My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 76


__ADS_3

Ara masih begitu menghawatirkan ayahnya, walaupun ia sudah mendapat


kabar dari Rendi, tak membuatnya bisa tenang sebelum menemui ayahnya


Sebelum  Agra berangkat ke


kantor Ara sudah meminta ijin untuk menjenguk ayahnya


“gra ...” Ara menatap Agra dari balik cermin sambil merapikan


rambutnya


“ehmmmm ...” Agra masih sibuk mengancingkan kemejanya dan


mengenakan dasinya, kini agra sudah mulai terbiasa dengan melakukan


kegiatan-kegiatan kecil tanpa Ara


“bisakah aku pergi ke rumah ayah? Kata Nadin ayah sakit ...”


“ayah sakit ....?” Agra begitu terkejut mendengarkan berita dari


Ara, ia menghentikan aktifitasnya dan menghampiri Ara,


“sejak kapan?” tanyanya lagi saat sudah di dekat Ara


“tadi malam ...”


“kenapa tak memberi tahuku tadi malam, kita bisa ke sana tadi malam


...”


“kau terlihat sibuk, aku tidak mau mengganggumu ....”


“tidak ada yang lebih penting darimu sayang ...” Agra menangkup


kedua pipi ara


“aku sudah memberitahu pak Rendi ....” mendengar ucapan Ara, Agra


segera menjauhkan diri dari Ara, raut wajahnya berubah


Ara pun menyadari perubahan ekspresi Agra, agra terlihat kesal


dengan ucapan Ara, ara pun segera memegang tangan suaminya


“maafkan aku ..., aku tak bermaksud ...., aku hanya bingung harus


memberitahu siapa ...” Ara segera memeluk Agra, tapi Agra tak membalasnya, ia


melepaskan pelukan istrinya


“aku tidak suka kau mengandalkan orang lain ..., aku suamimu ...,


aku yang harus jadi orang pertama yang tahu tentang istriku ...”


“maafkan aku, aku menyesal ....”


“jangan mengulanginya lagi ...” dan Ara hanya mengangguk pasrah ,


ia merasa bersalah karena telah membuat suaminya merasa kesal


“aku akan mengantarmu ke rumah ayah ...”


“benarkah ....” Ara berbinar


“iya ....., bersiaplah .....”


Ara pun segera bersiap-siap , mereka berangkat bersama, Agra ikut


turun sebelum berangkat ke kantor


Tok tok tok


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya pintu pun terbuka,


menampakkan nadin di sana


“kakak ...” Nadin pun segera memeluk Ara


“silahkan masuk kak ...” setelah selesai menumpahkan rasa rindu

__ADS_1


pada kakaknya, Nadin segera mempersilahkan mereka masuk


“mana Ayah dek ...?’ tanya Ara


“ada di kamar kak ....”


Ara dan Agra pun segera masuk ke dalam kamar ayahnya, tapi saat


melihat kedatangan Ara, Ayah Ara seperti enggan untuk menatap Ara, ia malah


memalingkan wajahnya ke arah cendela


“ayah ....” Ara menumpahkan air matanya, air mata kerinduan dan


rasa sakit karena di abaikan oleh ayahnya


Agra hanya bisa memeluk istrinya


“ayah ..., bagaimana keadaan ayah? Kenapa ayah sakit ? maafkan Ara


yah ... karena telah membuat ayah sakit ...” walaupun di abaikan. Ara tetap


saja mengajak ayahnya untuk bicara


“bisa bawa kakakmu keluar dulu, aku ingin bicara berdua dengan ayah


...” Agra meminta nadin untuk membawa keluar dari kamar ayahnya


Nadin pun menganggu, dan mengajak ara keluar dari kamar, setelah


tinggal berdua, Agra pun mendekat pada tempat tidur ayah mertuanya


“saya minta maaf karena telah membuat ayah sakit hati, tapi


percayalah pada kami, percayalah pada putri ayah ..., dia tetap putri ayah yang


penurut ...,”


“saya tidak melakukan pembelaan atas kesalahan kami..., tapi saya


berjanji akan membuktikan bahwa kami tidak melakukan kesalahan ...”


