My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2(13)


__ADS_3

Setelah olah raga paginya, Ara memilih untuk tetap tinggal di dalam kamar sambil mencoba menutupi ulah suaminya.


"Mom ...., mom atit ya ...., tata bibi, mom atit?" tanya Sanaya yang sedang mengkhawatirkan mominya.


"Nggak sayang, momi nggak sakit!"


"Tapi tata bibi, momi nggak bica telual tamal!" ucap Sagara yang terlihat nggak kalah khawatir.


Kemudian mata mereka tertuju pada bintik-bintik merah di leher mominya dan beberapa berada di lengan atas mominya.


"Mom ...., itu tenapa? tenapa melah-melah?"


"Hah ....!" Ara terkejut dan berusaha menyembunyikannya, tapi terlambat karena Sagara dan Sanaya sudah terlanjut melihatnya.


"Momi di Didit celangga ya? coalnya talau Nay di didit celangga, tubuh Nay melah-melah cepelti itu!" ucap Sanaya.


Iya ...., serangga yang gigit momi kalian ini besar sekali ...., sebesar papi kalian ....


Pengen banget Ara mengatakan hal itu, tapi mana mungkin.


"Iya sayang ...., momi di gigit serangga!"


"Mana mom celangganya, bial cagala bacmi Patek cinal exsna lobot cagala!" ucap Sagara sambil menunjukkan mainan robot-robot annya.


"Sudah sayang, serangga ya sudah momi usir, dia sudah pergi, sekarang sudah aman!"


"Ahh ...., cutullah ....!" Sagara dan Sanaya terlihat Lego karena merasa mominya sudah aman.


Untung saja Sanaya dan Sagara percaya dengan ucapan Ara, membuat Ara bisa bernafas lega, walaupun ia masih kecewa kerena gagal lagi buat berangkat ke kafe. Ia harus menunggu hingga warna merah di tubuhnya sedikit memudar untuk bisa keluar rumah.


Seharian ini Ara hanya bisa menghabiskan waktunya di kamar, dan seluruh orang rumah sudah faham jika seperti itu, maka para pelayan yang harus membawakan makanan ke kamar Ara.


***

__ADS_1


Di ruangan itu, pria dengan wajah tegas itu menatap satu persatu orang-orang yang berjejer rapi di depannya, mereka membawa map satu per satu, melaporkan hasil kerjanya.


Wajah pria itu sangat tidak bersahabat,


"Apa yang sebenarnya kalian lakukan, hah ....., hanya menyelesaikan laporan seperti ini saja tidak selesai-selesai ....!"


Mereka hanya bisa menunduk, tanpa berani menatap apa lagi menjawab.


"Semua laporan yang kalian bawa tidak ada yang benar!" ucap Agra dengan sangat tegas, seperti palu yang siap memukul.


Ceklek


Pintu terbuka tanpa permisi, menampakkan Divta di sana.


Agra yang masih dengan wajah yang berapi-api segera merendahkan emosinya.


"Kalian boleh keluar sekarang, dan satu jam lagi, aku tunggu laporan kalian!"


Mereka pun segera keluar dari ruangan yang atmosfirnya terasa sangat panas itu.


Divta segera berdiri di tempat orang-orang tadi berdiri.


"Apa yang terjadi?" tanya Divta.


Agra meregangkan dasinya dan duduk kembali di tempatnya.


"Nggak ...., cuma ada sedikit masalah saja!"


"Rendi kemana?" tanya Divta lagi.


"Aku memberinya cuti untuk tiga hari kedepan!"


"Cuti? Dalam rangka apa? Tidak biasanya seperti ini!"

__ADS_1


"Ya ...., ya karena dia sudah menikah!"


"Menikah?" tanya Divta terkejut dan Agra pun mengangguk.


"Kapan?"


"Kemarin!"


"Dia ternyata bisa menikah ya, nggak percaya aku!”


"Aku juga ....!"


"Ya sudah kalau begitu jangan uring-uringan terus, aku mendapat laporan kalau kau seharian ini uring-uringan terus, jadi alasannya Rendi nggak ada, kalau kamu butuh bantuan hubungi aku!"


"Iya bang!"


Divta pun berpamitan keluar dari ruangan, tapi ada satu hal yang ia lupakan, menanyakan dengan siapa Rendi menikah.


Spesial Visual Agra



#Berada dalam zona nyaman, membuat mu lupa jika berusaha untuk menjadi lebih itu penting#


**BERSAMBUNG


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249


Happy Reading 😘😘😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2