My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (21)


__ADS_3

Sudah lima hari mereka di Korea, banyak yang belum bisa di lakukan oleh Agra dan Ara, mereka berencana untuk memperpanjang masa liburannya.


Hari ini Ara berencana mengajak suaminya itu untuk pergi berbelanja mencari oleh-oleh. Ia juga mengajak serta Sagara dan Sanaya.


"Jangan membuatku kesal ya bby, aku nggak mau kamu beralasan pekerjaan lagi!" omel Ara pada suaminya itu.


"Memang apa yang bisa aku lakukan!" gumam Agra, sebenarnya masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan tapi istrinya sudah sangat kesal padanya.


Kenapa dia jadi cerewet sekali ....., untung aku cinta .....


"Jangan mengataiku!" ucap Ara sambil berkacak pinggang menatap tajam pada Agra. Agra yang sedari tadi hanya duduk pun akhirnya menyerah, ia berdiri dan menghampiri istrinya, memeluknya dengan sangat erat.


"Lepas bby jangan peluk-peluk seperti ini, nanti kalau anak-anak liat gimana!?"


Ara berusaha melepaskan dekapan suaminya, tapi Agra malah semakin mengeratkannya. Ia menyusupkan wajahnya di ceruk leher jenjang Ara, meninggalkan beberapa ciuman di sana.


"Aku malas keluar sayang, bagaimana kalau hari ini kita habiskan waktu berdua saja di sini!" bisik Agra dengan suara seraknya yang menggoda.


"Jangan macam-macam ya .... !" ancam Ara, ia tidak mau hari ini gagal, beberapa hari yang lalu Agra selalu berhasil menggagalkan rencana Ara untuk jalan-jalan, tapi kali ini tidak.


Akhirnya mereka benar-benar pergi berbelanja, rencana untuk mengajak Rendi dan Nadin gagal karena ternyata mereka memiliki rencana sendiri. Mereka menuju ke sebuah pasar oleh oleh yang biasa di kunjungi wisatawan.



Saat Ara sibuk memilih belanjaan, Agra lebih suka mengajak kedua buah hatinya untuk berjalan-jalan sambil menikmati kuliner.


Tanpa terasa hari semakin sore, mereka harus segera kembali ke resort karena besok mereka sudah harus kembali ke Indonesia.


Banyak yang harus mereka lakukan setelah ini, menyiapkan barang-barang bawaan, walaupun itu menjadi tugas pelayan tapi Ara bukan tipe orang yang suka menyerahkan semua pekerjaan pada orang lain, ia akan selalu ikut terjun membantu membereskan barang-barang bawaan sedangkan Agra, ia masih harus membereskan urusannya dengan Mr Lee sebelum meninggalkan Korea.


Pagi ini Agra sudah menunggu kedatangan Rendi, tak biasanya Rendi terlambat, hingga hampir siang Rendi tak juga datang, membuat Agra semakin cemas.


"Antar saya ke tempat Rendi!" perintah Agra pada pengawalnya.


"Baik pak!"


Mereka pun segera menuju ke tempat Rendi, walaupun bisa di tempuh dengan jalan kaki, tapi Agra tidak mau membuang waktu karena butuh waktu lima belas menit untuk sampai di tempat Rendi jika jalan kaki, jika naik mobil ia hanya butuh waktu lima menit saja.


Sesampai di tempat Rendi, ia mendapati tempat Rendi sepi, ia juga tidak menemukan Nadin di sana.


"Kemana Meeka?" gumam Agra. ia pun menemui penjaga resort dan menanyakan keberadaan Rendi dan Nadin, di tempat itu juga sepi penjagaan tidak seperti di tempatnya. Penjaga resort juga tidak mengetahui keberadaan mereka, ia juga masih mendapati barang-barang mereka masih berada di kamarnya, itu berarti Rendi dan Nadin belum meninggalkan resort.


Agra pun akhirnya memilih kembali ke tempatnya, saat hendak masuk ke dalam resort tempatnya menginap, ia marasakan ada yang aneh. Penjagaan tempat tinggalnya terlihat dua kali lebih ketat dari pada biasanya.


"Ada apa ini?" tanya Agra pada salah satu pengawal pribadinya.


"Maaf tuan, pak Rendi meminta penjagaan diperketat."


