My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 64


__ADS_3

“shittt ...” Agra mengusap wajahnya kasar, ia bingung harus


menjelaskan bagaimana


Hiks hiks hiks


“aku sudah menahannya agar tidak menagis ...., tapi ini sakit


sekali” Ara menutup wajahnya dengan kedua tangan yang sikunya di sandarkan pada


kedua lututnya yang di tekuk


 “ jangan menangis ....., maafkan


aku, itu tak seperti yang kamu lihat, ya memang aku akui Viona menemuiku karena


ingin mengajakku untuk memperbaiki hubungan, tapi aku menolaknya...., aku


bersumpah ......” Agra mengacungkan kedua jarinya dan mendekat kembali pada Ara


“ aku mengatakan yang sebenarnya ra ...., aku benar-benar tak


melakukan yang tidak-tidak ...., aku menolaknya ...., tapi ternyata penolakanku


membuatnya semakin berani, dia malah menciumku”


“ tapi aku tidak membalasnya......, kamu percaya kan ...” Agra berusaha


menjelaskan


***


Flasback on


Wanita cantikdengan gaun selutut dan lengan terbuka berwarna merah


marun yang serasih dengan sepatu hak tingginya dan tas yang warnanya


senada,  ia memasuki gedung perkantoran milik


keluarga Wijaya,


 ia berjalan begitu anggun bak


sedang berjalan di atas podium melewati beberapa karyawan yang menyapanya, ia


hanya tersenyum angkuh, senyum yang menampakkan kesombongan


“pak agra nya ada?” ia menghampiri meja reseposionis


“maaf nona...., pak agra sudah berpesan jika nona datang ke sini,


anda tidak di perbolehkan masuk” ucap resepsionis itu dengan wajah yang sudah


pias


“lancang sekali kau ini....., kau tidak tahu siapa saya?” ucap


wanita itu dengan lantang dan sangat angkuh


“maaf nona, tapi ini perintah dari pak Agra” resepsionis sudah


benar-benar di buat cemas karena ulahnya


Tapi belum sempat ia melancarkan protesnya, dari kejauhan sudah


terlihat orang yang sedang di carinya, ia adalah  Agra Agra  masuk ke dalam gedung bersama dengan Rendi,


mereka berjalan beriringan dan selalu jadi pusat perhatian karena karisma dan


ketampanannya yang membuat para karyawan wanita sering mencuri pandang berharap


bisa dekat dengan salah satu dari mereka


Wanita itu segera berlari mendekati mereka,memotong langkah Agra,  resepsionis yang berusaha mengejarnya tak di


hiraukan, langkahnya kalah cepat karena kaki wanita itu lumayan jenjang karena


dia seorang model


“nona ..., nona ...., berhentilah nona ...” teriakan resepsionis tak


di hiraukan, ia berhenti tepat di depan Agra dan Rendi


“Gra ....” teriaknya hingga menjadi pusat perhatian karena keadaan


yang cukup ramai menbuat Agra dan Rendi menghentikan langkahnya dengan wajah


dinginnya, entah sejak kapan ekspresi yang di tunjukkan kedua pria itu terlihat


sama


“maaf pak ..., nona Viona memaksa masuk ...” gadis dengan tag di


kemeja bertulis Santi itu menunduk takut karena telah teledor


“pergilah ...” agra memerintahkan Santi untuk meninggalkannya


“baik pak ...” Santi pun segera meninggalkan mereka tanpa bantahan


“ada apa kau ke sini?” tanya Agra dingin


“aku mau minta maaf gra..., aku benar-benar menyesal” Viona mendekat


dan hendak memeluk Agra, tapi tangan Rendi sudah lebih dulu menghalanginya


“jangan buat keributan di sini nona ...” ucap Rendi


“kau selalu saja bikin aku kesel ya, aku nggak ngomong sama kamu,


aku ngomong sama Agra” bantah Viona


“ikut aku ...” agra malah berjalan dan di ikuti Rendi dan Viona di


belakangnya


Agra mengajak mereka ke ruangannya, ia tak mau masalah pribadinya


menjadi konsumsi publik apa bila sampai di ketahui oleh orang luar apalagi itu


tempat ramai banyak mata dan telinga di sana


Setelah sampai di depan ruangan Agra, ia menghentikan langkahnya


“tinggalkan kami berdua di dalam...., jangan biarkan orang lain


masuk, biar ku selesaikan masalahku dengan wanita rubah ini”


“baik pak ...” Rendi segera menundukkan kepalanya dan mundur


beberapa langkah


Agra segera menarik tangan Viona masuk ke dalam ruangannya dan


menutup pintu, setelah berada di dalam ruangan, agra segera menghempaskan


tangan Viona kasar


“cepat katakan ..., aku tak punya banyak waktu...” ucap Agr dingin


sambil berdiri membelakangi Viona


“aku menyesal Gra ..., berilah aku satu kali kesempatan lagi, aku


tidak akan mengulanginya ..., aku mohon”

__ADS_1


Pyaaarrrrrr


Bukannya menjawab tapi Agra malah mengambil gelas kosong di


ruangannya dan menjatuhkannya ke lantai


“kau lihat itu ....” Agra menunjuk pada gelas yang sudah pecah


berkeping itu


“hatiku juga seperti itu, setelah pecah, maka kau tidak akan pernah


menemukan cara untuk menyusunnya lagi ...”


