
Setelah semuanya sudah siap, mereka pun akhirnya berangkat. Sanaya dan sagar benar-benar sudah tidak sabar bertemu dengan untynya.
"Bby ...., kenapa mukanya di tekuk kayak gitu?" tanya Ara yang sudah duduk di samping suaminya.
"Harusnya hari ini kita menghabiskan waktu berdua!" bisik Agra supaya tidak bisa di dengar oleh kedua makhluk kecil di belakang mereka itu.
Kali ini Agra memilih menyopir sendiri, karena mobilnya tidak akan cukup untuk berlima, tapi walaupun begitu, tetap ada pengawalan, satu mobil di depannya dan satu mobil di belakangnya, benar-benar sudah seperti anak sultan.
Agra sudah mulai terbiasa dengan ulah ibunya itu, ia juga melakukan hal yang sama untuk anak-anak dan istrinya. Sekarang dia paham kenapa ibunya melakukan itu, ia pun sekarang juga melakukan hal yang sama.
Agra juga sudah menyiapkan pendidikan khusus untuk Sagara sebagai calon penerus kerajaan bisnis finityGroup. Walaupun Ara keberatan, tapi siapa yang mampu menolaknya.
"Pap ...., tita te Cana duyu ya, tita beyi cecuatu buyat unty Nadin!" ucap Sanaya membuat perhatian Agra teralih dari istrinya. sanaya menunjuk sebuah swalayan.
"Baik sayang ...., papi berhenti!"
Akhirnya Agra mengentikan mobilnya di depan sebuah swalayan.
Salah satu pria berjas hitam sudah berlari mendekati mereka, salah satu mobil pengawal itu tentunya bukan cuma pengawal biasa, mereka adalah pengawal terlatih di bawah naungan dan didikan langsung dari Rendi, jadi tidak bisa di ragukan lagi kehebatannya.
"Apa ada yang bisa di bantu pak?"
Sanaya yang melihatnya segera melongokan kepalanya keluar dari jendela mobil.
"Nggak ..., Nay nggak tutuh om ceyem ...., atu mau beyanja cendiyi!"
Pria berjas yang tidak paham dengan ucapan Sanaya hanya bisa diam, terlihat sekali ada wajah bingung di sana.
__ADS_1
"Tetaplah di tempatmu, biar kami belanja. Jangan terlalu dekat dengan mereka, aku tidak suka!" ucap Agra memberi peringatan.
"Baik pak!" pria berjas itu dengan cepat menyingkir dari hadapan Agra.
"Ayo sayang kita belanja!" ucap Agra pada putrinya.
"Apa Cagala juga hayus itut?" tanya Sagara yang terlihat malas untuk keluar dari mobil.
"Ya udah kalau Sagara malas keluar, biar sama momi aja di mobil ya!" ucap Ara.
"Baik mom, Nay cama papi beyanja duyu ya ...., mom janyan cemana-mana!" ucap Sanaya.
"Iya sayang ...., momi menunggunmu!"
"Cium momi dulu!" perintah Agra. dan Sanaya pun segera menghampiri pipi mominya dan mendaratkan beberapa kecupan di sana.
Setelah selesai belanja, mereka pun segera meninggalkan swalayan. Agra sudah kembali ke balik kemudi, mobil melaju dengan kecepatan sedang. Di dalam mobil itu banyak sekali celotehan yang ada-ada aja di lakukan oleh Sanaya yang memang lebih cerewet.
Akhirnya mereka sampai juga di depan apartemen milik Rendi, Sagara dan Sanaya segera turun dari mobil, mobil sudah langsung ada yang memarkirkannya sendiri. Itu tugas para pengawal.
sanaya menghentikan langkahnya.
"Kenapa berhenti Nay?" tanya Ara.
"Tita Tan mau te yumah Tatek loi dan nenek Dewi, tenapa tita te tempatnya uncel lendi?" tanya Sanaya.
"Cayena uncel lendi juga inin iyut te yumah tatek, ya Tan mom?" Sagara ikut menanggapi.
__ADS_1
"Nggak sayang ...., kan unty Nadin sekarang sudah tinggal sama uncle Rendi, mereka sudah seperti momi sama papi!" ucap Ara menjelaskan.
"Meyeka Atan punya anak juga cepelti tita dong mom?" tanya Sanaya.
"Iya sayang!"
"Asykkkk, Nay cuka ada dedek bayi!" sanaya begitu senang dengan prediksinya sendiri.
"Kenapa kalian banyak membicarakan mereka, kita kan harus cepat masuk ke sana!"
"Iya pap!" jawab Sanaya dan Sagara serentak.
**BERSAMBUNG
Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Happy Reading 😘😘😘**
**BERSAMBUNG
Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
Tri.ani5249
Happy Reading 😘😘😘😘**
__ADS_1