My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 73


__ADS_3

  Malam ini Agra pulang lebih cepat,


ia menikmati secangkir kopi sambil menemani Ara yang sedang sibuk di depan


laptop suaminya


Ia sebenarnya sedikit kesal karena istrinya malah lebih perhatian


pada layar lipatnya daripada menatap wajahnya, ia memasang wajah semanis


mungkin tapi tepat saja tak di pandang oleh istrinya


Ehmmm


Agra berdehem untuk mengalihkan perhatian istrinya


‘apa sih ..., aku sibuk” Ara sedikit kesal karena Agra selalu


mengganggu konsentrasinya


“sebenarnya apa sih yang kau lakukan dengan benda itu?, menyebalkan


sekali ....” tanya Agra penasaran sambil menyesap copinya,


“itu punyaku ...” Agra menunjuk pada layar lipat yang sedang di


pegang istrinya


ia duduk di sofa sedangkan Ara lebih suka duduk di bawah dengan


mata yang fokus pada layar lipatnya di atas meja


“aku lupa membawa laptopku, jadi aku pinjam punya mu, kau pelit


sekali ....” gerutu Ara


“kau harus membayarnya nanti ...” Agra masih tak mau kalah


“kau ini suami apaan, perhitungan sekali sama istri....” Ara


menjebirkan bibirnya kesal, membuat Agra sedikit menahan senyumnya


“apa yang kau kerjakan? Matamu ntar bisa tambah jadi enam kalau


kelamaan di depan benda itu” Agra mengejek Ara, walau sebenarnya penasaran


dengan apa yang di lakuin istrinya


“kau jangan mengejekku terus ..., aku harus membuat daftar kue yang


sudah bisa aku buat, karena aku terlalu lama berdiam diri, aku takut aku jadi


lupa cara membuatnya, makanya aku harus mengetik ulang” jelas Ara


“buat apa?”


“nanti..., mungkin resep dari ibuku ini bisa aku manfaatkan...” ia


sudah mempersiapkan diri jika nanti harus berpisah dengan suaminya, ia harus


memiliki keahlian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya


Ia tak mungkin kembali bekerja di kantor Agra, jika setiap hari


bertemu dengannya akan membuatnya sulit untuk melupakannya


Ia juga tidak mungkin meminta Agra untuk tetap di sampingnya jika


nanti ibunya meminta Ara meninggalkan Agra


Ia juga  tak bermaksud


menceritakan kedatangan Viona, ia lebih suka memendam semuanya sendiri, ia tak


mau membuat suaminya memikirkannya, ia tahu pekerjaan suaminya di kantor sangat


banyak, setelah ia mengundurkan diri, bahkan Agra tak ada keinginan untuk


mencari gantinya


“kau belum pernah membuatkan aku kue...” agra mencoba untuk protes


“mana bisa ...., kau lihat sendiri di sini bahkan aku tak di


ijinkan untuk memegan panci ....”


“kau menggemaskan sekali jika sedang cemberut seperti itu” goda


Agra


Pipi Ara menjadi memerah karena malu, walau pun akhir-akhir ini


Agra sering memujinya tapi tetap saja berhasil membuat Ara tersipu


Kemudian pikiran Ara kembali pada peristiwa ibu mertuanya


menceritakan masa lalu Agra,rasa penasarannya kembali mencuat, mungkin hal


terakhir yang bisa Ara perbuat adalah dengan menyatukan kembali Agra denagan


ibunya, ia harus mencari tahu akar permasalahan yang membuat hubungan ibui dan

__ADS_1


anak itu renggang


 Ia  pun segera menutup laptopnya, dan naik ke atas


sofa duduk berdampingan dengan suaminya


“mungkin ini saatnya aku bertanya” batin Ara


Entah apa yang membuat hubungan ibu dan anak itu di masa lalu,


kekakuan yang di rasakan Ara semakin kerasa semakin kesini, sebenarnya Ara


begitu penasaran,


tapi rasa penasarannya masih kalah dengan rasa takutnya untuk


bertanya, ia masih merasa belum sepenuhnya masuk dalam keluarga itu


“ah nanti saja ....” batin ara lagira tetap diam di samping Agra,


ia menatap suaminya sebentar dan kemudian diam lagi


“ada apa?” tanya Agra penasaran saat melihat Ara terus diam


“aku lapar..., apakah sekarang sudah waktunya makan malam?”


“astaga aku sampai lupa ..., iya ini sudah jam delapan malam, ibu


pasti sudah menunggu” Agra segera bangkit dan meraih tangan Ara


“ayo ....”


“kemana?”


