
Semenjak kedekatan Sanaya dengan Abimanyu terungkap, semenjak itu juga Sanaya selalu mendapat teror.
Peneror itu secara terang-terangan mengancam Sanaya.
Awalnya Sanaya memilih tidak mempedulikannya walaupun selalu menerima surat kaleng
setiap paginya dengan berbagai ancaman.
Semenjak kejadian balap liar itu, hubungan Sanaya dan Aditya juga seperti menguap begitu saja. Mereka tidak berniat untuk saling menyapa apalagi bicara.
Mereka seperti dua orang yang tidak saling mengenal, walaupun saling berpapasan tidak ada pembicaraan.
Hingga suatu pagi tanpa sengaja ia melihat Ariel keluar dari dalam kelas Sanaya membuat kecurigaan Sanaya semakin besar saja pada Ariel.
"Tunggu!" teriak Sanaya membuat Ariel segera menghentikan langkahnya dan menoleh padanya.
"Ada apa?"
"Kenapa lo pagi-pagi di kelas gue?"
"Gue nganter buku milik bu Santi!"
"Jangan bohong, pasti lo kesini buat taruh surat kaleng itu?"
"Surat kaleng apaan sih?"
"Jangan pura-pura nggak tahu ya!"
"Gue beneran nggak tahu!"
Srekkkk
Sanaya segera menarik tangan Ariel dan melepaskan nya tepat di samping bangkunya hingga tubuh Ariel sedikit terpelanting.
"Lihat itu!" perintahnya Sanaya membuat Ariel segera menundukkan kepalanya, tangannya meraih sesuatu yang ada di dalam laci meja Sanaya.
"Tidak ada apa apa!" ucap Ariel membuat Sanaya segera membuktikannya dan benar saja tidak ada apa pun di sama.
Kenapa tidak ada?
"Sudah percaya kan, gue nggak pernah neror lo! Lihat itu di meja, gue naruh buku-buku itu!" ucap Ariel sambil menunjuk tumpukan buku yang ada di atas meja.
"Siapa tahu lo emang sengaja menyembunyikan karena lo lihat gue datang lebih pagi hari ini!"
"Gue nggak suka lo tuduh terus, gue bakal buktiin kalau bukan gue pelakunya!"
Ariel berjanji akan membuktikan pada Sanaya jika tuduhannya itu tidak benar. Ia segera keluar dari kelas Sanaya dengan penuh kemarahan.
Sanaya pun segera duduk dengan kesal, ia tidak bisa membuktikan ucapannya.
"Kenapa semakin kesini semakin rumit saja?"
Hingga kelas itu ramai pun tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan.
...***"***...
Ayah dan anak itu memang selalu kompak saat di rumah. Mereka selalu menghabiskan waktu luang di sela-sela kegiatan masing-masing untuk memasak bersama.
"Memang masakan papa paling TOP BGT deh pokoknya!" puji Ariel pada papa Jerry.
"Memang putri papa ini yang pandai memuji!"
"Beneran pa! Nggak ada yang nggak enak pokoknya!"
Papa Jerry pun mulai menyiapkan makanannya di meja makan, "Sudah jangan muji papa terus, sebaiknya kita segera makan!"
__ADS_1
"Siap papa !"
Sanaya segera menyedok nasi goreng spesial buatan papa Jerry dan melahapnya.
"Waw ...., benar-benar luar biasa, bahkan koki hotel berbintang pun masih kalah sama masakan papa pokoknya!"
"Karena papa masaknya pakek cinta!"
"Ihhhh papa sok romantis deh! Seharusnya papa nikah lagi nih!"
Papa Jerry menghentikan makannya dan menatap putrinya itu, "Bagi papa, kamu adalah putri sekaligus cinta papa, jadi jangan meminta papa buat nikah lagi karena itu nggak akan terjadi!"
"Pasti tante Ara sangat istimewa ya buat papa?"
"Iya! Tapi tidak lebih istimewa dari kamu sayang!"
"Papa emang selalu bisa deh!"
Mereka pun kembali melanjutkan makannya. Baru beberapa suapan papa Jerry kembali menatap putrinya itu.
"Tadi kayaknya Ariel mau cerita sesuatu deh sama papa, mau cerita apa sayang?"
Hehhhh ....
Ariel menghela nafas panjangnya, ia kembali mengingat kejadian tadi pagi.
"Ada yang neror Nay pa!"
"Nay? Maksudnya Sanaya?"
"Iya pa!"
"Siapa?"
"Nggak tahu, tapi Nay nuduh Ariel gara-gara Ariel di suruh bu guru naruh buku di kelas Nay!"
