My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 105


__ADS_3

Setelah obrolannya dengan Rendi di kafe,


agra pun segera pulang dengan mengendarai motor bututnya, pikirannya benar-benar tak


tenang, sebenarnya ia bingung apa yang terjadi dan apa yang sudah di katakan Divta pada istrinya


Hingga tanpa terasa kini motornya sudah mendarat di parkiran Ruko,


ia segera melepas helmnya dan masuk ke dalam ruko


Para kayawan masih sibuk bekerja, sedangkan Ara, ia tahu pasti ara


sekarang sedang berada di atas karena mencemaskannya


Agra pun segera menaiki tangga dan membuka pintu, ternyata benar


Ara sedang duduk di atas sofa dengan kaki yang di tekuk, dengan dagu yang di


sandarkan di atas lututnya, sesampainya di depan pintu, Agra segera menghentikan langkahnya


“sayang....” ia senang istrinya tak kenapa-kenapa


“bby ....” Ara yang melihat suaminya telah datang dalam keadaan baik-baik saja begitu lega, ia hendak turun dari sofa tapi tangan agra memberi isyarat untuk tetap diam di tempat


“nggak usah sayang, di situ saja, biar aku yang ke situ ...”


Ara pun berdiri menunggu Agra mendekatinya, setelah Agra berada


tepat di hadapannya, Ara segera berhambur memeluknya suaminya begitu erat, seperti sudah lama tak bertemu, rasa cemas dan takutnya begitu menghantui pikirannya


“aku takut bby ...., aku takut ...” Ara menumpahkan air matanya di


dada suaminya, Agra pun hanya bisa mengelus punggung istrinya


“duduk sayang ...” Agra menuntun istrinya untuk kembali duduk di


sofa


“aku begitu mencemaskanmu bby ....” ucap Ara tanpa berkeinginan


melepaskan pelukannya


“aku tahu sayang ....” Agra berusaha melepaskan pelukan istrinya dan menggenggam tangannya


“kenapa kau menemuinya?” Ara menatap Agra dengan sedikit rasa kecewa dan tak mau sesuatu terjadi pada suaminya


“dia abangku sayang ....” Agra masih bersikap seperti tak terjadi apa-apa, ia tetus mengelus pipi Ara dengan lembut, untuk menenangkan istrinya


“tapi dia membencimu ...” mendengar ucapan Ara, Agra mengerutkan keningnya


"apa yang sudah bang Divta katakan pada Ara ..." batin Agra begitu penasaran, tapi kemudian ia berusaha meyakinkan istrinya untuk tidak terlalu membenci abangnya


“keadaan yang membuatnya benci padaku sayang...” mendengarkan ucapan Agra, Ara pun hanya bisa diam, sebenarnya dalam hati tak percaya, tapi ia mencoba meyakinkan diri untuk tetap percaya semua akan baik-baik saja


“tapi berjanjilah padaku bby...” ucap Ara setelah bergelut dengan pikirannya sendiri


“apa sayang ...?” Agra kembali menatap Agra


“jangan menemuinya lagi ..., aku takut kehilanganmu, aku nggak akan


bisa hidup tanpa kamu bby ...”


Agra pun hanya diam, ia melepaskan genggamannya pada tangan istrinya, mencakup kedua


pipi istrinya dan memberi kecupan singkat di bibir istrinya


“apa kamu pernah bertemu dengan bang Divta?” Agra mulai mencari


tahu dan bertanya pada ara mengenai pertemuannya dengan Divta


Ara pun hanya bisa mengangguk


“berapa kali sayang?”


“dua kali”


“dia bicara apa padamu?” tanya Agra menyelidik


“dia memperingatkanku untuk memintamu menyerah, maka ia tidak akan


mengusik rumah tangga kita, kamu dan anak kita” ucap Ara dengan terbata-bata


karena menahan sesak, dadanya begitu sesak membayangkan pria itu akan


menyakitinya suaminya dan dirinya


“ccceckkkk ...” Agra berdecak sambil mengusap kasar rambutnya, ia


tak tahu apa yang akan dia lakukan selanjutnya, di satu sisi ia memikirkan

__ADS_1


keselamatan istri dan anaknya yang masih dalam kandungan, tapi di sisi lain ia


ingin berusaha memahami ucapan Rendi dan mencari kebenarannya


“bby ....” melihat wajah frustasi suaminya, Ara segera memegang


tangan suaminya


“apa semua akan baik-baik saja?”


“iya sayang ..., kamu jangan cemas ya ..., pikirkan babby kita ...”


Ara pun hanya bisa mengangguk dengan ucapan Agra


“bukankah besok jadwalnya ke dokter? Besok aku anter ya ...”


“iya bby ....”


