My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 21


__ADS_3

Plakk


Sebuah tamparan mendarat di pipi dio,  setelah berhasil menarik tubuh Dio bangun dari tubuh wanita itu, entah dapat kekuatan dari mana hingga ara bisa menarik tubuh kekar Dio,


dio yang mendapat tamparan


mendadak seketika terkejut, terkejut bukan karena tamparan itu tapi karena yang menamparnya


“Ara ...” Dio benar-benar tak menyangka dengan apa yang ada di


hadapannya, Ara berada di depannya menyaksikan semua yang telah ia lakukan


keterkejutan itu juga di alami oleh wanita di atas tempat tidur itu, wanita itu segera membetulkan bajunya yang sudah tak tertutup sempurna di tubuhnya


ara memandang dio dan wanita itu bergantian, matanya memerah berkaca-kaca


"kamu siapa?" wanita itu membalas tatapan ara sinis


'tanyakan sendiri pada kekasih nyonya ini" Ara menunjuk pada Dio yang masih syok


 "ara ..." Dio berusaha meraih tangan ara tapi segera di tepis kasar oleh Ara


"hei .... kamu jangan mengacau ya, kamu bisa saya tuntut karena telah berani menerobos masuk ke ruang privasi orang lain" wanita itu bangkit dan memeluk tubuh Dio, Dio hanya diam pasrah mendapat pelukan wanita itu membuat hati ara semakin terluka


“kamu brengsek Dio, aku jijik ...., aku benci sama kamu ...., kita


putus ..., jangan lagi temui aku” ara sudah tak mampu menahan air matanya, ara


pun hendak berbalik untuk pergi tapi tangannya lebih dulu di cekal oleh Dio


“maafkan aku ...” dio sudah melepaskan pelukan wanita itu


“lepaskan, jangan pegang aku ..., aku jijik sama kamu, aku jijik


...” Ara berusaha melepaskan genggaman Dio


“aku nggak akan nglepasin kamu sebelum kamu maafin aku”


"mana yang harus aku maafin?" Ara bertanya dengan penuh kekecewaan, mungkin jika saat itu dia di tikam dengan pisau masih lebih sakit penghianatan ini


hatinya seperti sedang di hujam ribuan anak panah, nafasnya seolah tak beraturan lagi, bahkan sangat sulit untuk mengambil udara yang seakan enggan masuk ke rongga paru-parunya


 


"aku punya alasan di balik semua ini ara, aku bisa jelasin sama kamu"


 


 


Brugg


Belum sampai Ara menjawab , Dio sudah tersungkur karena hantaman


dari tangan Agra

__ADS_1


“lo apa-apaan sih, datang-datang main pukul” Dio berusaha bangun


“lo yang apa-apaan, gue peringatin jangan ganggu Ara lagi” Agra pun


segera menarik tangan Ara yang masih terpaku dengan kejadian yang baru saja ia


lihat,


sebelum langkahnya keluar dari kamar itu, Ara segera menghentikannya, Agra hanya menoleh tak percaya dengan yang di lakukan ara


"ada apa lagi ...?" tanya agra dengan penuh kemarahan


"dengar dio ..., setelah ini jangan pernah mencariku, dan jangn menjelaskan apapun padaku"


setelah mengucapkan itu, ara kembali berjalan meninggalkan agra


hatinya kini benar-benar remuk, bagaimana bisa pria yang ia harapkan


akan jadi bagian dari hidupnya, kini malah menghianatinya


Agra berlari menyusul Ara dan segera menarik pergelangan tangan Ara hingga tubuh ara jatuh ke dalam pelukan Agra


"menangislah sepuasmu di sini" agra menunjuk dadanya sambil terus memeluk Ara


 "kenapa sakit sekali gra ..."


"lupakan dia, kamupantas bahagia"


Ara pun masih terus menangis sambil memeluk tubuh Agra di sepanjang


tanpa mereka sadari ternyata ada yang sedang mengambil gambar kemesraan


mereka


Agra kembali mengajak Ara masuk ke dalam mobil, pak sopir pun


segera melajukan mobilnya


“kita kemana tuan?’ pak sopir bertanya pada Agra yang masih setia


memeluk tubuh Ara


“kita ke apartemen” jawab Agra singkat


“baik tuan” pak sopir pun melajukan mobilnya ke apartemen Agra, Ara masih terus menangis di pelukan Agra di sepanjang jalan


satu jam kemudian mobil sudah sampai di depan apartemen, Agra yang masih sibuk


dengan Ara sampai tak sadar kalau mereka kini sudah berada di depan gedung


apartemen


“kita sudah sampai tuan” Agra pun sedikit tersentak dan segera


melihat ke arah luar, dia melihat ke arah Ara, yang ternyata sudah tertidur di

__ADS_1


pelukannya


Agra pun segera menggendong Ara keluar dari mobil, sebelum meninggalkan mobil , Agra kembali melihat pak sopir


“pak mun langsung pulang saja, nanti kalau saya butuh apa apa saya


hibungi”


“baik tuan” pak sopir pun hanya mengangguk pasrah


 


 


***


"ini apa?" di tempat lain tampak wanita paruh baya yang sedang duduk di kursi kerjanya melemparkan beberapa lembar foto pada Rendi


"maaf nyonya, kami kecolongan" Rendi hanya bisa pasrah, karena lalai memperhatikan beberapa laman berita yang menampiklan foto-foto kemesrakan Agra dan ara tadi siang di hotel


"apa yang terjadi?"


"sebenarnya tadi tuan muda mengantar gadis itu untuk menemui prianya yang sedang berkencan dengan wanita lain nyonya"


"lalu ...?"


"tuan muda mengajak nona ara ke apartemennya"


"baiklah aku mengerti, kamu bereskan semua berita ini"


"baik nyonya"


 


-


-


-


-


-


-


-


karena kemarin aku nggak up, jadi sebagai gantinya aku upnya banyakin ya ....


jangan lupa like dan comentnya ya reader ...


aku tunggu terus suportnya


ok ok ok

__ADS_1


__ADS_2