My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (19)


__ADS_3

Semalam Ara sudah memberitahukan mengenai keberangkatan mereka ke Korea k pada Sagara dan Sanaya.


Pagi ini selalu saja ada keributan kecil di dalam keluarga itu, tapi keributan-keributan kecil itu akan memupuk cinta yang besar di antara mereka.


"Bby ...., itu jangan membawa jas semua, memang di sana kau hanya mau bekerja!?" keluh Ara.


"Menang aku harus membawa apa sayang?" sekarang Agra sudah terbiasa menyiapkan sesuatu yang pribadi hanya di bantu oleh istrinya bukan pelayan lagi.


"Aku nggak mau tahu, pokoknya di sana kamu nggak boleh cuma kerja, aku nggak mau tahu!" Ara mengerucutkan bibirnya. Agra yang melihat istrinya ngambek, ia mendekati Ara dan memeluknya, mengecup keningnya.


"Tak ada yang lebih penting darimu dan anak-anak, bahkan pekerjaan itu. Apapun yang kau perintahkan, suamimu ini siap mengabulkan!" ucap Agra lembut, sambil menakup kedua pipi Ara. Ara pun tersenyum.


Setelah selesai dengan perdebatan kecil di dalam kamar, kini gantian berdebat menghadapi dua malaikat kecil itu.


"Mom ....., hik hik hik ......!" Ara yang baru saja keluar dari kamarnya di kejutkan oleh teriakan dan tangisan Sanaya.


"Ada apa sayang ....!" Ara berjongkok agar bisa menjangkau wajah putrinya itu.


"Gala jahat mom ....!" Ara mengerutkan keningnya.


"Jahat kenapa?"


"Gala biyang Nay ke kolea akan di oplaci platik, makanya mom cama pap bawa Nay ke Cana!" ucap Sanaya dengan gaya centilnya itu, Agra yang memperhatikan istri dan putrinya dari depan pintu hanya bisa menggelengkan kepala dan menyandarkan badannya di tepian pintu, kemudian matanya melihat ke sudut lain, di ujung ruang itu ada Sagara yang sedang cekikikan karena berhasil membuat Sanaya menangis.


Sagara yang menyadari papinya melihat, ia hanya tersenyum menyebalkan persis seperti dirinya.


"Kenapa anak itu jadi seperti aku ....!" gumam Agra sambil menggelengkan kepalanya. Ara menoleh pada suaminya dan menajamkan matanya. Seakan mengatakan kalau jangan macam-macam .....


"Tidak sayang ...., itu tidak benar, Abang kamu pasti cuma mau ngerjai kamu, jangan nagis lagi ya sayang, cup cup cup!" Ara kembali memeluk putrinya.


Setelah dramanya berakhir, para pelayan sudah siap membawakan barang-barang bawaan Agra dan Ara, Sanaya dan Sagara. nyonya Ratih sudah menunggunya di depan bersama dengan Divta.


"Ibu jaga dirimu dengan baik!" ucap Agra.


"Iya nak, bersenang-senanglah di sana, jangan mencemaskan ibu!"


"Uncle Div !" Sagara menghampiri pamannya itu. Divta pun berjongkok.


"Why boy ...?"


"Uncle Div tidak itut?"


"No boy, uncle ada pekerjaan lain, bersenang-senanglah di sana!"

__ADS_1


"Jika uncle lendi dan unty Nadin itut, cenapa uncle Div tidak itut?"


Divta mengerutkan keningnya, ia berarti belum tahu jika Nadin juga ikut.


"unty Nadin ikut?" Sagara pun mengangguk.


Apa mereka akan pergi bulan madu ....? Syukurlah kalau Nadin sudah baik-baik saja ....


Divta mengelus kepala Sagara.


"Jaga mom dan Sanaya ya di sana, jangan nakal. Jaga unty Nadin untuk ancle div juga!" ucap Divta sambil mengepalkan tangannya mengajak TOS, sagar pun melakukan hal yang sama dan menyatukan tangan mereka.


"Cagala janji, uncle!"


