My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Aku tahu apa istimewanya


__ADS_3

...Saat kamu memutuskan berdiri di atas kaki kamu sendiri, jangan biarkan orang lain menopang walaupun sebatas jari...


"Ambil mobil, Bi! Cepetan kita ke terminal!" teriak Sagara, dia benar-benar panik mengetahui kenyataannya bahwa gadis yang di cintainya pergi tanpa pamit.


"Baiklah!"


Abimanyu segera berlari mengambil kunci yang tergantung di dinding, ia memasuki mobil yang beberapa hari lalu mereka jadikan kendaraan untuk datang ke vila itu, Sanaya yang melihat Abimanyu mengeluarkan mobil pun segera berlari dan menghadang.


"Tunggu ....., tunggu ....!"


Abimanyu kembali menghentikan mobilnya yang kebetulan memang tidak cepat, Sanaya segera mengetuk kaca mobil Abimanyu agar terbuka. Abimanyu tidak mau membuang waktu, walaupun mereka tidak pernah dekat sebelumnya tapi Ariel tetaplah adik kandungnya seibu, dia punya tanggung jawab untuk menjaga adiknya itu.


"Buka Abi!" teriak Sanaya dan Abimanyu pun membukanya tanpa sepatah katapun.


"Ariel ke mana? Kenapa kamu keluar bawa mobil?" tanya Sanaya yang sudah mulai curiga melihat betapa buru-buru nya Abimanyu.


"Ariel memutuskan untuk pergi, aku dan Gara harus mencarinya!"


"Aku ikut!"


"Jangan! Kamu di sini saja, siapa tahu nanti Ariel kembali kamu bisa menghubungi aku!"


"Baiklah!" walaupun kecewa tapi Sanaya tetap menyetujuinya, ia memundurkan tubuhnya dua langkah ke belakang agar Abimanyu bisa kembali melakukan mobilnya.


"Aku pergi dulu!"


Sanaya menggagukkan kepalanya pelan, "Hati-hati!"


Hemm, Abimanyu dengan cepat menarik pedal gas dan menghampiri Sagara yang sudah sangat panik. Pria itu terlihat terus melakukan panggilan tapi jawabannya tetap sama, suara operator yang memberitahukan jika ponsel yang sedang di telpon berada di luar jangkauan dan mungkin tidak akan pernah aktif lagi sampai batas waktu yang tidak bisa di tentukan.


"Ayo naik ...!" teriak Abi sambil menurunkan kaca mobilnya saat sudah berada di samping pria itu.


"Baik!"


Sagara segera naik, mobil itu melaju dengan begitu cepat menuju ke terminal, masih sangat pagi jalanan juga masih sangat sepi. Walaupun siang mungkin juga tidak akan seperti di Jakarta.


Hingga akhirnya mereka sampai di terminal, Sagara segera turun dan berlarian ke sana kemari untuk mencari keberadaan wanita yang sangat dia cintai itu.


Setelah memarkirkan mobilnya, Abimanyu pun melakukan hal yang sama, hingga bus yang ke sekian berangkat tapi mereka tidak menemukan siapapun. Sagara terus memanggil nama Ariel di pencariannya, ia naik turun bus hanya untuk memastikan jika Ariel berada di salah satu bus itu, memperlihatkan fotonya dengan orang-orang yang lalu lalang di sana, tapi tetap saja tidak ada yang mengetahuinya.


Kini mereka sudah duduk di salah satu kursi tunggu,


"Minumlah, tenagamu masih sangat di perlukan untuk menemukan Ariel!" ucap Abimanyu sambil menyodorkan sebotol air mineral.


Sagara pun segera mengambilnya dan meminumnya.


"Kira-kira dia pergi ke mana ya?"

__ADS_1


"Mungkin suatu tempat yang dia tidak ingin kamu mengetahuinya, dan mungkin pencarian ini akan sia-sia karena dia tidak ingin menemuimu!"


"Tapi apa alasannya?"


"Karena kamu, karena dia ingin kamu menjadi orang yang bisa berdiri di atas kaki kamu sendiri, saat kamu sudah tidak bergantung dengan finitygroup dan bisa lepas dari segala peraturan ini!"


"Jadi maksud kamu ini ada campur tangan Oma?"


Abimanyu tidak menjawabnya, tapi diamnya Abimanyu itu seolah membenarkan pertanyaan Sagara. Tiba-tiba Sagara berdiri,


"Kita pulang sekarang!"


Ia berjalan begitu saja meninggalkan Abimanyu dan menghampiri mobilnya yang terparkir.


