
Setelah berbicara dengan anak-anaknya, Agra
segera menuju ke kamarnya, merebahkan tubuhnya, rasanya sangat lega.
Walaupun sebenarnya ia juga tidak menyukai keputusan ini, tapi setidaknya putra putrinya
bisa menerima.
Ara yang juga menyusulnya ikut duduk di samping suaminya.
‘bby!”
“Sini sayang!”
Agra menepuk tempat kosong di
sampingnya, membiarkan dadanya sebagai sandaran istrinya. Ara pun segera
menyusupkan kepalanya di atas dada bidang suaminya, itu tempat ternyaman nya
saat ini.
“bby …, apa kau yakin?”
mendengarkan percakapan suami
dan anak-anaknya membuatnya begitu khawatir.
“Mereka sudah menentukan sendiri, biarlah semua berjalan semestinya. Kau bisa lihat bagaimana aku dan Rendi dulu tumbuh, kami
bersama hanya berdua di kelas kami!”
“Tapi dulu kalian berdua, Sagara hanya sendiri!” dulu memang Agra tidak sendiri ada Rendi, bahkan mereka sudah bersahabat sejak
sebelum sekolah.
“Aku akan mencarikan teman untuknya!” jawab Agra dengan santainya sambil memainkan rambut Ara.
“Siapa?”
Agra belum kepikiran sebenarnya untuk mencarikan teman buat putranya, ternyata masalahnya seserius ini, bagaimana mungkin ia membiarkan putranya sendiri.
“Inilah masalahnya, jika saja Rendi atau Frans menikahnya tidak terlambat! seharusnya anak-anak mereka yang menemani Sagara dan sekarang anak-anak kita bisa sekolah bersama!”
sekarang barulah Agra sadar bahwa di sekitarnya tidak ada anak laki-laki seumuran dengan Sagara.
“Mungkin nanti bby!” Ara mencoba membuat Agra tidak terlalu memikirkan hal yang belum terjadi.
Tapi Agra tidak mau menyerah, ia terus saja
berfikir. Jika sampai tidak ada yang berada di samping putranya, ia tidak bisa
membayangkan bagaimana kelak putranya akan menjalani semua tanggung jawab besar
ini.
"Sayang, aku tahu sekarang!" Agra tersenyum gembira.
"Siapa bby?" Ara mendongakkan kepalanya mencoba menjangkau wajah suaminya.
__ADS_1
“Cucu pak Mun adalah satu-satunya!”
akhirnya ia mengingat jika pak Mun pernah beberapa kali membawa cucunya itu untuk ikut
bekerja saat istrinya sedang sakit.
“Memang kamu kenal dengan cucunya pak Mun?” Ara menyelidik, karena selama ini yang ia tahu pak Mun jarang membawa cucunya ke rumah dan suaminya juga jarang berhubungan dengan keluarga sopir pribadi nya itu.
"Aku sering melihatnya di rumah pak Mun!"
"Kapan?"
"Memang jika aku berkunjung ke rumah orang-orang yang bekerja pada keluarga kita harus ngasih tahu kamu!"
"Jadi maksudnya....?!"
"Iya ....., aku sibuk sayang ...., tapi bukan berarti aku melupakan mereka yang telah berjasa pada keluarga kita, berkunjung ke rumah mereka dan memastikan mereka hidup dengan baik adalah tanggung jawab kita , sayang!"
"Iiiihhhh ....., jadi tambah sayang deh sama kamu bby, nggak nyangka aku, kau benar-benar my bos is my Hero!"
"Kenapa kamu yang menggemaskan begini!" Agra benar-benar merasa gemas dengan istrinya itu, dia mencubit pipinya dengan lembut.
"Bby ...., sakit tahu!"
"Siapa suruh kamu menggemaskan begini!"
"Memang kamu kenal sama cucunya pak Mun, bby? Maksudku pernah ngobrol khusus gitu, misalnya?"
“Belum, tapi akan segera kenal!”
“Maksudnya?”
“Aku akan mencari tahu dan mengujinya sebelum berada di antara keluarga kita!”
Ara mengeratkan pelukannya pada suaminya,
kekhawatirannya seketika hilang, suaminya adalah orang yang paling tahu
bagaimana kehidupan yang akan di jalani putranya kelak, jadi akan menjadi salah
jika ia memaksakan kehendaknya.
🌷🌷🌷🌷
Pagi ini Agra memanggil pak Mun ke ruangannya, menurut informasi yang ia dapat mengatakan jika sopir setianya itu mempunyai cucu laki-laki yang seumuran Sagara, lebih tua dua tahun dari sagara.
“Pagi tuan, apa tuan memanggil saya?” pria paruh baya itu menundukkan kepala memberi hormat.
“duduklah pak Mun!” tanpa berani menatap tuannya,
pak Munir duduk di tempat yang di tunjuk oleh Agra. Suatu hal yang langka jika
sampai pekerja rumahnya sampai di panggil ke ruang kerja tuan atau nyonya besar
rumah itu.
“Siapa nama cucu pak Munir?” sepertinya pria itu
bingung dengan pertanyaan tuannya, tanpa sengaja ia mendongakkan kepalanya,
__ADS_1
tapi tak lama ia menunduk kembali.
“Cucu saya ada dua tuan!”
“Cucu laki-laki pak Mun!”
“Abimanyu!”
“Bagaimana dia?”
“Dia Cuma anak biasa tuan, kami dari keluarga biasa,
putraku sudah meninggal, dia hanya tinggal bersama kami, ibunya pergi
meninggalkannya setelah melahirkan!”
“bukankah itu tepat!”
“Maksud tuan?”
“Saya percaya dengan didikan dari pak Mun dan istri
pak Mun, biarkan Abimanyu menemani Sagara di sini, dan kau boleh membawanya
pulang setelah pelajarannya selesai!”
“Maksud tuan?” pak Mun terkejut sekaligus senang, ia
tidak percaya dengan apa yang ia dengar, belajar bersama putra tuannya berarti akan
berada di tempat yang penting untuk bisa terus bersama dengan tuannya, cucunya
dan keluarganya hanya seorang biasa, tapi keluarga Wijaya telah mengangkatnya
menjadi keluarga yang di segani. Balas buda apa lagi yang paling pantas selain
terus setia bersama keluarga itu.
“Ya …, dia akan menjadi tameng untuk putraku kelak!”
“Terima kasih tuan, Abimanyu pasti akan sangat senang!”
“Kami menunggunya besok!”
“Sekali lagi terimakasih tuan, saya permisi!”
Akhirnya apa yang di khawatirkan oleh Ara dan Agra
sedikit demi sedikit akan berkurang, tinggal membujuk Sagara agar bisa menerima
Abimanyu sebagai partnernya sekarang. Sagara bukan anak yang mudah untuk
bergaul, walaupun kadang memang dia tidak sedingin itu.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 😘😘😘😘