
Satu bulan sudah Agra kerja di kafe, Agra masih terus memutar
otaknya supaya bisa lebih baik, Agra bekerja sebagai pelayan, karena sistem
kerjanya terbagi atas dua sif sehingga Agra memanfaatkan waktu luangnya untuk
mencari penghasilan sampingan
Banyak pekerjaan yang di lakukan, mulai dari mengantar barang,
menjualkan barang milik orang lain, membantu bosnya mempromosikan kafenya
suatu ketika saat mengantar Ara ke pasar, Agra mendapat peluang di
sana, tanpa sepengetahuan Ara, Agra pun menjualkan dagangan orang dan kadang
juga menjadi kuli panggul, untuk Agra ini bukan hal yang sulit karena saat
masih di panti asuhan Agra juga tak sungkan untuk melakukan pekerjaan kasar
kini kulit yang dulu putih bersih tampak lebih gelap, walaupun
begitu tak menghilangkan ketampanan si bos ganteng itu, malah kini lebih
terlihat maco, tak jarang Agra jadi bahan obrolan ibu-ibu sekomplek gara-gara
pesonanya
“wah...., bu agra belanja ya?” tanya salah satu ibu-ibu yang
kebetulan juga sedang belanja di tukang sayur keliling
“iya bu ...” jawab Ara sambil memilih sayuran
“senang ya bu agra, punya suami kayak oppa oppa korea, udah
ganteng..., sayang istri lagi ....”
Ara pun hanya tersenyum, ia yang mendengar ibu-ibu komplek
membicarakan suaminya sebenarnya sedikit risih tapi mau bagaimana , memang
suaminya tampan
“mbak Ara nya juga cantik, cocok banget deh pokoknya ...”
Ara yang sudah mulai tidak nyaman, ia segera menyerahkan
belanjaannya pada tukang sayur “sudah mang ..., berapa senuanya?”
“25 ribu mbak ...”
Ara menyerahkan selembar uang 50 ribuan, setelah mendapat kembalian
dari mang tukang sayur Ara pun segera berpamitan kepada ibu-ibu yang lain
“saya duluan bu ....”
“iya mbak Ara ....”
Ara yang melihat suaminya bekerja keras ia tak mau hanya berpangku
tangan, walaupun selama ini Agra tidak pernah menceritakan pekerjaannya yang
sebenarnya pada Ara, karena ia tak mau jika sampai istrinya itu merasa tidak
enak hati
Ara juga tak pernah menceritakan masalah keluarganya ini pada Ayah
dan Adiknya. Meskipun Nadin sering sekali menanyakan kenapa kakaknya itu pindah
ke rumah kecil itu tanpa fasilitas apapun
Setelah sampai rumah, Ara pun segera berkutat di dapur, untuk
menyiapkan makan siang
Tok tok tok
Tiba-tiba ketukan pintu menghentuikan aktifitasnya, ia pun segera
berlari ke pintu ruang tamu dan membukanya
“pagi kak ...” sapa Nadin yang sudah berdiri di depan pintu, Ara
sedikit mengerutkan keningnya herang, kenapa Nadin pagi-pagi sudah datang ke
rumahnya
“Nadin ....., pagi dek, pagi-pagi kok sudah ke sini, nggak kuliah?”
“masuk agak siangan kak.”
“ya udah masuk dek ...” Nadin masuk dan di ikuti Ara di
belakanngnya
”kakak lagi apa, baunya enak sekali?” Nadin langsung menuju ke meja
dapur
“nih lagi buat cemilan, cobain dek ...”
Nadin mengambil sepotong kue yang baru saja matang, tampak dari
asap yang masih mengepul di sana
“emmm ..., enaknya, kakak nih berbakat lo buat ginian, kenapa nggak
__ADS_1
jualan aja kak, ntar biar aku bantu jualin”
‘iya ya kenapa kakak nggak kepikiran ya dek”
“kakak mah payah ...”
“ih ..., jahat kamu dek ...’
“eh kak ..., kemaren pas aku nongkrong sama temen-temen di kafe,
aku lihat kak Agra”
“emang dek... ,Agra kerja di kafe”
“jadi kakak udah tahu? Tapi kak Agra jadi pelayan kak, masak
seorang bos jadi pelayan, kakak nggak sedang nyembunyiin sesuatu kan dari aku?”
tanya Nadin penuh selidik
“enggak dek..., memang kak Agra lagi mulai dari nol aja ...”
“maksud kakak?”
“ya kami akan mencoba hidup apa adanya, seperti kebanyakan rumah
tangga yang lainnya”
“jadi semuanya sudah terbongkar ya kak?” Nadin semakin menyelidik
“i-iya dek ...” Ara sedikit ragu menceritakan pada adiknya
“kenapa kakak nggak cerita?”
“maaf dek ...., kakak bingung harus cerita bagaimana, kakak nggak
mau ngrepitin kamu”
“kakak ....” Nadin lalu memeluk Ara
Setelah itu Ara segera menceritakan semuanya pada Nadin
“kamu janji ya dek, jangan bilang Ayah, aku nggak mau ayah cemas”
“tapi ini bagus kak, ayah jadi nggak salah faham lagi sama kakak”
“nanti saja jika waktunya sudah tepat, kakak akan ngomong sendirin
sama ayah”
“baiklah ..., terserah kakak saja.”
