My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 79


__ADS_3

Kamu


adalah orang yang sering aku banggakan dan aku ceritakan kepada sang rembulan


bahwa kamu berhasil membuatku merasa takut kehilangan, takut berubah, dan mulai


takut akan segalanya.


Hari


yang masih sedikit gelap karena langit sepertinya sedikit mendung, hawa dingin


menyelimuti tubuh membuat Ara enggan untuk bangun dari tempat tidurnya.


“apa


kau tidak ingin bangun?” tanya Agra yang sudah siap dengan kaos ketat dan


celana olah raganya


“tidak


..., aku masih mau tidur ...., biarkan aku tidur ....” jawab Ara yang masih


enggan membuka matanya sambil menenggelamkan tubuhnya ke dalam selimut tebalnya


“baiklah


...., aku lari pagi dulu , segera lah bangun ....” karena hari ini hari libur


Agra menyempatkan diri untuk berolah raga


Karena tak


ada sahutan dari Ara, Agra pun segera keluar dari dalam kamar,  pagi yang  dingin ini tidak membekukan semangat Agra


untuk lari pagi


Tapi saat sampai di ruang tamu, pagi ini tak seperti biasanya , di


hari libur rumah besar itu tampak ramai, ternyata Viona datang kembali, ia


tidak datang sendiri, pagi ini ia datang bersama  dokter spesialis kandungan,


Agra yang turun hendak lari pagi pun terhenti saat melihat orang


asing di rumahnya bersama Viona dan ibunya


“pagi bu ...” Agra menyapa ibunya, sapaan yang masih terlihat


dingin, tidak hangat seperti selayaknya ibu dan anak


“pagi  nak ...” jawab Ratih


dengan lembut


“Viona ....” pandangan Agra mengarah pada wanita yang ada di dekat


ibunya dia adalah  Viona


“kenapa pagi-pagi sudah ke sini?” tanya agra dingin dengan


menunjukkan wajah penuh heran


“aku ada perlu sama ibu kamu, Gra ...” Viona nanpak tersenyum


lembut, senyum yang terlihat lembut


“ ada yang ingin ibu bicarakan denganmu dan Ara”


“ada apa ...?”


“tunggu sampai istri kamu turun”


Ternyata bi Anna sudah membangunkan Ara atas perintah Ratih, mau


tak mau Ara pun segera bangun dan membersihkan diri


Setelah menunggu satu jam akhirnya Ara pun turun, Agra yang semula


berencana untuk lari pagi akhirnya di urungkan, ia ikut duduk bersama ibunya

__ADS_1


dan Viona


“Ara ...., kesinilah sebentar” Ara terkejut saat melihat di sana


sudah bekumpul banyak orang ada suaminya, ibu mertuanya, Viona dan seorang lagi


yang tampak seperti dokter dengan segala peralatannya


“ada apa bu?” Ara menghadap ibu mertuanya, dan menoleh pada


suaminya meminta jawaban tapi Agra menjawab dengan menaikankedua pundaknya


tanda tak mengerti


“perkenalkan ini dokter Louis, beliau spesialis dokter kandungan”


Deg


Seketika Agra dan Ara saling berpandang, mereka menerka-nerka


maksud ibunya mengundang dokter Spesialis kandungan


“jadi saya sengaja mengundangnya untuk memeriksa kandungan ara”


tutur ibunya kembali


Deg


Dan lagi Ara dan Agra di buat terkesiap dengan pernyataan ibunya,


apa yang sebenarnya di rencanakan ibunya itu


“trus apa hubungannya dengan Viona bu?” Agra mencoba untuk protes


“karena Viona tidak percaya jika Ara hamil, jadi untuk membuktikannya


ibu menyuruh Viona juga ke sini” seketika tatapan tajam membunuh agra langsung


tertuju pada Viona, dan yang di pandang pun hanya tersenyum penuh kemenangan


tanpa rasa takut


“aku cinta sama kamu Gra, aku nggak mau kamu di manfaatkan sama


mendekati Agra dan memegang tangan Agra tapi langsung di tepis kasar oleh Agra


“omong kosong apa ini ..., bu aku mohon jangan terpancing dengan


ulah Viona bu , istriku bukan orang seperti itu”