“aku akan mengambil gelas yang baru..., kita mulai dari awal dengan


gelas yang baru ...” ucap Viona dengan lembut dan tampak begitu di buat-buat


“ya kau benar ..., berarti kita harus mencari yang baru kan, tidak


mungkin kita gunakan gelas yang sudah pecah itu, dan aku sudah menemukan


gelasku yang baru”


“maksudmu ....?”


“aku sudah mencintai orang lain ....., yang lebih baik segalanya


dari kamu ....”


‘kau tidak benar-benar melakukan itu kan? Kau pasti Cuma mau


menghindar dariku, aku tahu betapa kau mencintaiku ...”


‘kau salah ..., dan juga aku salah selama ini, yang ku kira cinta


ternyata hanya obsesiku saja, dan sekarang aku sudah mengerti apa itu cinta”


‘gra ....” viona segera memeluk Agra dari belakang sambil menangis,


“lepaskan ....” Agra berusaha melepaskan kaitan tangan Viona, tapi


wanita itu malah mempereratnya


‘aku tidak akan melepaskanmu jika kau tidak memaafkanku ...”


“aku sudah memaafkanmu”


‘benarkah ...” viona segera melepas pelukannya dan agra beralih


menatapnya


“benar ..., aku akan sangat membuang waktu jika terus menyimpan


dendam padamu ...., itu percuma, bahkan aku sudah benar tidak memikirkanmu”


“kau jahat gra ....” Viona menangis memunjukkan sisi lemahnya


supaya Agra goyah, tapi sayangnya Agra hanya diam saja, viona melancarkan cara


terakhirnya, ia paling tahu Agra akan luluh dengan memberi ciuman pada pria itu


Viona segera beralih menatap Agra, ia berdiri cukup dekat di depan


agra, ia segera menjijitkan kakinya dan mencium Agra, membuat Agra sedikit


tercengang dengan kelakuan wanita di depannya, tapi belum sempat Agra


menghindar Viona sudah mengalungkan tangannya di leher Agra


Dan sialnya lagi Ara datang di waktu yang tidak tepat, saat Agra


belum sempat menghindar dari Viona


Flasback of


setelah menceritakan semuanya


“jadi itu ulahmu ....?” Ara menunjuk pada pecahan gelas yang masih


berserakan di lantai


“iya .....”


“jika aku yang memecahkan gelas itu, bagaimana ...?”


“aku tidak akan membiarkan gelas itu sampai pecah, aku akan


menjaganya walau dengan nyawaku”


“benarkah ...?”


“cehhh ...., kau ini ...., bisa tidak kali ini percaya padaku ...?”


“tapi kenapa kau menghindariku selama ini?” tanya Ara yang masih


belum mendapat jawaban atas rasa penasarannya, Agra yang berjongkok di depan


Ara segera ikut duduk di samping Ara di sofa yang sama, ia menatap Ara dengan


sangat intens


“aku tak bermasud seperti itu, aku Cuma belum yakin jika aku


mencintaimu” Agra kembali meraih tangan Ara, menggenggamnya dengan sangat erat


“lalu ...?”


“Sekarang aku yakin jika aku mencintaimu, Ra...”


“setelah apa?”


“ya ...., setelah ciuman itu ...”


“ciuman yang mana?”


“setelah aku membandingkan ciuman itu dengan ciuman tadi ...”


“jadi kau menikmati ciumanmu bersama nona Viona ...?, kau jahat


sekali, sebenarnya siapa yang kau cintai , aku apa nona Viona ? aku benar-benar


tak percaya ini ....” Ara kembali mengerucutkan bibirnya


“ kau sungguh ingin membuatku gila ya ...., menyebalkan sekali


....., sungguh merepotkan jika jatuh cinta pada gadis cerewet sepertinya”


gerutu Agra karena bingung harus menjelaskan seperti apa lagi


“kau yang membuatku banyak bertanya, jadi sekarang jangan protes


....”


