My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 65


__ADS_3

   Agra segera menarik tangan Ara,


hingga si pemilik tangan bangkit dari duduknya


Mereka melewati Rendi yang masih diam di tempatnya, Ara hanya


menatap Rendi sekilas dan berlalu



Mereka sampai di depan pintu lift , Ara hanya bisa melihat


tangannya yang masih tertaut dengan tangan Agra


“bisa lepaskan tanganku?” tanya Ara ragu


“kenapa aku harus melepasnya?” tanya Agra sambil menarik tangan Ara


ke depan dadanya dan senyum di bibirnya yang tak pudar sedikit pun semenjak


keluar dari ruangan


“nanti ada yang melihatnya .....” bisik Ara


“biarkan semua melihatnya sayang ...., aku akan menunjukkan pada


dunia bahwa kau istriku” Agra berkata lembut pada Ara, tepat setelah itu pintu


lift terbuka dan ibu Agra serta pak Salman berdiri di dalamnya hendak keluar


“ibu ...” Ara yang lebih dulu menyadari keberadaan mereka segera


memberi tahu Agra, karena Agra masih menghadap ke wajah Ara


Agra pun segera menyempurnakan berdurunya dan menunduk memberi


hormat pada ibunya


“selamat siang ibu ..., paman....”


“selamat siang tuan muda ...” sapa Salman “apakah anda akan keluar,


tuan muda?”


Agra hanya mengangguk, lalu mata Ratih menatap dingin pada tangan


Agra dan Ara yang saling bertaut


“bisakah kalian menyembunyikan pernikahan kalian untuk sementara


waktu” ucap Ratih, membuat Ara segera menarik tangannya melepaskan diri dari


tangan Agra, tapi Agra terlihat tidak begitu suka


“baik ibu ...” jawab Ara, karena Agra tak juga memberi tanggapan


“bagus ....., pulanglah ...” ucap Ratih kembali sambil menatap


putranya, seperti hendak meminta jangan gegabah


Agra pun segera menarik tangan Ara kembali memasuki lift yang


hampir tertutup, meninggalkan ibunya hingga pintu lift memisahkan mereka


“apa nyonya punya alasan lain?” tanya Salman saat pintu lift sudah


tertutup


“aku tidak mau ambil resiko, semakin sedikit yang tahu semakin


mudah kita mengawasinya”


“sepertinya tuan muda tidak setuju?”


“dia memang keras kepala, tapi aku yakin dia bisa mengerti”


“mari nyonya ...., Rendi sudah ada di ruangannya ...”


Setelah pintu lift tertutup, Agra hanya diam, senyum yang


mengembang tadi seketika sirna karena ucapan ibunya


“gra .....” Ara yang terus menatap Agra , seperti menemukan rahasia


lain yang masih tertutup


“hemmm...”


“apa kau baik-baik saja ...?” tanya Ara, dan Agra hanya menoleh


serta mengulas senyum pada Ara, berharap istrinya tak terlalu memikirkan apa


yang terjadi


“ehmmm...., jadi kau baik-baik saja ya ...” berusaha menyimpulkan


sendiri jawabannya


Tak berapa lama pintu lift pun terbuka, Agra melakukan seperti yang


di perintahkan ibunya, walaupun mereka terlihat tidak akur, tapi Agra tetaplah


anak yang penurut, Agra sangat menyayangi ibunya



Agra keluar mendahului Ara, dia memasang wajah dingin dan tegasnya,


menampilkan seolah-olah mereka tak ada hubungan, Ara yang langkahnya lebih

__ADS_1


pendek hanya bisa mengikutinya di belakang tanpa protes


Banyak karyawan yang lalu lalang, walaupun tidak ada yang aneh,


tetap saja si bos tampan itu selalu menjadi pusat perhatian


“tadi nona Viona keluar sendiri dengan kacau, sekarang pak Agra


sama mbak Ara, apa yang terjadi ya?”


“tapi tadi ada dokter tampan itu ..., lalu siapa yang sakit,


sepertinya pak Agra baik-baik saja”


“kayaknya mbak Ara jadi juaranya deh”


“wah kayaknya cinlok deh mbak Ara sama pak bos”


“tapi mereka terlihat biasa aja ...”


“aku dengar-dengar pak Agra sudah menikah lo”


“atau jangan jangan mbak Ara yang jadi istri pak Agra”


Masih banyak lagi gunjingan yang ia dengar, sekarang Agra tahu apa


maksud ibunya menyuruh untuk menyembunyikan identitas Ara, semakin banyak yang


tahu maka akan semakin sulit baginya melindungi Ara, walaupun tak tampak, tapi


banyak di dalam atau di luar yang sedang mengincar mereka


“kau datang ke sini dengan pak mun?” tanya Agra saat sudah sampai


di depan gedung, tapi tetap masih menjaga jarak, Ara yang di tanya hanya


mengangguk


“tuan muda ....” pak Munir yang melihat kedatangan tuan mudanya


segera menghampiri dan menyapanya


“pak Mun, kami akan pulang, antar kami pulang”


