
Kini rencana jahat telah Viona rancang , ia mendekati ibu Agra
dengan membuat janji, Viona mengajak
bertemu dengan ibu Agra,
“nyonya gadis itu ingin bertemu dengan anda” ucap Salman sambil
mengikuti langakh Ratih keluar dari
ruang presdir
“siapa yang kau maksud?” Ratih menghentikan langkahnya sejenak dan
menatap Salman
“gadis yang beberapa hari lalu menemui nona muda” Salman
menjelaskan sambil berhenti mengimbangi langkah Ratih
“apa yang ingin dia lakukan?”
“mungkin ini ada hubungannya dengan tuan muda ...., nyonya” Salman
mencoba menduga maksud dari Viona bertemu
“baiklah kita ikuti saja permainannya, kita bertemu dengannya”
Salman menyuruh Viona untuk datang ke rumah besar,siapa pun yang
ingi bertemu dengan Ratih harus melalui Salman terlebih dahulu
Mereka membuat janji di rumah supaya tidak ada gosip kedepannya,
akan sangat bahaya jika ada berita yang kurang baik jika mereka melakukan
pertemuan di luar, karena wanita yang akan di temuinya adalah wanita yang cukup
licik
Viona memasuki rumah besar itu, ia harus memalui beberapa penjaga
dan pemeriksaan yang ketat terlebih dahulu untuk bisa masuk ke rumah besar, baru
di persilahkan masuk
Bi Anna sudah menyambut kedatangannya di depan pintu utama
“selamat siang nona,
silahkan masuk, nyonya sudah menunggu” sambut bi Anna
“saya tahu, di mana tante Ratih?” jawab Viona angkuh
“silahkan duduk nona, biar saya panggilkan nyonya besar dulu” Viona
hanya mengganggu sambil terus mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan,
ia tampak begitu mengagumi
desain rumah yang lebih mirip seperti istana dengan perabotan-perabotan yang
menghiasi seisi rumah
“astaga .... rumah ini benar-benar seperti istana ...., aku pasti
sudah gila jika sampai melepaskan ini semua, aku akan jadi nyonya rumah ini
....” batin Viona menghayalkan dirinya sendiri
Ia duduk di kursi besar di ruang tamu
“kursi ini empuk dan sangat lembut ...” tangannya tak henti meraba
kursi yang sedang di duduki, hingga tampak dari dalam Ratih sudah berjalan
mendekatinya.
Ia pun segera berdiri saat mengetahui Ratih datang
“duduklah ...” Ratih mempersilahkannya untuk duduk,
Salman ikut berjalan dan berdiri di belakang Ratih, memberi tatapan
tajam dan menyelidik pada Viona, membuat gadis itu sedikit kehilangan nyali
Mungkin saja kalau bukan karena tekatnya untuk memiliki Agra, dia
anak kabur terlebih dahulu sebelum wanita di depannya itu masuk
__ADS_1
“apa yang ingin kau bicarakan, aku tidak memiliki banyak waktu”
Ratih menatap Viona dengan sangat anggun dan tegas
“sebenarnya maksud kedatangan saya ke sini, saya mau menberi tahu
nyonya tentang say dan Agra”
Viona menjelaskan hubungannya dengan Agra, dengan memberi tambahan
pemanis kiri kanan biar tampak indah
walaupun tak perlu di ceritakan pun ibu Agra juga pasti sudah tahu
kisah asmara putranya dengan model cantik itu
“lalu apa maumu?” tetap dengan tatapan yang dingin, membuat Viona
merasakan kengerian di dalam sana, takut sampai ia salah bicara
Sebenarnya ibu Agra tak pernah menyukai Viona karena ia tahu sepak
terjang Viona, semenjak Agra dekat dengan Viona , Viona tak pernah lepas dari
pantuannya termasuk kejadian di kafe beberapa waktu lalu, dan kini ibu Agra cukup
tahu apa tujuan Viona mendekatinya
***
Ara yang sudah habis masa hukumannya, karena merasa kehausan dan
melihat gelasnya sudah kosong
Sebenarnya cukup menekan tombol yang ada di dinding yang
menghubungkan langsung ke dapur sudah cukup, tapi dasar Ara orang yang tidak
bisa diam, ia memilih mengambil sendiri walaupun jarak kamar dan dapur cukup
jauh
Ara pun memutuskan untuk turun tapi saat di ujung tangga, ia
mendengar sayup-sayup suara seseorang yang sedang berbincang di ruang tamu,
membuatnya menghentikan langkahnya
Kebetulan Bi anna lewat di depan Ara setelah mengantarkan miniman
“Bi Anna...., siapa di depan?” tanya Ara pada Bi Anna
“nyonya besar dan tamunya, nona..., apa nona butuh sesuatu?” Bi
Anna bertanya balik pada Ara
“tidak bi ..., biar aku ambil sendiri, kembalilah bekarja ...”
