedangkan Ara hanya bisa pasrah menikmati setiap perlakuan yang di lakukan suaminya.
Hingga kini tak ada lagi kain pembatas antara mereka, gairah Agra sudah berada dalam puncaknya, ia segera melepaskan hasratnya, dengan beberapa kali hentakan, keringat bercucuran menemani pergulatan mereka, hingga Agra mencapai pelepasannya, Agra pun memeluk tubuh istrinya itu.
Setelah selesai, Agra menutup tubuh istrinya yang sudah di buat lemas itu dengan selimut, dan memberikan kecupan keseluruhan wajah Ara. Agra memakai kembali pakaiannya, ia masih menunggu berita dari anak buahnya.
Ia kembali ke ruang kerjanya Setelah memastikan istrinya benar-benar tidur.
Saat melihat ponselnya, benar saja sudah banyak pesan yang masuk. Dan banyak panggilan, Agra pun segera menelpon balik.
__ADS_1
"Hallo ....!"
"Iya tuan!"
"Bagaimana?"
"Tuan Divta pergi ke klub tuan, tapi sepertinya beliau tidak sendiri!"
"Dengan siapa?"
"Adik sambung nyonya Ara!"
"Davina?"
"Sepertinya iya tuan!"
"Baiklah ...., terus awasi mereka sampai mereka kembali ke rumah!"
"Baik tuan!"
Agra menghempaskan badannya ke punggung kursi kerjanya, menghembuskan nafas kasarnya, ia tidak tahu harus lega atau malah khawatir. Tapi setidaknya yang ia khawatirkan sedari tadi tidak terjadi. Ia takut Divta akan menghampiri Nadin dan melakukan hal-hal yang tidak di inginkan.
**Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
Tri.ani5249
Happy Reading 😘😘😘😘😘**