My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 54


__ADS_3

Bagianmu yang sesungguhnya dari dunia ini adalah yang memberimu kehormatan diri


#Ali bin Abi Thalib


“Banyak orang berpikir bahwa jika mereka berada di


tempat lain, atau memiliki pekerjaan lain, mereka akan bahagia. Namun, itu


meragukan. Oleh sebab itu, dapatkan kebahagiaan sebanyak-banyaknya dari apa


yang Anda lakukan semampu Anda dan jangan menunda untuk bahagia sampai masa


depan tiba.” By Dale Carnegie


***


Akhirnya Ara bisa pergi dengan di antar pak Mun dan dua pengawal


yang menggunakan mobil yang berbeda, mereka keluar dari rumah besar itu,


mobilnya melaju dengan begitu nyaman, Ara duduk di sebelah pak Mun, walau pun


awalnya pak Mun menyuruhnya untuk duduk di kursi belakang, Ara tetaplah Ara,


apa yang dia pikirkan itulah yang akan dia lakukan


Walaupun sekarang jarang ia mengenakan kaca matanya, tapi entah apa


yang membuatnya begitu nyaman dengan dengan kaca matanya, kaca mata ini akan


sedikit menutupi kesedihannya


“wah ..., aku benar-benar merasa seperti putri dari kerajaan, kemana-mana


harus di kawal” gumamnya saat melihat mobil yang mengikutinya dari belakang,


tapi bukan Ara orangnya jika tidak bisa menikmati setiap detik dalam


kehidupannya dengan selalu menyelipkan kebahagiaan


Di dalam mobil, ara benar-benar canggung dengan pak Mun karena


selalu diam saja dan bila di tanya pak Mun hanya menjawab seperlunya, pak Mun


hampir sama dengan bi anna , ia akan sangat menutup rapat apa pun yang bukan


ranahnya untuk bicara


“pak Mun boleh nggak aku tanya?” Ara menatap wajah pak Mun yang


masih menatap lurus ke depan


“silahkan nona” Pak Mun menjawab dengan wajah datarnya


“memang semua orang yang ada di tempat itu tak ada yang boleh


berekspresi ya, kenapa semuanya datar saja” batin Ara


Ara menghela nafas untuk memulai pertanyaannya, berharap dia akan


mendapatkan jawaban yang di butuhkan


“bagaimana masa kecilnya pak Agra?”


“silahkan nona tanya sendiri pada tuan muda nona” pak Mun menjawab


dengan cepat dan pasti


“tuh kan benar ..., kayaknya nggak ada yang boleh memiliki hatinya


sendiri deh, semua orang hanya harus patuh dan tunduk, membosankan sekali ...”


batin Ara lagi


“itu bukan jawaban pak, ya udah aku ganti, bagaimana hubungan ibu


dan pak Agra?”


“mohon maaf nona”


“ih..., nggak seru pak Mun” akhirnya Ara hanya bisa diam, percuma


mengorek informasi dari pak Mun tak juga mendapat jawaban


Tak berapa lama mereka sampai di plataran sebuah kafeyang di tunjuk


Ara, Ara mengamati kafe itu dari dalam mobil sebelum turun


“pak mun di mobil saja ya, aku Cuma sebentar kok”


“maaf nona, saya sudah berjanji pada nyonya”


Mendengar jawaban pak Mun jelas menbuat Ara kecewa, ia sungguh tak


bisa bernegosiasi kalau sudah berhubungan dengan nyonya besar mereka, karena


ini memang salah satu syarat yang lainnya, Ara boleh keluar rumah tapi harus


selalu di dampingi pak Mun atau pengawal yang lain, berasa tuan putri saja


“tapi pak mun pakek meja yang berbeda ya, awasi aku dari meja lain


saja, pura-pura saja tidak kenal”


‘baik nona”


