
Tanpa mereka sadari ternyata dari kejauhan seseorang sedang memandangnya dengan penuh keangkuhan
dalam sekejap ia berjalan sudah semakin mendekat, langkahnya menjadi pusat perhatian semua mata
karismanya tak pernah beralih darinya, ia terus berjalan dengan kedua tangan yang mengepal sempurna, tanpa mereka sadari, ia mendekati meja yang letaknya di
tengah ruangan itu membuatnya menjadi pusat perhatian
kebetulan suasana kafe sangat ramai karena jam makan siang, hingga membuat mereka tak menyadari kedatangannya
“siapa yang pahlawan ....” suara berat yang sangat bisa di kenali
itu segera mengalihkan pandangan Ara ke sumber suara,
Ara segera menutup
mulutnya yang menganga dengan kedua tangannya
“kenapa dia datang di waktu yang kurang tepat ...., mati aku ....”
batin Ara
“sayang ...., kamu kesini ...” ara pun segera berdiri dari
duduknya, dan menghampiri Agra yang masih berdiri,
ia melingkarkan tangannya di
lengan kekar Agra, berusaha mengalihkan perhatian suaminya supaya suaminya
tidak salah faham
“selamat datang pak ...” Rendi pun segera berdiri dari duduknya dan mempersilahkan Agra
untuk duduk
Pandangan pria itu begitu tajam ke depan seakan siap menguliti
seluruh isi tubuh Rendi, Rendi yang mendapat pandangan tajam hanya bisa
menundukkan pandangannya
dasar pecemburu ....., batin Rendi
Ara pun menggeser satu kursi untuk Agra, Setelah agra duduk, mebetulkan jasnya yang sebenarnya tak berntakan, menyilangkan kedua lengannya di atas dada dan kenyandarkan punggungnya di sandaran kursi
ia pun
mengalihkan tatapannya , ia beralih menatap Ara, Ara meremas jarinya di bawah meja berharap mengurangi kegugupannya
Agra memperhatikan wajah panik
istrinya
“sayang ..., siapa yang kamu sebut pahlawan?” masih dengan mata
menyelidik, benar saja, siapapun lawanya jika Agra mengeluarkan kekuatan
supernya seperti itu , tak akan ada lawan yang mampu berkutik, menyeramkan
.....
“i-itu sayang ....” Ara benar-benar merasa di intimidasi, ia ters saja meremas jarinya, keringat ringin bervucuran tanpa perintah, jantungnya berpacu begitu cepat bukan karena cinta tapi karena rasa takutnya dengan kemarahan suaminya
“astaga ...., aku harus beralasan apa?” batin Ara
__ADS_1
“aku sedang membicarakan kamu sayang ...” akhirnya Ara mendapatkan
alasan yang tepat, sepertinya .....
“benarkah ....?” Agra masih menunjukkan wajah curiganya, ia melihat
kegugupan istrinya yang tampak tak seperti biasanya
“benar sayang ..., masak kamu nggak percaya sih ...”
“tapi kenapa harus diam-diam, sudah ku bilang jangan jauh-jauh....,
tapi kau malah menemuinya ....jangan lupa dia pernah suka sama kamu..., dan aku
belum yakin ia melupakan cintanya ....” mata Agra kembali tajam menatap Rendi
sambil memicing
kenapa jadi aku yang di bawa bawa ....., batin Rendi
“maaf pak ...., saya yang salah ...” Rendi ikut bicara, karena
merasa dirinya menjadi pusat obrolan sepaang suami istri itu, walaupun ia tak tahu kesalahannya
“diam kau ...., ini semua karenamu, aku tidak suka ya istriku lebih
mengagumimu dari pada aku ...,aku yang harus jadi orang pertama yang ia temui
saat ada masalah, bukan kamu .... menyebalkan sekali ...” Agra meninggikan
suaranya sambil membenarkan jasnya yang sama sekali tidak salah
terserah kau sajalah ....., batin Rendi
“kenapa dia masih mengingatnya sih ...., kenapa juga suamiku jadi cerewet sih...., cerewetnya lefel
dower ....., kalau lagi cemburu ...” batin Ara
“hah ..., kamu kok bisa tahu...., kamu punya indra ke enam ya?”
tanya Ara penasaran karena Agra bisa tahu dengan apa yang ia pikirkan
“jadi benar kamu mengataiku?”
“enggak sayang..... aku Cuma becanda”
“awas saja kalau kamu berani
mengagumi pria lain selain aku” mata Agra sambil meririk tajam ke Rendi, Rendi
yang merasa di beri tatapan tajam segera menundukkan pandangannya
“ya sudah ..., ini sudah waktunya makan siangnya, kenapa kamu masih di sini?”
pandangan Agra masih tak beralih dari Rendi
“maaf pak..., saya akan kembali ke kantor” Rendi segera berdiri
dari duduknya
siapa juga mau berlama lama di sini, membuat darah tinggi saja ...., batin Rendi
“ya sudah sama ..., kenapa masih di sini, bikin kesal saja ...,
suka sekali melihat pertengkaran suami istri”
‘selamat siang pak, nona ...” Rendi pun segera berlalu meninggalkan
sepasang suami istri itu, rasanya sungguh menyebalkan jika harus berhadapan dengan
suami istri yang sedang di landa cemburu
__ADS_1
“kenapa kamu ..., mau ngintilin Rendi ....?” tanya Agra saat mata
Ara tak beralih dari punggung Rendi yang semakin menghilang
“ah...., enggak sayang .....” Ara segera menatap Agra dan
menampakkan senyum manisnya supaya suaminya tak marah lagi
“baiklah ..., karena kau telah melakukan kesalahan, jadi kau harus
menjalankan hukumanmu ....”
"hukuman?" Ara bingung dengan hukuman yang di maksud
"ya ....., cium aku sekarang ......"
“sekarang ...?”
“jika tidak mau sekarang, ...”
kali ini Agra sudah menunjukkan senyum menggodanya
“jangan di sini ya ...., plissss...., di sini ramai sekali aku kan
malu ...”
“baiklah ..., karena aku sedang baik hati...., maka kau bisa
menggantinya nanti malam ....”
“hhaaaaahhhhh, ...?” Ara
terkejut, karena berharap dapat terbebas dari hukumannya, tapi malam lagi-lagi
masuk perangkap suaminya
“ada apa lagi ...? keberatan?"
"enggak kok ......"
"gampang sekali dia marah ...." gumam Ara
"jangan bicara di belakangku, ayo kita makan .....”
‘baiklah ..., dia seperti penyihir saja, di mana mana ada..” gerutu Ara sambil menyantap makan siangnya
Setelah perdebatan panjang itu, mereka melanjutkan sambil makan
siang, mereka masih memperdebatkan hal-hal tidak penting
“setelah ini kita pulang” setelah mengakhiri makan siangnya, Agra
segera beranjak dan di ikuti Ara di belakangnya
“bukankah ini masih jam kantor, jadi biarkan aku pulang dulu sendiri
ya ....”
“aku bosnya ..., ya terserah aku dong mau pulang jam berapa..., ayo
....” Agra tetap dengan pendiriannya, Ara hanya bisa pasrah dan mengikuti
suaminya di belakang, Agra tersenyum puas karena berhasil mengerjai Ara
ya.... ya......, suka suka bos mau apa ....., bis mah bebas ....., menyebalkan ....,batin Ara
BERSAMBUNG
jangan lupa ya kasih dukungan ke author dengan memberikan like dan komentarnya
kasih vote juga
__ADS_1