My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 30


__ADS_3

Kamu adalah orang yang sering aku banggakan dan aku ceritakan kepada


temanku bahwa kamu berhasil membuatku merasa takut kehilangan, takut


berubah, dan mulai takut akan segalanya.


****


Setelah bertemu dengan Rendi, kegundahan Ara bukannya berkurang malah semakin bertambah, ia benar-benar bingung dengan apa yang di maksud oleh Rendi


"kakak ...."


"dek ...., bikin jantungan deh ..." Ara segera memegang dadanya saat Nadin dengan sengaja mengagetkan ara yang sedang duduk termenung di depan TV


"abis kakak...., masak baru ketemuan sama cowok ganteng , wajahnya malah di tekuk ..." Nadin segera ikut duduk di samping ara dengan memangku setobles kripik singkong


"aku bingung dek ,,,,"


"bingung kenapa lagi kak?" Nadin sambil terus memakan kripik di tangannya


"Rendi dek ...."


"kenapa dengannya kak?"


"dia itu ngomong yang aku nggak faham ..., bikin pusing aja"


"maksud kakak, kayak ada makna terselubung?"


"ya gitu deh ..."


"aaaaaa ......" nadin segera berteriak kencang dan menutup mulutnya, membuat Ara kembali terkejut


"ada apaan sih dek ? bikin kakak kaget aja ..."


"kakak ....., kenapa kau ini polos sekali ..., pantas saja kakak berkacamata, pasti yang di liat cuma buku"


"jangan ngledek ya dek, kakak timpuk nih ..." ara sudah mengangkat bantal di tangannya hendak di ayunkan ke Nadin


"ampun kak ..., ya ya ... Nadin bakal jelasin ..., jadi gini ya kakakku tersayang ...., kalau aku lihat nih ya kak, kayaknya kak Rendi suka deh sama kakak ..."


"ih ...., jangan ngaco deh dek ..."


di tengah obrolannya yang seru dengan adiknya, tiba-tiba  Ia melihat dari balik jendela


 ada sebuah mobil mewah parkir di depak rumahnya,


"dek ..., itu mobil siapa ya?"


"paling juga mau beli bahan bangunan"

__ADS_1


"ah..., nggak mungkin deh , itu mobil mewah dek, lihat deh ...." Nadin pun mengikuti pandangan kakaknya


"iya kak ..., itu mobil mewah kak ..." mereka pun benar-benar heran


kenapa ada mobil mewah yang mau belanja bahan bangunan di toko kecil


Matanya tetap tak beralih dari mobil itu, tapi ia segera


terperangah saat melihat siapa yang keluar dari dalam mobil itu, seorang


perempuan paruh baya dan seorang pria yang setia berjalan di belakangnya dia


adalah ibu Agra


"itu siapa kak ...?"


"itu ibunya pak agra sama tangan kanannya" Ara benar-benar dag dig dug jantungnya


"kenapa lagi ini sama hidupku ....?" batin ara


 keringat dingin segera


mengucur di sekujur tubuhnya, ia benar-benar khawatir dengan kedatangan nyonya


besar itu


mereka tampak berbincang sebentar di luar rumah bersama dengan ayah Ara, dan tak berapa lama ayah Ara mempersilahkan mereka untuk masuk dan duduk di ruang tamu, sedangkan Ara dan Nadin masih mengintip di ruang TV


ara pun keluar dengan membawa tiga gelas teh di atas nampan


"minumnya nyonya, tuan" ibu agra hanya mengangguk sebentar


saat ara hendak masuk tiba-tiba suara Salman menghentikannya


“silahkan duduk nona, ada sesuatu yang harus di bicarakan”


orang itu menyuruh Ara untuk duduk di kursi


yang masih kosong, Ayah ara hanya bisa menatap Ara tak mengerti


suasana tegang dan penuh kecanggungan membuat atmosfir di ruangan itu begitu panas, walau sudah ada kipas angin rasanya tak berfungsi, keringat dingin mengucur di sekujur tubuh ara


“mohon maaf, apakah yang membuat nyonya datang ke gubuk kami ini?’


Ayah memberanikan untuk bertanya, ia takut jika putrinya sampai melakukan


kesalahan sehingga bos besar seperti ibu Agra repot-repot datang ke rumahnya,


ayah Ara mengetahui tentang ibu Agra karena seringnya wajah nyonya besar itu

__ADS_1


nangkring di surat kabar bisnis


Walaupun ayah Ara hanya seorang pemilik toko bangunan kecil tapi ia


selalu berlangganan untuk membaca surat kabar bisnis


“perkenalkan saya, ibu agra, Agra anugra putra, maksud kedatangan saya


kemari untuk melamar putri anda, saya berharap bapak tidak menolak” ibu agra berkata dengan to the point


“maksudnya?’ ayah Ara masih belum mengerti apa yang sebenarnya


terjadi, ia terus melihat ke Ara, dan Ara pun hanya bisa menggeleng cemas


“begini pak, anak-anak kita telah melakukan kesalahan besar,


sehingga ada janin di tubuh putri anda, jadi untuk kebaikan bersama, kita harus


segera menikahkan mereka” Ayah ara benar-benar syok dengan pernyataan ibu Agra,


ia menatap putrinya tak percaya


"tidak mungkin nyonya, tidak mungkin putri saya melakukan kesalahan itu"


"tapi itu semua sudah terjadi tuan, jadi kami harap anda tidak mempersulitnya" Salman pun ikut bicara


"ini surat-surat yang harus segera nona Ara tanda tangani" Salman pun menyerahkan sebuah map berisi berbagai persyaratan pernikahan


"kalau begitu saya hanya bisa pasrah nyonya, lakukan yang menurut nyonya terbaikuntuk anak-anak kita" Ayah Ara sudah benar-benar pasrah


"trimakasih atas kerja samanya, kalau begitu kami permisi" ibu agra pun segera berpamitan dan meninggalkan ruanganmenuju ke mobil yang terparkir di depan rumah Ara


kini tinggal Salman yang masih ada di dalam rumah bersama Ara dan Ayahnya


"nona Ara, persiapkan diri anda besok, karena orang dari kami akan menjemput andan dan keluarga" ara hanya bisa diam seribu bahasa, ia benar-benar tak percaya ibu Agra melakukan apa yang telah di omongkan kemarin, bahkan Ara sudah hampir melupakan kejadian itu


"saya permisi tuan Roy, nona Ara, sampai jumpa besok"


Tinggalkan pikiran yang membuatmu lemah, dan peganglah pikiran yang memberi kekuatan bagimu.


Hidup ini bukan hanya mencari yang terbaik, namun lebih kepada menerima  kenyataan


maaf ya reader up nya agak lama ..., kehidupan di alam nyata lagi minta di perhatikan...


tugas-tugasnya ikutan numpuk ...


eh jadi curhat dek akuuuuu .......


insyaallah kalau sudah kelar pekerjaan di kehidupan nyata bakal aku banyakin upnya ya

__ADS_1


kasih LIKE dan KOMENTARNYA ya kakak ......😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2