...🍂🍂🍂🍂...


Sanaya terlihat mondar-mandir di dalam Vila, ia juga terus menghubungi sahabatnya itu, tapi tetap tidak bisa.


"Kenapa sih kayak setrikaan begitu?" tanya Aditya yang pusing melihat Sanaya terus berjalan ke sana ke mari tanpa capek.


"Hustttt!" Sanaya meletakkan jati telunjuknya di depan bibir Aditya,. "Bisa diam nggak?"


Dan Aditya hanya bisa menganggukkan kepalanya. Hingga suara mobil membuat Sanaya menoleh ke arah luar dan benar saja itu mobil yang di tumpangi oleh Sagara dan Aditya.


Sanaya dengan cepat berlari ke luar, ia tidak mendapati Ariel bersama mereka,


"Kita kembali sekarang!" ucap Sagara setelah melepas pelukannya dan Sanaya hanya mengangguk.


...🍂🍂🍂...


Sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan, bahkan Aditya yang biasanya sangat rame sekarang ikut terdiam. Ia memang tidak terlalu mengerti situasi yang sebenarnya tapi ia tahu jika saat ini Ariel sudah pergi jauh dan mungkin di Jakarta pun mereka tidak akan menemukannya.


Hingga setelah tiga jam mobil itu sampai di depan rumah besar, Sagara langsung berlari masuk ke dalam rumah, ia harus menemui seseorang yang menjadi dalam semua ini.


Aditya pun memilih untuk tidak ikut campur urusan mereka, ia hanya bisa menguatkan seseorang yang selama ini menjadi saingannya,


"Bi, aku akan coba bantu cari Ariel, kamu tetaplah fokus dengan tujuanmu, dan aku yang akan memastikan semuanya baik-baik saja!"


Abimanyu mengerutkan keningnya, ia tidak tahu pria yang sedang berbicara dengannya itu sudah tahu sejauh apa.


"Apa yang kamu ketahui?"


"Awalnya aku tidak tahu dan aku juga tidak mau tahu, hingga waktu itu Ariel mengajakku bicara. Aku kira pembicaraannya bukan hal yang serius atau hanya ingin menghinaku!"


"Apa yang kamu ketahui? Cepat katakan!"


Flashback on

__ADS_1


Di Villa


Aditya sedang menikmati kesendiriannya karena dia sudah berjanji pada Abimanyu untuk memberi kesempatan dekat dengan Sanaya walaupun hanya satu hari. Aditya duduk di tepi tebing, menikmati hamparan gunung yang begitu indah.


"Boleh ikut duduk nggak?"


Pertanyaan itu seketika membuat Aditya menoleh.


"Kamu? Kenapa di sini? Nggak kencan?"


"Lagi pengen sendiri!"


"Duduklah!" perintah Aditya, "Tapi sebenarnya kalau pengen sendiri jangan di sini, di sini ada aku!"


Ariel hanya tersenyum dan memilih untuk tetap duduk di samping Aditya. Mereka menikmati suasana sore berdua.


"Kamu tahu kenapa kita di sini?"


Pertanyaan Ariel membuat Aditya tersenyum, walaupun alasan utamanya adalah perintah Oma Ratih, tapi dia juga suka jalan-jalan seperti ini.


"Aku harus pergi setelah ini, begitupun dengan Abimanyu!"


Kali ini Aditya menoleh dan menatap wanita itu tidak percaya,


"Kamu pasti tidak percaya, aku sebenarnya sedang mencari apa istimewanya dirimu di banding abangku!"


"Abangmu? Maksudnya?"


"Abimanyu adalah abangku!"


"Ohhh!" Aditya menganggukkan kepalanya pelan seolah mengerti sesuatu sekarang.


"Kenapa nyonya Ratih lebih memilihmu dibanding abangku?"


"Sebenarnya bukan aku yang istimewa, tapi Abimanyu yang lebih segalanya dari aku. Jika aku lebih baik dari Abimanyu, sudah pasti aku yang akan menemani Sagara, bukan dia! Bagi Finity Group dan Oma Ratih, Sagara adalah segalanya, dia harus punya seseorang seperti Abi di sisinya, jadi aku hanya sebagai cadangan saja!"


Ariel tiba-tiba tersenyum, "Sekarang aku tahu apa yang istimewa dari dirimu!"


"Apa?"


"Kamu memiliki pemikiran yang sama persis seperti yang di pikirkan nyonya Ratih, aku tahu sekarang pasti nanti Sanaya tidak akan pernah merasa kehilangan tanpa Abimanyu!"


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga


...Happy reading 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2