Ara pun memasuki kafe dengan pak mun yang mengekor di belakangnya,


sebelum masuk si pemberi pesan sudah menunjukkan lokasinya,


Ara  mengedarkan pandangan ke


segala penjuru, ia kembali lagi membuka pesannya


“aku memakai topi dan  jaket


warna hitam di ujung samping kaca besar”


setelah melihat pesan itu, Ara


melanjutkan langkannya ke ujung kafe, dan benar di sana ada seseorang yang


sedang duduk membelakangi dari tempatnya berdiri


Seseorang itu mengenakan topi dan jaket warna hitam, tapi jika di


luhat dari belakang sepertinya seorang perempuan karena terlihat rambut

__ADS_1


panjangnya di balik topi itu


Ara pun segera mendekati orang itu


“selamat siang nona” Ara menyapa


Wanita itu pun berdiri, setelah Ara tepat di depannya , Ara pun


baru menyadari siapa yang sedang di temuinya, tau gitu ia tidak ngotot untuk


keluar, ara sedikit menyesal, seharusnya bukan itu yang dia lakukan, tapi


karena sudah terlanjur mau apa lagi


“nona Viona”


“akhirnya kau datang ...., duduklah ...” Viona pun mempersilahkan


Ara untuk duduk, Ara pun  duduk


berhadapan dengan Viona,


“maaf aku harus berpenampilan seperti ini, karena aku tidak mau


menjadi pusat perhatian di sini, aku sengaja memilih tempat yang ramai, supaya


kau tidak merasa takut karena aku mengundangmu dengan sedikit misterius”


“tidak pa pa nona” Ara pun segera duduk di tempat yang memang hanya


menyediakan dua tempat duduk di meja itu, satu untuknya dan satunya lagi untuk


Viona


Pak mun dan dua pengawal itu duduk tak jauh dari tempatnyaAra dan


Viona, ia tidak mau luput dari pengawasannya karena keselamatan Ara adalah


tanggung jawabnya, karena ia telah menjadi sopir pribadi untuk Ara


“bagaimana kabar Agra? Maaf aku menanyakan ini padamu karena kau


yang paling dekat dengan Agra selama ini” ucap Viona sambil meneguk minuman di


depannya


“pak Agra baik nona, anda tidak usah sungkan”


“aku benar-benar merindukannya, ia mengabaikan telpon dan pesanku,


bahkan aku tidak di ijinkan untuk masuk ke kantornya, aku juga sudah tidak


menemukannya di apartemennya” Viona berucap dengan mata yang mulai berair,


seperti memendam rasa bersalah yang sangat besar


ada rasa bersalah dalam lubuk hati Ara saat berhadapan dengan


wanita ini, bagaimana pun kini ia telah menikahi kekasih wanita di depannya,


tapi tak bisa ia punkiri kini hatinya juga ikut teriris saat wanita di depannya


mengungkapkan perasaannya, sebenarnya matanya sudah mulai panas, tapi ia tetap


menahannya supaya wanita di depannya tidak melihat itu


terlalu berbasa-basi, rasanya aneh jika terlalu lama berhadapan dengan wanita


di depannya, ada rasa nyeri yang menjalar ketika mengingat kemesraan wanita di


depannya dengan Agra yang sekarang menjadi suaminya


“suami ...., kenapa dadaku bergetar saat mengingat kata itu ...”


batin Ara


“aku benar-benar menyesal saat itu, aku dan Vino hanya sebatas


pelampiasan, aku lebih mencintai Agra, dia begitu berti untukku”


“tapi nona telah membuat kesalahan besar dengan menduakannya”


“aku menyesal Ra..., aku ingin memulainya kembali dan tak akan ku


lakukan kesalahan yang sama” Viona terus berbicara sambil sesekali mengusap air


matanya yang mengalir derah melewati pipi bersihnya


‘apakah nona Viona sudah mengetahui hubunganku dengan pak Agra ya


..., hingga menyuruhku datang, jangan-jangan dia akan mencakar wajahku,


menjambak rambutku” batin Ara sambil bergidik ngeri


“kamu kenapa?” tanya Viona saat menyadari mata Ara yang ikut


memerah


‘tidak pa-pa, saya Cuma terharu mendengar penyesalan nona...” Ara


mencoba mencari alasan


“ya Tuhan ...., lindungi aku ......” batin Ara lagi sambil


mengambil gelas di depannya dan segera meneguknya


“maafkan aku sudah membuatmu ikut masuk dalam masalahku”


“maksud nona?”


“aku masih sangat mencintai Agra, Ra..., tolong aku, bantu aku”


“apa yang bisa aku lakukan nona?”


