
Acara pemotretan itu berlangsung hingga beberapa hari , di sela-sela pemotretan Ariel dan Sagara sering menghabiskan waktu bersama.
Saat bersama Ariel, Sagara merasa bisa menjadi dirinya sendiri. Tanpa embel-embel putra mahkota finityGroup.
Ariel menunjukkan sisi lain kehidupan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Tapi kedekatan mereka itu cukup membuat Abimanyu khawatir. Sagara tidak pernah tahu siapa wanita yang sedang ia hadapi saat ini. Wanita ular dengan segala macam tipu muslihatnya.
Bahkan mungkin memang ia sengaja menjadikan putrinya sebagai umpan.
"Gara! Kita harus bicara!"
Abimanyu menghentikan langkah Sagara. Anak itu terlihat begitu bersemangat, padahal pemotretan sudah selesai.
"Ada apa? Gue sibuk banget! Gue mau ngajak Ariel jalan-jalan sebentar!"
"Kita bicara sebentar saja!"
"Ya sudah lah, apa?"
Sagara terpaksa menghentikan langkahnya.
"Ada apa?"
"Apa tidak sebaiknya kamu menjauhi Ariel?!"
Sagara terdiam, ia mengerutkan keningnya tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh sahabatnya itu.
"Lo bicara apaan sih, Bi?"
"Gue bicara yang sebenarnya! Kamu tidak tahu gimana wanita yang mananya Viona itu Ga!"
"Emang lo tahu?"
Abimanyu terdiam, ia tidak mungkin mengatakan pada Sagara jika wanita yang bernama Viona itu adalah wanita yang telah melahirkannya dan membuangnya begitu saja.
"Lo nggak bisa jawab kan, ya udah lah Bi! Jangan terlalu memikirkan sesuatu yang belum pasti! Gue pergi dulu ya, jangan lupa buat balik ke kantor!"
Sagara memilih tidak mengindahkan peringatan dari sahabatnya. Ia berlalu begitu saja meninggalkan Abimanyu yang masih terdiam di tempatnya.
Aku percaya sama Ariel, tapi aku tidak percaya sama Viona ...
Abimanyu tidak bisa memperingatkan Sagara, tapi mungkin dia bisa memperingatkan adik perempuannya.
Ia tidak mau sampai apa yang terjadi dengannya terjadi juga pada kisah cinta Sagara dan Ariel.
Cukup dirinya dan Sanaya yang terpisah jangan sampai Ariel dan Sagara juga mengalami hal yang sama.
Ia tidak menyalahkan keputusan nyonya Ratih, siapapun pasti akan berpikir ribuan kali untuk berhubungan lagi dengan wanita sejahat Viona. Apalagi ini anak-anak nya.
Dia sudah sangat beruntung karena masih di beri kepercayaan untuk mendampingi Sagara. Jika pun tanggung jawab itu di copot ia harus siap setelah tahu kesalahan besar apa yang sudah di lakukan oleh ibu kandungnya pada keluarga yang menjadi tempatnya bernaung itu.
Baginya melepas Sanaya sangat berat, tapi hukuman itu tidak lebih berat dari kenyataan jika dirinya adalah putra dari wanita itu.
...****...
Di tempat lain, Sagara mengajak Ariel ke suatu tempat. Sebuah taman bermain yang sudah di hiasi dengan berbagai macam bunga dan balon.
"Ini ada acara apa sih? Ada yang ulang tahun ya di sini?"
Ariel terlihat bingung, ada banyak bunga dan balon tapi taman itu terlihat sepi. Bahkan ayunan yang biasanya hanya kosong kini penuh dengan bunga berwarna putih.
"Nanti satu bulan sekali pasti bakal ada perayaan kalau haru ini berhasil!"
"Maksudnya apa nih?"
"Jangan bawel, kita jalan dulu nanti ketemu jawabannya!"
"Misterius banget!"
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai juga di tengah taman. Ada sebuah meja dan dua buah kursi.
"Duduklah!"
Ariel pun duduk dan Sagara duduk di bangku lainnya.
"Ini ada apaan sih?"
"Makan saja dulu!"
Beberapa pelayan meletakkan berbagai macam menu makanan di atas meja dan yang paling istimewa adalah semua menu makanan itu adalah makanan pinggir jalan yang sudah pernah mereka makan berdua.
"Ini ...., ada siomay, bakso, cilok, basreng, pempek Palembang, sate! Waw ...., banyak kayak gini mau di apain?"
"Di makan lah!"
"Tapi ini banyak loh ...., emang habis!"