Papa Jerry sepertinya tahu sesuatu, tapi dia tidak yakin.
"Apa papa tahu sesuatu?" tanya Areil saat melihat ekspresi wajah papanya. Dia terlihat lebih antusias dari pada Ariel sendiri.
"Bagaimana kalau besok kamu datang pagi-pagi ke sekolah, jangan muncul hingga orang yang naruh surat kaleng itu datang!"
"Papa benar juga ya, kenapa aku nggak kepikiran ya!"
"Sudah jangan di ambil pusing, kalau kamu nggak bersalah jangan takut, semua akan baik-baik saja!"
"Terimakasih ya pa!"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Hari ini seperti saran papa Jerry, Ariel datang pagi-pagi ke sekolah, ia ingin melihat siapa yang meletakkan surat kaleng di laci meja Sanaya.
Suasana sekolah masih sangat sepi, hanya ada tukang bersih-bersih dan pak satpam yang sudah datang. Bahkan sebagian kelas belum terbuka. Ariel berjalan cepat menuju ke kelas Sanaya, masih juga sampai di ujung lorong, ia melihat sekelebat siswi dengan segaram yang sama dengan dirinya berjalan menuju ke kelas Sanaya, dengan cepat Ariel mengikuti anak itu.
Ia tidak bisa melihat dengan jelas siapa anak itu karena anak itu memakai jaket huddy besar warna hitam dengan gambar mawar di belakangnya.
Dan benar saja anak itu masuk ke dalan kelas Sanaya, Ariel memilih bersembunyi dan menunggu anak itu keluar lagi.
Hanya beberapa menit saja anak itu keluar lagi.
Karena wajahnya tertutup masker, Ariel kesulitan melihat wajahnya walaupun dari depan.
Siapa sih sebenarnya dia?
Karena tidak berhasil melihat wajah anak itu, Ariel pun memilih masuk ke dalam kelas Sanaya dan memastikan jika dia yang meninggalkan surat kaleng itu.
__ADS_1
"Bener dia orangnya!" gumam Ariel.
Saat masih membaca isi surat kaleng itu tiba-tiba Sanaya datang. Dia memang juga sengaja datang untuk mengintai siapa orang yang mengancamnya.
"Lo lagi kan!" ucap Sanaya membuat Ariel begitu terkejut.
"Dan itu? Itu surat kaleng yang berisi ancaman itu! Lo suka ya sama Abi? Kalau suka ngomong aja sama Abi nggak usah main ancam-mengancam kayak gini!"
Hehhh
Lagi-lagi Ariel hanya bisa terdiam, ia tidak bisa terus mengelak tanpa bukti. Dia harus memberi Sanaya bukti jika bukan dia pelakunya.
"Yang jelas ini bukan gue, kalau lo mau tahu siapa pelakunya, besok kita datang jam setengah enam dan kita tangkap bersama-sama pelakunya!"
Ariel pun menulis sesuatu di balik kertas ancaman itu dan menyerahkan pada Sanaya.
"Itu nomor ponsel gue, hubungi gue kalau lo bener-bener pengen tahu siapa pelakunya!"
Ariel pun segera pergi meninggalkan Sanaya begitu saja. Sanaya hanya menatap kertas itu, sebuah nomor ponsel.
Apa benar bukan Ariel pelakunya?
Sanaya terus menatap nomor yang berjumlah dua belas dijit itu.
...*****...
Ting
Sebuah pesan dari nomor baru masuk ke dalam ponselnya membuat gadis itu menghentikan kegiatan membaca bukunya.
Ia segera meletakkan bukunya di samping ponselnya lalu meraih benda pipih itu dan menggeser layar ponselnya agar terbuka.
//Gue mau kita besok berangkat pagi, gue tunggu di depan gerbang sekolah~ Sanaya//
Senyum mengembang dari bibir gadis itu, ia segera menyimpan nomor itu.
Walaupun ada kenangan buruk di masa lalu mereka, dia tidak bisa memungkiri jika Sanaya adalah bagian dari masa lalunya yang indah juga.
//Okey, sampai bertemu besok//
Gadis itu mengirimkan balasan.
"Baca pesan kok senyum-senyum sendiri kayak gitu sih, dari siapa nih? Cowok ya?"
"Apa sih pa, bukan! Ini dari Sanaya!"
"Sanaya?"
"Iya, dia setuju buat mengintai pelaku penerornya!"
"Bagus dong sayang, papa cuma berharap semoga setelah ini hubungan kali ini menjadi baik!"
"Terimakasih pa!"
Spesial visual Ariel
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
IG @tri.ani5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