My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
bonschap 6


__ADS_3

Pagi ini Ara dan Agra sudah bersiap- siap mengajak Sagara dan Sanaya untuk jalan-jalan sebentar sebelum pulang.


Karena ini akhir pekan, Nadin pun tidak pergi ke kampus atau ke tempat magang, Nadin pun mengikuti mereka.


Mereka berencana berkunjung ke kafe, kafe itu sekarang sudah di kelolah oleh mbak Rini. Ara mempercayakan kafenya pada mbak Rini karena Nadin juga tidak bisa menanganinya, mungkin nanti kalau Sagara dan Sanaya sudah lebih besar, Ara akan kembali terjun ke kafe dan toko rotinya.


Sesampai di kafe tampak sagara dan Sanaya begitu antusias.


"Ayo sayang ....., bibi Rini pasti sudah menunggu kalian!" ucap Agra sambil menatap baby twins yang berada di bangku belakang bersama Nadin.


"Ayo sayang turun sama unty!" ucap Nadin sambil menggandeng kedua keponakannya.


Setelah Nadin bersama baby twins turun, Agra tidak langsung turun, ia malah menahan tangan Ara agar tidak turun.


"Ada apa bby?" tanya Ara heran.


"Mungkin kita butuh honeymoon sayang, biar mereka bersama Nadin saja, lihat Nadin sudah sangat lihai merawat keponakan-keponakannya. Mungkin kita bisa menambahnya lagi!"


Ucapan Agra segera dengan cepat mendapat pukulan dari Ara.


"Kenapa memukulku seperti itu sayang?"


"Habis bicaramu ngaco ...., besar saja belum sudah mikirin anak lagi!"


"Mungkin kita butuh satu atau dua anak lagi sayang ...!"


"bby ....!" ucap Ara sambil menatap penuh ancaman pada Agra, membuat Agra takut.


"Iya sayang ...,, maafkan aku. Aku tidak akan melakukannya lagi, tapi jangan hukum aku ya!"


"Tergantung, sekarang lepaskan dulu tanganku!"


Agra pun segera melepaskan genggamannya dari tangan Ara.


***


Nadin dan baby twins yang sudah masuk terlebih dulu segera di sambut oleh mbak Rini.


"Ya Allah ....., senengnya kedatengan tamu ....!" ucap mbak Rini sambil berlari menghampiri mereka.


"Salam sama bibi Rini!" ucap Nadin mengajari kedua keponakannya dengan meminta mereka bersalaman pada mbak Rini bergantian.


"Aduh pinternya anak-anak mbak Ara ini ...., lucu lagi!" ucap mbak Rini sambil mencubit pipi Sagara dan Sanaya bergantian.

__ADS_1


"Anty no ... no .....!" celoteh sagar dan Sanaya dengan gaya cedalnya anak berusia satu setengah tahun, mungkin mereka tidak terlalu suka jika pipinya di jadikan sasaran.


Sagara segera berlari mengelilingi kafe yang masih sepi pengunjung karena kafe biasanya akan ramai kalau sudah menjelang sore.


"Sayang ....., kau tidak mengikuti abangmu lari-larian di sana?" tanya Nadin pada Sanaya.


Dan Sanaya pun hanya menggelengkan kepalanya. ia malah meraih tas Nadin dan menjadikannya mainan, hal itu membuat Nadin begitu gemas, ia pun tak tahan untuk mencubit pipi Sanaya.



Tak berapa lama Ara dan Agra pun ikut masuk, mereka tersenyum ramah pada mbak Rini.


"Mbak Ara, mas Agra ...., bagaimana kabarnya?" tanya mbak Rini.


"Kami baik mbak, bagaiman kabar mbak Rini dan suami?"


"Kami juga baik, oh iya ...., saya punya varian rasa baru kue kita mbak, banyak peminatnya juga. Jadi kalian harus mencicipinya!" ucap mbak Rini antusias.


"Bagus dong kalau gitu mbak!"


Mereka pun sudah duduk di kursi, menunggu mbak Rini mengambilkan kue untuk mereka, dan tak menunggu lama, mbak Rini sudah kembali dengan membawa satu piring berisi kue.


"Wah sepertinya enak ....., aromanya juga menggoda!" ucap Nadin tak sabar ingin segera mencicipi kue itu.


"Ayo mari mbak mas di coba, tolong kasih nilai juga!"


"Abang juga mau keu ya!" ucap Ara sambil tersenyum lembut pada putranya.


"Ini enak banget mbak, aku mau lagi ya nanti!" ucap Nadin yang dengan rakusnya memakan kue-kue itu.


"Nadiiin ......, kau ini ya, untung tetap kurus!" ucap Ara.


"Iya loh sayang ...., tapi kue-kue ini enak loh ...!" ucap Agra yang ikut menilai kue itu.


"Terimakasih loh kalau kayak gitu, aku jadi seneng!" ucap mbak Rini yang terus tersenyum, ia benar-benar merasa senang dengan kedatangan mereka.


"Kapan mbak Ara akan aktif kembali di kafe ini mbak?" tanya mbak Rini.


"Maaf mbak, aku belum tahu!" ucap Ara sambil matanya mengarah ke suaminya, apapun yang di lakukan sekarang harus dengan ijin suaminya. Dan sejauh ini suaminya masih belum mengijinkannya untuk bekerja.


"Mudah-mudahan mbak Ara bisa segera kembali!"


"Maafkan aku ya mbak karena banyak merepotkan mbak Rini selama ini!" ucap Ara sambil memegang tangan mbak Rini.

__ADS_1


"Seharusnya sayang mbak, yang minta maaf karena nggak bisa mengurus kafe dan toko roti ini sebaik mbak Ara."


"Nggak kok, mbak Rini sudah benar-benar luar biasa!"


"Jangan banyak memuji mbak, saya nanti jadi takabur!"


"Oh iya mbak, ada kejadian apa saja selama saya tinggal mbak?" tanya Ara.


"Alhamdulillah, sejauh ini tak ada masalah mbak dan semuanya bisa di atasi!" ucap mbak Rini.


Kini sekarang mereka sudah tinggal mengobrol berdua karena Agra tiba-tiba mendapat telpon, sehingga meninggalkan mereka untuk menerima telpon, sedangkan Nadin sedang asyik bermain dengan kedua keponakannya.


"Oh iya mbak, beberapa bulan ini ada seorang cewek yang sering datang ke sini dan nanyain mbak Ara!" ucap mbak Rini.


"Cewek?"


"Iya ....., sepertinya dia penasaran dengan keberadaan mbak Ara!"


"Bagaimana penampilannya?"


"Dia seumuran sepertinya dengan mbak Ara, katanya teman lama mbak Ara!"


"Teman lama ...., siapa ya mbak? Apa dia ninggalin sesuatu untukku?"


"Nggak sih mbak, cuma katanya lain kali akan kesini lagi!"


"Aghh ....., aku jadi penasaran mbak!"


Obrolan mereka berlangsung cukup lama, hingga siang hari. Sudah saatnya mereka untuk pulang karena Sagara dan Sanaya terlihat sekali mengantuk.


"Kami pamit dulu ya mbak!" ucap Ara.


"Iya mbak, sering-sering berkunjung ya mbak!"


Setelah mereka berpamitan, mereka pun segera masuk ke dalam mobil. Agra melajukan mobilnya, hanya berjalan beberapa meter saja sagara dan Sanaya sudah langsung tertidur.


#Sesuatu di masa lalu akan menjadi dua hal dalam hidup, satu kebahagian dan yang kedua adalah ujian#


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


Tri.ani.5249


Happy Reading 😘😘😘😘


__ADS_2