Tak berapa lama, Rendi dan Nadin datang. Divta bisa melihat Nadin di sana, wajahnya sudah tidak sekacau terakhir kali melihat Nadin.


Rendi yang menyadari arah tatapan Divta, segera meminta Nadin untuk masuk ke dalam mobil, Nadin sebenarnya ingin sekali protes tapi tatapan suaminya membuatnya mengurungkan niatnya untuk protes.


🌺🌺🌺🌺


Setelah melakukan perjalanan selama tujuh jam, akhirnya mereka sampai juga di korea. Seperti biasa Rendi akan mengantar mereka ke tempatnya terlebih dulu dan mengomandoni pengamanan.


"Semuanya sudah siap pak!" lapor Rendi pada Agra.


"Jangan terlalu tegang di sini, mereka akan mengira kalau aku terlalu menyiksamu!" bisik Agra pada Rendi sambil melihat tatapan tatapan tajam dari ketiga makluk yang ia cintai.


Bug


Saking kesalnya Agra pada sahabatnya itu, ia memukul punggung Rendi, sungguh sikap Rendi membuatnya kesal.


"bby!" Ara yang menyaksikan itu hanya bisa mengingatkan suaminya itu agar tidak berbuat kasar di depan anak-anak nya.


"Kalau begitu saya permisi, pak!" Rendi menunduk hormat.


"Ya sudah sana pergi, kau membuat mood ku menjadi jelek saja!" ucap Agra sambil mengibaskan tangannya.


Setelah Rendi pergi, Agra mendekati istri dan anak-anaknya. Dan pelayan sudah menunjukkan kamar untuk mereka. Sedangkan Sanaya dan Sagara sudah menuju ke kamarnya bersama baby sitter mereka.


"Bby ...., apa kau melihat paper bag warna hitam?" Ara sedang kebingungan mencari benda yang di maksud.


"Maksudmu ini ....!" Agra menunjukkan paper bag di tangannya dengan senyum menggoda.


"Iya kau benar, mana!" Ara menoba mengambilnya, tapi Agra segera menyembunyikan paper bag itu di belakang punggungnya.

__ADS_1


"Ayo serahkan padaku!"


"Aku sudah melihat isinya sayang ....., ternyata kau sudah menyiapkan semuanya!" ucap Agra sambil mengedipkan matanya, menahan pinggang Ara agar lebih mendekat.


"Iya bby, aku sudah menyiapkan semuanya. Sekarang serahkan padaku!"


"Tentu sayang, kau harus segera memakainya. Kita harus membuatkan adik baru untuk Sagara dan Sanaya.!"


"Hah ....!"


"Kenapa wajahmu terkejud seperti itu sayang?" ucap Agra sambil mengelus pipi Ara.


"Iya aku menyiapkannya, tapi bukan untukku. Ini untuk Nadin!"


"Nadin?"


"Lepaskan aku dulu, aku akan menjelaskannya!" Agra pun melepaskan tangannya pada pinggang Ara.


"Mana paper bagnya!" Ara mengulurkan tangannya dan Agra menyerahkan paperbag itu pada Ara.


"Ini khusus aku beli untuk Nadin, dia kan yang sedang honeymoon, jadi aku memberinya ini sebagai hadiah, aku harus meminta pelayan untuk mengantarkannya ke kamar Nadin!"


Ara pun segera berlalu meninggalkan Agra yang masih tercengang di tempatnya, ia benar-benar tak percaya, ia mengira jika Ara menyiapkan semua ini untuk mereka berdua.


Cklek


Pintu kembali terbuka, Ara kembali muncul dan menatap Agra.


"Ada apa lagi?" Agra kesal.


"Jangan mengganggu Rendi dengan hal-hal tidak penting!" Ara memperingatkan suaminya itu untuk kesekian kalinya. Ara pun kembali menghilang di balik pintu.


Hehhhh


Agra menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Astaga ...., kenapa istriku sekarang lebih cerewet dari pada ibu panti ....!" gerutu Agra.


**Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘**


__ADS_2