My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 80


__ADS_3

POV Agra


"Dicintai seseorang secara mendalam


memberikan kita kekuatan, sementara mencintai seseorang secara mendalam


memberikan kita keberanian" - Lao Tzu


Aku melihat kecemasan di wajah istriku,entah kenapa perasaanku ikut


sakit, rasanya lebih sakit dari pada aku harus di tikam belati


 rasanya aku ingin memuluknya


dan bicara “semua akan baik-baik saja” tapi aku sendiri merasa semuanya tidak


baik-baik saja


Kami pun keluar dari kamar setelah terlebih dulu aku bernego pada


ibuku, aku sengaja berbisik kepada ibuku untuk tidak mengajak Ara saat kami


berdiskusi membicarakan hasilnya, untuk ibu menyetujuinya


Kami punberjalan  menuju ke


ruang kerja ibuku yang jaraknya cukup jauh dari kamar kami, sehingga


kemungkinan Ara mendengarkan diskusi kami kecil kalau tidak dia sengaja


menguping


Setelah sampai di ruang kerja ibu, kami duduk di sofa depan meja


kerja ibu


“bagaimana dokter , apa hasilnya?” ibuku bertanya antusias, aku


sungguh tak bisa membantah ibu itulah yang aku takutkan, walaupun aku sudah tahu


jawaban apa yang akan di ucapkan oleh dokter, ibuku adalah segalanya walaupun


aku tak pernah mengatakannya, dan istriku adalah hidupku


Yang sungguh aku cemaskan, setelah ini apa yang akan ibu perbuat


dengan pernikahan kami, rasanya sulit jika memikirkan hal itu


“hasilnya NEGATIF  nyonya,


nona Ara tidak sedang hamil” seketika wajah ibu menunjukkan ketegangan tapi


cukup sulit untuk ku artikan, wajah yang akhir-akhir ini sudah jarang aku temui


kini muncul lagi


“terimakasih dok atas penjelasannya, dokter boleh pergi” ibu


mempersilahkan dokter itu untuk meninggalkan ruangan


“baik nyonya, saya permisi” dokter Louis pun keluar di antar oleh


paman Salman


Setelah dokter Louis keluar, terjadi keheningan di dalam ruangan


itu untuk beberapa saat, semua sedang asik dengan pikirannya masing-masing


“Viona tolong keluar dari sini, ada yang ingin aku bicarakan pada


putra ku” ibu memecah keheningan kami, walau aku tahu jika Viona begitu


penasaran dengan pembicaraan kami, dia pun tak mau ambil resiko dengan


menentang ibu


“tapi ...., baik nyonya” awallnya menolak tapi saat menatap wajah


ibuku akhirnya ia meninggalkan ruangan


Sekarang tinggal tersisa kami berdua di dalam ruangan ini, hawa


panas dan mencekam di dalam ruangan, keheningan kembali hadir, baik aku atau


ibu tidak ada yang ingin memulai duluan, tapi dari tatapan ibu padaku aku tahu


tatapan itu meminta penjelasan.


Aku duduk tegap berhadapan dengan ibuku, ku lipat kakiku di atas


kaki yang satunya, aku menunjukkan wajah tegas begitupun dengan ibu


“kau mengetahuinya?” suara ibu keluar, seakan sudah tak sabar


mendengar penjelasan dariku


“iya” itu yang bisa aku katakan


“sejak kapan?” walaupun dalam mode senyap tapi ibu masih terlihat


elegan


“sejak terjadi kesalah fahaman itu”


“salah faham?”


“ibu yang membuat kesalah fahaman itu, kami tidak pernah melakukan

__ADS_1


apa-apa, saat itu Ara sedang sakit, tapi ibu malah menyutuh kami menikah tanpa


mau mendengar penjelasan kami”


Setelah penjelasanku panjang lebar, keheningan kembali muncul.


Entah apa yang sedang di pikirkan oleh ibu, setelah lima menit kami saling


diam, akhirnya ibu mulai membuka pembicaraan


“ceraikan dia ....”


Jederrrrrrr


Kata itulah yang paling aku takutkan keluar dari bibir ibuku,


sungguh aku tak bisa mengerti jalan pikiran ibuku


Ibu pun mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang


“masuk ke ruang kerjaku sekarang”


“.............”


Tok tok tok


Tak berapa lama pintu pun di ketuk


“masuk” saat aku melihat dari balik pintu ada rendi yang masuk ke


dalam ruangan


“selamat pagi nyonya, selamat pagi pak”


“duduklah ...” Rendi pun langsung duduk berhadapan dengan kami


“ibu punya dua pilihan untukmu” aku hanya bisa memanddang ibu


dengan wajah penuh tanda tanya


“yang pertama ceraikan Ara dan kamu akan tetap jadi CEO


vinitygroup, yang kedua kamu boleh tetap bersamanya tapi kamu harus membuktikan


bahwa dia tidak hanya menginginkan hartamu”


“aku memilih yang kedua” jawabku singkat, tapi aku tahu itu


mengejudkan ibu dan Rendi


“pak ..., pikirkan kembali keputusan anda” Rendi berusa mencegahku


untuk mengambil keputusan itu


“keputusanku sudah bulat”


harus bisa membuktikan bahwa ara benar tulus sama kamu”


“baik saya permisi” aku pun bangkit dari dudukku dan meninggalkan


ruang kerja ibuku


***


POV Rendi


Pagi ini perasaanku benar-benar tidak enak, tak biasanya nyonya


menghubungiku pagi-pagi sekali apalagi sekarang weekend


Aku pun segera menuju rumah besar, aku melihat ada dokter Louis keluar


dari rumah besar


“pagi dokter ...”