“baik tuan...” pak mun pun sudah membukakan pintu untuk Agra dan


Ara


Setelah mereka masuk, pak mun segera menjalankan mobilnya, Agra


duduk di samping Ara, Agra segera melonggarkan dasinya dan melipat kedua lengan


bajunya



“aku lapar ....” tiba-tiba Ara membuka pembicaraan


perintah pada pak mun, Agra kembali menarik  tangan Ara. Mencium punggung tangan Ara dengan


lembut, Ara yang di perlakukan tak biasa hanya bisa tersenyum senang


Hingga mobil berhenti di sebuah restaurant china, dapat terlihat


dari tampilan desain interior kontemporer china, dengan elemen kayu dan logam,


pemandangan kota jakarta dengan sudut 180 derajat menghiasi jendela kaca besar


pada dinding restauran itu


“kenapa makan di sini?” tanya Ara karena tahu jika Agra lebih


menyukai makanan ala timur tengah


“aku ingin merasakan hal baru dengan keadaan yang baru”


Seorang pelayan menghampiri meja mereka dan menyodorkan buku menu


pada Ara


“aku tak tahu makanan apa ini” Ara berbisik pada Agra, Agra pun


segera mengambil buku menu itu dan memesan beberapa makanan


“untuk pembukanya saya memesan yum cha dan untuk makanan inti saya


pesan steamed grouper with kaffir dan iga sapi”


“baik tuan”


Tak berapa lama makanan pun datang


“aku benar-benar lapar ...” ara mengelus perutnya karena beberapa


hari ini tak begitu enak makan


“makanlah yang banyak ...., karena setelah ini kita harus segera


memproduksi Agra junior”


“dasar kau ini, membuat selera makanku hilang saja” gerutu Ara


dengan wajah yang sudah memerah karena malu dan Agra hanya membalasnya dengan


senyuman


“baiklah jika hilang selera makanmu, biar aku suapi ...” Agra


segera mengambil sendoknya dan menyodorkan ke mulut Ara, Ara tak mampu

__ADS_1


menolaknya


“kenapa begini jadi lebih enak ya ...” Ara tersenyum senang


“aku akan menyuapimu setiap hari setelah ini ....”


“jangan ...” ara langsung berteriak


“cihhhh..., kenapa kau suka sekali berteriak ...” keluh Agra,


sambil terus menyuapkan makanannya bergantian ke mulutnya dan Ara


“memangnya pekerjaanmu Cuma akan menyuapiku ....” Ara memanyunkan


mulutnya, membuat Agra semakin gemas


‘kenapa kau menggemaskan sekali ....., jangan seperti itu, aku bisa


kehilangan kendali jika terus seperti itu”


“aku memang menggemaskan, kau saja yang tidak sadar, memang apa


yang akan kau lakukan?”


Agra seketika mendekatkan wajahnya hingga nafasnya bisa di rasakan


oleh Ara


“aku akan menciummu sekarang juga ....”


Ara reflek langsung mendorong tubuh Agra keras hingga si pemilik


tubuh harus terjengkal jatuh di samping kursi


“aughhhh ......” Ara yang tak bermaksud membuat Agra jatuh langsung


menutup mulutnya dengan kedua tangannya


“kau sengaja ya ....” Agra bangun dengan kedua alisnya sudah saling


bertaut, giginya mengerat


“aku tidak sengaja ....” Ara berucap pelang “maafkan aku ....”


‘tidak semudah itu .....”


“lalu aku harus apa ...”


‘cium aku ...”


“cium ....”


“ya ...., jika tidak ...”


“ya aku akan menciummu .... nanti”


“tidak , aku maunya sekarang”


“sekarang....?” Ara menoleh ke segala arah, ia melihat walau tak


banyak tapi ada orang di sana, pengawalnya juga duduk tak jauh dari mereka


“iya sekarang, mau tidak?  jika tidak ...”


“baiklah .....” Ara dengan terpaksa menyanggupinya, jika tidak


mungkin akan lebih buruk lagi


Ara segera mendekat pada pipi Agra


“berhenti ......” Agra menahan bibir Ara yang akan mendarat di pipi


Agra


“ada apa lagi ....” Ara di buat kesal


“di sini ...., bukan di sini ...” Agra menunjuk bibirnya


“di situ ...?”


“iya ...., kenapa? Tidak mau?”


“ah ...., kenapa dia menyebalkan sekali ....” batin Ara sambil


menjejakkan kakinya kasar


Ara hanya bisa pasrah, ia kembali mendekatkan wajahnya ke arah Agra


Cup


Ara yang ingin segera menjauhkan bibirnya tapi kalah dengan tangan


Agra yang lebih dulu menahan tengkuknya, ciuman itu berlangsung beberapa detik,


mereka seakan lupa jika sedang berda di tempat umum, tapi untungnya Agra


memesan privat room, jadi hanya ada beberapa pelayan saja di sana dengan jarak


yang cukup jauh


*


*


*


*


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YA

__ADS_1


KASIH VOTE JUGA ......


__ADS_2