My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 13


__ADS_3

“siapa suruh kamu pergi ...” kemudian Agra menatap Rendi, Rendi ppun tahu apa makna dari tatapan agra


 


“tinggalkan kami berdua” Rendi yang merasa di tatap pun tak mau berlama-lama ,


rasanya hawa di dalam ruangan itu sudah sangat panas, walaupun sudah memakai AC


tapi tetap tidak berfungsi jika berhadapan dengan bosnya yang seperti singa


lapar itu jika sedang marah


Rendi pun berjalan menuju ke pintu keluar, saat sampai di dekat Ara


yang sedang berdiri gugup, Ara pun menatap Rendi dengan penuh permohonan agar


tak meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan panas itu


“plisss....” Ara hanya bisa menggerakkan bibirnya tanpa mampu


bersuara


“maaf ...” Rendi pun pilih menyelamatkan dirinya sendiri ketimbang


ikut jadi amukan singa lapar di hadapannya


Akhirnya Rendi berhasil keluar dari ruangan itu, ia menahan dadanya


yang sedang berdegup kencang saking takutnya, sungguh menakutkan jika berhadapan dengan bosnya yang sedang marah


“hahhhh..., lega ...” tak bisa di pungkiri kini Rendi juga cemas


dengan keadaan Ara di dalam


“pak bos kenapa pak ...” tanya salah satu staf yang juga ketakutan


dengan bosnya itu


“kembali ke tempatmu ..., jangan gosip, itu urusan bos, kalian bubar.., kembali


ke pekerjaaan masing-masing”


akhirnya Rendi membubarkan kariawan yang ternyata

__ADS_1


masih berkerumun di depan ruang rapat, dan itu pun langsung di turuti semua


kariawan, cukup bosnya saja yang marah –marah nggak usah di tambah dapat


kemarahan dari tangan kanan si bos juga, karena sebenarnya kemarahan Rendi lebih menakutkan di banding bosnya jika sedang marah atau menerima kesalahan dari orang lain


Dan apa yang terjadi di dalam?


Agra yang tadinya berdiri agak jauh dari Ara,karena rasa takut yang berlebih membuat Ara tak memperhatikan sekitar, bahkan tak mampu memandang Agra, hingga tanpa ara sadari kini


sudah sangat dekat dengan tempat ara berdiri


“hah ..., bos kapan pindahnya” batin ara, saat merasakan hembusan nafas yang terasa begitu dekat, ara hanya semakin memejamkan matanya saja


“kenapa diam saja, jelaskan padaku?” ara masih belum berani menatap


bosnya, karena masih menundukkan pandangannya, Agra pun meraih dagu ara agar


bisa melihat wajah Ara, mau tak mau ara membuka matanya dan langsung bertemu dengan wajah Agra


Kini wajah ara dan agra sangat dekat, sungguh sangat dekat, dan


manik mata mereka pun bertemu


“maafkan saya pak, saya terlambat” ucapan ara membuat Agra


“cihhh" agra bergaya meludah "45 menit kamu bilang terlambat”


“maaf ...” Ara kesulitan bergerak karena Agra tak juga melepaskan


dagunya


“kamu itu  bodoh atau apa?


Demi si brengsek itu kamu mengabaikan pekerjaanmu” agra  mengatai dio membuat ara tidak terima


“dia pacar saya pak” Ara tak lagi mampu membendung air matanya saat


Agra mengatai Dio, melihat air mata Ara melintas di jari tangannya


“apa ini, kamu menangis gara-gara si brengsek itu” Agra pun sambil


menunjukkan jarinya yang basah

__ADS_1


“cukup pak, aku menangis karena bapak, bapak sudah keterlaluan,


belum cukup bapak memukulnya tadi, dan sekarang bapak masih mengatainya


brengsek, sebenarnya apasih urusan bapak, cukup ya bapak mengurusi urusan saya


...” entah dapat keberanian dari mana hingga ia bisa mengatakan semua itu


Agra benar-benar tak menyangka Ara akan mengatakan itu semua


membuat darahnya semakin mendidih, ia pun segera meraih dagu Ara kembali


sehingga wajah mereka saling berdekatan


Cup


Dengan tiba-tiba Agra mencium bibir Ara, Ara yang mendapat serangan


tiba-tiba segera mendorong tubuh Agra hingga sedikit memberi jarak antara


mereka


Plakkkk


Sebuah tamparan mendarat di pipi Agra hingga pipinya memerah


membentuk telapak tangan


“bapak keterlaluan ....”


 


 


 


 


 


 


ihhhhh ...., Agra cari-cari kesempatan saja ya ...., bikin gemes ...., aku suka sih sama Agra tapi jangan gegabah donk ....

__ADS_1


aduh ..., belum sebuh gara-gara berantem sama Dio eh malah kena tabok sama Ara


sayang banget tuh pipi ....


__ADS_2