My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Kenapa Aditya?


__ADS_3

"Berarti Aditya? Maksud Nay ini bukan perjanjian bisnis?"


"Oma tidak perlu memperluas kekuatan finityGroup karena di dalam pun finityGroup group sudah punya orang-orang handal dan dapat di percaya. Jika kamu mengganggap pertunangan ini adalah perjanjian bisnis, kamu salah besar, sayang!"


"Lalu apa yang membuat oma memilih Aditya?"


Oma lagi-lagi tersenyum, dia tidak menyalahkan cucunya itu akan berpikir seperti itu. Karena dulu Agra pun pernah melakukan itu.


"Aditya!"


Oma tampak berpikir, ia mengambil sebuah map yang ada di sampingnya, map itu terlihat begitu tebal.


"Lihat ini!" ucapnya sambil menyodorkan map itu pada Sanaya. Sanaya pun mengambilnya dan mulai membuka. Matanya membelalak saat melihat isi map itu, ia mempercepat tangannya untuk terus membuka lembar demi lembar dan akhirnya berhenti pada nama Aditya.


"Oma!" pekik Sanaya, mulutnya bahkan sampai terbuka lebar tidak percaya, "Oma ...., ini data yang bahkan tidak di miliki sekolah, sedetail ini oma!"


Iya, map itu berisi semua data siswa laki-laki di sekolah Sanaya. Tidak ada yang terlewat. Jika sekolah hanya membutuhkan kartu keluarga, ijasah sekolah sebelumnya, akta kelahiran. Maka di map itu lebih lengkap dari itu, mulai dari hobi, teman-teman akrabnya, tempat nongkrongnya, prestasinya, kebiasaanya mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.


"Oma sengaja mencari yang terbaik dari yang terbaik!"


"Tapi oma tahu kan kalau Adit suka balap motor?"


Oma Ratih pun menganggukkan kepalanya.


"Lalu kenapa oma masih memilih Aditya?"


Lagi-lagi oma tersenyum, "Sudah oma bilang kalau oma memilih yang terbaik dari yang terbaik!"


Terbaik dari mana? protes Sanaya dalam hati.


"Aditya! Pertama, dia punya prestasi yang sama persis dengan Gara dan Abimanyu, dalam hal akademik dan non akademik.


Kedua, dia tidak mengandalkan popularitas orang tua termasuk kekuasaan nya.


Ke tiga, dia ulet dan punya prinsip.


Dan yang terakhir, dia sangat menyayangi orang tuanya!"


"Tapi soal balapan itu oma?"


"Itu hanya satu kekurangan yang mencoba menutupi banyak kebaikan dalam dirinya!"


"Jadi oma setuju kalau Adit balap liar?"


"Bukan setuju, tapi memberi waktu baginya mengubah sesuatu yang salah itu!"


Tanpa terasa karena terlalu asik pembicaraan mereka sampai langit gelap, dan cahaya senja kini telah di gantikan dengan cahaya lampu taman.


"Sudah gelap, masuklah dan mandi!" perintah oma Ratih.


"Baik oma!"


Sanaya pun segera beranjak dan meninggalkan omanya.


...🍀🍀🍀...


Di tempat lain, Sagara sudah sampai di rumah sakit tempat papa Jerry di rawat.


Ia mencari-cari ruangan tempat papa Jerry di rawat, tapi belum juga sampai tiba-tiba langkahnya terhenti karena panggilan dari seseorang.


"Gara!"


Sagar mengenali siapa orang itu, ia pun segera menoleh ke arah sumber suara. Seorang gadis cantik sedang berjalan ke arahnya dengan menenteng sebuah kresek, sepertinya dia baru saja menebus obat.


"kamu ke sini?" tanya Ariel saat sudah sampai di depannya.

__ADS_1


Sagara mengerutkan keningnya, ia berdiri sambil menyakukan kedua tangannya di saku celana.


"Belum mau minta maaf?"


Kali ini giliran Ariel yang di buay bingung, perasaan sepanjang hari dia tidak melakukan kesalahan apapun.


"Kenapa meminta maaf?"


"Ckkk!"


Sagara berdecak, ia mengakan tangannya ke arah Ariel, Ariel yang terkejut segera memejamkan matanya dengan siaga.


Plekkk


Bukan tamparan, tapi tangan berat itu mendarat di puncak kepalanya.


"Kamu pikir jika kamu tidak mengatakan apapun akan membuat masalahnya selesai? Dasar keras kepala!"


Ariel perlahan membuka matanya, ia memicingkan mata itu dan sedikit mendongakkan kepalanya menatap pria di depannya itu.


"Maaf, aku cuma belum terbiasa cerita pada siapa pun!"


"Mulai sekarang, apapun itu ada aku! Jadi kamu boleh menceritakan apapun!"


"Iya!"


