
“tubuh mungkin memiliki banyak
energi, tapi ketika pikiran lelah, bahkan orang terkuat pun mati”
****
Tak ada pembicaraan selama di jalan, mereka tertahan dalam angannya
masing-masing
“aduh rasanya aku ingin pindah ke planet lain agar aku terhindar
dari keadaan ini, atau mungkin aku harus hilang ingatan ya ....” batin Ara yang
tersiksa di tengah kecanggungan ini
Entah sudah berapa kali ara menghela nafas, karena semenjak tadi
agra tak juga mengeluarkan suara. Seolah-olah pria itu hilang di telan bumi. Hal
ini membuatnya merasa tak enak hati. Ara menoleh ke arah Agra tapi pria itu
tetap sibuk dengan layar ponselnya entah apa yang di lihatnya ataukah apa yang
di kerjakannya.Ara berfikir, haruskah dia bertanya duluan?
Egonya yang tinggi mengatakan jangan. Ara menggeleng kecil, lalu
kembali menatap jalanan. Namun ternyata gerakannya di sadari oleh Agra
“kamu kenapa? Nggak nyaman ya?” agra menoleh pada Ara
Ara pun yang mendapat pertanyaan segera menoleh ke sumber suara,
inilah yang di tunggunya dari tadi, harusnya ia senang karena suaminya itu
telah bertanya, tapi kenapa dia sekarang merasa bingung?
“tidak, bukan begitu..., aku Cuma mau tanya saja kalau boleh” Ara
sebenarnya bingung harus bertanya bagaimana, apakah dia harus menanyakan jika
dia marah?
“nggak boleh” agra langsung menjawab singkat
“kenapa?” ara cukup kecewa dengan jawaban Agra tapi kemudian ia
penasaran dengan jawabannya
“karena kau cukup cerewet, jadi jangan banyak bertanya”
“jawaban apa itu...., sungguh menyebalkan, memang benar seharusnya
aku tidak usah ngomong sama dia, lebih bagus begini, saling diam” gerutu Ara
__ADS_1
Rasanya Ara ingin kabur saja seandainya bisa, jika yang menjadi
suaminya sekarang bukan bosnya mungkin semuanya akan sangat berbeda. Jika saja
Ara menikah dengan orang yang di cintai pasti ia akan menikmati setiap detik
bersama suaminya
***
VOP AGRA ON
Entah apa yang membuat Ara begitu gelisah duduk di sampingku,
hingga aku pun ragu harus memulai berbicara
Apakah mungkin ara begitu terpaksa menikh denganku?
Aku tahu ini pernikahan yang tak seperti seharusnya, kami tidak
saling cinta, tapi karena kedekatan kami selama ini , aku kira maki akan saling
nyaman dan terbiasa
Tapi entah apa, setelah ku ucapkan ijab qabul tadi pagi kini
suasananya sungguh berbeda, dia tidak secerewet seperti biasanya
Aku tahu dia sering sekali menemui sahabatku Rendi, apakah mungkin
Jika ia mungkin akulah orang terjahat di sini, aku tahu jika Rendi
sudah menyukai Ara sejak awal, tapi entah kenapa aku malah menikahinya, apakah
aku berbuat tidak adil pada Rendi, dia sahabatku, tapi dia juga anak emas ibuku
Apa kerana itu aku menikahi Ara? Apa karena rasa cemburuku pada
Rendi terhadap kasih sayang ibuku hingga menjadikan Ara sebagai umpan? Jika iya,
sungguh aku orang yang begitu egois
Ara menggeleng kecil, lalu kembali menatap jalanan. Aku benar-benar
merasa tidak nyaman dengan geraka-gerakan Ara, aku beralih menatapnya,
“kamu kenapa? Nggak nyaman ya?” Ara pun yang mendapat pertanyaan
segera menoleh kepadaku
Ada rasa yang aneh saat menatap wajahnya, matanya yang terhalang
kaca mata menyiratkan kesenduan
“tidak, bukan begitu..., aku
__ADS_1
Cuma mau tanya saja kalau boleh”
“nggak boleh” aku menjawabnya singkat, aku belum siap dengan apa
yang ingin ia tanyakan, aku belum siap menjawab semuanya
“kenapa?” ia terlihat kecewa
dengan jawaban ku tapi kemudian ia kembali bertanya
“karena kau cukup cerewet, jadi jangan banyak bertanya” aku
menjawabnya asal agar ia tidak terlalu banyak berfikir, aku tahu beberapa hari
ini ia terlalu banyak pikiran
“jawaban apa itu...., sungguh menyebalkan, memang benar seharusnya
aku tidak usah ngomong sama dia, lebih bagus begini, saling diam” gerutu Ara,
yang masih bisa ku dengar, aku tak meributkannya aku kembali fokus pada layar
ponselku, ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan
POV AGRA OF
Mereka kembali dalam diam tak ada lagi hingga tanpa terasa mobil
berhenti di depan sebuah rumah besar dengan halaman yang sangat luas dan di
depan langsung di sambut kolam air mancur yang begitu indah
-
-
-
[
“menjadi kuat bukan berarti kamu tidak pernah lelah , itu hanya
berarti kamu memiliki kekuatan untuk bangkit kembali setelah istirahat”
-
-
-
-
*INFO PENTING HARUS DI BACA*
kakak aku sungguh meminta kerelaannyan untuk meninggalkan jejak pada setiap episode dengan LIKE , KOMENTAR dan tolong kembali ke laman depan untuk memberi VOTE ya
__ADS_1