My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 37


__ADS_3

  “tubuh mungkin memiliki banyak


energi, tapi ketika pikiran lelah, bahkan orang terkuat pun mati”


****


Tak ada pembicaraan selama di jalan, mereka tertahan dalam angannya


masing-masing


“aduh rasanya aku ingin pindah ke planet lain agar aku terhindar


dari keadaan ini, atau mungkin aku harus hilang ingatan ya ....” batin Ara yang


tersiksa di tengah kecanggungan ini


Entah sudah berapa kali ara menghela nafas, karena semenjak tadi


agra tak juga mengeluarkan suara. Seolah-olah pria itu hilang di telan bumi. Hal


ini membuatnya merasa tak enak hati. Ara menoleh ke arah Agra tapi pria itu


tetap sibuk dengan layar ponselnya entah apa yang di lihatnya ataukah apa yang


di kerjakannya.Ara berfikir, haruskah dia bertanya duluan?


Egonya yang tinggi mengatakan jangan. Ara menggeleng kecil, lalu


kembali menatap jalanan. Namun ternyata gerakannya di sadari oleh Agra


“kamu kenapa? Nggak nyaman ya?” agra menoleh pada Ara


Ara pun yang mendapat pertanyaan segera menoleh ke sumber suara,


inilah yang di tunggunya dari tadi, harusnya ia senang karena suaminya itu


telah bertanya, tapi kenapa dia sekarang merasa bingung?


“tidak, bukan begitu..., aku Cuma mau tanya saja kalau boleh” Ara


sebenarnya bingung harus bertanya bagaimana, apakah dia harus menanyakan jika


dia marah?


“nggak boleh” agra langsung menjawab singkat


“kenapa?” ara cukup kecewa dengan jawaban Agra tapi kemudian ia


penasaran dengan jawabannya


“karena kau cukup cerewet, jadi jangan banyak bertanya”


“jawaban apa itu...., sungguh menyebalkan, memang benar seharusnya


aku tidak usah ngomong sama dia, lebih bagus begini, saling diam” gerutu Ara

__ADS_1


Rasanya Ara ingin kabur saja seandainya bisa, jika yang menjadi


suaminya sekarang bukan bosnya mungkin semuanya akan sangat berbeda. Jika saja


Ara menikah dengan orang yang di cintai pasti ia akan menikmati setiap detik


bersama suaminya


***


VOP AGRA ON


Entah apa yang membuat Ara begitu gelisah duduk di sampingku,


hingga aku pun ragu harus memulai berbicara


Apakah mungkin ara begitu terpaksa menikh denganku?


Aku tahu ini pernikahan yang tak seperti seharusnya, kami tidak


saling cinta, tapi karena kedekatan kami selama ini , aku kira maki akan saling


nyaman dan terbiasa


Tapi entah apa, setelah ku ucapkan ijab qabul tadi pagi kini


suasananya sungguh berbeda, dia tidak secerewet seperti biasanya


Aku tahu dia sering sekali menemui sahabatku Rendi, apakah mungkin


Jika ia mungkin akulah orang terjahat di sini, aku tahu jika Rendi


sudah menyukai Ara sejak awal, tapi entah kenapa aku malah menikahinya, apakah


aku berbuat tidak adil pada Rendi, dia sahabatku, tapi dia juga anak emas ibuku


Apa kerana itu aku menikahi Ara? Apa karena rasa cemburuku pada


Rendi terhadap kasih sayang ibuku hingga menjadikan Ara sebagai umpan? Jika iya,


sungguh aku orang yang begitu egois


Ara menggeleng kecil, lalu kembali menatap jalanan. Aku benar-benar


merasa tidak nyaman dengan geraka-gerakan Ara, aku beralih menatapnya,


“kamu kenapa? Nggak nyaman ya?” Ara pun yang mendapat pertanyaan


segera menoleh kepadaku


Ada rasa yang aneh saat menatap wajahnya, matanya yang terhalang


kaca mata menyiratkan kesenduan


 “tidak, bukan begitu..., aku

__ADS_1


Cuma mau tanya saja kalau boleh”


“nggak boleh” aku menjawabnya singkat, aku belum siap dengan apa


yang ingin ia tanyakan, aku belum siap menjawab semuanya


“kenapa?” ia terlihat  kecewa


dengan jawaban ku tapi kemudian ia kembali bertanya


“karena kau cukup cerewet, jadi jangan banyak bertanya” aku


menjawabnya asal agar ia tidak terlalu banyak berfikir, aku tahu beberapa hari


ini ia terlalu banyak pikiran


“jawaban apa itu...., sungguh menyebalkan, memang benar seharusnya


aku tidak usah ngomong sama dia, lebih bagus begini, saling diam” gerutu Ara,


yang masih bisa ku dengar, aku tak meributkannya aku kembali fokus pada layar


ponselku, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan


POV AGRA OF


Mereka kembali dalam diam tak ada lagi hingga tanpa terasa mobil


berhenti di depan sebuah rumah besar dengan halaman yang sangat luas dan di


depan langsung di sambut kolam air mancur yang begitu indah


-


-


-


[


“menjadi kuat bukan berarti kamu tidak pernah lelah , itu hanya


berarti kamu memiliki kekuatan untuk bangkit kembali setelah istirahat”


-


-


-


-


*INFO PENTING HARUS DI BACA*


kakak aku sungguh meminta kerelaannyan untuk meninggalkan jejak pada setiap episode dengan LIKE , KOMENTAR dan tolong kembali ke laman depan untuk memberi VOTE ya 

__ADS_1


__ADS_2