“tunggu lah saat itu tiba yah, dan terima saya sepenuhnya sebagai


Tak ada jawaban sama sekali dari laki-laki paruh baya itu


“kalau begitu saya permisi .....” Agra pun meninggalkan kamar ayah


mertuanya


Setelah kepergian Agra, baru ayah Ara memalingkan wajahnya


“jika yang kamu katakan benar ..., aku akan menunggunya ....” gumam


Ayah Ara dengan titik air di sudut matanya


Agra menghampiri Ara yang duduk di ruang keluarga bersama Nadin


“sayang ..., kita ke kantor ya ...”


“ke kantor ...?” tanya Ara


“iya ..., kamu bisa ikut aku ke kantor ....”


“kenapa?”


“tidak pa pa ....., ya sudah kami permisi dulu ya ...” Agra menarik


tangan Ara dan meninggalkan Nadin seorang diri


Mereka menuju ke mobil yang masih terparkir di depan rumah, pak Mun


masih setia menunggu di sampingt mobil dan membukakan pintu untuk mereka


“kita ke kantor pak “ perintah Agra saat sudah masuk ke dalam mobil


“baik tuan ...” sahut pak Mun mematuhi


“apa tidak pa pa ....?” tanya Ara sambil menatap suaminya yang


sedang menampakkan wajah seriusnya

__ADS_1


“kenapa?”


“ibu tidak mengijinkan aku menunjukkan identitasku sebagai istrimu


...”


Bukannya menjawab Agra malah mengecup bibir Ara, kecupan yang cukup


lama, kemupan yang mengartikan bahwa ia sedang menumpahkan rasa cintanya pada


istrinya


“jika ada yang tahu, berarti sudah waktunya semua orang tahu ...”


Agra mengelus rambutnya dengan lembut


Mereka sampai di depan gedung yang menjulang tinggi itu, ia menatap


istrinya


“ayo turun ....”


“tidak ...., kau duluan saja ....” Ara menolaknya


“tidak pa pa ...., biarkan jika mereka tahu ...” Agra menarik


tangan Ara saat sudah keluar dari mobil


Mereka memasuki gedung itu sambil bergandeng tangan, banyak mata


memandang, mereka saling berbisik melihat kedekantan Agra dan Ara


Ternyata orang yang mengawasi mereka sejak lama juga sedang


mengambil gambar mereka, dan melaporkan pada atasannya


Seseorang sedang menunggu panggilan penting, dan tak lama ponselnya


berdering, ia pun segera mengangkatnya


“apa yang kamu dapat?” seseorang itu merasa tak sabar


“ini tuan ...” pria yang telah berhasil mengambil foto kemesraan


Agra dan Ara mengirimkan beberapa foto


“apa ini?’ tanya pria yang sedang duduk angkuh itu, menscroll layar


ponselnya yang lain untuk melihat kiriman foto dari orang yang sedang melakukan


panggilan


“itu foto tuan Agra bersama istrinya”


“istri?”


“iya tuan, ternyata selama ini tuan Agra telah menikah, tapi nyonya


sengaja menyembunyikan identitas istrinya”


“bagus ...., selidiki terus gerak-gerik mereka, cari tahu siapa


wanita ini ...”


“baik tuan...”


Setelah mengakhiri panggilan telponnya, ia terlihat tersenyum penuh


arti


“tunggu aku adikku sayang ..., kakak kamu ini akan segera menemuimu


...., tunggu kejutan dariku ...”


BERSAMBUNG


jangan lupa kasih upah sama author dengan memberikan like dan komentarnya ya


trus kasih bintang lima


lagi kasih votenya yang banyak ya

__ADS_1


biar authornya tambah semangat**


__ADS_2