My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (25)


__ADS_3

Penampilan Anggun tetaplah anggun dan cantik seperti


dulu, dia memang pantas untuk jadi primadona di sekolah, dulu Ara juga sangat


iri dengan penampilannya.


“Dimana kamu beli ini? Tampak seperti asli, pintar


sekali kamu cari yang imitasi!”


Ara masih terdiam di tempatnya, di mana Dio. Bukankah


pria itu tahu semuanya, tapi kenapa dia tidak mengatakan semuanya, mengatakan


apapun pada semua orang, membungkam mulutnya semua orang. Jika dia sendiri


yang mengatakannya, lalu siapa yang akan percaya.


“Anggun …, apa mungkin sekarang dia jadi simpanan


orang kaya, itu sepertinya asli!” orang yang berada di samping Anggun ikut


bicara, dia adalah teman satu geng Anggun dulu, sepertinya sampai sekarang


mereka tetap berhubungan. Ya mungkin selain dirinya, teman-teman yang lain


masih saling berhubungan.


Ucapan wanita itu lebih menyakitkan dari pada ucapan


Anggun, barang imitasi lebih baik dari pada simpanan orang kaya. Dia ibu dari


dua orang anak kenapa masih ada yang menganggapnya buruk, apa salahnya jika


dulu dia cupu dan sekarang menjadi cantik.


“Sudahlah …, biarkan saja!” sepertinya Dio mulai


terusik dengan ucapan teman-temannya.


“Ayolah Dio …, bukankah lo dulu juga manfaatin dia,


lo setiap hari ngasih tugas lo sama dia!” ucap Beni, sepertinya ia belum puas


mengerjai Ara.


“Lihatlah , dia sekarang sangat cantik!” kata


seorang pria lagi, ia hendak memegang dagu Ara tapi Ara segera menepisnya.


“Wiissss …, dia jual mahal sekali …!” jika tidak


salah dia adalah pria yang sama sepertu dulu, pria satu kelasnya yang paling


pendiam dulu, tapi kenapa sekarang sangat berubah, dia jadi seperti ini. Pria

__ADS_1


itu kenapa bisa berubah seperti ini, dia benar-benar seperti preman, kalau


tidak salah namanya Ali Mansyur, dia anak pak Kyai.


“Ali …, jangan


macam-macam …!” teriak Ara.


“Aku nggak nyangka loh namaku masih di ingat sama


wanita cantik ini!”


Dio segera menarik Ali untuk menjauh dari Ara, “Jangan


keterlaluan!”


“Lo kenapa? Oh iya …, seingat ku dia mantan lo ya!” ucap


Ali tak terima.


“Benarkah …? Kapan?” wanita-wanita bermulut manis


itu terkejut, mereka penasaran untuk ikut bertanya.


“Astaga …, sepertinya aku melewatkan sesuatu …!”


ucap Anggun.


“Kok bisa sih …!”


benar dia tidak bisa memungkiri jika pernah memiliki sebuah hubungan istimewa


dengan pria itu, tapi baginya itu hanya sebuah kesalahan yang berlangsung lama.


“Mau nggak kencan sama aku?” Tanya Ali lagi, ia


menarik tangan Ara, membuat Ara begitu terkejut, ia berusaha untuk


melepaskannya, tapi begitu sulit.


Tiba-tiba perhatian mereka tertuju pada kedatangan seseorang


dengan beberapa ajudan di belakangnya.


“Itu Presdir datang ..!”


“Iya dia tampan sekali ya …!”


“Apa dia juga alumni sekolah kita?”


“Kenapa dia datang ke sini?”


“Katanya ada istrinya di sini!”


“Mana istrinya?”

__ADS_1


Bisik-bisik dari mereka yang ada di sana sambil


memperhatikan langkah pasti pria itu, pria penuh karisma itu datang. Pantulan dari


suara sepatunya terdengar begitu jelas di lantai.


Langkahnya terhenti tepat di depan Ara. Ia menatap


tajam pada pria yang telah berani memegang tangan Ara.


“Siapa nama kamu?” Tanya pria yang di katakan sebagai


Presdir itu. Tapi pria itu tak juga berani menjawab, mulut lebarnya seketika


terbungkam oleh tatapan tajam pria itu.


“Lepaskan tanganmu!”


“Heh …?”


“Jangan membuatku mengatakan dua kali!”


Lalu pria itu melihat ke arah tangannya sendiri,


dengan cepat ia melepaskan tangannya dari tangan Ara.


Agra meraih tangan Ara, dan menariknya hingga


membentur tubuhnya, memeluknya dengan erat. Ara menyusupkan wajahnya ke dada


bidang suaminya, membuat semua mata tercengang melihatnya.


“Berani sekali wanita itu!”


Masih ada beberapa dari mereka berkomentar buruk


tentang Ara.


“Bacakan semua catatan pekerjaan dari semua yang


hadir di sini!” perintah Agra pada ajudannya.


Dan dengan sigap ajudannya membacakan semua profesi


dari yang hadir di tempat itu,  kebanyakan dari mereka bekerja di bawah naungan finityGroup. Wajah conkak


yang tadi telah berani merendahkan Ara seketika berubah pucat pasi.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 😘😘😘😘😘


__ADS_2