Sagara pun segera memeluk kekasihnya itu, cukup lama mereka dalam posisi itu. Dan Ariel mulai terbiasa dengan sikap Sagara yang ini. Dada itu menjadi sangat nyaman untuknya bersandar.


"Terimakasih ya!" ucap Ariel.


"Untuk apa?"


"Untuk dada ini!"


Sagara te senyum dan semakin mengeratkan pelukannya.


Dasar ...., posesif ....


"Ini berlaku juga buat Abi!" ucapnya lagi membuat Ariel kembali mengingat siapa Abi.


"Kalau dia saudaraku, apa juga tetap tidak boleh?"


Mendengar pertanyaan Ariel, Gara pun menarik keluar tubuh Ariel dan menakup kedua bahu Ariel mencoba menggapai wajah gadis itu.


"Siapa yang saudara mu?"


"Nggak! Bukan seperti itu, maksudnya kalau ada yang meluk aku selain papa dan kamu, dia saudara aku tetep nggak boleh ya?"


"Memang ada?"


"Ya siapa tahu aku punya saudara!"


Sagara terdiam, ia mencoba mencerna ucapan Ariel.


"Sudah ayo, kamu mau jenguk papa aku kan? Ayo ...!" Ariel segera menarik tangan Sagara membawanya ke ruang perawatan papa Jerry.


"Pa ..., lihat siapa yang datang!" ucap Ariel saat mereka sampai di kamar itu, terlihat papa Jerry sedang duduk di tempat tidurnya dengan punggung yang bersandar dengan bantal.


"Ariel!"


Ariel dan Gara pun mendekat.


"Selamat malam om!" Sapa Gara.


Papa Jerry pun beralih menatap putrinya, mungkin dia masih bingung siapa anak yang ada di depannya.

__ADS_1


"Ini Gara pa, Sagara!" ucap Ariel sambil melingkarkan tangannya di lengan kekar Sagara.


Papa Jerry pun tersenyum, "Bagaimana kabar kamu nak?" tanya papa Jerry.


Sagara tersenyum, "Seharusnya Gara om yang menanyakan kabar, bukan om! Tapi Gara akan menjawabnya, Gara baik om, lalu om?"


"Seperti yang kamu lihat!"


Mereka pun akhirnya mengobrol bertiga, Gara begitu senang dengan sikap papa Jerry yang begitu bersahaja.


"Bagaimana kabar papa dan mama kamu?"


Sagara mengerutkan keningnya, "Om kenal sama mama dan papa?"


"Mereka teman om dulu!"


"Benarkah?"


"Iya!"


Dan mama kamu adalah cinta pertama om ....


Tidak terasa sudah dua jam Sagara di rumah sakit, ia pun berpamitan untuk pulang. Ariel mengantarnya hingga sampai di depan rumah sakit.


"Kembalilah! Jaga dirimu ya, kabari aku kalau ada sesuatu!"


"Iya, pasti! terimakasih ya untuk hari ini!"


"Sama-sama!"


Sagara hendak masuk ke dalam mobilnya tapi sebuah mobil yang sangat ia kenal berhenti di depannya.


Sagara mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil dan menunggu pemilik mobil itu keluar.


"Abi!" Sagara mengerutkan keningnya.


"Kamu belum pulang?" tanya Abi, ini sudah lewat jam makan malam dan Sagara masih di luar.


"Sudah tahu masih di sini!" gumam Gara, lalu tatapannya tertuju pada sebuah kantong plastik yang ada di tangan Abi.


Sepertinya Abi menyadari arah tatapan Sagara. Ia pun segera mengangkat kantong plastik itu.


"Ini?" tanya Abi tanpa menunggu jawaban dari Gara karena dia sudah tahu jawabannya, ia pun segera menjelaskan.


"Ini makanan untuk Ariel, dari siang dia belum makan!" ucap Abi dan hal itu berhasil membuat Sagara cemburu. Ia menoleh pada Ariel dengan tatapan menyelidik.


"Itu inisiatif Abimanyu, kenapa menatapku seperti itu?" protes Ariel.


"Sudah sana kalau pulang, pulang saja. Aku harus menjenguk om Jerry dulu!" ucap Abi sambil mendorong tubuh Sagara masuk ke dalam mobil.


"Jangan macam-macam ya!" ancam Gara.


"Emang apa yang aku lakukan!?" gumam Abimanyu yang pura-pura tidak mengerti dengan perasaan cemburu Sagara.


Bersambung


sudah mampir belum nih? dia novel adaptasi komik milik kak yoolook culture yang berjudul Nona melawan dengan tuan muda? Ayo yang belum mampir, di favorit dulu aja ya, ntar di baca kalau udah banyak. Yang pengen baca komik nya juga bisa, di akunnya author yoolook culture kalau baca novelnya di akun aku ya.



yang ini nih sampulnya!


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


IG @tri.ani5249


Happy Reading 🥰🥰🥰


__ADS_2