“ya kalau gitu kita buktikan saja”


Ara hanya bisa diam terpaku, pikirannya sudah terbang entah kemana,


banyak sekali kemungkina-kemungkinan yang di pikirkan,


“mari nona”  Ara pun hanya


bisa pasrah dengan arahan dokter, mereka pun langsung menuju ke kamar Ara dan


Agra


***


POV ARA


 “Ara ...., kesinilah


sebentar” langkahku terhenti saat mendengar panggilan ibu mertuaku, awalnya aku


ini ke dapur untuk membantu memasak sarapan karena akhir-akhir ini Agra lebih


suka makan masakanku walaupun aku tidak pandai memasak, aku masih meminta


bantuan bi Anna, tapi apapun yang aku masak suamiku pasti menyukainya


“ada apa bu?” aku tak mau mereka menunggu lama, aku pun segera


menghampiri ibu mertuaku, tapi langkahku terhenti saat melihat di sana ternyata


bukan Cuma ibu mertuaku, suamiku yang mau lari pagi pun masih di sana, dan lagi

__ADS_1


di sana ada nona Viona, mantan kekasih suamiku, tapi ada satu lagi di sana yang


tak aku kenal, ia mengenakan jas putihnya dan membawa peralatan dokter


Hah dokter? Untuk apa dokter ke sini? Pertanyaan-pertanyaan itu


muncul begitu saja


“perkenalkan ini dokter Louis, beliau spesialis dokter kandungan”


Deg


Seketika jantungku berdetak lebih cepat, dokter spesialis


kandungan? Apa yang aku takutkan selama tiga bulan ini mungkin saat ini, saat


semuanya akan terbongkar, mengapa tidak sejak aku belum memiliki perasaan pada


pak Agra? Kenapa harus saat ini, saat aku sudah menyerahkan semuanya pada


suamiku?


“jadi saya sengaja mengundangnya untuk memeriksa kandungan ara”


tutur ibunya kembali


Deg


Apa yang akan terjadi jika ibu mertua tahu jika aku tidak hamil?


Cap sebagai penipu akan melekat padaku, apa pak Agra akan kembali pada nona


Viona? Trus aku bagaimana?


Aku  hanya bisa diam terpaku,


pikirannya sudah terbang entah kemana, banyak sekali kemungkina-kemungkinan


yang ku pikirkan,


“mari nona”  aku pasrah


menurut permintaan dokter, kami menuju ke kamar ku dengan pak Agra, yang


mungkin akan jadi kamar pak Agra dengan nona Viona


Dokter pun memeriksaku dengan teliti, dokter mengusapkan jel ke


perutku dan melakukan seperti yang di lakukan oleh dokter kandungan, aku tahu


ini untuk pertama kalinya aku melakukan pemeriksaan


“baik dokter mari bicara di ruang kerja saya “ ibu mertua mengajak


dokter , pak Agra dan Viona untuk ke uang kerjanya


“sayang ...., kamu tenang saja ya, tidak akan terjadi apa-apa,


istirahatlah” pak Agra mendekatiku


Cup


Kecupan di keningku sebelum meninggalkanku yang masih duduk di tempat


tidur dan menyelimutiku kembali


Aku tak tahu apa yang akan mereka bicarakan, aku benar-benar cemas,


tapi kata-kata itu


“sayang ...., kamu tenang saja ya, tidak akan terjadi apa-apa,


istirahatlah”


Sedikit menguatkanku


BERSAMBUNG


maaf ya nih author nggak bisa bls komentnya satu per satu, tapi jangan khawatir selalu author baca kok koment kalian, terimakasih ya telah menyempatkan memberi koment


aku selalu men scoll balik ke episode yang kalian koment lucu lo, aku jadi ikutan penasaran

__ADS_1


jangan lupa kasih dukungan ke Author dengan memberikan LIKE dan KOMENTARNYA ya


dan lagi kasih dukungan dengan memberikan VOTE


__ADS_2