My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
anak ugal-ugalan


__ADS_3

Mereka juga melewati kelas  Sagara dan Abimanyu. Melihat Sanaya berjalan


melintas di depan kelas mereka dengan seorang anak laki-laki membuat mereka


jadi ingin tahu dengan siapa saudaranya itu berjalan.


Tapi mereka hanya bisa saling menatap tanpa berani


meninggalkan bangkunya karena hari ini guru datang lebih cepat ke dalam


kelasnya.


Dia anak itu …., batin Sagara. Mereka pernah bertemu


satu kali. Awalnya ia tidak begitu penasaran dengan anak berantakan itu tapi


melihat ia bersama Sanaya membuatnya mau tidak mau ingin mengetahui siapa anak


laki-laki itu.


Sanaya sama siapa? Kenapa aku baru melihatnya di sekolah ini? Apa dia satu kelas dengan


Nay? Kalau iya, kenapa aku tidak mengenalnya, sepertinya aku mengenal semua


teman Sanaya …, batin Abimanyu, ia hanya terus memutar


pulpennya tanpa berniat mencatat yang di tulis bu guru di depan.


“Abimanyu!” seseorang memanggilnya


ternyata itu bu guru membuat Abimanyu gelagapan untuk menjawabnya.


“Iya bu!”


“Tolong jelaskan apa yang di maksud sifat


koligatif!” ucap bu guru di depan.


“Saya bu?” tanya Abimanyu yang terkejut.


“Memang saya menunjuk orang lain, ayo jelaskan!”


“Baik bu!”


Abimanyu pun berdiri, ia harus menjawab sesuai


kemampuannya. Setidaknya semalam ia sudah membaca materi tentang ini.


“Sifat koligatif adalah sifat-sifat yang tergantung


pada kuantitas partikel zat terlarut dalam larutan! Sudah bu!”


“Sudah? Ada yang bisa menjelaskan detailnya?”


Ariel pun berdiri, “Saya bu!” ia mengacungkan


tangannya.


“Iya ariel, silahkan jelaskan secara detailnya!”


“Sifat koligatif  yaitu sifat-sifat yang tidak tergantung pada jenis atau identitas zatnya


baik berupa atom, molekul ataupun ion. Sifat koligatif larutan terdiri dari


penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku dan tekanan


osmosis!”


“Bagus, itu penjelasan detailnya. Abimanyu!” panggil


bu guru lagi.


“Iya bu!”


“Konsentrasi ya!”


“Iya bu!”


Di kelas lain, Sanaya berhenti tepat di samping


kelasnya, sudah ada guru di dalam.


“Gimana nih, ada guru?” tanyanya sambil berbisik


pada Aditya.


“Masuk ya tinggal masuk aja! Repot …!”


“mana bisa di dalam udah ada guru!”


Hehhhhh


Aditya menghela nafas, ia menarik tangan Sanaya


hingga masuk ke dalam kelas Sanaya.


“Lo apa-apaan!” ucap Sanaya tanpa menggerakkan


bibirnya saat mereka sudah sampai didepan kelas.


“Sanaya?” bu guru terlihat terkejut melihat Sanaya


bersama anak kelas dua belas.


Sanaya terpaksa menatap bu guru dengan penuh


keberanian, lagi pula sudah kepalang tanggung kan,


“maaf bu!”

__ADS_1


“Kamu dari mana? Kenapa dari luar?”


“Sebenarnya tadi ser_!” ucapan Sanaya menggantung


saat tiba-tiba Aditya menyambar ucapannya,


“Sebenarnya seragam Sanaya tertukar dengan seragam


saya bu, maaf karena keterlambatan ini bu!” ucap Aditya dengan begitu sopan.


Anak


berantakan kayak gitu bisa sopan juga sama bu guru …., batin Sanaya yang


bengong sendiri menatap Aditya.


“Kamu Aditya kan?” tanya bu guru.


Waw


…, bu guru juga mengenalnya …, keren ….


“Iya bu, saya kelasnya di sebelah!”


“Selamat ya


atas juara satu lomba cerdas cermatnya, sekolah bangga sama kamu!”


Hahhhh


Kali ini Sanaya benar-benar tidak bisa


menyembunyikan keterkejutannya dengan apa yang di ucapkan oleh bu Guru. jadi


selain Abi, Aditya salah satu anak yang mengikuti lomba itu dan dia yang


mengalahkan Abi. Tidak bisa di duga ….


“Terimakasih bu, ya sudah saya permisi bu!”


“Iya silahkan!”


