My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 82


__ADS_3

Jalanan yang cukup sepi itu menjadi saksi awal perjuangan cinta


mereka


Di tengah teriknya mentari, Agra tak pernah lelah menanyakan


keadaan istrinya, pandangannya sesekali melihat sekeliling seperti menanam


dengan begitu dalam kenangan yang telah tercipta sebelumnya


“kita naik angkot tak apa ya ...?” tanya Agra pada Ara, dan Ara


hanya bisa mengangguk, mereka berjalan cukup jauh menuju ke jalan raya


"maafkan aku sayang" ucap Agra beberapa kali


"aku tak apa ...."Ara menjawab dengan senyum lembutnya, ia terus berjalan berlarian seperti kupu-kupu


“capek ya ...” Agra merasa tak tega melihat Ara yang sudah


bermandikan keringat karena harus berjalan kaki di tengah hari seperti ini


“tidak ...., ini menyenangkan, aku sudah lama sekali rasanya tak


seperti ini..., ini menyenangkan sekali” jawab Ara menutupinya, supaya Agra tak


terlalu menghawatirkannya


Hingga sampai di unjung jalan, tepat saat angkot sedang lewat, Agra


segera melambaikan tangannya untukmu k menghentikannya dan ia terus mengandeng tangan istrinya, mengajak Ara untuk masuk,


mungkin ini bukan yang


pertama buat Agra naik angkot, tapi itu sudah sangat lama membuatnya sedikit


harus belajar membiasakan diri


Mereka menuju ke pinggiran kota jakarta, setelah sampai pada


tujuannya, Agra dan Ara segera turun dari angkot


“kamu duduk di sini dulu ya” Agra menyuruh Ara untuk duduk di


sebuah kursi taman yang memang lokasinya tidak  jauh dari lokasi jalan raya


“kamu mau kemana Gra?” Ara memegang tangan Agra dengan khawatir ,


Agra pun menghentikan langkahnya dan kembali berjongkok di depan Ara


“aku mau cari kontrakan dulu, kamu nggak papa kan aku tinggal di sini


sebentar, hubungi aku jika ada apa-apa” Ara pun hanya bisa mengangguk dan


membiarkan Agra pergi


Cukup lama Agra meninggalkan ara sendiri, di tengah menunggu Agra


kembali tiba tiba ponselnya berdering, notifikasi pesan masuk


Kling


Rendi

__ADS_1


nona, bagaimana keadaan pak Agra?


Ara


Baik


Rendi


Tolong jaga pak Agra, saya percaya pada nona


“sayang ...” sebuah suara tiba-tiba menghentikannya, tanpa


diketahui Ara, Agra sudah kembali


 “dari siapa sayang?”


“e ..., itu ... anu ..., dari temen, gimana dapat?” Ara mencoba


mengalihkan perhatian Agra supaya tidak curiga


“sudah dapat, ayo sayang ...” Agra pun langsung menarik tangan Ara


sambil menenteng tas yang berisi pakaian mereka


Mereka pun sampai di depan sebuah rumah mungil dengan cat warna


biru muda tampak begitu asri dengan beberapa pot bunga di depannya


“ini rumah siapa mas?”


“ini rumah kita sayang ..., tidak papa ya kita tinggal di rumah


kecil ini untuk sementara”


“terimakasih sayang” Agra pun langsung memeluk Ara, ia merasa


beruntung karena istrinya bisa menerimanya apa adanya


“ya udah ayo kita masuk sayang” Agra pun melepas pelukannya dan


membuka pintu,


 mereka pun menyusuri


ruangan, di sana ada ruang tamu yang masih kosong tak ada meja maupun kursi


hanya ada tikar,


 ruang tamu langsung


terhubung dengan dapur kecil 3 x 2 meter dan sebelahnya ada kamar mandi dengan


bak kecil dan gayung yang jadi satu dengan toilet dengan ukuran yang lebih


kecil dari dapur,


di samping kanan ada sebuah pintu yang ternyata pintu kamar, ya


hanya ada satu kamar di sama dengan ukurang 3x3 meter dtanpa dipan , hanya ada


sebuah kasur spon dan lemari plastik yang tampak masih baru


“gimana sayang kamu suka?”

__ADS_1


“aku suka Gra, ini ... semuanya baru?” Ara sambil menunjuk ke arah


lemari plastik dan kasur spon di hadapannya


“iya maaf tadi aku terlalu lama karena harus membeli semuanya”


“kenapa nggak belinya bareng aku aja ...., kamu belinya di mana?”tanya


Ara menyelidik


“di pasar ...”


“tuh kan di pasar ..., harusnya ngomong dulu sama aku, kita


belanjanya sama-sama”


“kenapa? Kamu nggak suka?”


“kamu kan nggak tahu pasar itu seperti apa, orang yang nggak biasa


ke pasar bisa kena tipu, seharusnya harganya murah di jual mahal, kita har4us


jeli kalau mau beli”


Hahahaha


Tapi Agra malah tertawa mendengar kecrewetan istrinya


“kenapa tertawa ...?”


‘aku Cuma beruntung saja, untung saja cerewetmu ini nggak lupa dan


tertinggal di sana” Agra gemas sambil mencubit kedua pipi istrinya


“aku bicara sungguhan, bukan becanda ...”


“iya ... sayang, aku tahu, jangan lupa aku pernah tinggal di panti,


masalah pasar, jangan salah, aku dulu rajanya pasar ...”


“sombong ya ....”


“bukan sombong...., Cuma membanggakan diri aja ...”


“aku merasa tak berguna kalau kayak gini.....” Ara kembali murung


“berhenti berkata seperti itu sayang, dengan senyummu saja aku itu


sudah cukup membantuku sayang, senyummu itu bagaikan bahan bakar pemacu buat


semangat aku, jadi tetaplah tersenyum untukku”


“ah ... jadi tambah sayang dech ...” Ara pun bergelayut manja di


tangan Agra


“sayang jangan menggoda ya ..., apa kita lakukan sekarang sayang ,


kita coba kasur ini” tanpa menunggu persetujuan Ara, Agra pun sudah lebih dulu


menindih tubuh Ara, sore ini mereka berolah raga dengan sangat panas


**maaf ya hari ini up nya cuma sedikit, karena banyak nya pekerjaan di alam nyata

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan like dan komentar nya ya**


__ADS_2