My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (34)


__ADS_3

Ara hendak menghampiri wanita itu, tapi langkah Ara


terhenti saat melihat siapa yang sedang bersamanya.


Pria itu masuk ke dalam


halaman sekolah mengantarkan anak perempuan itu hingga ke ruang kelas, ruang


kelas yang sam dengan ruang kelas Sanaya. Mereka sepertinya tidak menyadari


keberadaan Ara di sana, tubuh Ara terhalang benner promosi sekolah yang ada di


halaman.


Hingga pria itu kembali menghampiri wanita yang tetap berdiri di samping mobilnya. Mereka pun masuk ke dalam mobil kembali.


“ini tidak mungkin, aku tidak salah lihat kan?” Ara benar-benar tak percaya dengan apa yang dia lihat.


“Bagaimana bisa mereka bersama? Dan anak?” gumam Ara lagi.


Ara hanya bisa terdiam di tempatnya tak percaya hingga mobil itu berjalan meninggalkan gerbang sekolah Sanaya. Ara kembali duduk dengan wajah terkejutnya.


“Sejak kapan?”


Ara terus saja memikirkan yang ia lihat hingga


seseorang menghampirinya, sepertinya dia juga salah satu wali murid yang sedang


menunggu anaknya.


“Pagi bun!” sapa wanita dengan gaya bak super model, sepertinya dia salah satu ibu-ibu yang bergerombol dengan teman-teman sosialitanya


tadi.


“Iya?” Ara mendongakkan kepalanya memastikan bahwa dia yang sedang di ajak bicara.


“Kenapa menyendiri bun, gabung sama kita-kita, lihat di sana banyak temannya ....!" wanita itu sambil menunjuk pada sekumpulan makluk yang sama dengannya, tas branded, sepatu branded, wajah dengan segala macam aksesoris di dalamnya.


"Iya terimakasih, saya di sini saja!" jawab Ara, ia berpikir mungkin tidak akan bisa nyaman jika bersama mereka, apa yang akan di bicarakan, mungkin gaya fashion terbaru.


Mana tahu aku hal hal seperti itu .....


Membayangkannya saja sudah membuat Ara bergidik ngeri.


"Sayang sekali, padahal kita sedang mengadakan arisan loh, kalau mau bunda bisa ikutan!”


“Maaf, saya tidak tertarik dengan hal-hal seperti


itu!”


“Kalau di lihat dari penampilan bunda, pasti suami bunda dari karyawan biasa ya, bun jangan khawatir, arisannya tidak banyak kok,

__ADS_1


satu bulan sekali cuma 10 juta saja!” ucap wanita itu dengan nada mengejeknya,


Apa dia bilang, dia meremehkan suamiku .....!


Wanita itu lalu memperhatikan penampilan Ara yang apa adanya, penampilan Ara memang tidak menggambarkan bahwa dia seorang istri dari seorang presdir, wajar saja jika


wanita itu berfikir seperti itu.


Jangan melihatku seperti itu ....., untung suamiku tidak di sini ....


awas saja kalau sampai suamiku datang aku akan memamerkannya padamu ....., sok keren ....


“Maaf, tapi saya benar-benar tidak tertarik!” Ara


begitu malas untuk menanggapi ucapan wanita itu.


“Baiklah …, tapi saya heran loh, bagaimana bisa


orang kalangan bawah bisa masuk ke sekolah ini, padahal biaya sekolah di sini


sangat mahal loh …, apa bunda beneran nggak salah kamar nih, pumpung belum


terlanjur loh bun, bunda bisa pikirkan lagi, pumpung masih awal tahun ajaran


baru!”


Astaga kenapa dia banyak sekali bicara …., ya Allah


Ara hanya diam dan tersenyum, akan sangat percuma


bicara dengan ibu-ibu sosialita itu, jika menanggapi hanya akan membuatnya


pusing.


“Ya sudah ya bun, kalau bunda berubah pikiran bisa ikut bergabung di sana, jangan khawatir kalau bunda tidak punya uang, kami bisa


traktir kok nanti!”


Untung saja tak butuh waktu lama, akhirnya kelas Sanaya selesai, Sanaya segera berlari menghampiri Ara.


“Mom …!” teriak Sanaya lalu memeluk mominya.


“bagaimana sekolahmu sayang?”


“Nay dapat teman banyak di sekolah mom, ada Al,


Kevin, Marsya,Angel.., Bian, Ve..!” Sanaya menghitung teman-temannya dengan


jarinya dan beberapa kali mendongakkan kepalanya mengingat-ingat nama-nama


temannya satu persatu.

__ADS_1


“Mereka semua baik?’


“Ya Mom, mereka baik sama Nay!”


“Ya sudah ayo kita pulang!” Ara mengandeng tangan


putrinya dan bangun dari duduknya, mereka berjalan hendak menuju ke gerbang


karena pak Mun sudah menunggunya di sana, tapi belum sampai mencapai langkah mereka


menggapai gerbang. Sanaya menghentikan langkahnya.


“Bentar mom!”


“Kenapa sayang?”


Bukannya menjawab, Sanaya menunjuk pada seorang anak


perempuan yang sedang duduk menunggu di bangku kecil ,menghadap jalan.


“Dia teman Nay, mom. Bisakah kita temani dia dulu mom?”


“baiklah …, ayo …!”


Mereka pun menghampiri gadis kecil itu, gadis kecil itu terus menunduk. Sepertinya sedang menunggu jemputan.


“Hai sayang ….!” Sapa Ara.


Gadis kecil itu mendongakkan kepalanya, ia tidak


langsung menjawab. Terlebih dulu ia menatap Sanaya.


‘hai Aril!” sanaya melambaikan tangannya. “Aku teman sekelas mu, kau tadi datang terlambat ya, kalau kau mau kita bisa berteman!”


Sanaya mengulurkan tangannya tapi gadis itu tetap diam.


Tin tin tin


Gadis kecil itu mendongak ke arah sumber suara, saat melihat mobil itu. Gadis kecil itu langsung berdiri dan berlari begitu saja


meninggalkan Sanaya dan Ara tanpa sepatah kata pun.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2