***
Setelah kedatangan Nadin tadi pagi, kini Ara jadi tahu jika
ternyata selama ini suaminya hanya bekerja sebagai pelayan, tapi bagaimana bisa
yang berkeliaran di benaknya
Ia menatapi layar ponselnya, tak ada pesan yang masuk, ia sungguh
berharap suaminya mengirimkan pesan untuknya
Kini sudah jam sembilan malam tapi Agra belum juga pulang, selama
ini Ara tak pernah mempermasalahkan hal itu, tapi setelah tahu jika Agra
sebagai pelayan Ara menjadi sangat cemas, bagaimana seorang pelayan berangkat
pagi pulang malam? Pikiran Ara benar-benar melayang ke mana –mana, hingga
sebuah ketukan pintu menyadarkannya
Tok tok tok
Ara pun segera membukakan pintu, karena sudah pasti suaminya akan
pulang hampir tengah malam,
“Gra ...” Ara pun langsung meraih dan mencium punggung tangan
suaminya
“kamu belum tidur ...” Agra pun langsung duduk di atas tikar dan
Ara segera menutup dan mengunci pintu kembali, sebelum ikut duduk bersama
suaminya Ara terlebih dahulu mengambilkan air putih untuk suaminya
“minum dulu Gra ...”
“makasih sayang ...” Agra pun segera meneguk habis air yang di
berikan istrinya
“biar aku siapkan air hangat ya ..., kamu pasti capek” tapi sebelum
Ara berdiri, tangannya sudah lebih dulu di raih oleh Agra
“nggak usah sayang, biar aku mandi pakek air dingin aja”
“tapi ini sudah malam lo Gra ...” ara benar-benar merasa khawatir
melihat suaminya yang tampak begitu lelah
“nggak sayang, aku kalau udah lihat istri aku ini, capeknya langsung
ilang gitu aja, ya udah aku mandi dulu
__ADS_1
ya” Agra mencubit kedua pipi Ara lembut
Agra pun langsung menuju ke kamar mandi, sedangkan Ara menyiapkan
pakaian Agra, lima belas menit kemudian Agra keluar dari kamar mandi dengan
handuk yang hanya melilit di bagian bawah tubuh Agra hingga di atas lutut
sehingga dadanya di biarkan terbuka,
Ara yang melihat pemandangan
seperti itu seketika darahnya mendidih, jantungnya terasa mau copot dari
tempatnya, matanya yang selalu mengagumi tubuh itu tak mampu berkedip,
hingga tanpa di sadari Agra sudah berdiri di depannya dan meraih
pinggangnya, hingga tak ada jarak di antara mereka, dada bidang itu menempel
sempurna di tubuhnya
“arrghhhh” Ara terkejut dengan tindakan Agra langsung membuyarkan
konsentrasi Ara terhadap makluk tuhan yang begitu indah itu
“masih nggak percaya ini milikmu” kata-kata Agra membuat pipi Ara
seketika memerah karena malu
“hah ...”
“tuh kan ..., ini semua milikmu sayang, kamu bebas liat sepuasnya,
bebas pegang sepuasnya” goda Agra
‘ih apaan sih ...” Ara pun langsung mendorong tubuh Agra hingga
menyisakan jarak di antara mereka, dan mencubit pinggang Agra
“aduch ...., sakit sayang”
“salah siapa menggodaku ..., cepetan pakek baju dulu, aku siapin
makan buatmu dulu” wajah Ara sudah
memerah karena malu
Agra pun segera memakai baju yang sudah di siapkan ara dan menyusul
Ara ke depan , ke ruang tamu yang di sulap menjadi ruang makan lesehan
“wah ... enak kayaknya ...”
“kok kayakknya sih emang biasanya nggak enak” Ara pun pura-pura
merajut sambil mengerucutkan bibirnya
“setiap hari enak sayang, apalagi kalau makannyanya lewat bibir
kamu itu sayang”
“mulai deh godanya, cepetan makan, sudah malam ” karena jam sudah
menunjuk ke angka sebelas malam, sebenarnya sudah bukan lagi waktunya makan
malam
“besok-besok biar aku ambil
sendiri saja sayang makannya, jadi kamu bisa langsung istirahat, aku juga mau
bawa kunci cadangan aja, biar kamu nggak usah nungguin aku pulang”
“memang kerjaanmu begitu banyak ya hingga harus pulang malam
terus?”
“iya Ra...,biar harus lembur, biar bisa ngumpulin uang buat sewa
Ruko”
“emang kamu di kafe kerjanya di bagian apa sih?” Ara sudah tak
tahan untuk menanyakannya lagi, ia benar-benar penasaran dengan kebenaran yang
di katakan Nadin tadi pagi
“e ..., aku kerjanya di bagian pemasaran sayang, makanya sedikit
sibuk”
“benarkah?” Ara benar-benar tak tahu kenapa suaminya membohonginya,
“kenapa sayang? Kamu nggak percaya sama aku?”
“bukan gitu..., tapi tadi Nadin kesini, katanya kemarin liat kamu
kerja di kafe jadi pelayan”
“oh ...itu, itu karena aku lagi nyontohin sama yang lainnya cara
melayani pelanggan” ara pun mencoba mempercayai perkataan suaminya
***
BERSAMBUNG
jangan lupa kasih upah ya dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya ya
__ADS_1
kasih VOTE juga