“babby ...., besok kita ketemu sama dokter Sifa ...” ucap Agra


sambil mengelus perut Ara dan mendaratkan ciuman di sana


***


“bby ...., kita udah telat loh ...” teriak Ara dari bawah , ia


menunggu Agra sudah mhampir satu jam, entah apa yang di lakukan pria itu di


lantai atas hingga membuat istrinya lama menunggu


“kak Agra ketiduran kali kak ...” ucap Nadin asal


“iya kali ya dek ..., kakak susul aja deh ...” tapi belum sempat


kakinya melangkah ke tangga, Agra sudah lebih dulu turun dari tangga


“kenapan sih bby, lama sekali” keluh Ara


“maaf sayang ...., aku lagi ada beberapa pekerjaan yang harus aku


kerjakan dulu”


“tau gitu, aku tadi berangkat sama Nadin bby”


“jangan dong sayang ..., aku kan pengen liat perkembangan babby


kita ...”


tak jauh dari mereka, Agra pun hanya menyebirkan bibirnya


“ yuk sayang kita berangkat ...”


Tak mau terlalu lama berdebat, akhirnya Ara pun mengalah. Ia sudah


telat satu jam dari jadwal janjinya dengan dokter Sifa


Agra segera melajukan motornya menyusuri jalanan kota jakarta yang


tak terlalu ramai karena bukan jadwalnya orang berangkat atau pulang kantor


Apalagi ia menggunakan sepeda motor jadi mudah di ajak nyelip kiri


kanan, membuatnya lebih cepat sampai, walaupun ia berkendara tak secepat


biasanya mengingat istrinya sedang hamil


Hanya dalam waktu setengah jam mereka akhirnya sampai juga di depan


rumah sakit tempat dokter Frans praktek


Agra pun menghentikan motornya di depan rumah sakit, untuk menurunkan Ara terlebih dahulu


niatnya yang ingin


memarkirkan terlebih dulu motornya , tapi ternyata langkahnya harus terhenti oleh seseorang, seseorang itu segera menghampiri Agra dan Ara, orang itu adalah


scurity yang kebetulan sedang berjaga


‘tuan ..., biar saya saja yang memarkirkannya” ucap security itu,


ternyata scurity itu sudah mengenali agra, tentu saja siapa yang tidak mengenalnya, walaupun pakaiannya tak serapi dulu, walaupun kini bulan mobil mewah tapi cuma motor butut, dia tetaplah putra dari pemilik


rumah sakit itu


“baiklah...” Agra pun menyerah dan memberikan konci motornya pada


scurity itu


"bby ...., kenapa scuritynya baik banget ....?" tanya Ara yang masih tak menyangka dengan perlakuan security tadi

__ADS_1


"sudah biarkan ...., ayo masuk ....."


Agra segera menggandeng tangan Ara masuk ke dalam gedung , semua


karyawan yang mengenal Agra segera menunduk hormat melihat kedatangan Agra, membuat


Ara dibuat takjub


“ternyata pengaruh lo masih sama bro, di sini ...” suara lantang


itu segera menyambutnya, ternyata pria itu sudah memperhatikan Agra semenjak


masuk ke dalam gedung rumah sakit


“Frans ...”


“dokter Frans ...”


Agra dan Ara menoleh bersamaan ke sumber suara


“gimana kabar lo bro ...” sapa Frans pada Agra


“baik ...” Agra pun hanya menjawab singkat


“mari kakak ipar ...” dokter Frans segera menarik tangan Ara, tapi


segera di tepis oleh Agra


“jangan pegang-pengan istri gue ...”


“posesif amat sih lo .....” tapi seperti biasa Agra pun tak menanggapinya langsung menarik tangan Ara berjalan meninggalkan Frans


Akhirnya mereka pun berjalan beriringan dengan Frans yang berjalan di belakang, mereka menuju ke ruang pemeriksaan


kandungan, dan benar dokter Sifa sudah menunggu mereka di ruangan


“maaf dokter, kami terlambat ...” ucap Ara merasa sungkan dengan


dokter Sifa


“tidak pa pa nona ...”


“jangan sungkan kakak ipar, dokter Sifa memang sengaja seharian ini


Cuma akan melayani kakak ipar” jelas dokter Frans


“kenapa?” tanya Ara heran


“karena nona pasien spesial kami ...’ ucap dokter Sifa dengan


senyum lembutnya


Setelah selesai melakukan pemeriksaan, mereka pun kembali berkumpul


di ruangan dokter Frans


“bagaimana dok, kandungan istri saya?’ tanya Agra tak sabar


“seperti yang tuan lihat dan dengan tadi saat di USG, janinnya


sudah mulai ada detak jantungnya, dan yang lebih membahagiakan ternyata nona


Ara mengandung anak kembar “


“apa ? kembar dok ...” Agra benar-benar tak percaya dengan yang di


ucapkan dokter Sifa, bibirnya tak henti tersenyum, begitupun dengan Ara, ia


terus saja mengelus perutnya


“iya tuan, bayi anda kembar”


Mata Agra mulai menunjukkan jika sedang ada kristal air di sana,


ujung matanya menitikkan air mata bahagia, ia segera memeluk istrinya


“terimakasih sayang ...., kau memberikan hadiah yang paling


istrimewa ...” ucap Agra sambil mengusap air matayang hanya menggenang di sudut


matanya


“selamat ya bro, gue ikut seneng ...” dokter Frans pun tak mampu


menyembunyikan rasa harunya, di tengah masalah yang sedang menimpa mereka ada


cahaya yang sengaja di kirim Tuhan untuk mereka


BERSAMBUNG

__ADS_1


Jangan lupa ya kasih saya upah dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya ya


kasih vote juga


__ADS_2