My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (48)


__ADS_3

Hingga suatu ketika


takdir mempertemukan kita, hari itu ia mengantar kuenya sendiri, aku begitu


senang. Jantungku berdetak begitu kencang, rasanya ingin lepas dari tempatnya.


Tapi kesenanganku itu musnah ketika sebuah kebenaran terungkap. Dia mengenaliku


tapi dia juga mengenali dirimu sebagai suaminya. Aku kira itu sebuah


kebohongan, tapi ternyata itu sebuah kebenaran, Ara sudah menjadi milik orang


lain yaitu dirimu.


Aku tidak terima, aku


terluka, aku selalu mencoba tersenyum di depanmu dan Ara walaupun hatiku


terluka. Aku meluapkan kekesalanku, sakit hatiku dengan mengunjungi klub malam,


aku menghabiskan malam ku dengan minum-minum hingga mabuk, di sana aku juga di pertemukan dengan gadis bodoh, gadis yang sepertinya sedang patah hati.


Sepanjang malam dia


juga hanya terus minum, hingga kami menghabiskan minuman kami bersama-sama.


Karena terlalu mabuk kami menghabiskan malam bersama-sama di sebuah kamar hotel.


Aku begitu merasa bersalah, aku terbangun di pagi hati tapi gadis angkuh itu


sudah tidak ada, dia hanya meninggalkan kartu namannya di sana.


Setelah malam itu kami


tidak saling bertemu, aku juga berusaha melupakan malam itu. Aku tidak berniat


mencarinya juga. Patah hatiku perlahan-lahan mulai sembuh seiring berjalannya


waktu, aku tidak lagi pergi ke klub malam.


Hingga suatu hari aku


di pertemukan dengan gadis angkuh itu lagi dalam keadaan yang berbeda. Dia


tidak membiarkanku menemuinya. Dia terus menghindari ku, aku juga sulit untuk


menemukannya. Dia sepertinya sedang hamil, hal itu membuatku terus


bertanya-tanya. Apa itu anakku? Jika di hitung dari malam itu sepertinya


perhitungannya sangat tepat.


Aku meminta seseorang


untuk menyelidiki wanita angkuh itu. Sebuah kebenaran terungkap. Dia adalah


mantan kekasihmu, Viona seorang model dan designer yang namanya besar berkat


namamu. Nama seorang Agra Anugra Putra, tapi sepertinya ia terlena dan masuk ke


dalam keserakahan.


Aku sempat ragu dan


mempertanyakan sebenarnya anak siapa yang sedang ia kandung saat itu. Aku


sempat mengira jika itu adalah anakmu, tapi sebuah kenyataan mematahkan


prasangkaku. Dia pernah menjebakmu dalam sebuah konspirasi yang di dalangi oleh


ibu tirimu dan kakak laki-lakimu.


Keinginanku untuk tahu

__ADS_1


kebenarannya semakin besar, tapi sepertinya Viona tidak pernah mengijinkanku


mengetahuinya. Ia tahu siapa aku, aku hanya seorang pemilik kafe, bukan


pengusaha besar sepertimu. Aku hanya bisa mengawasinya dan terus mencari


kebenarannya. Aku juga terus membangun perusahaan ini hingga menjadi seperti


ini. Aku ingin membuktikan jika benar itu anakku, aku akan bangga menjadi


seorang ayah.


Tapi lagi-lagi aku


tertipu, dia memalsukan identitas anak kami. Dia membuat bukti yang seolah-olah


itu bukan anakku tapi anakmu. Aku sempat marah padamu dan berpikir untuk


memberitahukan semua itu pada istrimu, tapi melihat kebahagiaan kalian, aku


urungkan kembali niatku.


Hingga satu tahun yang


lalu aku baru tahu jika dia benar-benar putriku saat Aril mengalami sebuah


kecelakaan, dia kehabisan banyak darah. Aku yang menolongnya dan membawanya ke


rumah sakit, ibunya saat itu tidak berada di tempat.  Dokter membutuhkan donor darah, hingga aku


pun mendonorkan darhaku. Aku gunakan kesempatan itu untuk melakukan tes DNA.


Dan dari tes itu terbukti jika anak itu adalah putriku.


Awalnya Viona menolak,


tapi setelah ku berikan buktinya akhirnya ia menyerah. Kami memutuskan menikah


memisahkannya dengan ibunya, walaupun aku tahu selama ini Viona tidak pernah bisa


menyayangi Aril seperti ibu-ibu yang lain.


Jerry mengakhiri


ceritanya. Ada kelegaan di hati Agra, setidaknya ia bisa bernafas lega karena


Aril bukan anaknya. Walaupun ia yakin tidak pernah melakukan hubungan itu


dengan Viona, tapi ia tidak dapat mempercayai Viona. Apalagi saat itu Viona


telah memperinya obat hingga ia tidak sadarkan diri, walaupun Rendi sudah


mengatakan kalau dia tidak melakukan apa-apa tapi sebelum Rendi dan anak


buahnya datang, ia tidak yakin.


“terimakasih atas ceritamu, setidaknya ini membuatku lega …!”


“Aku juga lega karena mengetahui kebenarannya!”


Mereka terdiam dengan pikirannya masing-masing,


sebenarnya masih ada yang ingin agra tanyakan lagi. Tapi sepertinya tidak


mungkin. Ini terjadi jauh sebelum Jerry mengenal Viona. Biarlah kebenaran ini


tetap dia yang tahu.


“Baiklah …, aku harus pergi sekarang!”


“Terimakasih atas kunjunganmu, sampai jumpa lagi!”


Jerry pun mengantarkan Agra sampai di bawah. Hari

__ADS_1


ini Agra tidak kembali lagi ke kantor walaupun masih siang. Ia tidak sabar


ingin segera menemui istrinya, suasana hatinya sedang sangat bagus.


“Sekarang jam berapa?” Tanya Agra pada sopirnya,


walaupun ia sudah tahu sekarang jam berapa tapi ia hanya ingin memastikan saja.


“Jam dua siang tuan!”


“Berarti Sanaya sudah pulang, ya sudah kita langsung


pulang saja!”


“baik tuan!”


Mobil melaju cukup lancar karena jalanan tidak


terlalu ramai, belum waktunya jam pulang kantor.


“Papi pulang ….!” Ucap Agra saat langkah kakinya


sudah sampai di ruang keluarga. Di sana hanya ada Sanaya yang sedang bermain.


“Papi …., papi pulang cepat ….?”


“Iya sayang …, mana momy mu?” Tanya Agra setelah


mengecup putrinya.


“Mommy sedang di panggil oma!”


“Oma?”


“Iya …., Gara bikin gara-gara lagi pap!”


“Gara-gara apa?”


“Gara meminta Abimanyu untuk memberinya contekan, tapi


Abimanyu menolaknya!”


“Anak itu …., baiklah tidak pa pa. mau papi beri


tahu satu rahasia?”


“Apa?”


“Papi dulu waktu kecil juga melakukan hal itu pada


uncle Rendi!”


“Dan uncle Rendi menolaknya?”


“Iya …, persis seperti Abimanyu!”


“Kasihan sekali uncle Rendi …!”


“Kenapa malah mengasihani uncle Rendi, papi tidak?”


“Uncle Rendi pasti menderita sekali, karena dulu papi nakal seperti Gara!”


“Kau ini …., masih kecil bicaramu seperti mommy mu saja!”


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2