"Diperketat?"

__ADS_1


"Iya tuan!"


"Ada apa?"


"Pak Rendi tidak mengatakan alasannya, tuan!"


"Baiklah ...., kalau begitu cari tahu penyebabnya!"


"Baik tuan!"


Agra pun segera masuk ke dalam resort, ia menemui istrinya kembali.


"Kok sudah kembali bby?" tanya Ara yang melihat suaminya sudah menghampirinya lagi, padahal baru setengah jam lalu ia mengatakan akan menemui Mr. Lee sebelum kembali ke Indonesia.


"Apa Nadin menghubungimu?"


"Nadin?"


"Iya!" Ara mengerutkan keningnya, mencoba mengingat-ingat. Ia pun segera menggeleng setelah menemukan jawabannya.


"Terakhir kali Nadin menghubungiku, tadi malam sih bby, ada apa?"


"Mereka tidak ada di tempatnya!"


"Mungkin mereka jalan-jalan bby, ini hari terakhir mereka di Korea, dan kau malah mengajak Rendi untuk bekerja!"


"Mudah-mudahan seperti itu!"


Suara dering ponsel Agra menghentikan obrolan mereka, Agra pun segera merogoh saku Keja yang berada di balik jasnya, ia mencoba mencari benda pipih itu. Setelah menemukannya, ia segera mengeluarkan ponselnya dan melihat siapa yang melakukan panggilan untuknya.


"Siapa bby?"


"Rendi!" ucap Agra tanpa mengeluarkan suara dan memberi isyarat pada Ara agar tidak berbicara terlebih dahulu dengan menempelkan jarinya di depan bibirnya sendiri.


Ia pun segera menggeser tanda panggilan ke warna hijau, menempelkan benda pipih itu ke daun telinganya,


"Hallo!" ucap dari seberang sana.


"Iya Rend, ada apa?!"


"Maaf pak, hari ini saya pulang duluan."


Agra mengerutkan keningnya, mendengar ucapan Rendi yang tak biasa itu.


"Pulang? Maksudnya?"


"kami harus kembali duluan ke Indonesia karena ada urusan penting!"


"Penting apa, hingga kau berani meninggalkanku?" tanya Agra yang sudah mulai berbicara dengan nada tinggi, ia benar-benar tidak faham dengan pemikiran Rendi, pria itu tidak biasanya seperti itu.

__ADS_1


"Maaf, saya tak bisa mengatakannya sekarang!"


Tut Tut Tut


panggilan terputus secara sepihak membuat Agra semakin kesal.


"Apa yang sebenarnya terjadi, ini tidak seperti kebiasaan Rendi!" gumam Agra.


"Ada apa bby?" tanya Ara yang masih setia menunggu penjelasan dari suaminya.


"Rendi dan Nadin kembali ke Indonesia!"


"Kapan?"


"Katanya sekarang!"


"Lalu kita?"


"Aku akan menemui Mr. Lee terlebih dulu, kalian jaga diri, jangan kemana-mana sebelum aku kembali!" Ara pun hanya bisa mengangguk menuruti perintah suaminya.


Agra mencium kening istrinya, mengusap pipi Ara dengan lembut sebelum benar-benar meninggalkannya.


Agra menemui Mr. Lee seorang diri tanpa Rendi, walaupun Rendi tidak mengatakan apapun, tapi Agra masih curiga dengan apa yang terjadi.


Setelah urusannya beres dengan Mr. Lee, Agra mencari tahu dari informannya.


"Bagaimana?"


"Sepertinya ada yang tidak beres tuan!"


"Jelaskan!" perintah Agra.


Informannya menceritakan tentang keberangkatan Rendi ke sebuah gedung dan dan tiket kepulangannya yang di pesan hanya untuk dirinya saja, tanpa Nadin.


"Lalu dimana Nadin?"


"Kami belum mendapatkan informasi tentang itu tuan!"


"Cari tahu detailnya, aku akan mengundur kepulangan ku hingga dua hari ke depan, sampai kalian menemukan keberadaan Nadin, jika Nadin tidak bersama Rendi berarti Nadin masih berada di Korea!"


"Baik tuan, kami akan memeriksa ke semua bandara tujuan Indonesia!"


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 😘😘😘😘😘


__ADS_2