My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 78


__ADS_3

Tanpa mereka sadari ternyata dari kejauhan seseorang sedang memandangnya dengan penuh keangkuhan


dalam sekejap ia berjalan sudah semakin mendekat, langkahnya menjadi pusat perhatian semua mata


karismanya tak pernah beralih darinya, ia terus berjalan dengan kedua tangan yang mengepal sempurna, tanpa mereka sadari, ia mendekati meja yang letaknya di


tengah ruangan itu membuatnya menjadi pusat perhatian



kebetulan suasana kafe sangat ramai karena jam makan siang, hingga membuat mereka tak menyadari kedatangannya


“siapa yang pahlawan ....” suara berat yang sangat bisa di kenali


itu segera mengalihkan pandangan Ara ke sumber suara,


Ara segera menutup


mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya


“kenapa dia datang di waktu yang kurang tepat ...., mati aku ....”


batin Ara



“sayang ...., kamu kesini ...” ara pun segera berdiri dari


duduknya, dan menghampiri Agra yang masih berdiri,


ia melingkarkan tangannya di


lengan kekar Agra, berusaha mengalihkan perhatian suaminya supaya suaminya


tidak salah faham


“selamat datang pak ...” Rendi pun segera  berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Agra


untuk duduk


Pandangan pria itu begitu tajam ke depan seakan siap menguliti


seluruh isi tubuh Rendi, Rendi yang mendapat pandangan tajam hanya bisa


menundukkan pandangannya


dasar pecemburu ....., batin Rendi



Ara pun menggeser satu kursi untuk Agra, Setelah agra duduk, mebetulkan jasnya yang sebenarnya tak berntakan, menyilangkan kedua lengannya di atas dada dan kenyandarkan punggungnya di sandaran kursi


ia pun


mengalihkan tatapannya , ia beralih menatap Ara, Ara meremas jarinya di bawah meja berharap mengurangi kegugupannya


Agra memperhatikan wajah panik


istrinya


“sayang ..., siapa yang kamu sebut pahlawan?” masih dengan mata


menyelidik, benar saja, siapapun lawanya jika Agra mengeluarkan kekuatan


supernya seperti itu , tak akan ada lawan yang mampu berkutik, menyeramkan


.....


“i-itu sayang ....” Ara benar-benar merasa di intimidasi, ia ters saja meremas jarinya, keringat ringin bervucuran tanpa perintah, jantungnya berpacu begitu cepat bukan karena cinta tapi karena rasa takutnya dengan kemarahan suaminya


“astaga ...., aku harus beralasan apa?” batin Ara

__ADS_1


“aku sedang membicarakan kamu sayang ...” akhirnya Ara mendapatkan


alasan yang tepat, sepertinya .....


“benarkah ....?” Agra masih menunjukkan wajah curiganya, ia melihat


kegugupan istrinya yang tampak tak seperti biasanya


“benar sayang ..., masak kamu nggak percaya sih ...”


“tapi kenapa harus diam-diam, sudah ku bilang jangan jauh-jauh....,


tapi kau malah menemuinya ....jangan lupa dia pernah suka sama kamu..., dan aku


belum yakin ia melupakan cintanya ....” mata Agra kembali tajam menatap Rendi


sambil memicing


kenapa jadi aku yang di bawa bawa ....., batin Rendi


“maaf pak ...., saya yang salah ...” Rendi ikut bicara, karena


merasa dirinya menjadi pusat obrolan sepaang suami istri itu, walaupun ia tak tahu kesalahannya


“diam kau ...., ini semua karenamu, aku tidak suka ya istriku lebih


mengagumimu dari pada aku ...,aku yang harus jadi orang pertama yang ia temui


saat ada masalah, bukan kamu .... menyebalkan sekali ...” Agra meninggikan


suaranya sambil membenarkan jasnya yang sama sekali tidak salah


terserah kau sajalah ....., batin Rendi


“kenapa dia masih mengingatnya sih ...., kenapa juga  suamiku jadi cerewet sih...., cerewetnya lefel


dower ....., kalau lagi cemburu ...” batin Ara


“hah ..., kamu kok bisa tahu...., kamu punya indra ke enam ya?”


tanya Ara penasaran karena Agra bisa tahu dengan apa yang ia pikirkan


“jadi benar kamu mengataiku?”


“enggak sayang..... aku Cuma becanda”


 “awas saja kalau kamu berani


mengagumi pria lain selain aku” mata Agra sambil meririk tajam ke Rendi, Rendi


yang merasa di beri tatapan tajam segera menundukkan pandangannya


“ya sudah ..., ini sudah waktunya  makan siangnya, kenapa kamu masih di sini?”


pandangan Agra masih tak beralih dari Rendi


“maaf pak..., saya akan kembali ke kantor” Rendi segera berdiri


dari duduknya


siapa juga mau berlama lama di sini, membuat darah tinggi saja ...., batin Rendi


“ya sudah sama ..., kenapa masih di sini, bikin kesal saja ...,


suka sekali melihat pertengkaran suami istri”


‘selamat siang pak, nona ...” Rendi pun segera berlalu meninggalkan


sepasang suami istri itu, rasanya sungguh menyebalkan jika harus berhadapan dengan


suami istri yang sedang di landa cemburu

__ADS_1


“kenapa kamu ..., mau ngintilin Rendi ....?” tanya Agra saat mata


Ara tak beralih dari punggung Rendi yang semakin menghilang


“ah...., enggak sayang .....” Ara segera menatap Agra dan


menampakkan senyum manisnya supaya suaminya tak marah lagi


“baiklah ..., karena kau telah melakukan kesalahan, jadi kau harus


menjalankan hukumanmu ....”


"hukuman?" Ara bingung dengan hukuman yang di maksud


"ya ....., cium aku sekarang ......"


“sekarang ...?”


“jika tidak mau sekarang, ...”


kali ini Agra sudah menunjukkan senyum menggodanya


“jangan di sini ya ...., plissss...., di sini ramai sekali aku kan


malu ...”


“baiklah ..., karena aku sedang baik hati...., maka kau bisa


menggantinya nanti malam ....”


“hhaaaaahhhhh,  ...?” Ara


terkejut, karena berharap dapat terbebas dari hukumannya, tapi malam lagi-lagi


masuk perangkap suaminya


“ada apa lagi ...? keberatan?"


"enggak kok ......"


"gampang sekali dia marah ...." gumam Ara


"jangan bicara di belakangku, ayo kita makan .....”


‘baiklah ..., dia seperti penyihir saja, di mana mana ada..” gerutu Ara sambil menyantap makan siangnya


Setelah perdebatan panjang itu, mereka melanjutkan sambil makan


siang, mereka masih memperdebatkan hal-hal tidak penting


“setelah ini kita pulang” setelah mengakhiri makan siangnya, Agra


segera beranjak dan di ikuti Ara di belakangnya


“bukankah ini masih jam kantor, jadi biarkan aku pulang dulu sendiri


ya ....”


“aku bosnya ..., ya terserah aku dong mau pulang jam berapa..., ayo


....” Agra tetap dengan pendiriannya, Ara hanya bisa pasrah dan mengikuti


suaminya di belakang, Agra tersenyum puas karena berhasil mengerjai Ara


ya.... ya......, suka suka bos mau apa ....., bis mah bebas ....., menyebalkan ....,batin Ara


BERSAMBUNG


jangan lupa ya kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya


kasih vote juga

__ADS_1


__ADS_2