My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2(8)


__ADS_3

"Bagaimana kabar Frans, apa dia baik?"


Agra segera mendongakkan kepalanya, menatap manik mata sendu itu, memastikan sesuatu di sana. Dan dia menemukannya, tatapan yang sana seperti dulu, tatapan yang ia tahu walaupun tanpa di ucapkan.


"Dia baik, sekarang dia sudah menjadi dokter yang namanya cukup di perhitungkan dalam dunia medis!" ucap Agra membanggakan sahabat dekatnya itu.


Zea menghela nafasnya dalam, "Baguslah!"


"Apa perasaanmu masih sama?" tanya Agra lagi, ia menyesap kopinya dan bersiap menunggu jawaban dari wanita di sebelahnya itu.


"Aku rasa sudah tidak pantas memiliki perasaan yang sama seperti dulu, cukuplah aku memendamnya!"


"Why?"


"Karena aku bukan siapa-siapa, aku hanya pengurus panti yang bekerja di minimarket, tidak punya hal yang lebih yang bisa di banggakan!"


"Jangan pernah berfikir bahwa kau tidak pantas untuk seseorang karena bukan tidak mungkin kaulah orang yang paling dibutuhkannya saat ini."


"Dia bahkan mungkin tidak mengingatku kan, menyebut namaku saja enggak!"


"Kau ini terlalu pesimis ya .....!"


Dan wanita itu hanya bisa tersenyum, ada keraguan dalam matanya. Ia terlalu takut untuk menghadapi masa depan.


"Apa dia akan suka jika bertemu denganku seperti ini?"


"Jadilah dirimu sendiri, apabila kamu berubah hanya karena ingin orang lain menyukaimu, buat apa? itu bukan dirimu. Tetaplah jadi dirimu sendiri, aku yakin Frans pasti akan senang jika bertemu denganmu kembali!"


"Terimakasih, karena kau masih menganggap ku sebagai teman, aku tahu walaupun dulu kita tidak pernah dekat karena kau sendiri yang membatasinya, setidaknya sekarang aku senang, kau sudah bahagia, aku bahagian untukmu!"


"Sama-sama ...., semua setelah ini kau juga akan bahagia ....!"


Kemudian tatapan Zea tertuju pada boneka yang tanpa sengaja menyenggolnya tadi, boneka panda besar.

__ADS_1


"Boneka? Untuk siapa? Istrimu?"


"Bukan, ini untuk putriku!"


"Selamat ya, kau sudah punya putri, pasti cantik, secantik istrimu!"


"Bukan cuma putri, aku juga punya putra. Mereka kembar!"


"Waw ......, senangnya ....., kalau ada waktu bawalah mereka ke panti, anak-anak di panti pasti senang melihat anak kembar ....!"


"Iya pasti!"


Zea beranjak dari duduknya. "Ya sudah aku pamit ya, salam buat istrimu, sampai jumpa lagi, aku tunggu kunjungannya ...!"


Agra pun hanya mengangguk, Zea segera meninggalkannya, terlihat wanita itu menghampiri sebuah taksi, dan berlalu bersama taksi itu.


Ternyata dia masih sama ....


Agra menyerahkan boneka dan robot-robot an itu pada pria itu, kemudian membukakan pintu untuk Agra, suasana menjelang malam seperti ini sangat di rindukan setiap saat. Segera bertemu dengan keluarga kecilnya menjadi kebahagian yang tak terkira.


Ingin rasanya memilih menjadi orang biasa yang bisa setiap waktu bersama keluarganya, menghabiskan akhir pekan bersama tanpa di ganggu pengawalan dan berbagai macam peraturan.


Sesampai di rumah, Agra segera menuju ke kamar baby twins, karena ia tahu jika waktu seperti ini pasti istrinya pun di sana, membantu Sagara dan Sanaya mandi dan sebagainya.


Ceklek


Pintu terbuka, Agra tanpa permisi segera masuk.


"Papi pulang ....!" ucap Agra bersemangat dengan merentangkan kedua tangannya dengan sisi kanan boneka dan sisi kiri robot-robot an.


Semua, ketiga makhluk yang di rindukan itu menoleh padanya.


Ara mendengus. "Bby salam dulu ...., kebiasaan deh ....!" protes Ara.

__ADS_1


"Maaf ..., papi lupa ...., *assalamualaikum ....!"


"Waalaikum salam* ....!" jawab ketiganya bersamaan.


"Pap ...,.!" sanaya sudah meregangkan tangannya minta di peluk oleh papinya, Agra pun tak mampu menolak, walaupun sebenarnya yang ingin di peluk duluan istrinya tentunya.


"Sagara tidak mau peluk papi juga?" tanya Agra melihat Sagara yang hanya diam di tempatnya bersama sang momi. Sagara pun hanya menggeleng.


"Kenapa?" tanya momi Ara.


"Gala mau lobot gala ....!"


"Boleh ...., tapi peluk papi dulu!" rengek Agra minta di peluk.putranya.


"Pap ...., cagala butan anak tecil lari, cagala cudah decal, tata uncle dottel, talau udah becal pelutannya gini!" ucap Sagara sambil menunjukkan kepalan tangannya pada papinya. Agra hanya bisa mengikuti ulah putranya itu, tapi Agra malah bingung.


"Pap nggak apdet!" ucap Sagara sambil menyebutkan bibirnya, ia segera mengambil tangan papinya dan menyatukan kepalannya itu.


"Cepelti ini pap!" ucap Sagara lagi.


"Tidak Nadin, tidak Rendi, eh sekarang Frans juga berulah, ngajari anak aku nggak bener-bener aja ...!" keluh Agra sambil menggelengkan kepalanya gemas dengan kelakuan anaknya itu. Agra hanya bisa mencubit pipi putranya itu gemas.


Begitulah keluarga itu kalau berkumpul, selalu ada saja hal-hal kecil yang bisa membuat mereka tertawa dan kadang juga menangis, tapi semua itu karena sebuah cinta.


BERSAMBUNG


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku juga ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2