
Bagi seorang pria sejati, terluka fisik lebih baik daripada harus melukai egonya sendiri – Yuki Starr
***
Rendi sedang melipat kedua tangannya di depan dada sambil bersender
di mobil yang terparkir di halaman
rumah, Frans yang melihatnya segera menghampinya
“bro ...” rendi yang sudah mengenal suara cempreng itu enggan untuk
beralih melihatnya
“lo kenapa sih ...?” Frans ikut bersender di sampingnya
“gue Cuma cari udara segar”
“lo jangan bohongi diri lo sendiri men ..., kalau sakit nangis
jangan di tahan”
‘emang gue cewek apa”
“ya kali aja ...”
“dasar lo ...”
“katanya lo sudah rela, kalau rela ya ikhlasin aja, lo kan udah
bilang bakal nempatin kebahagiaan agra di atas kebahagiaan lo, jadi harusnya
hari ini lo bahagia dong”
“aku bahkan tidak tahu harus bahagia atau harus sedih, ini tak
seperti pernikahan pada umumnya yang di landasi karena saling suka”
“lalu ...?”
“gue harus mastiin sekali lagi mereka akan bahagia”
“itu tugas lo ...”
“maksudnya?”
“ya lo pikir aja ya, ibu udah milih gadis itu sebagai pendamping
agra pasti ada maksud, sedang Viona yang sudah di pacari agra delapan tahun aja
nggak pernah dapat restu dari ibu, nah ini Cuma kenal beberapa bulan ibu sudah
nentuin pilihan, jadi tugas lo sekarang mudah aja, bikin mereka saling jatuh
cinta , itu doang”
__ADS_1
***
Setelah acara selesai semua tamu pun langsung berpamitan pulang,
begitu juga dengan keluarga agra, di sama yang tertinggal hanya agra,
Ara sudah tak tahan seharian
mengenakan gaun pengantinnya, ia pun segera kembali ke dalam kamar, ia
benar-benar tak nyaman dengan pakaiannya, ia segera mandi dan mengganti pakaian
rumahan
Di bawah agra masih mengobrol dengan Ayah Ara dan juga Nadin
“nak Agra kalau capek
istirahat dulu, itu kamar yang pintunya warna hijau” menunjuk ke sebuah pintu
yang berjejer dua satu warna hijau sedang satunya berwarna biru
“baik om, saya ke kamar dulu” Agra pun segera meninggalkan Roy, ia
me naiki tangga, kamar itu berada di lantai atas
Agra segera membuka pintu
yang warna hijau dan benar di dalam , ia melihat Ara yang sudah tertidur di
Agra pun segera menuju ke kamar mandi, badannya sudah terasa
lengket karena seharian ini sangat sibuk, tak berapa lama ia sudah keluar dari
kamar mandi, ia mengambil baju yang ,memang tadi sudah di siapkan oleh Rendi
sebagai baju ganti
Semenjak Agra tak tinggal di rumah besar dan memilih untuk tinggal
di apartemen, Rendi tak lagi menyiapkan keperluan Agra di rumah sehingga ia
sering sekali merepotkan Ara dengan hal-hal kecil karena sejak kecil Agra tak
terlalu terbiasa menyiapkan semuanya sendiri
Tapi mulai hari ini tugas Rendi kembali seperti semula semenjak
nyonya besar menyuruh Agra untuk kembali
ke rumah besar, ia harus menyiapkan semua keperluan Agra dari bangun tidur
hingga tidur lagi
Agra mendekati Ara yang sudah tertidur, ia menepuk pipi ara pelan
__ADS_1
supaya ara terbangun
“uhggg” Ara pun melengus dan membuka matanya “pak Agra” Ara segera
bangun dari tidurnya “ada apa pak?”
“aku ngantuk, boleh nggak aku ikut tidur di sebelah?” mata Agra sambil menunjuk tempat tidur di
sebelah Ara “aku capek banget”
“silahkan pak” Ara pun segera turun dari tenpat tidur
“kamu kenapa turun?”
“nggak pa pa pak, saya mau berkemas, dua jam lagi kita kan kerumah
bapak”
“terserah kamu saja deh, aku ngantuk” Agra pun langsung menjatuhkan
tubuhnya ke tempat tidur dan tak butuh waktu lama matanya sudah terpejam
sedangkan Ara, rasa ngantuknya langsung hilang, ia tidak nyaman
jika harus tidur dalam satu tempat tidur dengan bosnya, ia pun memilih untuk
mengambil beberapa baju dari lemarinya dan memasukkan ke dalam koper
-
-
-
-
-
Pria sejati lahir untuk menantang gelombang pasang. Bukan ia mengekang dan mencari aman untuk dirinya sendiri
-
-
-
-
-
-
KAKAK READER JANGAN LUPA YA LIKE , KOMETAR DAN VOTENYA
BIAR AKU TAMBAH SEMANGAT NULISNYA
__ADS_1