My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 71


__ADS_3

Kini rencana jahat telah Viona rancang , ia mendekati ibu Agra


dengan membuat janji,  Viona mengajak


bertemu dengan ibu Agra,


“nyonya gadis itu ingin bertemu dengan anda” ucap Salman sambil


mengikuti langakh Ratih  keluar dari


ruang presdir


“siapa yang kau maksud?” Ratih menghentikan langkahnya sejenak dan


menatap Salman


“gadis yang beberapa hari lalu menemui nona muda” Salman


menjelaskan sambil berhenti mengimbangi langkah Ratih


“apa yang ingin dia lakukan?”


“mungkin ini ada hubungannya dengan tuan muda ...., nyonya” Salman


mencoba menduga maksud dari Viona bertemu


“baiklah kita ikuti saja permainannya, kita bertemu dengannya”


Salman menyuruh Viona untuk datang ke rumah besar,siapa pun yang


ingi bertemu dengan Ratih harus melalui Salman terlebih dahulu


Mereka membuat janji di rumah supaya tidak ada gosip kedepannya,


akan sangat bahaya jika ada berita yang kurang baik jika mereka melakukan


pertemuan di luar, karena wanita yang akan di temuinya adalah wanita yang cukup


licik


Viona memasuki rumah besar itu, ia harus memalui beberapa penjaga


dan pemeriksaan yang ketat terlebih dahulu untuk bisa masuk ke rumah besar, baru


di persilahkan masuk


Bi Anna sudah menyambut kedatangannya di depan pintu utama


 “selamat siang nona,


silahkan masuk, nyonya sudah menunggu” sambut bi Anna


“saya tahu, di mana tante Ratih?” jawab Viona angkuh


“silahkan duduk nona, biar saya panggilkan nyonya besar dulu” Viona


hanya mengganggu sambil terus mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan,


 ia tampak begitu mengagumi


desain rumah yang lebih mirip seperti istana dengan perabotan-perabotan yang


menghiasi seisi rumah


“astaga .... rumah ini benar-benar seperti istana ...., aku pasti


sudah gila jika sampai melepaskan ini semua, aku akan jadi nyonya rumah ini


....” batin Viona menghayalkan dirinya sendiri


Ia duduk di kursi besar di ruang tamu


“kursi ini empuk dan sangat lembut ...” tangannya tak henti meraba


kursi yang sedang di duduki, hingga tampak dari dalam Ratih sudah berjalan


mendekatinya.


Ia pun segera berdiri saat mengetahui Ratih datang


“duduklah ...” Ratih mempersilahkannya untuk duduk,


Salman ikut berjalan dan berdiri di belakang Ratih, memberi tatapan


tajam dan menyelidik pada Viona, membuat gadis itu sedikit kehilangan nyali


Mungkin saja kalau bukan karena tekatnya untuk memiliki Agra, dia


anak kabur terlebih dahulu sebelum wanita di depannya itu masuk

__ADS_1


“apa yang ingin kau bicarakan, aku tidak memiliki banyak waktu”


Ratih menatap Viona dengan sangat anggun dan tegas


“sebenarnya maksud kedatangan saya ke sini, saya mau menberi tahu


nyonya tentang say dan Agra”


Viona menjelaskan hubungannya dengan Agra, dengan memberi tambahan


pemanis kiri kanan biar tampak indah


walaupun tak perlu di ceritakan pun ibu Agra juga pasti sudah tahu


kisah asmara putranya dengan model cantik itu


“lalu apa maumu?” tetap dengan tatapan yang dingin, membuat Viona


merasakan kengerian di dalam sana, takut sampai ia salah bicara


Sebenarnya ibu Agra tak pernah menyukai Viona karena ia tahu sepak


terjang Viona, semenjak Agra dekat dengan Viona , Viona tak pernah lepas dari


pantuannya termasuk kejadian di kafe beberapa waktu lalu, dan kini ibu Agra cukup