“saya permisi nona ....” bi Anna pun meninggalkan Ara
Ara masih merasa penasaran dengan tamu ibu mertuanya, tak biasanya
ibunya membawa tamu ke rumah
Ia pun memutuskan untuk mengintip dan melihat siapa yang sedang ada
di ruang tamu,ia mengintip dari balik lemari hiasan besar yang menjadi penyekat
antara ruang tamu dan ruang keluarga
ia melihat ibu mertuanya
sedang berbincang dengan seorang wanita
yang hanya tampak dari belakang, ibu mertuanya yang menyadari kedatangan Ara yang
sedang menguping
“kemarilah ...., kamu boleh
mendengarkan pembicaraan ini” saking penasarannya Viona pun ikut menoleh ke
arah pandangan ibunya Agra
Deg
Jantung Ara seperti mau copot , ia benar-benar merasa seperti
pencuri yang tertangkap basah, ia keluar dari balik lemari dan tersenyum begitu
__ADS_1
canggung
Deg
Janjungnya kembali di buat disko saat menyadari siapa tamu mertuanya
“Ara ...” suara Viona seakan
menggantung di udara, mau tak mau Ara pun menghampiri mereka
“maafkan aku ibu, aku tak bermaksud menguping pembicaraan kalian,
tadi aku sedang ....” ucapan Ara menggantung
“tidak pa pa duduklah ...” Ratih mempersilahkan Ara untuk ikut
bergabung
“silahkan nona ...” salman pun menyuruh Ara untuk duduk di samping
Ratih, dengan berat hati, ara pun mengikutinya
“Ara ..., kenapa kau di sini, bukankah seharusnya kau di kantor?”
Viona sedikit bingung, ia belum percaya dengan yang di katakan Agra kemarin,
tapi kali ini ia benar-benar melihat Ara di rumah Agra, dia di panggil “nona”
“Ara adalah menantu saya” ibunya Agra segera menjelaskan dan
menekankan kata menantu supaya wanita tidak tahu diri itu menjauhi putranya
“apa ....?” Viona benar-benar tak percaya, tapi kenyataannya memang
seperti itu
Ara sudah tak mampu berkata-kata, ia hanya bisa menunduk saat
menatap mata tajam Viona yang seperti ingin mengulitinya
“Agra dan Ara sudah menikah selama empat bulan ini, kami sengaja
menyembunyikan pernikahan ini pada publik karena acaranya yang terlalu
mendadak, karena Ara sudah mengandung terlebih dahulu”
“hah ... hamil, bagaimana bisa?” Viona benar-benar syok, ia
benar-benar tak tahu harus berkata apa, bagaimana bisa?,
ia yang berpacaran
selama empat tahun ini bersama Agra, Agra tidak pernah menyentuhnya, bahkan
jika Viona merayunya pun Agra tak pernah terpancing, ia bilang akan
melakukannya jika sudah benar-benar menikah
Hubungan pacaran mereka hanya sebatas ciuman panas saja, tak pernah
lebih dari itu, bagaimana dengan sekertarisnya ia bisa melakukannya, Viona pun
mencurigai semua ini
maaf maaf ya para reader, sabar ya nunggu bang Agra up, nih bang agra lagi patah hati karena di tinggal nikah
mau di ajak nikah sama author, author dikira ngarep banget, padahal iya .....
jangan lupak kasih dukungan pada author dengan kasih like dan komentar, trus kasih bintang yang banyak ya
__ADS_1
makasih ya ......