
Kini Agra menggendong Ara menuju ke apartemennya,apartemen yang termasuk kategori mewah (luxury) memiliki fasilitas yang setara dengan hotel bintang lima. Misalnya fasilitas olahraga yang tersedia pun bukan sekedar menyajikan fasilitas berkelas standar.
Kolam renang dengan ukuran olimpik (olympic pool), kolam renang indoor, atau bahkan infinity pool (kolam renang yang berada di rooftop apartemen) menjadi ciri dari apartemen yang menyandang status mewah dari sisi fasilitas.
Tipe unit yang ada di apartemen mewah sendiri pun didominasi oleh
tipe 3 kamar tidur. Ciri khas lain dari apartemen mewah adalah jumlah unit yang tersedia juga terbatas. Hal ini juga yang menambah kesan ekslusif di apartemen yang berstatus “mewah”. yang di huni oleh Agra ini
sedangkan pak mun
menbawa mobilnya langsung pulang ke rumah besar orang tua Agra
Rumah mewah berlantai empat menstimulasi imajinasi membayangkan desain rumah yang
megah dan nyaman. Tak hanya itu, rumah itu juga
dilengkapi material mahal dengan detail unik.
Sesampai di dalam apartemen Agra langsung merebahkan tubuh Ara di
atas tempat tidur king size miliknya dan menyelimutinya di Kamar tidur kontemporer dilengkapi kabinet untuk memajang koleksi action figure berjajar secara rapi.
Ditampilkan pula perpaduan bidang garis pada furniturnya. Desain
minimalis semakin ditonjolkan melalui garis diagonal pada lantai dan
kabinet meja belajar. Lalu garis horizontal yang diciptakan pada area
jendela, serta garis vertikal di dinding kepala ranjang
Ia menatap wajah Ara yang sendu, ada rasa yang aneh menjalar di
tubuhnya, jantungnya bekerja lebih cepat di bandingkan biasanya
Agra pun memegangi dadanya, rasanya begitu sesak saat
membayangkan air mata Ara
“aku ini kenapa sih ... argg....” Agra mengusap wajahnya kasar
__ADS_1
berharap apa yang dia rasakan tak benar-benar terjadi
"gue harus jauh dari dia, nggak bisa gini terus ..." Agra pun segera beranjak meninggalkan Ara seorang diri, ia hendak menuju ke dapur karena perutnya sudah minta di isi
Hiks hiks hiks hiks
Saat Agra melangkahkan kakinya hendak keluar kamar tiba-tiba Ara
kembali menangis tapi matanya masih terpejam
Agra pun kembali menghampiri Ara, ia menghapus air mata Ara,
"sudah jangan menangis lagi ...." Agra tetap mengatakan walaupun dia tahu jika ara tak mungkin mendengarnya, karena gadis itu sedang menangis di alam bawah sadarnya
betapa
terkejutnya dia saat tanpa sengaja tangannya memegang kening Ara yang terasa
sangat panas
“kamu demam ...” Agra benar- benar panik
“oh iya ..., rendi”
Agra pun segera mencari keberadaan benda pipih itu yang ternyata masih di dalam saku jaketnya yang dia taruh si bahu kursi, dengan cekatan ia meraih jaket itu dan mencari -cari sakunya
setelah ketemu, ia segera mengeluarkan benda pipih itu dan mencari nomor Rendi untuk melakukan panggilan
Tut tut tut
“hallo ..., Rendi”
“hallo pak”
“Ara panas , gue harus apa?”
“ya bawa aja ke rumah sakit bos” jawab Rendi malas karena baru saja keluar dari rumah ibunya sekarang sudah di hubungi putranya
apalagi di akhir
__ADS_1
pekan masih saja terus bekerja
“tapi dia di apartemenku, aku harus apa?”
“what ..., kenapa Ara di akhir pekan di apartemen bos” Rendi pura-pura tidak tahu,supaya Agra tidak meminta macam-macam, karena ia harus membereskan sesuatu yang penting tentang kekacauan yang di perbuat Agra tadi siang
“sudah lo jangan banyak tanya, apa lo kesini aja” Agra memberi penawaran
“kenapa anda tidak memanggil dokter Frans saja pak" Rendi mendengus kesal mengutuki kebodohan bosnya
“iya, kamu memang cerdas ..” Agra pun segera menutup telponnya
tanpa menunggu jawaban dari Rendi yang sudah kesal dengan tingkah bosnya
Agra kembali mencari nomor dokter Frans
Tut tut tut
“hallo Dr frans, tolong ke apartemen gue”
“gue lagi ada pasien, siapa yang sakit?.”
"nggak usah banyak tanya, cepetan lo ke sini"
"iya, bentar ..."
“terimakasih” Agra kembali menutup telponnya, akhirnya Agra
menghubungi dokter Frans, dokter Frans adalah dokter keluarga Agra sekaligus sahabat Agra
-
-
-
kira-kira agra suka nggak ya sama Ara?
coment yang banyak ya
__ADS_1