My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Semua ada masanya


__ADS_3

Pagi ini mereka berlima sudah bersiap-siap untuk melakukan perjalan menuju ke perkebunan teh. Mereka sengaja berangkat pagi-pagi karena jika siang pasti akan turun hujan.


Sanaya sudah begitu cantik dengan celana selutut dan jamper lengan panjang berwarna putih. Ariel pun tidak jauh beda, Ariel lebih suka memakai celana panjang.


"Kita jalan kaki saja gimana, kata mang Ucok lebih enak jalan kaki!" ucap Sagara yang sudah menghampiri mereka berdua di susul dua pria di belakangnya.


"Kalian kuat jalan nggak?" tanya Abimanyu yang terlihat khawatir menatap kedua anak perempuan itu.


"Kuat lah, iya kan Ril?"


"Iya kita kuat!"


"Baguslah!"


Mereka pun berjalan beriringan, sesekali mereka mengambil gambar di beberapa tempat yang menurut mereka sangat bagus. Terlihat Sagara, Sanaya dan Ariel sudah berada di depan, Abimanyu sengaja melambatkan langkahnya mensejajari langkah Aditya yang masih sibuk mengambil gambar.


"Dit, saya ingin bicara!?" ucap Abimanyu serius. Aditya menatapnya sebentar lalu kembali lagi menjepretkan kamera ponselnya.


"Bicara aja!?" jawab Aditya dengan santai nya.


"Ini penting!"


Mendengar penegasan dari Abimanyu. Aditya menoleh dan menyakukan kembali ponselnya. Ia menatap Aditya dengan menyakukan kedua tangannya di saku jaketnya,


"Ada apa?"


"Biarkan satu hari ini saja saya habiskan waktu bersama Sanaya. Hanya hari ini dan setelah ini, biar Sanaya yang memutuskan!"


Aditya terdiam, ia tidak bisa yakin dengan jawabannya. Tapi mungkin benar jika mereka menuntaskan segalanya hari ini maka tidak akan menjadi masalah di kemudian hari.


Ia ingin Sanaya setelah ini yakin dengan keputusannya untuk menikah dengannya, bukan karena keterpaksaan. Walaupun mereka berdua jelas masih sangat labil dan mungkin di kemudian hari mereka akan menemukan masalah yang cukup banyak karena memutuskan untuk menikah muda.


"Baiklah, tapi cuma hari ini!?"


"Hemmm!"


...🍀🍀🍀...


Kini Abimanyu sudah bisa menyusul Sanaya yang sedang duduk di salah satu gubuk yang biasa digunakan oleh petani untuk berteduh.


"Minumlah!"


Abimanyu menyerahkan sebotol air minum untuk Sanaya lalu ikut duduk bersamanya,


"Capek banget ya?" ucapnya lagi sambil mengusap kepala Sanaya.


"Abi ...., kamu sendiri? Di mana Adit?"


Terlihat Sagara dan Ariel sedang berjalan-jalan tidak jauh dari Sanaya duduk.


"Dia sakit perut, jadi memilih kembali ke vila!?"


"Benarkah?" Sanaya sampai memiringkan kepalanya memastikan jika pria di depannya berkata jujur.


Sreekkkkk sreeekkkk


Abimanyu mengusap kepala Sanaya dengan cepat, "Nggak percaya banget!"


Sanaya hanya tersenyum lalu kembali meneguk minumannya. Ia menatap kakak kembarnya yang sedang asik bermain kejar-kejaran dengan Ariel,


"Mereka sangat serasi ya, kalau mereka bersama berarti kita tidak bisa bersama kan?"


Mendapat pertanyaan itu dari Sanaya, Abimanyu terlihat terkejut. Apa itu artinya Sanaya tahu kalau kami saudara?

__ADS_1


"Menurutmu mana yang lebih penting? Kebahagiaan mu atau Sagara?"


"Kalau aku memilih Sagara, apa kau akan marah?"


Abimanyu menarik sudut bibirnya sedikit ke atas, tapi ada luka di balik senyumnya itu. Ia menggelengkan kepalanya, "Tidak, tapi aku butuh alasan untuk jawabanmu itu!"


"Kamu tahu, Sagara segala nya bagi oma, papa, mama dan aku ....!" Sanaya memberi jeda pada ucapannya dan menarik nafasnya dalam kemudian menghembuskannya kembali. Dadanya begitu sesak saat mengatakan hal itu.


"Suatu saat nanti, aku ingin jika aku menjadi bagian terindah dari mereka, Sagara adalah segalanya bagiku! Kami tumbuh bersama, tapi dia akan menjadi orang besar dan butuh wanita seperti Ariel untuk menemaninya!"


"Kamu tidak butuh aku?"


"Tapi Sagara lebih butuh orang sepertimu, aku sudah tahu apa alasanmu memilih Sagara?!"


Abimanyu mendongakkan kepalanya menatap Sanaya, "Apa kamu marah padaku?"