“tolong bujuk Agra untukku, buat agra kembali padaku, setelah ini


aku tidak akan melupakan jasamu, kau meminta berapapun aku akan berikan”


mendengar pernyataan Viona entah kenapa hati Ara seperti teriris belati, ada


rasa tak rela di dalam sana, di dalam lubuk hatinya yang terdalam


Melihat nonanya memegang dadanya dan mulai mengeluarkan iar mata,


membuat pak mun hampir saja berdiri dari duduknya, untuk saja ara segera


menyadari gerakan pak mun, ia segera menatap pak Mun dan sedikit menggelengkan

__ADS_1


kepalanya, memintanya untuk tetap di tempatnya


“Maksud nona?”


“aku tahu semuanya tidak gratis, aku akan membayarmu untuk


pekerjaan ini, aku akan memberi berapapun yang kau minta, setelah berhasil


melakukannya”


“maaf nona, aku tidak membutuhkannya” jawab Ara tegas, hatinya


terluka dengan sikap Viona


“cihhhh......, kau sombong sekali, aku tahu kau membutuhkan banyak


uang, janganbersikap kau tak butuh uang sama sekali”


“aku memang tak butuh uang untuk saat ini nona, aku punya gold card


yang tak akan pernah habis walau aku membeli seluruh isi kafe ini” batin Ara


menyombongkan diri karena tidak suka dengan ucapan Viona


“kenapa anda memilih saya? Anda bisa meminta bantuan pada pak Rendi


misalnya”


“Rendi tak begitu suka padaku ....”


“aku sebenarnya juga tak begitu suka padamu saat meluhat


kesombonganmu, awalnya aku simpati padamu, tapi kemudian kau menjatuhkan harga


dirimu sendiri dengan menyodorkan sejumlah uang” batin Ara kesal


“bagaimana ra? Apa kau setuju? Aku akan memberikan uang muka padamu


sebagai awal kesepakatan”


“simpan saja uang nona, aku akan membantu semampuku”


“janganlah meninggikan harga dirimu, kau hanya karyawan rendahan” Viona sedikit terlihat kesal


"cihhh ....., dia sonbong sekali ...., bagaimana bisa pak Agra cinta sama orang sesonmbong dan searogan ini" batin Ara 


“maaf nona, sepertinya pembicaraan ini harus berakhir, saya permisi”


Ara segera berdiri dan menundukkan kepalanya memberi hormat


Ara meninggalkan Viona seorang diri, tak memperdulikan wanita yang


sedang menahan amarah itu, Viona menggebrak mejanya keras menumpahkan


kekesalannya


Tapi matanya terperangah seketika ketika melihat pak Mun dan dua


pengawal berjalan memunggungi tempatnya duduk , menuju pintu keluar beberapa


waktu setelah Ara keluar


“itu bukankah supirnya Agra? Kenapa dia di sini? Apa mungkin Agra


juga di sini, dimana dia?’


Viona mengedarkan pandangannya tapi tak juga


menemukan sosok yang ia cari, Viona tahu jika pak Mun adalah sopir pribadi Agra


sebelum beralih menjadi sopir pribadi Ara karena dulu saat mereka bersama sering


sekali pak Mun yang menjadi sopirnya, walaupun tidak tahu namanya tapi ia hafal


wajahnya


Maklumlah Viona adalah model terkenal, baginya tidak penting


mengingat nama orang yang di anggapnya tidak penting dalam hidupnya, tapi siapa


tahu suatu saat itu akan menjadi hal yang sangat penting untuk hidupnya


-


-


-


-


-


-


Menulislah dengan kepolosan dan


kejujuran hati, serta kesederhanaan pemikiran. Itulah nyawa bagi mata pena dan


tinta akan memberikan sikap yang baik bagi kata-kata.


by Firman Nofeki


-


-


-


-


-


AUTHOR PANJANGIN LAGI YA CERITANYA,


JANGAN LUPA KASIH DUKUNGANNYA DENGAN MENEKAN TOMBOL LIKE


TRUS KASIH KOMENTAR SEDIKIT


BALIK LAGI KE LAMAN DEPAN KASIH VOTE NYA YA ......


I LOPE YOU .....


BIAR TAMBAH LOPE LOPE DEH POKOKNYA


 


 

__ADS_1


__ADS_2