My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 77


__ADS_3

Kebetulan Ara di kantor, sambil menunggu suaminya bekerja , ia


masih terus memikirkan cerita suaminya, ia begitu penasaran, ia ingin


mendengarkan cerita versi Rendi


Ia  berencana untuk menemui


Rendi tanpa sepengetahuan Agra, ia mencari alasan untuk keluar dari ruangan


suaminya


“gra ....”


Mendengar istrinya memanggil, membuat Agra mendongakkan kepalanya


menatap istrinya yang sedang duduk di sofa


“ada apa sayang ?”


“aku keluar sebentar jalan-jalan ya ..., aku bosan di sini terus


...” mendengar ucapan Ara, Agra mengangkat sebelah alisnya, menunjukkan guratan


tipis di dahinya


“bukan bosan bersama kamu ..., maksudku ...., aku ingin keliling


kantor ini saja, sudah lama banget kan aku tak ke sini ....” Ara segera meralat


ucapannya, agar Agra tak salah paham dengan ucapannya


‘baiklah ...., tapi jangan jauh-jauh ...., kita makan siang bersama


...”


“baik sayang ...” Ara pun segera beranjak dari duduknya dan berlari


menuju ke pintu keluar, tapi belum sempurna ia membvuka pintu, ia segera


memutar balik gerakannya, ia menghampiri tempat duduk Agra


‘ada apa?” agra bertanya heran saat Ara sudah berada di hadapannya


Cup


Sebuah kecupan mendarat di bibir Agra


“sampai jumpa nanti sayang ...” Ara segera meninggalkan Agra yang


masih tersenyum menyentuh bibirnya


Ara pun langsung menuju ke ruangan Rendi, ia tak mau membuang


waktu, karena satu jam lagi sudah waktunya makan siang


Ia  ingin tahu cerita dari


pihak rendi, ia merasa rendi bukanlah orang yang dengan mudah menikmati


kemewahan di atas penderitaan orang lain, apa lagi ini orang lainnya adalah


sahabatnya sendiri


”mbak ..., pak Rendinya ada?” tanya Ara pada sekertaris Rendi


“mbak ..., maksudku nona ...., pak Rendi di dalam” sepertinya


sekertaris Rendi sudah tahu jika kini Ara adalah istri Agra membuatnya canggung


untuk memanggil nama


“terimakasih mbak ..., aku masuk ya ...”


Tok tok tok

__ADS_1


“masuklah ...” ada sahutan dari dalam, yang Ara yakini itu suara


Rendi


Ara pun segera masuk


“nona ...” Rendi sedikit kaget saat melihat Ara mendatanginya,


“bisa kita bicara?” Ara tak mau berlama-lama


“silahkan duduk nona” Rendi menyuruh Ara untuk duduk


“bukan di sini” Ara menolak untuk duduk


“maksud nona?” Rendi menjadi terlihat begitu bingung


“bisakah kita ke kafe depan?”


“maksud nona?”


“aku sengaja tidak memberitahu jika aku menemuimu pada pak Agra”


“baiklah mari nona”


mereka pun menuju kafe dekat kantor, setelah memesan minuman, Ara


memulai penbicaraan setelah terjadi kesunyian beberapa saat


“pak rendi ...” ara menghentikan keheningan di antara mereka dengan


memanggil rendi


“iya ...”


“jika tidak keberatan , tolong ceritakan masa lalu kalian” ara tak


mau terlalu membuang waktu


“maksud nona?” rendi merasa bingung dengan apa yang di katakan


“aku ingin tahu apa alasan ibu menaruh pak Agra ke panti asuhan”


“nona tahu?” Rendi sungguh tak percaya jika Ara mengetahui hal itu


“aku baru  tahu dari pak


Agra, tapi aku juga ingin tahu ceritanya versi kamu”


“maaf nona, tapi ini rahasiaku bersama nyonya besar”


“tapi aku melakukan ini demi mereka, aku mohon kita bisa bekerja


sama”


“maksud nona?”


“kenapa kau begitu kaku sih, aku lakuin ini supaya hubungan mereka


membaik, aku merasa nggak enak jika dalam satu rumah tidak ada percakapan, dan


kau malah mengulur waktu, kau lupa ya jika aku ada yang mengawasi kemanapun aku


pergi dan sebentar lagi pasti pak Agra akan kemari dan memarahi kita” Ara


keluar lah gaya cerewetnya


“maaf nona, baiklah saya akan mulai cerita,tapi berjanjilah nona”


“ya.....,  apa?”


“jangan ceritakan hal ini pada pak Agra”


“kenapa?”


“berjanjilah nona”

__ADS_1


“iya, baik baik ...” Ara mengalah demi mendapatkan informasi


“ setelah kematian tuan besar karena kasus pembunuhan, nyonya besar


mengirim tuan muda ke panti asuhan.


“iya ...., aku tahu itu ....., trus apa?” Ara merasa tidak sabar


‘jangan memotong dulu nona ..., jika nona tidak ingin salah faham”


“baiklah .......” Ara memposisiskan diri untuk menjadi pendengar


yang baik


“Setelah nyonya mengirim tuan muda ke panti asuhan, ayahku


membawaku ke rumah besar, sebelum ke sana ayahku mengatakan jika ini adalah


waktu yang tepat buat keluarga kami untuk membalas kebaikan tuan besar, jika


nyawa yang harus jadi taruhannya, maka kami harus rela.


Sesampai di rumah besar, lagi-lagi nyonya besar menanyakan kembali


keputusan ayahku, tapi aku dengan mantap, aku bersedia mati demi kelangsungan


hidup tuan muda.


Dan benar saja , setelah saat itu sering sekali saya mendapat teror


dan tak jarang terjadi percobaan penculikan dan pembunuhan, karena orang-orang


itu mengira saya tuan muda, pewaris tunggal tuan besar


 rencana orang-orang jahat


itu selalu sudah lebih dulu diketahu oleh orang-orang kepercayaan tuan besar


dan ayahku, serangan demi serangan selalu dapat di patahkan


Tak Cuma itu, karena sayangnya nyonya besar pada tuan muda, nyonya


pun juga mengirim dokter frans untuk menjaga dan menjadi teman bagi tuan muda


di panti asuhan


Dokter Frans adalah putra dari sopir pribadi tuan besar yang ikut


terbunuh dalam kecelakaan mobil, sedang ibunya menyerahkan frans untuk di didik


oleh nyonya besar sebagai orang kepercayaan tuan muda kelak


Tapi dokter Frans pun tak pernah tahu jika ibunya bukan meninggal


karena kecelakaan tapi karena mengakhiri hidupnya


Saya menggantikan sementara sebagai tuan muda, menjadi tamengnya,


setelah pelakunya tertangkap dan di rasa aman dan kami pun sudah cukup tangguh


untuk menjaga diri karena kami di bekali ilmu bela diri, saat itu kami sudah


lulus SMA, nyonya menjemput kembali tuan muda


Begitu juga dengan dokter Frans,nyonya sengaja mengirim kami kuliah


di Italia , supaya kami tidak terpisah dan tuan muda tetap ada yang mengawasi”


“oh ... jadi begitu, kayak di cerita-cerita super hero ya, aku


kagum banget sama kamu, kamu benar-benar pahlawan ...”


BERSAMBUNG


aku selalu tak lupa ngingetin ya buat selalu menyempatkan memberikan like dan komentarnya ya

__ADS_1


biar aku tambah semangat ......


__ADS_2