Sanaya menggelengkan kepalanya, "Aku bangga padamu!"


Abimanyu mengerutkan keningnya, ia tidak tahu apa yang membuat wanita di depannya bangga. Ia mengira saat Sanaya tahu jika dirinya lebih memilih Sagara, wanita itu akan marah. Tapi ternyata tidak.


"Aku tahu kalian suatu saat nanti akan menjadi orang hebat!"


Abimanyu hanya terdiam, Sanaya tiba-tiba memukul kepala Abimanyu,


Plekkkk


"Aughhhh!?"


Ha ha ha ....


Sanaya tersenyum saat melihat Abimanyu mengusap kepalanya,


"Kenapa memukulku?"


"Karena wajahmu jelek banget kalau serius seperti itu!"


"Sekarang temani aku jalan-jalan!" ucap Sanaya sambil menarik tangan Abimanyu, mereka berlarian di selah-selah pohon teh.


Abimanyu benar-benar menghabiskan seharian ini bersama Sanaya, ia tidak mau menyiakan waktunya yang memang mungkin tinggal hari ini.


...Jika ini terakhirku bersamamu, maka biarkan aku tersenyum bersamamu dalam satu nafas yang sama .......


...🍀🍀🍀...


Pagi ini semua sudah siap di meja makan untuk menikmati sarapannya, masih ada satu hari untuk menikmati waktu mereka di villa.


"Nay, apa kamu tidak melihat Ariel tadi?" tanya Sagara yang baru saja dari lantai atas.


Sanaya menggelengkan kepalanya, "Enggak, kenapa?"


"Ariel nggak ada di kamarnya!" ucap Sagara yang terlihat panik.


"Mungkin sedang jalan-jalan!?" ucap Abimanyu menenangkan Sagara yang sudah panik.


"Baiklah, aku coba tanya mang Ucok!"


Sagara segera menuju ke halaman belakang, ia mencari-cari mang Ucok yang biasanya menyapu di sana.


"Aku nyusul Sagara ya!?" pamit Abimanyu pada Sanaya dan Sanaya menganggukkan kepalanya.


Abimanyu menyusul Sagara ke belakang, mang Ucok tidak ada di sana.


"Ada Ga?"

__ADS_1


"Mang Ucoknya nggak ada!"


"Ayo aku bantu cari!?" ajak Abimanyu, mereka mengelilingi Villa, mencari keberadaan mang Ucok.


Hingga akhirnya mereka menemukan mang Ucok yang ada di garasi mobil,


"Mang ....!?" panggil mereka sambil berlari menghampiri mang Ucok.


"Ehhh aden aden, ada apa kok lari-larian?"


"Mang Ucok dari mana? Kenapa kok masukin mobil?"


"Ohh ini, tadi abis nganter neng Ariel!"


"Kemana?"


"Neng Ariel minta di anter ke terminal bus terdekat dari sini, ada apa ya? Memang neng Ariel tidak pamit sama aden?"


Seketika Sagara dan Abimanyu terdiam,


Abimanyu jadi teringat dengan ucapan Ariel semalam.


Semalam saat Abimanyu sedang menikmati udara malam tiba-tiba Ariel menghampirinya dengan membawa dua gelas coklat panas,


"Dingin-dingin nggak baik untuk kesehatan kalau terlalu lama di luar!?"


Ucapan Ariel seketika membuat Abimanyu menolah, "Ariel? Kamu belum tidur?"


Ariel tersenyum, "Minumlah, akan sedikit menghangatkan badan!"


Abimanyu segera mengambilnya, "Terimakasih ya!"


Ariel ikut berdiri dan menatap langit yang cerah, terlihat bintang-bintang saling berebut untuk muncul di permukaaan langit,


"Kak ....!?"


Abimanyu menoleh, ia sangat asing dengan panggilan itu.


"Boleh kan aku panggil kamu kakak?"


"Boleh!"


"Terimakasih!" Ariel memberi jeda pada ucapannya, "Kak, jagain Sagara buat aku ya! Aku tahu kakak sudah tahu semuanya, aku tidak perlu mengatakannya lagi, tapi satu permohonanku! Apapun yang terjadi nanti, jangan pernah tinggalkan Sagara ya!"


"Tanpa kamu minta pun, aku akan melakukan hal itu!?"


"Aku tahu!?"


Ariel kembali menerawang jauh ke depan, ke langit luas itu,


"Aku akan pergi nanti, kakak bisa kan kuatkan hati Sagara?"


"Aku ada di samping Sagara memang untuk hal itu, jadi jangan khawatir!"


"Aku bisa tenang sekarang kak!? Boleh kan aku memelukmu sebagai adik?"


Belum juga mendapat jawaban dari Abimanyu, Ariel sudah lebih dulu berhamburan memeluk Abimanyu. Abimanyu begitu terkejut, tapi dia membalas pelukan itu, pelukan dari adik perempuannya.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰🥰


__ADS_2