My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Untuk menjadi Dewasa


__ADS_3

"Benar sayang!"


"Kenapa?"


"Kerena dulu papa tidak bisa memahami bagaimana cara oma menyayangi papa, tapi sekarang papa tahu jika oma ingin yang terbaik untuk semuanya.


Mungkin sekarang kamu tidak tahu maksud baik oma tapi percayalah nanti kamu akan tahu sebanyak apa yang ingin oma sampaikan padamu!"


Sanaya sampai mendongakkan kepalanya, mendengarkan dengan seksama apa yang di sampaikan oleh papanya. Mencoba mencari arti setiap apa yang di katakan oma kepadanya sebelum nya.


"Benarkah seperti itu pa?"


Papa Agra menganggukkan kepalanya. Ia juga tidak tahu apa yang akan ibunya lakukan untuk putrinya tapi ia yakin ibunya punya maksud tersendiri.


"Iya sayang!"


Papa Agra lagi-lagi mengecup kening putrinya dengan penuh cinta.


Papa belum siap kamu dewasa sayang ...., putri kecil papa .....


"Papa kenapa menangis?" tanya Sanaya saat melihat papanya mengusap sudut matanya, ia yakin jika yang di usap papanya itu adalah air mata.


"Tidak sayang, papa tadi cuma kelilipan saja!"


"Nggak percaya! Papa nangis kak?" goda Sanaya sambil tersenyum.


Papa Agra segera menggelitik perut putrinya itu hingga terdengar tawa riang mereka sampai ke luar kamar.


"Sudah pa, sudah pa ...., Nay nggak kuat pa!"


"Makanya jangan suka menggoda papa!"


"Ampun deh pa ...., ampun!"


Papa Agra pun menghentikan gelitikannya.


"Oh iya akhir pekan ada jamuan makan malam, jadi nanti kamu dan Gara ikut ya!"


"Kenapa Nay juga ikut sih pa?"


"Tidak papa sayang, memang itu agendanya! Lagian kalian kan tidak pernah ikut papa sama mommy kamu ke acara-acara seperti itu, sekali-kali boleh lah sayang!"


"Baiklah pa, Nay usahain!"


"Harus datang, masih ada banyak waktu kok sayang! Kosongkan saja jadwal di malam itu sayang!"


Sanaya menganggukkan kepalanya.


"Anak pintar, baiklah papa keluar dulu ya!"


"Iya!"


Papa Agra pun segera berdiri dan meninggalkan putrinya itu. Tapi saat sampai di ambang pintu, papa Agra kembali berbalik.

__ADS_1


"Nay!"


"Hemm?"


"Papa cuma pesan satu hal sama kamu, kamu boleh suka, kamu boleh benci tapi papa ingin Nay jadi anak yang bisa mengerti dengan kemauan orang tua! Nay tidak akan menjadikan beban setiap keputusan Nay!"


**""**


Semenjak pernyataan cinta Abimanyu, Sanaya sengaja menjauhi Abi. Ia tidak mau menjadi sumber masalah bagi Abimanyu.


Abimanyu pun demikian, ia sudah terlanjur berjanji pada Sanaya untuk tidak mendekatinya.


Mereka seperti sebelumnya, antara nona muda dan asistennya. Tidak ada percakapan khusus apalagi hal-hal intens tanpa Sagara.


Bahkan saat berangkat atau pulang sekolah Sanaya lebih memilih untuk menghubungi sopir pribadinya atau ia akan memesan taksi.


Siang ini Sanaya berencana untuk mampir dulu ke kafe, lagi pula Sagara juga langsung ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.


"Nay ....!" panggil seseorang membuat langkah gadis itu terhenti. Ia bahkan tidak menoleh ke belakang ke sumber suara.


Hehhhh


Helaan nafas itu yang keluar, bukan ia tidak suka bicara dengan anak itu tapi dia sedang mencoba menghindar dari segala kehidupan yang ia pilih sendiri, ia tidak mau lebih banyak kecewa.