"Ya di makan sehabisnya aja Ariel!"
"Sisanya?"
"Makan aja belum udah mikirin sisa sih!"
"Baiklah, aku akan memakannya! Sebanyak yang aku bisa!"
Ariel pun segera memakannya, dia memang juga lapar jadi cukup menghabiskan banyak makanan tapi tetap saja tidak bisa semuanya.
"Akhirnya ....!"
Ariel menyenderkan punggungnya dan mengusap perutnya yang penuh.
"Sudah kenyang ya?"
"Bukan kenyang lagi ini namanya, tapi sangat kenyang!"
"Baiklah kalau begitu ke acara intinya saja!"
"Lihat ke arah sana!"
Sagara menunjuk ke arah langit, sebuah balon udara naik dengan membawa sebuah kain besar dengan tulisan.
//Ariel ...., saya Sagara saya mencintaimu, maukah kamu jadi pacarku, calon istriku dan calon ibu dari anak-anakku kelak?//
Ariel begitu terkesima sampai dia menutup mulutnya tidak percaya.
"Jadi maksudnya_?"
"Iya ..., aku menembak mu! Gimana?"
"Issstttttt ...., nggak gitu ngomongnya!"
"Yang penting ungkapannya, nggak penting bagaimana ngomongnya! Sekarang yang terpenting jawabnya!"
Ariel pun berdiri, ia menatap Sagara dan tersenyum.
"Aku mau!"
"Benarkah?"
Sagara begitu senang dan menarik tubuh Ariel ke dalam pelukannya.
"Aku sangat mencintaimu!" ucap Sagara.
"Lebih dari dirimu!"
"Sejak kapan?"
"Sejak kau mengerjaiku di waktu kecil!"
__ADS_1
"Benarkah?"
"Iya, dan cinta itu tertutupi oleh rasa benci saat bersamaan karena ulah mu yang keterlaluan!"
"Maaf ya, waktu itu aku tidak tahu!"
"Di maafkan!"
Ariel tersenyum begitu manis membuat Sagara gemas dan kembali menarik tubuh Ariel ke dalam pelukannya.
"Mulai sekarang aku yang akan mengantar jemput kamu, mengerti!"
"Ada papa!"
"Kan juga ada pacar!"
"Kamu nih ya!"
...****...
Abimanyu menunggu Sagara di depan rumah. Ia tidak sabar ingin kembali memperingatkan sahabatnya itu.
Setelah dua jam menunggu, akhirnya yang di tunggu datang juga.
"Bi, ngapain lo di sini?"
"Nungguin lo!"
"Kita kan bisa ketemu lagi besok, ngapain nggak sabar banget?"
"Yang pertama gue cuma mau memberitahu jika iklan yang kita pajang di online shop laku keras, lo dan Ariel menjadi top modelnya!"
"Syukurlah, berarti kita sudah setengah langkah, besok tinggal nunggu hasilnya! Lalu yang ke dua?"
"Tentang Ariel!"
"Jangan bilang lo mau nyuruh gue buat jauh dari dia, gue udah jadian sama dia!"
Mendengar pernyataan Sagara, seketika wajah Abimanyu terasa kelu, dia memang tidak punya hak apapun untuk membuat orang-orang di sekitarnya mempercayainya. Tapi dia berharap semua orang di sekitarnya bisa tetap bahagia.
"Sudah lah, jangan pikirkan hal-hal yang belum pasti! Pulang dan istirahatlah besok akan jadi hari yang panjang buay kita!" ucap Sagara sambil menepuk bahu Abimanyu lalu berlalu begitu saja.
Abimanyu masih tetap berdiri di tempatnya, ia memang tidak tahu apa yang di pikirkan itu akan benar-benar terjadi atau tidak tapi ia berharap jika apa yang di pikirkan memang tidak akan pernah terjadi.
Abimanyu berbalik hendak pulang tapi langkahnya lagi-lagi terhenti saat matanya menemukan sosok yang selalu ia rindukan.
Nay .....
Sanaya turun dari mobil bersama mom Ara.
"Abi? Nggak masuk?" tanya mom Ara.
"Tidak terima kasih nyonya!"
"Gara sudah pulang?"
"Sudah nyonya, saya permisi pulang dulu nyonya!"
"Iya, hati-hati ya Abi ...!"
Abimanyu pun menundukkan kepalanya, sempat matanya melirik pada gadis yang berdiri di samping nyonya Ara ternyata gadis itu juga memiliki tatapan yang sama.
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1
Happy Reading đ„°đ„°đ„°đ„°