My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (41)


__ADS_3

“Paman, ayahnya Aril ya?” Tanya sanaya lagi. temannya itu tak juga mau di ajak bicara, seperti biasa dia terlalu cuek. Aril tetap diam tak menyahut sapaan Sanaya.


“Iya sayang, kau datang ke sini dengan siapa?” Tanya


pria itu sambil menundukkan punggungnya agar bisa menggapai wajah Sanaya. Pria itu begitu lembut menyapa Sanaya.


“Dengan mereka!” ucap Sanaya sambil menunjuk pada dua orang yang


sedang berjalan ke arah mereka, pria itu segera menoleh ke arah di mana Sanaya


menunjuk. Matanya tak berkedip sama sekali, ia tampak terkejut karena setelah sekian lama, ternyata mereka di pertemukan lagi.


“Kalian!” pria itu segera berdiri tegak melihat siapa


yang menghampirinya. Ia menyambut dengan senyumnya.


“Jerry!”


Ara dan Agra berhenti tepat di depannya. Ya


pria itu adalah Jerry. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu, sudah hampir


empat tahun dan tahu-tahu Jerry muncul dengan seorang anak kecil seumuran


Sanaya.


“Jerry …, bagaimana kabarmu?”


Tanya Agra senang, ia tidak menyangka bisa bertemu dengan rekannya itu, Jerry lah yang dulu ada saat


mereka sedang dalam keadaan terpuruk dalam pengasingan. Mereka pun berpelukan dan saling menepuk punggung seperti kawan lama yang sudah lama tak bertemu.


“Aku baik, maaf selama ini aku tidak memberi kabar pada kalian!” ucap Jerry.


“Tidak pa pa, kami seneng bisa lihat kamu lagi, setidaknya kami tahu kalau kau sekarang sedang baik-baik saja!"


"Putrimu sangat cantik!" ucap Jerry memuji Sanaya.


"Terimakasih paman ...!" Sanaya menjawabnya dengan gaya centilnya membuat mereka bertika tertawa.


"Lalu putri cantik ini siapa?” tanya Agra.

__ADS_1


“Ini Aril, putriku!” jawab Jerry tanpa keraguan.


“Putrimu?’ Tanya Ara tak percaya, Jerry pun


mengangguk.


“Kamu sudah nikah? Kapan? Kenapa tidak ngasih


kabar?” Ara memberondongi Jerry dengan banyak pertanyaan.


“Iya aku sudah nikah, pernikahan kami diam-diam jadi


nggak ngundang siapapun!”


“Aku kemarin pas jemput Sanaya, juga ketemu sama


Aril, Aril kenapa tertutup sekali, apa ada masalah?” Tanya Ara penasaran.


“Ti-tidak …, Aril memang sedikit pendiam, tapi dia


baik-baik saja, iya kan sayang?” Tanya Jerry pada putrinya itu sambil mengelus


pipinya. Melihat perlakuan Jerry pada Aril sepertinya Jerry begitu menyayangi


Tapi kenapa Aril sepertinya ketakutan, atau ada sesuatu …?


Ara terus menatap gadis kecil itu. Aril benar-benar


berbeda dari anak-anak seusianya, dia begitu tertutup.


“Oh iya …, maafkan aku tidak bisa mengobrol lama


dengan kalian. Aku ergi dulu, semoga lain waktu kita ketemu lagi!”


Jerry pun meninggalkan mereka, Jerry juga


menggendong Aril dengan penuh cinta.


“bby!”


“Iya?”

__ADS_1


“Kemarin aku lihat Jerry bukan Cuma sama Aril tapi


dengan seseorang!”


“Siapa?”


“Viona!”


Mendengar nama Viona membuat Agra terkejut. Tapi ia


kemudian teringat masih ada Sanaya di sana. Ia tidak mau sampai Sanaya


mendengarkan obrolan mereka.


“Baiklah kita bicarakan nanti saja, kita pulang dulu


ya …!” Ara pun mengangguk, dengan satu lengannya Agra sudah berhasil


menggendong tubuh mungil Sanaya.


akhirnya Agra mengajak istri dan putrinya untuk segera pulang, sudah sangat sore pasti Sagara sudah menunggu mereka. Dan benar saja sesampai di rumah mereka langsung di sambut oleh Sagara dengan wajah cemberutnya dan seperti biasa di sampingnya ada Abimanyu.


"Papi ...!"


"Iya jagoan ..., papi pulang!" Agra segera memeluk putranya itu. dan seperti biasa mengusap rambutnya begitu gemas, mata Agra menangkap tubuhy mungil di belakang putranya itu. Agra melepaskan pelukannya pad putranya.


"Abimanyu!"


"Iya tuan besar!" ucap si kecel itu dengan menundukkan kepalanya.


"Sikapmu benar-benar mengingatkanku pada seseorang!"


"Iya pi ..., dia benar-benar mirip uncle Rendi!"


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan kepada Author dengan memberikan Like dan Komentarnya ya. kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 😘😘😘😘😘


__ADS_2