“baiklah ...., baiklah .....” Agra hanya bisa pasrah


“memang apa bedanya ciuman itu ..., seakan dia tahu aja..., dasar


..., katanya cinta, tapi malah menikmati ciuman dengan wanita lain” gumam Ara


Cup


Agra mengecup singkat bibir Ara, membuat mata ara membulat sempurna


“itu adalah ciuman cinta .....” ucap Agra setelah menjauhkan

__ADS_1


bibirnya dari bibir Ara, tapi ara masih terpaku dengan gerakan tiba-tiba Agra,


jantungnya seakan berhenti berdetak, sedetik dua detik


“apa kau suka .....?” tanya Agra saat melihat Ara masih terpaku,


membuat Agra melengkungkan bibirnya


“hehhh ....” tapi belum sepat protes , bibirnya sudah lebih dulu di


bungkam oleh bibir Agra


Cup


Bermula dari kecupan singkat yang di berikan Agra, tapi kecupan di


bibir Ara itu lama dan semakin lama dan semakin dalam, Agra menarik tengkuk


Agra, Agra ******* bibir bawah Ara,  sekaan aliran darah di antara mereka mengucur


deras, bibir yang saling bertaut  itu seakan


mengalirkan aliran listrik yang memabukkan


Setelah sekian lama mereka berciuman, akhirnya ciuman itu terlepas


saat udara di rongga dada mereka terasa habis


“kenapa kau menciumku?” setelah menormalkan nafasnya, Ara kembali


melontarkan protesnya


“biar kamu tahu apa bedanya ciuman itu dengan ciuman ini”


“cihhhh ...., kau membodohiku .....”


‘kau belum menjawabku”


“apa lagi ....?”


“apa kau memaafkanku? Bisakah kau menemaniku dan tak akan melepasku,


maukah kau jadi istriku yang sesungguhnya?”


“ya ....”


“ya apa?”


“ya ..., aku mencintaimu AGRA ANUGRA PUTRA, aku bersedia jadi


istrimu yang sesungguhnya dan selalu bersamamu”


“benarkah ...?”


“kenapa sekarang jadi kau yang meragukanku ...?” Ara berdecak kesal


pada Agra


“i love you my wife”


“i love you too my bos”


“bos?” Agra mengerutkan keningnya


“kamu kan belum memecatku”


“kau ini ya ...., sekarang berjanjilah padaku ...”


“apa?”


“jika nanti kau di hadapkan pada pilihan yang sulit, maka jangan


aku yang kau lepaskan, bisakah kau berjanji ...?”


“ya .....” Ara menjawabnya dan segera memeluk suaminya, Agra pun


membalas pelukan Ara


Setelah sekian detik mereka berpelukan, mereka melepaskan pelukan


itu, mata mereka saling berpandang, Agra mencakup kedua pipi Ara, ia


mendekatkan kembali bibirnya ke atas bibir ramum Ara, saat bibir mereka sudah


saling bersentuhan tiba-tiba ....


Kreggg


Tiba-tiba ada yang membuka pintu dari luar, membuat dua sejoli itu


saling menjauhkan diri


“shitttt...., sial lo ,Rend....” Agra berdecak kesal saat melihat


siapa yang masuk ke dalam ruangan, Ara hanya bisa menyembunyikan wajahnya di


balik punggung suaminya karena malu


“maaf, anda bisa melanjutnya kembali, saya permisi” Rendi pun


hendak keluar kembali


“berhenti ...” tapi langkahnya terhenti ketika mendengar teriakan


Agra


“kenapa dia menghentikannya ..., aku malu ..., mau aku taruh mana


mukaku ....” batin Ara, dengan wajah yang sudah memerah karena malu


“iya pak” Rendi segera menoleh pada Agra


“saya mau pulang...., kamu jadwal ulang semua pertemuanku untuk


hari ini ....” Agra hendak berdiri, tapi tangannya di tahan Ara


“sebentar, aku ambil jas dulu ya ....” akhirnya Ara hanya


mengangguk pasrah, ia sungguh tak berani menatap Rendi yang masih berdiri di


depan pintu


Agra segera mengambil jasnya yang teronggok di kursi kebesarannya ,


ia pun memakainya dengan cepat


“apa anda tidak kembali ke kantor hari ini?” tanya Rendi pada Agra


“tidak ...., urus jadwalku untuk besok”


“baik pak”


Rendi kemudian menatap Ara yang masih menunduk, ia terus


memperhatikan Ara


“berhenti memandang istriku, mau matamu ku colok” bentak Agra


sambil mengarahkan kedua jarinya ke depan mata Rendi


“cehhh, dasar pencemburu “ batin Rendi


Rendi ikut senang dengan apa yang terjadi, ia tersenyum tipis


melihat mereka, ada kelegaan di dalam sana, walaupun yang paling dalam ia harus

__ADS_1


segera merelakan


__ADS_2