
Setelah langit gelap, mereka
bertiga pun memutuskan untuk meninggalkan tempat itu, Agra kembali dengan
motornya menuju ke ruko yang sudah di sulap menjadi rumah tinggal
Agra segera memasukkan motornya ke dalam Ruko, ia kembali menutup
Ruko karena ia mempunyai kunci cadangan, kunci sengaja di pegang oleh Agra ,
Ara dan mbak Rini
Agra menaiki tangga dengan langkah yang sangat pelan, ia yakin jika
saat ini istrinya sudah tidur, ia tak mau menggangu istrinya
Dan benar saja , Ara sudah tertidur di sofa dengan posisi kakinya masih mengantung di lantai,
Agra mendekati
istrinya dan menaikkan kakinya agar tidur istrinya lebih nyaman, ia mengelus kepala istrinya, menyibakkan anak rambut yang menutupu wajah sendu istrinya, jelas sekali terlihat jika istrinya itu terlalu banyak menangis
“maafkan aku sayang ..., aku telah membuatmu sedih ...., maafkan aku” ucap Agra pelan lalu mengecup kening Ara
Tapi ternyata kecupan yang telah Agra berikan, membuat Ara terbangun, wanita itu segera membuka matanya menatap pria yang di cintainya berada di hadapannya
“bby ....., maafkan aku ...” ucap Ara dengan suara seraknya khas bangun tidur, Agra menatap wajah Ara dengan penuh cinta, ia mengusap rambut Ara dengan lembut
“aku juga minta maaf sayang ...” ucap Agra lagi, ia tak mau terlalu membuat istrinya seding karena rasa bersalahnya
mata Ara kembali berkaca-kaca, butiran bening itu tanpa terasa menetes di pipi lembut Ara
“aku sudah melukai harga dirimu, bby ...”
Agra segera memeluk Ara, dan kembali mencium kening , kedua mata, kedua pipi dan terakhir ke bibir Ara
"jangan menangis sayang ....." ucap Agra setelah menjauhkan bibirnya dari wajah Ara
"aku menyesal bby ..., aku janji tidak akan lakuin itu lagi ...., aku janji ....."
"iya ...., kejadian ini bisa kita jadikan pelajaran sayang..., dalam rumah tangga, jangan ada yang di tutupi ...."
“Aku melihat kamu sempurna, jadi aku mencintaimu. Lalu aku melihat bahwa kamu tidak sempurna dan aku bahkan lebih mencintaimu. "
"jadi tak ada alasan bagiku untuk tidak memaafkanmu sayang ...."
"Terima kasih, bby ....., karena selalu membuatku merasa seperti wanita yang paling beruntung di dunia."
“ sama-sama sayang ....., kau sudah makan?” tanya Agra, Ara pun hanya menggeleng
“kau mau makan apa? biar aku buatkan ....”
“aku mau makan burger ...” mendengar ucapan Ara , Agra malah terbengong, bagaimana bisa ia membuat burger, pikirnya
“sekarang ....?” tanya Agra bingung,
‘tadi tanya, di jawab malah bingung, kamu nggak niat ya bby
nanyanya” ara mengerucutkan bibirnya kesal
“tapi kan sudah malam sayang, aku mana bisa buat sendiri”
“beli di luar bby ...” ucap Ara dengan begitu bersemangat
‘sudah malam sayang, kasian babby nya” Agra mengelus lembut perut Ara yang masih sedikit rata, matanya penuh harap supaya istrinya berubah pikiran
“jadi kamu akan buat aku kelaparan semalaman? tega sekali”
“makan yang lain ya? biar aku buatkan nasi goreng, atau telur ceplok, atau suu hangat ...."
“nggak mau , pokoknya burger ...” jawab Ara tegas
“ya udah, kamu tunggu di rumah ya, biar aku belikan”
“nggak mau ..., aku ikut ...” Ara pun merengek
“astaga ..., susahnya kalau istri lagi nyidam, sabar Agra..., sabar
...., lo harus jadi suami siaga ...”batin Agra
“ya udah pakek jaketnya ya ...” mendengar ucapan Agra, Ara pun
langsung tersenyum sambil memeluk Agra
Sambil menunggu Ara memakai jaket, Agra kembali mengeluarkan
motornya yang sudah sempat di masukkan,
setelah siap, Agra pun membonceng Ara menyusuri jalanan ibu kota
mencari kedai burger yang masih buka
Hingga mereka sampai di sebuah kedai di depan sebuah gedung
__ADS_1
perbelanjaan, Agra pun menghentikan motornya
Setelah melepas helm dan memarkirkan motornya, mereka menghampiri
kedai burger yang nampak bersih
“duduk dulu sayang ....” ucap Agra sambil menyuruh Ara duduk di
salah satu bangku yang sengaja di sediakan oleh pemilik kedai
Penjual masih tampak muda sedang sibuk membuatkan burger untuk
pelanggan lainnya, Agra segera mendekati penjual itu
“mbak burger sapinya 2 ya ...”
“iya mas ganteng ...”
“kami tunggu di situ ya ...” ucap Agra sambil menunjuk bangku yang
di duduki Ara
“baik mas ...” penjual itu tampak senyum menggoda, memang sebuah
anugrah bagi pedagang jika kedatangan pelanggan yang gantengnya kayak oppa oppa
korea, bikin baper
Agra pun segera menghampiri istrinya, ia duduk di depan istrinya
yang hanya terpisah sebuah meja kecil
“minumnya mau apa sayang?” tanya Agra, ia benar-benar ingin jadi
suami yang siaga, selalu mendampingi istrinya saat ngidam
“aku mau es krim aja bby ...”
