My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Anak ingusan


__ADS_3

"Ohhh jadi dia!"


Sagara menarik garis bibirnya ke atas, ia menemukan mainan baru sekarang. Rasanya belum puas saja mengerjai gadis itu dulu, apalagi gadis itu terlalu sombong menurutnya. Karena gadis itu, Sanaya pernah tidak mau masuk sekolah.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Abimanyu curiga.


"Tidakkah menurutmu ini sangat bagus?"


"Maksudnya?"


"Kamu terlalu polos!"


Hehhhhhh


Abimanyu memilih menghela nafas dan menyandarkan punggungnya di sandaran kursi sedangkan Sagara masih memikirkan tentang aksi jahilnya.


Di balik sifat Sagara yang cool tersimpan begitu banyak aksi kejahilan yang tidak kalah besarnya.


Tidak berapa lama, yang mereka tunggu akhirnya datang juga. Dua orang yang seumuran dengan papa nya. Satu laki-laki dan satunya perempuan cantik, sepertinya mereka bos dan sekretaris nya.


"Selamat datang tuan Beni!" sambut Abimanyu dan Sagara.


Pria yang di yang di panggil Beni itu merasa ragu untuk duduk, pasalnya mereka akan bertemu dengan perwakilan dari finityGroup tapi di depannya sekarang dua anak ingusan. Walaupun memakai jas dan baju rapi tetap saja tidak bisa menutupi usia mereka.


Melihat keraguan di wajah pak Beni membuat Sagara berinisiatif untuk memperkenalkan diri.


"Perkenalkan tuan, saya Sagara general manager pemasaran finityGroup dan ini sahabat sekaligus tangan kanan saya, Abimanyu!"


"Jadi kalian benar-benar perwakilan dari finityGroup?"


"Iya tuan! Silahkan duduk!"


Pak Beni dan asistennya akhirnya duduk juga.


"Maaf saya kira tadi salah orang, soalnya kalian terlihat masih sangat muda!"


"Tidak pa pa tuan, itu memang benar adanya!"


Setelah mengenalkan masing-masing, mereka pun s segera membicarakan tentang kerja sama yang akan mereka buat lalu di lanjut dengan makan malam.


Saat makan malam, Sagar beberapa kali mengamati sekitar tapi pelayan yang tadi tidak terlihat sama sekali.


Sayang sekali ...., padahal Sagara sudah menyiapkan ide jahilnya.


Mereka pun menyelesaikan makan malam dengan hikmat, Sagara tidak pernah mengatakan kalau dia adalah anak dari presiden direktur finity group.


Setelah menyelesaikan makan malamnya, pak Beni dan sekretaris nya berpamitan.


"Kalau begitu kami permisi dan untuk hasil meeting malam ini akan saya kirim lewat email!"


"Baik tuan, terimakasih atas waktunya!"


Hehhhhhh


Akhirnya Sagara bisa bernafas lega. Jikapun nanti ia gagal setidaknya ia sudah pernah mencobanya, bukan salahnya juga. Lagi pula siapa yang bisa dengan mudah mempercayai perkataan anak ingusan.


"Kita pulang!"


Sagara sudah berjalan meninggalkan restauran itu, yang ia cari sedari tadi tidak ada.


...****""****...


Di saat saudara kembarnya sedang berjuang dengan pekerjaannya, di rumah besar itu Sanaya malah sibuk menonton drama korea dengan tisu yang sudah berserakan di lantai.


"Astaga Nay ....!" mom Ara begitu terkejut saat melihat kelakuan putrinya itu.


"Anak cewek jorok banget sih Nay ...!"

__ADS_1


"Mom ...., jangan ganggu Nay, ini masih seru banget mom! Pengen nangis pokoknya!"


Mom Ara hanya menggelengkan kepalanya. Ia segera mendekati tv dan menekan tombol off di tv datar itu.


"Mom ....., kenapa gitu sih?"


"Mom mau minta bantuan sama kamu sayang!"


"Tapi belum selesai filmnya mom!"


"Besok di lanjut aja!"


"Ihhh mom, ahhhh ....., ada apa sih mom?"


"Tadi mom buat kue banyak, mom mau ke rumah kakek jadi kamu ke rumah unty Nadin ya!"


"Tapi mom, males banget ketemu sama om Rendi!"


"Anggap aja nggak ngeliat, lagian kemaren Key nyariin kamu!"


"Ada apa?"


Mom Ara mengangkat kedua bahunya pertanda ia tidak tahu.


