
“Paman, ayahnya Aril ya?” Tanya sanaya lagi. temannya itu tak juga mau di ajak bicara, seperti biasa dia terlalu cuek. Aril tetap diam tak menyahut sapaan Sanaya.
“Iya sayang, kau datang ke sini dengan siapa?” Tanya
pria itu sambil menundukkan punggungnya agar bisa menggapai wajah Sanaya. Pria itu begitu lembut menyapa Sanaya.
“Dengan mereka!” ucap Sanaya sambil menunjuk pada dua orang yang
sedang berjalan ke arah mereka, pria itu segera menoleh ke arah di mana Sanaya
menunjuk. Matanya tak berkedip sama sekali, ia tampak terkejut karena setelah sekian lama, ternyata mereka di pertemukan lagi.
“Kalian!” pria itu segera berdiri tegak melihat siapa
yang menghampirinya. Ia menyambut dengan senyumnya.
“Jerry!”
Ara dan Agra berhenti tepat di depannya. Ya
pria itu adalah Jerry. Sudah lama sekali mereka tidak bertemu, sudah hampir
empat tahun dan tahu-tahu Jerry muncul dengan seorang anak kecil seumuran
Sanaya.
“Jerry …, bagaimana kabarmu?”
Tanya Agra senang, ia tidak menyangka bisa bertemu dengan rekannya itu, Jerry lah yang dulu ada saat
mereka sedang dalam keadaan terpuruk dalam pengasingan. Mereka pun berpelukan dan saling menepuk punggung seperti kawan lama yang sudah lama tak bertemu.
“Aku baik, maaf selama ini aku tidak memberi kabar pada kalian!” ucap Jerry.
“Tidak pa pa, kami seneng bisa lihat kamu lagi, setidaknya kami tahu kalau kau sekarang sedang baik-baik saja!"
"Putrimu sangat cantik!" ucap Jerry memuji Sanaya.
"Terimakasih paman ...!" Sanaya menjawabnya dengan gaya centilnya membuat mereka bertika tertawa.
"Lalu putri cantik ini siapa?” tanya Agra.
__ADS_1
“Ini Aril, putriku!” jawab Jerry tanpa keraguan.
“Putrimu?’ Tanya Ara tak percaya, Jerry pun
mengangguk.
“Kamu sudah nikah? Kapan? Kenapa tidak ngasih
kabar?” Ara memberondongi Jerry dengan banyak pertanyaan.
“Iya aku sudah nikah, pernikahan kami diam-diam jadi
nggak ngundang siapapun!”
“Aku kemarin pas jemput Sanaya, juga ketemu sama
Aril, Aril kenapa tertutup sekali, apa ada masalah?” Tanya Ara penasaran.
“Ti-tidak …, Aril memang sedikit pendiam, tapi dia
baik-baik saja, iya kan sayang?” Tanya Jerry pada putrinya itu sambil mengelus
pipinya. Melihat perlakuan Jerry pada Aril sepertinya Jerry begitu menyayangi
Tapi kenapa Aril sepertinya ketakutan, atau ada sesuatu …?
Ara terus menatap gadis kecil itu. Aril benar-benar
berbeda dari anak-anak seusianya, dia begitu tertutup.
“Oh iya …, maafkan aku tidak bisa mengobrol lama
dengan kalian. Aku ergi dulu, semoga lain waktu kita ketemu lagi!”
Jerry pun meninggalkan mereka, Jerry juga
menggendong Aril dengan penuh cinta.
“bby!”
“Iya?”
__ADS_1
“Kemarin aku lihat Jerry bukan Cuma sama Aril tapi
dengan seseorang!”
“Siapa?”
“Viona!”
Mendengar nama Viona membuat Agra terkejut. Tapi ia
kemudian teringat masih ada Sanaya di sana. Ia tidak mau sampai Sanaya
mendengarkan obrolan mereka.
“Baiklah kita bicarakan nanti saja, kita pulang dulu
ya …!” Ara pun mengangguk, dengan satu lengannya Agra sudah berhasil
menggendong tubuh mungil Sanaya.
akhirnya Agra mengajak istri dan putrinya untuk segera pulang, sudah sangat sore pasti Sagara sudah menunggu mereka. Dan benar saja sesampai di rumah mereka langsung di sambut oleh Sagara dengan wajah cemberutnya dan seperti biasa di sampingnya ada Abimanyu.
"Papi ...!"
"Iya jagoan ..., papi pulang!" Agra segera memeluk putranya itu. dan seperti biasa mengusap rambutnya begitu gemas, mata Agra menangkap tubuhy mungil di belakang putranya itu. Agra melepaskan pelukannya pad putranya.
"Abimanyu!"
"Iya tuan besar!" ucap si kecel itu dengan menundukkan kepalanya.
"Sikapmu benar-benar mengingatkanku pada seseorang!"
"Iya pi ..., dia benar-benar mirip uncle Rendi!"
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan kepada Author dengan memberikan Like dan Komentarnya ya. kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 😘😘😘😘😘