
Kesetiaan berarti ketulusan untuk menyimpan satu hati didalam hati dan berjanji untuk tidak akan menghianati.
***
Seolah tak mengindahkan ucapan suaminya, ara pun diam diam keluar
dari kamar dan menemui Rendi , bukan apa ? karena ara begitu penasaran , saat
Ara keluar dari kamar mandi ia sudah mendapati semua perlengkapan Agra sudah
tertata rapi di atas tempat tidur
“pak Rendi” ara segera menghampiri rendi yangsedang duduk di kursi
tak jauh dari kamar Agra , Rendi tampak sedang sibuk memeriksa beberapa berkas
“iya nona ...” Rendi segera menghentikan aktifitasnya
“maaf pak, kalau boleh saya mau tanya”
“silahkan nona, panggil saya rendi saja nona”
“nggak ah, nggak enak” Ara pun ikut duduk berhadapan dengan Rendi
“anda harus terbiasa nona”
“baiklah ..., sebenarnya aku mau tanya"
"silahkan nona"
"jangan panggil aku nona, itu benar-benar tidak enak di dengar ..."
"maaf nona ..., tapi ini jam kerja saya"
"terserah kau saja"
"apakah anda jadi bertanya?" Rendi merasa heran dengan wanita di depannya yang selalu plin plan
"oh iya hampir lupa aku, apa kamu yang nyiapin
keperluan pak Agra barusan?” karena Ara melihat semua baju dan perlengkapan kerja Agra sudah berada di atas tempat tidur saat Ara keluar dari kamar mandi, yang jelas saja sebelum dia masuk ke dalam kamar mandi belum ada
“iya nona”
“baiklah ..., mulai besok biar aku saja yang menyiapkannya"
“kenapa nona, apa ada yang kurang atau salah"
"nggak ...., nggak bukan itu" ara mengibas-ngibaskan tangannya tak mau Rendi salah paham "aku cuma mau menggantikannya saja"
"tapi nona....”
"pliissssss" ara sedikit memohon
__ADS_1
"tapi nona"
“apa saja yang harus kamu siapkan?”
“kalau pagi harus menyiapkan air hangat untuk mandi dan baju kerja
lengkap dengan sepatu dan dasinya nona”
“tapi tadi kamu nggak nyiapin air hangat buat pak Agra”
“sebab pak Agra melarang
karena nona sedang mandi”
“oh ...” kini Ara mengangguk tanda mengerti “kalau gitu biar saya
saja yang menyiapkan keperluan pak Agra tiap pagi”
“tidak perlu nona, ini sudah tugas saya”
“kamu salah, sekarang jadi tugas aku karena saya kan istrinya,
istri itu kewajibannya melayani suami”
“ya sudah jika nona memaksa” Rendi hanya bisa pasrah dengan keras kepala Agra
“memang seperti itu cara kerjanya” tanpa di sadari mereka berdua ,
Agra sudah berdiri di ambang pintu memperhatikan Ara dan Rendi
“hgggeeemmm”
“sudah ku bilang, jangan bicara dengan pria selain suamimu, kamu
mengerti” agra menatap tajam pada Ara
“maaf pak, ini salah saya” Rendi mencoba menjelaskan
“ada yang masih ingin aku bicarakan dengan Rendi, kamu turun dulu”
Ara pun segera menuruni tangga meninggalkan Rendi dan Agra , Ara tak mau
terlalu banyak bicara , ia hanya menurut saja dan menuju ke ruang makan, di
sana tampak bi Anna sedang menyiapkan sarapan bersama beberapa pelayan lainnya
Di atas Rendi masih diam di tempat sedangkan agra berjalan
mendekatinya dengan tangan yang di masukkan ke dalam kedua saku celananya
“aku tahu kamu menyukai Ara” ucap Agra dingin
“maafkan saya ...” Rendi menatap Agra penuh penyesalan
“aku Cuma minta sebagai sahabat, tolong selama dia masih istriku,
__ADS_1
jangan terlalu dekat dengannya, karena aku tidak mau ada masalah di kemudian
hari”
“aku mengerti, aku akan mencoba melakukannya”
“Jangan membuat janji yangmungkin akan sulit untuk kamu tepati, dan jangan katakan sesuatu kecuali kamu bersungguh-sungguh"
"aku mengerti, aku tidak akan menjanjikan apapun dan mencoba untuk memberikan
segalanya yang terbaik. daripada menjanjikan segalanya namun tidak
memberikan apa-apa"
"jangan pernah menyindirku, aku tahu kau lebih berharga di8 mata ibuku dari pada aku, tapi aku tidak akan melakukan itu di mata Ara"
”jika seperti itu maka jaga dia, aku tidak akan mengambilnya"
"cih....,dasar kau ini, lebih mirip penjilat"
"Hubungan yang kuat berdasar pada kesetiaan dan kepercayaan, bukan kecurigaan dan keraguan"
"lagi-lagi kesetiaan itu yang kau janjikan, tapi aku tak pernah tahu kesetianan yang mana yang kau tunjukkan"
"suatu saat nanti, ini belum waktunya"
"terserah kau saja" Agra pun berjalan meterlebih dahulu dan Rendi
mengikutinya di belakang
-
-
-
-
-
Terkadang membuat seseorang mengucapkan janji, sama dengan memberi
mereka siksaan. Jangan memaksa seseorang mengucapkan janji karena
keterpaksaan akan melahirkan ketidaknyamanan.
-
-
-
-
__ADS_1
-
jangan lupa ya kakak-kakak, kasih LIKE dan KOMENTAR serta VOTE nya ya