"Kalau kamu ke sana, entar juga tahu!"


"Ok lah mom ...., Nay siap-siap dulu ya!"


"Iya ....!"


Mom Ara pun hendak meninggalkan Sanaya, tapi saat sampai di depan pintu tiba-tiba ia menghentikan langkahnya.


"Tapi jangan lupa kamarnya di beresin!"


"Tapi mom!"


"Nggak ada, mau nenek kamu marah apa!"


Mom Ara lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan manja dan cerewet Sanaya, persis seperti Nadin kecil.


Dengan terpaksa Sanaya harus merapikan kembali dulu kamarnya sebelum keluar.


Setelah mengganti bajunya, Sanaya segera turun dan menghampiri mom Ara.


"Ini ya kuenya!" ucap mom Ara sambil menyerahkan sekantong kue yang berada di dalam kotak.


"Nay boleh bawa mobil sendiri kan ma?"


"Nggak!"


"Ayolah mom ...., buat apa coba Nay kursus nyetir kalau bawa mobil sendiri aja nggak boleh!"


"Nanti kalau kamu sudah boleh buat sim!"


"Mom gitu ihhhh ...., kesel deh! Sagara aja juga belum punya sim tapi boleh kemana-mana bawa mobil sendiri!"


"Siapa bilang Sagara nggak punya sim, dia punya!"


"Benarkah ma? Aku juga mau dong ma!"


"Nggak! Sudah sana pergi, pulangnya jangan malam-malam, mengerti?"


"Iya!"


Sanaya pun segera menghampiri pak sopir. Ia segera masuk ke dalam mobil dan mobil mulai melaju meninggalkan rumah besar itu.


Sangat langka buat Sanaya keluar malam hari seperti ini, ia akan dengan begitu bahagia mengabadikan setiap moment nya.

__ADS_1


"Nggak usah cepet-cepet ya pak, aku mau foto-foto in dulu!"


"Baik nona!"


Hanya butuh waktu setengah jam dan akhirnya mereka sampai juga di depan rumah yang menjadi tempat tinggal Nadin dan Rendi.


Tok tok tok


Sanaya mengetuk pintu itu hunga beberapa kali dan tidak berapa lama pintu itu pun terbuka, seorang pelayan menyambut ke datangannya.


"Nona Sanaya!"


"Unty Nadin nya ada nggak bi?"


"Ada nona, mari masuk nona, biar saya antar kan ke ibu dan bapak!"


"Makasih ya bi!"


Sanaya mengikuti langkah pelayan itu menuju ke ruang belakang.


"Maaf bapak, ibu ...., ada nona Sanaya di sini!" ucap pelayan itu dari jarak aman.


Nadin maupun Rendi yang sedang menikmati kopi dan coklat hangatnya itu segera menoleh ke arah Sanaya.


"Unty .... uncle ....!" sapa Sanaya


Nadin pun tersenyum dan segera menghampiri Sanaya.


"Sayang ...., sama siapa ke sini?" tanya Nadin dengan begitu senang sambil memeluk putri dari kakaknya itu.


"Nay cuma sama sopir unty! Ini mom buat kue buat unty!"


"Makasih ya Nay! Ya sudah unty ganti tempatnya dulu ya!"


Nadin memilih meninggalkan Sanaya ke dapur.


Melihat Rendi yang masih sibuk dengan tab nya, Sanaya begitu tertarik untuk menyapa uncle Rendi.


"Hai uncle!"


"Hai Ney!"


Sanaya memilih duduk di samping Rendi tempat yang tadi menjadi tempat duduk Nadin.


"Uncle, boleh tanya nggak?"


"Mau tanya apa?"


"Di tempat pelatihan uncle ada cowok gantengnya nggak?"


Mendengar pertanyaan Sanaya, Rendi langsung melotot pada anak gadis di depannya.


"Nay kan cuma tanya uncle!"


"Belajar yang rajin, jangan macam-macam!"


Sanaya pun kembali berdiri dan meninggalkan Rendi sebelum benar-benar jauh Sanaya kembali melongokkan kepalanya ke luar.


"Issstttttt ...., awas aja nanti tiba-tiba Nay datang ke tempat pelatihan uncle dan mengacau di sana!" ucap Nay lalu berlari meninggalkan Rendi.


"Dasar ....!" gumam Rendi sambil melengkungkan senyumnya.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


Happy Reading đŸ„°đŸ„°đŸ„°đŸ„°


__ADS_2