My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (31)


__ADS_3

Setelah berbicara dengan anak-anaknya, Agra


segera menuju ke kamarnya, merebahkan tubuhnya, rasanya sangat lega.


Walaupun sebenarnya ia juga tidak menyukai keputusan ini, tapi setidaknya putra putrinya


bisa menerima.


Ara yang juga menyusulnya ikut duduk di samping suaminya.


‘bby!”


“Sini sayang!”


Agra menepuk tempat kosong di


sampingnya, membiarkan dadanya sebagai sandaran istrinya. Ara pun segera


menyusupkan kepalanya di atas dada bidang suaminya, itu tempat ternyaman nya


saat ini.


“bby …, apa kau yakin?”


mendengarkan percakapan suami


dan anak-anaknya membuatnya begitu khawatir.


“Mereka sudah menentukan sendiri, biarlah semua berjalan semestinya. Kau bisa lihat bagaimana aku dan Rendi dulu tumbuh, kami


bersama hanya berdua di kelas kami!”


“Tapi dulu kalian berdua, Sagara hanya sendiri!” dulu memang Agra tidak sendiri ada Rendi, bahkan mereka sudah bersahabat sejak


sebelum sekolah.


“Aku akan mencarikan teman untuknya!” jawab Agra dengan santainya sambil memainkan rambut Ara.


“Siapa?”


Agra belum kepikiran sebenarnya untuk mencarikan teman buat putranya, ternyata masalahnya seserius ini, bagaimana mungkin ia membiarkan putranya sendiri.


“Inilah masalahnya, jika saja Rendi atau Frans menikahnya tidak terlambat! seharusnya anak-anak mereka yang menemani Sagara dan sekarang anak-anak kita bisa sekolah bersama!”


sekarang barulah Agra sadar bahwa di sekitarnya tidak ada anak laki-laki seumuran dengan Sagara.


“Mungkin nanti bby!” Ara mencoba membuat Agra tidak terlalu memikirkan hal yang belum terjadi.


Tapi Agra tidak mau menyerah, ia terus saja


berfikir. Jika sampai tidak ada yang berada di samping putranya, ia tidak bisa


membayangkan bagaimana kelak putranya akan menjalani semua tanggung jawab besar


ini.


"Sayang, aku tahu sekarang!" Agra tersenyum gembira.


"Siapa bby?" Ara mendongakkan kepalanya mencoba menjangkau wajah suaminya.

__ADS_1


“Cucu pak Mun adalah satu-satunya!”


akhirnya ia mengingat jika pak Mun pernah beberapa kali membawa cucunya itu untuk ikut


bekerja saat istrinya sedang sakit.


“Memang kamu kenal dengan cucunya pak Mun?” Ara menyelidik, karena selama ini yang ia tahu pak Mun jarang membawa cucunya ke rumah dan suaminya juga jarang berhubungan dengan keluarga sopir pribadi nya itu.


"Aku sering melihatnya di rumah pak Mun!"


"Kapan?"


"Memang jika aku berkunjung ke rumah orang-orang yang bekerja pada keluarga kita harus ngasih tahu kamu!"


"Jadi maksudnya....?!"


"Iya ....., aku sibuk sayang ...., tapi bukan berarti aku melupakan mereka yang telah berjasa pada keluarga kita, berkunjung ke rumah mereka dan memastikan mereka hidup dengan baik adalah tanggung jawab kita , sayang!"


"Iiiihhhh ....., jadi tambah sayang deh sama kamu bby, nggak nyangka aku, kau benar-benar my bos is my Hero!"


"Kenapa kamu yang menggemaskan begini!" Agra benar-benar merasa gemas dengan istrinya itu, dia mencubit pipinya dengan lembut.


"Bby ...., sakit tahu!"


"Siapa suruh kamu menggemaskan begini!"


"Memang kamu kenal sama cucunya pak Mun, bby? Maksudku pernah ngobrol khusus gitu, misalnya?"


“Belum, tapi akan segera kenal!”


“Maksudnya?”


“Aku akan mencari tahu dan mengujinya sebelum berada di antara keluarga kita!”


Ara mengeratkan pelukannya pada suaminya,


kekhawatirannya seketika hilang, suaminya adalah orang yang paling tahu


bagaimana kehidupan yang akan di jalani putranya kelak, jadi akan menjadi salah


jika ia memaksakan kehendaknya.


🌷🌷🌷🌷


Pagi ini Agra memanggil pak Mun ke ruangannya, menurut informasi yang ia dapat mengatakan jika sopir setianya itu mempunyai cucu laki-laki yang seumuran Sagara, lebih tua dua tahun dari sagara.


“Pagi tuan, apa tuan memanggil saya?” pria paruh baya itu menundukkan kepala memberi hormat.


“duduklah pak Mun!” tanpa berani menatap tuannya,


pak Munir duduk di tempat yang di tunjuk oleh Agra. Suatu hal yang langka jika


sampai pekerja rumahnya sampai di panggil ke ruang kerja tuan atau nyonya besar


rumah itu.


“Siapa nama cucu pak Munir?” sepertinya pria itu


bingung dengan pertanyaan tuannya, tanpa sengaja ia mendongakkan kepalanya,

__ADS_1


tapi tak lama ia menunduk kembali.


“Cucu saya ada dua tuan!”


“Cucu laki-laki pak Mun!”


“Abimanyu!”


“Bagaimana dia?”


“Dia Cuma anak biasa tuan, kami dari keluarga biasa,


putraku sudah meninggal, dia hanya tinggal bersama kami, ibunya pergi


meninggalkannya setelah melahirkan!”


“bukankah itu tepat!”


“Maksud tuan?”


“Saya percaya dengan didikan dari pak Mun dan istri


pak Mun, biarkan Abimanyu menemani Sagara di sini, dan kau boleh membawanya


pulang setelah pelajarannya selesai!”


“Maksud tuan?” pak Mun terkejut sekaligus senang, ia


tidak percaya dengan apa yang ia dengar, belajar bersama putra tuannya berarti akan


berada di tempat yang penting untuk bisa terus bersama dengan tuannya, cucunya


dan keluarganya hanya seorang biasa, tapi keluarga Wijaya telah mengangkatnya


menjadi keluarga yang di segani. Balas buda apa lagi yang paling pantas selain


terus setia bersama keluarga itu.


“Ya …, dia akan menjadi tameng untuk putraku kelak!”


“Terima kasih tuan, Abimanyu pasti akan sangat senang!”


“Kami menunggunya besok!”


“Sekali lagi terimakasih tuan, saya permisi!”


Akhirnya apa yang di khawatirkan oleh Ara dan Agra


sedikit demi sedikit akan berkurang, tinggal membujuk Sagara agar bisa menerima


Abimanyu sebagai partnernya sekarang. Sagara bukan anak yang mudah untuk


bergaul, walaupun kadang memang dia tidak sedingin itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 😘😘😘😘


__ADS_2