My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 15


__ADS_3

Rendi sampai di depan rumah besar, dan sedera menjejakkan kakinya di dalam rumah besar itu


“bagaimana, sudah dapat datanya?”


“ini nyonya ...” Rendi menyodorkan sebuah map berisi biografi


seorang gadis


Nyonya besar itu membaca dengan seksama map itu, membalik per


halaman


“jadi dia sudah tidak punya ibu?” saat sampai pada lembar terakhir


“iya nyonya, Nama lengkapnya Putri Aulia Zahra, sekertaris pak


Agra, ibunya meninggal sejak dia di banku Smp karena sakit kanker rahim, ia


tinggal bersama ayah dan adik perempuannya, ayahnya memiliki toko bangunan


kecil”


“bagus, berapa lama ia bekerja jadi sekertaris Agra”


“sudah hampir 4 tahun ini nyonya”


“baiklah, biar aku baca lanjutnya ....”


“kalau begitu saya permisi nyonya” Rendi pun menundukkan


punggunggya dan hendak meninggalkan ruanga, tapi saat tangannya hendak menggapai


handle pintu langkahnya terhenti


“tunggu ...” Rendi kembali membalikkan badannya menghadap nyonya


besar


“siapa pria itu?” Rendi langsung tahu siapa yang di maksud

__ADS_1


nyonyanya


“pria itu kekasih ara nyonya” rendi sedikit was was karena merasa


gagal melindungi tuan mudanya , hingga membuat tuan mudanya terluka


“apa yang terjadi?” tanya nyonya besar begitu dingin, membuat Rendi


merasa ini benar-benar kesalahannya karena telah lalai


“sepertinya tuan muda memberi perhatian lebih pada Ara nyonya”


Rendi hanya bisa berharap nyonyanya tidak semakin memperkeruh keadaan karena


kejadian ini, kalau sampai nyonya besarnya ikut campur maka masalah ini bakal


lebih panjang, dan tidak baik akhirnya untuk Dio


“baiklah aku mengerti ..., sekarang kamu boleh pergi” akhirnya


Rendi bisa bernafas lega karena nyonya besar tak memberi perintah yang


Sebenarnya Rendi heran ,kenapa nyonya besar  nenyuruhnya menyelidiki latar belakang Ara,


yang notabennya dia bukan prioritas bagi Agra


 


 


****


Ara pun turun dari taksi dan menuju ke rumahnya,  ayah Ara heran dengan putrinya itu, tak


biasanya ia pulang awal dan ini masih jam setengah lima


“ayah ....” ara menyapa ayahnya yang sedang duduk di teras rumah sambil menikmati secangkir kopi


“kamu kanapa nak ...? kok nggak biasanya pulang awal” ayah ara heran, karena tak biasanya arapulang cepat, ia biasanya selalu saja lembur

__ADS_1


“aku mengundurkan diri yah ...” jawab ara samtai sambil mencomot pisang goreng yang ada di piring di samping kopi ayahnya


“apa ..., kenapa? Bos kamu kan baik” ayahnya benar-benar terkejut dengan kata-kata ara, karena ayah ara sangat kenal siapa bos ara, karena sudah beberapa kali mendapat bantuan darinya


“Ara sudah nggak cocok sama bos aku yah, Ara mau bantu ayah aja di


toko, ya udah yah aku capek, aku masuk dulu” Ara pun meninggalkan Ayahnya yang


sedang duduk di teras toko dengan penuh penasaran


Setelah Ara pergi, karyawan toko yang memang tinggal di toko karena rumahnya yang cukup jauh dari toko, hingga jika pulang pergi akan sangat memakan waktu, ia pun menghampiri ayah Ara


“mbak Ara kenapa pak?” ia ikut duduk di samping ayah ara


“nggak tau tuh anak, kayaknya ada masalah sama bosnya”


“padahal bosnya mbak Ara itu guanteng lo ya pak”


“iya, sopan juga dari pada si Dio itu ...” ayah ara memang sejak awal tidak menyukai dio yang dirasa sikapnya begitu dibuat-buat dan tidak tulus


Tanpa mereka sadari ternyata percakapan mereka di dengar oleh Ara


yang hendak mengambil minum


“apaan sih ayah, sebal deh ....” Ara pun langsung mmasuk ke dalam


kamar, sedangkah Ayah dan karyo saling pandang dan mengangkat bahunya bersamaan


 


 


 


Ara lagi sensitif om jangan di ganggu .....


nah tuh... ada apa ya ... kok ara di cari nyonya besar ....


bikin mrinding ......

__ADS_1


ayo reader ..., kira-kira apa ya yang bakalan terjadi .....


__ADS_2