My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 67


__ADS_3

   Agra kembali masuk ke dalam kamar,


dan mengunci kembali pintunya , ia kembali menghampiri ara yang masih duduk di


atas tempat tidur


“ada apa ...? apa ada masalah?’ tanya Ara cemas, karena melihat


Agra yang terlihat tidak sam seperti saat ia keluar


‘hanya ada masalah sedikit, tidak pa pa...., kami akan egera


menyelesaikannya” Agra berusaha menenangkan istrinya


“baguslah ...” tapi entah sejak kapan wajah Ara terlihat cemas


“ada apa? Kenapa kau yang cemas?” tanyanya sambil mendekati Ara


yang masih belum beranjak dari atas tempat tidur


‘emmm....” Ara terlihat sangat ragu “bisakah kau membantuku ke


kamar mandi?”


“dengan senang hati” Agra segera berdiri dan merentangkan


tangannya, ia sudah berfikir hal-hal yang lebih, otaknya sudah berfantasi


“bukan begitu” Ara yang masih enggan beranjak dari duduknya sedikit


kesal karena suaminya tidak peka


“lalu ....?” Agra jadi merasa bingung


“gendong aku sampai kamar mandi” kata Ara yang sedikit di tahan


karena malu


“wah ...., senang sekali ..., ternyata istriku ini manja sekali ya”


Agra segera mendekatkan tubuhnya pada tubuh Ara, menaruh tangannya di bawah


punggung dan paha Ara


Ara segera mengalungkan tangannya di leher Agra supaya tidak jatuh,


ia melilit tibuhnya dengan selimut tebalnya


Agra membawa Ara ke dalam kamar mandi, ia membuka pintu kamar mandi


dengan sebelah kakinya yang memang tidak tertutup sempurna


“sekarang turunkan aku di atas closet”


“baiklah sayang ...” Agra pun mendudukkan Ara di atas closet duduk,


setelah menurunkan Ara, agra melihat raut wajah Ara yang terlihat menahan sakit


“kenapa? Apa kau sakit?” tanyanya lembut pada Ara


“iya ..., ini perih sekali”


“apanya yang perih?” tanya Agra tak faham


“itu ...., di bawah sini ...” Ara menunjukkan area bawahnya, yang


terhalang selimut


“astaga ...., maafkan aku ya sayang, aku terlalu semangat” Ara


hanya mengangguk pelan, walaupun sakit tapi ia juga menikmatinya, semalam


begitu indah


“biarkan aku mandi, keluarlah” Ara menyuruh Agra untuk keluar


“kenapa harus keluar, biar aku mandikan”


“jangan ......”


“kenapa?”


“aku malu ...”


“cihhhh ..., kau masih malu, setelah apa yang kita lakukan semalam”


“jangan mengiingatkanku” Ara menutup wajahnya yang sudah memerah

__ADS_1


karena malu


“kau menggemaskan sekali ...., kita mandi bersama”


“tidak ...”


“aku memaksa ....” Agra tak menunggu jawaban dari Ara, ia segera


mengangkat tubuh Ara ke dalam bethup, dan dia pun menyusul masuk, mandi kali


ini menjadi lebih lama dari biasanya, seakan Agra lupa jika sedang ada masalah


di kantornya


Setelah satu jam di kamar mandi, Agra kembali menggendong Ara ke


ruang ganti, dan memilihkan beberapa baju untuk Ara, ara hanya di suruh duduk


di atas rak sepatu yang kosong


“pakai ini?” Agra menunjukkan dres warna kuning dengan lengan yang


terbuka dan sedikit hiasan pita di pinggangnya


“jangan yang itu, aku tidak akan ke mana-mana”


“baiklah ....” Agra mengembalikan baju itu dan mengambil yang


lainnya


“jangan itu terlalu glamor untuk  di rumah”


‘jangan itu kependekan, aku tidak suka”


“itu terlalu terbuka”


“aku tidak akan pergi ke pesta”


“bukan.....”


“jangan ....”