“ini dingin loh sayang ...” keluh Agra
“tapi kan lagi pengen ...” ucap Ara sambil memelas, dengan memegang
tangan Agra, membuat pertahanan Agra runtuh juga
“baiklah sayang, tunggu ya, aku cari es krim dulu ...” Ara pun
hanya mengangguk menanggapi ucapan suaminya
Agra menyusuri jalan mencari mini market yang buka 24 jam, hingga
Agra membeli dua cup eskrim dengan berbagai rasa, setelah selesai
dengan urusannya Agra segera berlarikembali menghampiri istrinya, ia tak mau
membuat istrinya menunggu terlalu lama
“kok lari-larian sih bby ...” ucap Ara yang melihat suaminya
berlari menghampirinya
“supaya kamu nggak kelamaan nunggunya sayang ...” ucap Agra sambil
menyerahkan dua cup es krim
“ih ..., masnya so sweet banget sih ....., bikin iri deh ...” ucap
pemilik kedai sambil mengantarkan burger pesanan Agra
“iya dong mbak ...., soalnya suami aku ini sayang banget sama
istrinya” ucap Ara sewot karena nggak suka ngliat suaminya di goda wanita lain,
sedangkan Agra hanya tersenyum gemas menatap istrinya
Setelah pemilik kedai meninggalkan mereka, Agra pun segera menyuapi
istrinya dengan burger yang telah di pesannya
“bby..., kamu nggak makan?”
“nggak sayang ..., liat kamu makan aja aku ikut kenyang, porsi
makan kamu sekarang jadi dua kali lipat, apa-apa minta dua”
“nggak tahu nih bby, tapi nggak pa pa kan bby kalau aku gemuk?”
“memang kamu akan gemuk ya sayang ...?”
“ya...,perutku kan bentar
lagi bakalan buncit, kenapa? Kamu nggak
suka kalau aku gemuk?” ucap Ara sambil mengerucutkan bibirnya kesal dengan
__ADS_1
pertanyaan suaminya
“waduh ..., kenapa jadi marah..., aku kan Cuma tanya ...” batin
Agra
“nggak git ...u” belum sempat agra menyelesaikan kata-katanya Ara
lagi-lagi sudah memotongnya
“jadi kamu beneran nggak suka ..., kau jahat sekali ...” ara pun
langsung beranjak dari duduknya dan meninggalkan Agra yang masih kebingungan
“kenapa dia jadi sensitif?” gumam Agra
Agra pun segera membayar burgernya dan mengejar istrinya yang sudah
berjalan terlebih dulu
“sayang ...., sayang tunggu aku ....” teriak Agra sambil membawa
dua cup es krim di tangannya yang belum sempat Ara cicipi
Ara pun terus berjalan tanpa mempedulikan teriakan Agra, hingga
Akhirnya kakinya merasa lelah dan duduk di salah satu bangku taman tak jauh
dari mini market 24 jam tempat Agra membeli es krim tadi
“sayang ....” setelah berhasil mengejar Ara , Agra pun berdiri di
hadapan Ara, tapi Ara malah membuang muka melihat tempat lain
Agra pun menaruh es krimnya di samping Ara, ia segera menakup pipi
Ara agar menghadap padanya
“jangan marah sayang , aku cinta sama kamu, bagaimanapun keadaan
kamu, mau kamu gemuk kayak gajah, aku akan selalu cinta sama kamu, sayang”
“benarkah ...?”
“benar sayang ....”
“kalau perutku buncit, kau pasti akan melirik cewek-cewek seksi kan
seperti nona Viona”
“kenapa jadi bawa-bawa Viona” batin Agra
“kenapa diam? Benar kan? Hatiku sakit banget bby jika ingat saat
kamu masih pacaran sama nona Viona, kamu bermesraan dengannya” ucap Ara dengan
air mata yang sudah tak terbendung lagi
Lagi-lagi Agra hanya mengusap wajahnya kasar, ia bingung harus
menghadapi istrinya bagaimana, istrinya begitu sensitif saat ini
“maafkan aku sayang ....., itu kan dulu, kamu lupakan ya ....,
plisss ...”
Ara hanya terus diam tanpa mau menanggapi ucapan Agra
“sayang ...., makan es krimnya ya, aku suapin”
“baiklah aku maafkan, tapi suapi aku ya ...” ucap Ara manja
Memang benar, mood ibu hamil dengan mudah bisa berubah-ubah, kadang
senang, eh tiba-tiba sedih
Setelah selesai dengan acara ngambeknya, Agra mengajak Ara kembali
menuju motornya terparkir, mereka harus berjalan cukup jauh
Karena tak tega melihat Ara berjalan, akhirnya Agra menggendong
belakang Ara, sepanjang jalan mereka saling bercerita hingga tampa sadar mereka
sampai di tempat motornya terparkir
***
Setiap orang bisa merasakan cinta, namun untuk menjalani pernikahan dan menjadi bahagia, perlu usaha dan kerja keras **bersama.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA KASIH DUKUNGAN DENGAN MEMBERIKAN LIKE DAN KOMENTARNYA YA
__ADS_1
KASIH VOTE JUGA YA
TERIMAKASIH MUAAACH ......,❤❤❤❤**