Membiarkan semuanya sesuai dengan keinginan omanya menurutnya jauh lebih baik dari pada memutuskan sendiri.


Ternyata menjadi dewasa itu lebih berat dan yang paling berat adalah menjadi diri sendiri, karena untuk itu kita butuh perjuangan panjang.


Dan saat ini Sanaya sedang malas untuk berjuang, hatinya terlalu lelah atau mungkin dia terlalu pasrah.


Apapun itu, orang tua jauh lebih tahu apa yang terbaik bagi kita. Itu kata papanya, dan dia tidak bisa mengutarakan pendapatnya jika dirinya lah yang tahu mana yang baik dan tidak untuk dirinya sendiri.


"Gue ingin bicara!" ucapnya lagi saat sampai di depan Sanaya. Anak laki-laki itu sekarang sudah lebih rapi, walaupun memang jika di bandingkan dengan Abi atau Gara masih kalah jauh.


"Apa sih Dit?"


Rasanya begitu berat untuk bisa menjauh dari bayang-bayang omanya.


"Gue mau minta maaf!" ucap Adit dengan entengnya. Dan setelah apa yang terjadi dengannya dan Abi.


Sanaya hanya memicingkan matanya dan berdecak, mudah sekali .....


"Gue tahu gue salah, gue minta maaf! Apapun bakal gue lakuin buat nebus semuanya!"


Sepertinya Adit tahu maksud tatapan Sanaya.


"Sudah nggak ada yang perlu di perbaiki Dit, sudah terlambat!"


"Ok gue nyesel!"


Sanaya memilin berlalu melewati Adit begitu saja. Untuk pertama kalinya ia merasa semuanya sudah sia-sia.


Ia sedang tidak ingin dekat dengan siapapun karena kedekatannya akan menimbulkan luka yang sama.

__ADS_1


Adit menatap punggung Sanaya yang semakin menjauh, dia diam sejenak. Rasanya semakin takut saat gadis itu semakin menjauh darinya.


Jangan pergi, Adit segera mengejar Sanaya dan berjalan di samping Sanaya. Mensejajarkan langkahnya.


"Jangan ikuti gue terus Dit!"


"Gue nggak mau!"


Sanaya kembali menghentikan langkahnya dan menatap Aditya tajam.


"Kenapa?"


"Yang pertama, karena lo udah masuk dalam daftar orang yang gue kenal!"


"Issstttttt!"


Sanaya hanya berdecak, dia tahu pasti seperti itu jawabannya.


"Gue belum selesai! Yang ke dua karena lo bakal jadi bagian dari masa depan gue!"


"Yakin banget!"


"Ya karena ada campur tangan orang lain yang akan buat itu terjadi dan gue yakin lo nggak bakal bisa ngelak!"


Sanaya berhenti di depan gerbang sekolah, ia harus segera menghindar dari cowok di sampingnya itu.


"Sekarang terserah Lo deh, mau tetep dalam mode diam atau bicara sama gue! Karena diamnya lo nggak bakal ngaruh!"


Sanaya lagi-lagi menoleh ke arah Adit dengan tatapan kesal.


"Bisa diem nggak? Cerewet banget jadi cowok!" gerutu Sanaya membuat Adit diam.


Hingga akhirnya ada sebuah taksi melintas di depan mereka. Sanaya segera melambaikan tangannya.


"Berhenti!"


Taksi itu berhenti di depan mereka, Sanaya segera masuk ke dalam taksi meninggalkan Aditya sendiri.


"Jalan pak!"


Taksi itu mulai melaju meninggalkan Aditya yang masih berdiri di tempatnya. Matanya tidak pernah beralih pada taksi itu dengan rasa beratnya.


...Seandainya gue tahu apa yang akan terjadi, mungkin gue akan memilih untuk tetap diam seperti ini tanpa berniat untuk mengejarmu ......


Bersambung


...Dewasa mana yang kau pilih, dewasa karena bisa menjadi anak yang baik atau dewasa karena kamu bisa menjadi dirimu sendiri?...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰😘😘😘😘


__ADS_2