“kita makan...., malam ini kau pasti akan sangat kelelahan” Agra


dengan senyum menggoda, membuat Ara kembali bergidik dengan pipi yang sudah


merona


Di ruang makan, benar saja Ratih sudah menunggu mereka


“maafkan kami ibu, membuat ibu menunggu” Ara merasa tidak enak


“duduklah ...” Ratih menyuruh mereka untuk duduk,


Dan seperti biasa Agra melakukan hal kecil yang manis untuk Ara, ia


menggeserkan kursi untuk Ara sebelum duduk


Mereka makan dengan sangat hikmat, tak ada percakapan selama makan,


Bi Anna tetap setia berdiri tak jauh dari meja makan, memastikan


majikannya tidak kekurangan apapun saat makan


Ternyata yang di khawatirkan Ara juga tidak terjadi, ibu mertuanya


juga tak ada niatan menceritakan kejadian tadi siang pada Agra, membuat Ara


sedikit lega


***


Setelah makan malam selesai, mereka pun kembali masuk ke dalam


kamar tak ada keinginan untuk berhenti di ruang keluarga dan berbincang hangat


terlebih dahulu sebelum larut dalam keheningan malam, membuat ruangan besar itu


tak begitu berfungsi, kehangatan keluarga tak di temukan di sana,


“sayang ..., kau tunggu sebentar ya, aku menyelesaikan pekerjaanku


yang tertundak karena harus pulang awal” Ara hanya mengangguk


Cup


Lagi-lagi agra benar-benar memperlakukan Ara dengan sangat manis,


membuat wanita itu merasa sangat bahagia


“tunggu aku ....” Agra segera keluar dari kamarnya dan menuju ke


ruang karja yang letaknya di samping kamarnya


Ara segera naik ke atas tempat tidur, ia mengambil buku yang ada di


sampingnya, berisi resep masakan, ia memang suka memasak tapi hobinya harus


terhenti karena di rumah ini ia tak bisa melakukan sesuatu selain hanya memberi


perintah


Ia sangat merindukan keluarganya, ayah dan Adik nya, ia pun


meletakkan bukunya di sembarang tempat dan mencari-cari benda pipih yang dapat


menghubungkan dengan Adiknya


Akhirnya benda itu ia temukan di balik selimut tebal, entah sejak

__ADS_1


kapan benda itu di situ, ia pun mengetikkan beberapa pesan


*Ara*


“dek ...., udah tidur belum? Kakak kangen nih ...”


Setelah selesai mengirimkan pesan, ia menatap layar ponselnya,


berharap segera mendapat jawaban


Dan benar saja, notifikasi pesan masuk berada di layar depan ponsel


Ara


*Nadin*


“aku juga kangen sama kakak, kakak belum tidur? Aku juga belum bisa


tidur ...”


*Ara*


“bagaimana kabar ayah dek?”


*Nadin*


“ayah sakit kak ...”


Mendapat pesan seperti itu, membuat Ara begitu cemas, ia segera


melakukan panggilan pada Adiknya


“hallo dek ...”


“hallo kak ....”


“bagaimana keadaan ayah dek ?”


“ayah nggak pa pa kak ..., Cuma kecapekan, kakak nggak usah


khawatir”


“gimana kakak nggak khawatir, ayah sakit ..., kakak akan ke sana sekarang...”


“jangan kak ....., nanti kakak kena masalah, bagaimana jika besok


saja ..., plisss kak ..., jangan memaksa”


“baiklah ..., kakak besok ke rumah ...”


Sambungan telpon pun tertutup, walaupun sudah mendapat kepastian


dari adiknya, tapi tetap saja tak menghilangkan kecemasan di hati Ara


Ia tidak mungkin bercerita pada Agra tentang keadaan ayahnya, ia


bingung harus memastikan bagaimana, kemudian ia memikirkan seseorang yang bisa


ia mintai bantuan


Ia memhubungi seseorang itu, dan seseorang itu adalah Rendi


BERSAMBUNG


 


nah tuh kan tuh kan ..., Ara ngapain ngubungi bang Rendi ......, bang Agra nya ngambek tuh .......


sabar ya ..., aku juga kaget lo pas covernya ganti, aku kira babang Agra nya beneran ngambek nggak mau ketemu lagi ma author .....


authornya padahal ngarep bangeeet bisa di move on in sama babang ganteng .....


 


 


 


 


 


 


jangan lupa kasih author upah ya dengan memberikan like dan komentarnya, trus kasih vote juga


 


 


 


sambil nunggu up nya MY BOS IS MY HERO


bisa mampir juga nih ke novel Tri Ani lainnya


JODOH 1


JODOH 2


baru up loooooooh .......

__ADS_1


__ADS_2