Hingga beberapa kali Agra menganbil dan mengembalikan baju untuk


Ara


“ya sudah..., aku akan pakai handuk ini keliling rumah” mendengar


ancaman Ara membuat Agra bergidik ngeri, ia tidak bisa membayangkan tubuh


istrinya akan di lihat oleh pelayan, atau pengawal pria di rumah ini


“jangan ...., baiklah , aku akan mencarikannya” melihat ekspresi


Agra yang seperti itu membuat Ara melengkungkan bibirnya


“kalau yang ini bagaimana?” Agra menunjukkan dress warna nafi


selutut dengan lengan yang terbuka dan terlihat lebih santai


“ya itu saja ....,” akhirnya agra bisa bernafas lega, untuk pertama


kalinya ia melayani seseorang dalam hidupnya


Setelah mereka berpakaian, merekapun keluar dari ruang ganti, agra


sudah mengenakan setelan jas seperti biasanya


“apa kau akan ke kantor?” tanya Ara yang sedang duduk di depan meja


rias sambil menyisir rambutnya


“iya...., sebenarnya berat meninggalkanmu, tapi mau bagaimana lagi


ada yang harus aku selesaikan”


‘apa memang harus hari ini?”


“iya sayang ....., apa kau masih merasa sakit”


“tidak, aku sudah merasa baikan”


“baguslah ...., aku akan cepat pulang” Agra merapikan dasinya di


samping terpat tidur, membauat Ara ingin membantunya


Ara meletakkan sisirnya di atas meja dan berjalan mendekati Agra

__ADS_1


“sini biar aku bantu” Ara segera meraih dasi Agra


“kau terlalu tinggi ....”


‘biar aku membungkuk”


“tidak perlu, aku naik saja ke atas tempat tidur”


Tapi saat kakinya belum sempurna naik ke atas tempat tidur, Ara


segera memutup mulutnya rapat agar tidak berteriak, ia benar-benar kaget saat


melihat sepreinya ada darah di sana, karena tak tertutup oleh selimut, ia baru


bisa melihat dengan jelas jika ada noda darah di atas tempat tidurnya,


“astaga darah ...” Ara berucap pelan


“kenapa sih?” agra yang di buat heran akhirnya membalikkan badannya


dan melihat ke arah tempat tidur


“ada darah ...” ara memberi tahu Agra, tapi bukannya cemas, Agra


malah tersenyum


“kenapa malah tersenyum?” Agra mencakup pipi ara dengan kedua


tangganya, dan mendekatkan wajahnya


“karena itu tandanya, kau hanya milikku, dan selamanya akan tetap


seperti itu”


“aku tahu ....” Ara berucap pelan karena rasa jantungnya yang


berirama keras


“lalu ....”


“kita harus mencucinya”


Ucapan Ara berhasih membuat agra menjauhkan tubuhnya dari Ara


“ya ..., kita harus mencucinya”


“kenapa? Kita bisa menaruhnya di keranjang baju kotor, mereka akan


mencucinya”


‘tidak bisa”


“kenapa? Kau benar-benar membuatku bingung”


“yang pertama, mereka akan mengira juka aku ridak hamil karena


menstruasi, yang ke dua mereka akan mengira jika aku keguguran, tak ada yang


tahu kita belum pernah melakukan semua ini sebelumnya”


“kau benar ...., kenapa aku bisa ceroboh, baiklah biar aku cuci”


“biar aku bantu ...”


Akhirnya mereka mencuci seprei bersama, agra berangkat ke kantor


setelah jam makan siang, membuat Rendi pasti sudah uring-uringan sepanjang pagi


karena terlihat dari banyaknya panggilan yang masuk ke ponsel Agra, sudah tak


terhitung banyaknya, rendi tetaplah manusia biasa, dia juga bisa kesal kan


-


-


-


-


-


KANGAN LUPA DUKUNGANNYA PADA AUTHOR YA DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN KOMENTAR SERTA VOTE NYA


YANG BANYAK YA .....


LOPE YU PULLL

__ADS_1


__ADS_2