tahu apa tujuan Viona mendekatinya


***


Ara yang sudah habis masa hukumannya, karena merasa kehausan dan


melihat gelasnya sudah kosong


Sebenarnya cukup menekan tombol yang ada di dinding yang


menghubungkan langsung ke dapur sudah cukup, tapi dasar Ara orang yang tidak


bisa diam, ia memilih mengambil sendiri walaupun jarak kamar dan dapur cukup


jauh


Ara pun memutuskan untuk turun tapi saat di ujung tangga, ia


mendengar sayup-sayup suara seseorang yang sedang berbincang di ruang tamu,


membuatnya menghentikan langkahnya


Kebetulan Bi anna lewat di depan Ara setelah mengantarkan miniman


“Bi Anna...., siapa di depan?” tanya Ara pada Bi Anna


“nyonya besar dan tamunya, nona..., apa nona butuh sesuatu?” Bi


Anna bertanya balik pada Ara


“tidak bi ..., biar aku ambil sendiri, kembalilah bekarja ...”


“saya permisi nona ....” bi Anna pun meninggalkan Ara


Ara masih merasa penasaran dengan tamu ibu mertuanya, tak biasanya


ibunya membawa tamu ke rumah


Ia pun memutuskan untuk mengintip dan melihat siapa yang sedang ada


di ruang tamu,ia mengintip dari balik lemari hiasan besar yang menjadi penyekat


antara ruang tamu dan ruang keluarga


 ia melihat ibu mertuanya


sedang berbincang  dengan seorang wanita


yang hanya tampak dari belakang, ibu mertuanya yang menyadari kedatangan Ara yang


sedang menguping


“kemarilah  ...., kamu boleh


mendengarkan pembicaraan ini” saking penasarannya Viona pun ikut menoleh ke


arah pandangan ibunya Agra


Deg


Jantung Ara seperti mau copot , ia benar-benar merasa seperti


pencuri yang tertangkap basah, ia keluar dari balik lemari dan tersenyum begitu

__ADS_1


canggung


Deg


Janjungnya kembali di buat disko saat menyadari  siapa tamu mertuanya


 “Ara ...” suara Viona seakan


menggantung di udara, mau tak mau Ara pun menghampiri mereka


“maafkan aku ibu, aku tak bermaksud menguping pembicaraan kalian,


tadi aku sedang ....” ucapan Ara menggantung


“tidak pa pa duduklah ...” Ratih mempersilahkan Ara untuk ikut


bergabung


“silahkan nona ...” salman pun menyuruh Ara untuk duduk di samping


Ratih, dengan berat hati, ara pun mengikutinya


“Ara ..., kenapa kau di sini, bukankah seharusnya kau di kantor?”


Viona sedikit bingung, ia belum percaya dengan yang di katakan Agra kemarin,


tapi kali ini ia benar-benar melihat Ara di rumah Agra, dia di panggil “nona”


“Ara adalah menantu saya” ibunya Agra segera menjelaskan dan


menekankan kata menantu supaya wanita tidak tahu diri itu menjauhi putranya


“apa ....?” Viona benar-benar tak percaya, tapi kenyataannya memang


seperti itu


Ara sudah tak mampu berkata-kata, ia hanya bisa menunduk saat


menatap mata tajam Viona yang seperti ingin mengulitinya


“Agra dan Ara sudah menikah selama empat bulan ini, kami sengaja


menyembunyikan pernikahan ini pada publik karena acaranya yang terlalu


mendadak, karena Ara sudah mengandung terlebih dahulu”


“hah ... hamil, bagaimana bisa?” Viona benar-benar syok, ia


benar-benar tak tahu harus berkata apa, bagaimana bisa?,


ia yang berpacaran


selama empat tahun ini bersama Agra, Agra tidak pernah menyentuhnya, bahkan


jika Viona merayunya pun Agra tak pernah terpancing, ia bilang akan


melakukannya jika sudah benar-benar menikah


Hubungan pacaran mereka hanya sebatas ciuman panas saja, tak pernah


lebih dari itu, bagaimana dengan sekertarisnya ia bisa melakukannya, Viona pun


mencurigai semua ini


 


 


 


 


 


 


maaf maaf ya para reader, sabar ya nunggu bang Agra up, nih bang agra lagi patah hati karena di tinggal nikah 


mau di ajak nikah sama author, author dikira ngarep banget, padahal iya .....


 


 


 


jangan lupak kasih dukungan pada author dengan kasih like dan komentar, trus kasih bintang yang banyak ya


 

__ADS_1


 


makasih ya ......


__ADS_2