My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 35


__ADS_3

Bagi seorang pria sejati, terluka fisik lebih baik daripada harus melukai egonya sendiri – Yuki Starr


***


Rendi sedang melipat kedua tangannya di depan dada sambil bersender


di mobil  yang terparkir di halaman


rumah, Frans yang melihatnya segera menghampinya


“bro ...” rendi yang sudah mengenal suara cempreng itu enggan untuk


beralih melihatnya


“lo kenapa sih ...?” Frans ikut bersender di sampingnya


“gue Cuma cari udara segar”


“lo jangan bohongi diri lo sendiri men ..., kalau sakit nangis


jangan di tahan”


‘emang gue cewek apa”


“ya kali aja ...”


“dasar lo ...”


“katanya lo sudah rela, kalau rela ya ikhlasin aja, lo kan udah


bilang bakal nempatin kebahagiaan agra di atas kebahagiaan lo, jadi harusnya


hari ini lo bahagia dong”


“aku bahkan tidak tahu harus bahagia atau harus sedih, ini tak


seperti pernikahan pada umumnya yang di landasi karena saling suka”


“lalu ...?”


“gue harus mastiin sekali lagi mereka akan bahagia”


“itu tugas lo ...”


“maksudnya?”


“ya lo pikir aja ya, ibu udah milih gadis itu sebagai pendamping


agra pasti ada maksud, sedang Viona yang sudah di pacari agra delapan tahun aja


nggak pernah dapat restu dari ibu, nah ini Cuma kenal beberapa bulan ibu sudah


nentuin pilihan, jadi tugas lo sekarang mudah aja, bikin mereka saling jatuh


cinta , itu doang”

__ADS_1


***


Setelah acara selesai semua tamu pun langsung berpamitan pulang,


begitu juga dengan keluarga agra, di sama yang tertinggal hanya agra,


 Ara sudah tak tahan seharian


mengenakan gaun pengantinnya, ia pun segera kembali ke dalam kamar, ia


benar-benar tak nyaman dengan pakaiannya, ia segera mandi dan mengganti pakaian


rumahan


Di bawah agra masih mengobrol dengan Ayah Ara dan juga Nadin


 “nak Agra kalau capek


istirahat dulu, itu kamar yang pintunya warna hijau” menunjuk ke sebuah pintu


yang berjejer dua satu warna hijau sedang satunya berwarna biru


“baik om, saya ke kamar dulu” Agra pun segera meninggalkan Roy, ia


me naiki tangga, kamar itu berada di lantai atas


Agra  segera membuka pintu


yang warna hijau dan benar di dalam , ia melihat Ara yang sudah tertidur di


Agra pun segera menuju ke kamar mandi, badannya sudah terasa


lengket karena seharian ini sangat sibuk, tak berapa lama ia sudah keluar dari


kamar mandi, ia mengambil baju yang ,memang tadi sudah di siapkan oleh Rendi


sebagai baju ganti


Semenjak Agra tak tinggal di rumah besar dan memilih untuk tinggal


di apartemen, Rendi tak lagi menyiapkan keperluan Agra di rumah sehingga ia


sering sekali merepotkan Ara dengan hal-hal kecil karena sejak kecil Agra tak


terlalu terbiasa menyiapkan semuanya sendiri


Tapi mulai hari ini tugas Rendi kembali seperti semula semenjak


nyonya besar  menyuruh Agra untuk kembali


ke rumah besar, ia harus menyiapkan semua keperluan Agra dari bangun tidur


hingga tidur lagi


Agra mendekati Ara yang sudah tertidur, ia menepuk pipi ara pelan

__ADS_1


supaya ara terbangun


“uhggg” Ara pun melengus dan membuka matanya “pak Agra” Ara segera


bangun dari tidurnya “ada apa pak?”


“aku ngantuk, boleh nggak aku  ikut tidur di sebelah?” mata Agra sambil menunjuk tempat tidur di


sebelah Ara “aku capek banget”


“silahkan pak” Ara pun segera turun dari tenpat tidur


“kamu kenapa turun?”


“nggak pa pa pak, saya mau berkemas, dua jam lagi kita kan kerumah


bapak”


“terserah kamu saja deh, aku  ngantuk” Agra pun langsung menjatuhkan


tubuhnya ke tempat tidur dan tak butuh waktu lama matanya sudah terpejam


sedangkan Ara, rasa ngantuknya langsung hilang, ia tidak nyaman


jika harus tidur dalam satu tempat tidur dengan bosnya, ia pun memilih untuk


mengambil beberapa baju dari lemarinya dan memasukkan ke dalam koper


-


-


-


-


-


Pria sejati lahir untuk menantang gelombang pasang. Bukan ia mengekang dan mencari aman untuk dirinya sendiri


-


-


-


-


-


-


KAKAK READER JANGAN LUPA YA LIKE , KOMETAR DAN VOTENYA


BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT NULISNYA

__ADS_1


__ADS_2