Aditya pun tersenyum pada sanaya lalu berlalu begitu


saja meninggalkan kelas Sanaya.


“Duduklah …!”


“Terimakasih bu!”


Sanaya pun tidak mau menunggu lama, ia segera duduk


di bangkunya. Riska yang melihat baju Sanaya kedodoran segera memanggilnya


dengan kode.


Hutsss huttssss …


hanya menggerakkan bibirnya.


“Itu baju siapa?”


“Baju cowok yang tadi!”


“Kok bisa?”


“Nanti gue ceritain!”


Mereka pun kembali konsentrasi dengan pelajarannya


sebelum bu guru naik pitam. Ia tahu mata bu guru sudah mulai mengarah ke


mereka.


Seperti biasa di hari-hari tertentu nyonya Ratih


akan mengunjungi guru BK, sebenarnya bukan hanya untuk mengecek


pelanggaran-pelanggaran  yang ada tapi


juga mengecek tentang beberapa masalah yang di hadapi oleh peserta didiknya.


“Selamat siang bu!” sapa nyonya Ratih, dia adalah


kepala yayasan di sekolah yang ia bangun itu.


“Bu …, selamat siang! Silahkan duduk bu!”


“Terimakasih!”


Nyonya ratih pun duduk dengan begitu elegannya.


Walaupun sudah tua, tapi sama sekali tidak mengurangi kecantikan dan


keeleganannya. Bu guru BK pun akhirnya duduk di depannya di sofa yang berbeda


dengan terpisah oleh sebuah meja kecil.


Seorang cleaning servise sudah menyiapkan segelas


the untuk nyonya Ratih.


“Silahkan nyonya!”


“Terimakasih!”


Nyonya Ratih terlihat mengedarkan tatapannya ke


seluruh penjuru ruangan, tidak begitu besar tapi terlihat rapi. Buku-buku juga

__ADS_1


tertata rapi di dalam rak buku.


“Nyaman!”


“Terimakasih nyonya!”


“Bagaimana? Apa ada masalah hari ini?”


“Hanya ada dua laporan nyonya!”


Nyonya Ratih mengerutkan keningnya, ia mengambil


cankirnya dan mulai menyeruput teh hangatnya dan kembali meletakkannya di atas


meja.


“Lanjutkan!”


“Ada dua anak yang terlambat hari ini, dan yang luar


bisa mereka berasal dari kelas akselerasi!”


“Siapa?”


“Ariel dan Sagara!”


Sagara


…..


“Lagi, yang ke dua!”


“Ini sebenarnya sudah menjadi hal yang lumrah


nyonya!”


“Apa?”


“Salah satu anak bolos pelajaran matematika tampa


ijin, namanya Sanaya!”


Sanaya juga …


***


Tettttttttt tetttttt tetttttt


Bel berbunyi menandakan semua kelas sudah berakhir.


Ternyata Sagara dan abimanyu sudah berdiri di depan kelas Sanaya.


“Kalian apa-apaan sih, kita bisa bertemu di mobil


kan?” keluh Sanaya yangh tidak suka.


“Siapa anak laki-laki tadi?” tanya Abimanyu


seketika Sanaya tersenyum menatap Abimanyu.


“Dia saingan mu!” celetuk Sanaya membuat Abimanyu


maupun Sagara mengerutkan keningnya.


“Maksudnya apa?”


“PIkir sendiri aja!”


Sanaya memilih berlalu begitu saja meninggalkan dua


anak laki-laki yang persis seperti body guard untuknya itu. Mereka pun segera


menyusul sanaya yang sudah berjalan lebih dulu.


“Aku serius Nay, jawab dia tadi siapa?” tanya Sagara


setelah mereka akan masuk ke dalam mobil. Sagara sengaja menahan pintunya agar


tidak terbuka.


“Aku juga serius Gara! Mau aku bisikkan sesuatu?”


tanya Sanaya sambil melambaikan tangannya pada Sagara. Sagara yang penasaran


segera mendekatkan telinganya.


Sanaya mendekatkan bibirnya ke daun telinga Sagara


membuat Abimanyu kesal, ia memilih berlalu dan masuk lebih dulu ke dalam mobil.


“Dia yang mengalahkan Abi di olimpiade sains


kemarin!”


“Serius?” dan nay pun menganggukkan kepalanya. Jelas


Sagara tidak begitu percaya melihat penampilan anak itu yang terkesan tidak


rapi, ia juga suka sekali membobol, buktinya bisa masuk ke area sekolah


walaupun gerbang di tutup.


bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2