“pagi pak rendi ....”


“sedang apa dokter ke sini?”


“saya baru memeriksa kandungan menantu rumah ini” benar apa yang


aku khawatirkan, hari ini benar-benar terjadi, aku takut setelah ini akan ada


kesalah pahaman kembali di antara nyonya dan pak Agra


Pasti akan sulit untuk meyakinkan pak Agra supaya bisa percaya


kemabli pada ibunya


“terimakasih dokter, sampai jumpa, hati-hati di jalan ....”


Setelah pertemuanku dengan dokter, aku pun langsung memasuki rumah,


tapi kembali aku kembali di kejutkan dengan seseorang di depanku


“Viona ...” aku hanya bisa berguman, tapi segera ku netralkan


kembali wajahku, aku tak mau terlihat panik di depannya


“pagi nona Viona”


“eh lo Ren, pagi juga”


“apa yang nona lakukan di sini”


“oh ..., aku ..., aku di undang sama tante Ratih"

__ADS_1


"ya sudah saya permisi nona, sepertinya anda tak terlalu di butuhkan lagi di sini"


"tak masalah"


Kepana dia senang sekali? Seperti habis dapat lotre saja


Oh astaga ....!!!!!!!!


Pasti ini ada hubungannya dengan Agra , pasti ini rencana wanita


ular itu, sial ....!!!!! aku kalah satu poin darinya, seharusnya aku sudah


memperhitungkan dari awal


Breerrrrrtttttt breerrrrtttttt


Ponselku berdering menghentikan umpatanku


“..............”


“baik nyonya” aku pun segera menuju ke ruang kerja ibu Agra


Tok tok tok


“masuk” suara tegas itu aku yakini suara nyonya besar


“selamat pagi nyonya, selamat pagi pak” aku melihat hanya ada dua


orang di dalam ruangan iru, mana Ara?


“duduklah ...” aku pun langsung duduk berhadapan dengan mereka, aku


masih belum terlalu faham dengan situasi yang sebenarnya


“ibu punya dua pilihan untukmu”  apa yang nyonya maksud, pilihan? Pilihan apa?


“yang pertama ceraikan Ara dan kamu akan tetap jadi CEO


vinitygroup, yang kedua kamu boleh tetap bersamanya tapi kamu harus membuktikan


bahwa dia tidak hanya menginginkan hartamu” hah ... apa apaan ini nyonya, apa


yang nyonya lakukan, benteng besar nan tinggi itu akan kembali tercipta, jika


nyonya melakukan itu, aku harus apa?


“aku memilih yang kedua” walau aku tahu apa yang akan di pilih oleh


Agra, tapi tetap saja keputusan itu membuatku terkejud, selama ini Agra tak pernah


mau mengalah tapi kenapa sekarang demi Ara , Agra mau melepas semuanya


“pak ..., pikirkan kembali keputusan anda” hanya itu yang bisa aku


katakan, karena jika setelah ini akulah pasti yang akan berada di tempat yang


paling tidak menguntungkan


“keputusanku sudah bulat”


“baiklah, berati mulai sekarang sampai enam builan ke depan kamu


harus bisa membuktikan bahwa ara benar tulus sama kamu”


“baik saya permisi”


Setelaah pak Agra keluar dari ruangan , aku sudah tak sabar untuk


menanyakan keputusan nyonya


“nyonya ...”


“aku sudah tahu apa yang kau pikirkan , tapi ini resiko yang harus


aku pilih, aku belum bisa melepaskannya di tengah kejamnya dunia ini, biarkan


dia belajar, dan mencari orang-orang yang benar-benar tulus padanya”


“maafkan saya nyonya karena telah salah faham”


“tugasmu adalah terus awasi Agra dan tolong pegang perusahaan untuk


sementara waktu”


“baik nyonya ...”


“dan jangan lupa, awasi terus Viona, saya sedikit curiga padanya”


“baik nyonya”


***


waw waw .... dari semua komentar mintanya Ara hamil ya


**maaf maaf ya aku mengecewakan kalian, soalnya nih bab udah aku tulis sampek bab 100


nih sudah aku tulis alurnya sampek bab 100 jadi nggak bisa ngrubah donk


jangan timpuk author ya


lari...........!!!!!!!


stop stop....


jangan lupa kasih dukungan ke Author dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya ya


dan lagi kasih vote juga**

__ADS_1


__ADS_2