
Hari terus berganti tanpa kenal henti
Sang waktu berlalu sambut musim baru
Awan mendung bergerak jauhi bumi
Sinar mentari terangi hidup penuh arti
Hati yang tertambat kini sudah dimiliki
Sang pemilik hati setia menjaga janji yang suci
Berikan ketenangan malam hempaskan rasa kelam
Kenangan indah terus teringat setiap saat
Dalam keheningan kusebut namamu, berdoa kepada Sang pemilik alam
Untuk terus menjagamu dalam kasih dan sayangNya
****
Kini sudah pukul 21.00, tapi Agra tak juga bangun, sedangkan sopir
yang bertugas menjemput mereka sudah datang
“silahkan masuk dulu pak” ara menyuruh sopir untuk masuk dulu ke
dalam rumah
“terimakasih nona, saya di sini saja” tolak pak sopir
“jangan sungkan pak ...?” ara menghentikan kata-katanya karena
belum tahu nama orang yang ada di hadapanjnya, walaupun sudah sering
melihatnya, karena selalu orang yang sama yang menyopiri mobil agra tapi ara
tak pernah tertarik untuk menanyakan hal-hal yang menurutnya bukan urusannya
“saya Munir nona” ternyata pak sopir paham dengan apa yang sedang
di pikirkan ara
“baik pak mun, tolong masuk dulu, saya akan membangunkan pak Agra
dulu”
“tapi nona ....” pak Munir mencoba menolak
“ini perintah, jadi jangan membantah ...” Ara berlagak layaknya bos
besar, dengan terpaksa pak Munir pun ikut masuk dan duduk di ruang tamu
__ADS_1
Ara segera menaiki tangga dan menuju ke kamar dengan warna hijau,
ia membuka pintu dan menutupnya kembali
“wah ..., hebat kau Ara , kau benar-benar seperti bos besar ...” ara
berkacak pinggang sambil menyombongkan diri
Agra yang ternyata sudah bangun dari tidurnya, melihat tingkah
konyol Ara tak mampu menahan senyumnya
“wah ...., sekarang sudah ada yang jadi nyonya besar ya ....” Agra
segera bangkit dari tidurnya dan duduk di atas tempat tidur
Ara yang merasa tertangkap basah, begitu merasa malu, pipinya
langsung merona merah
“pak Agra sudah bangun? Sejak kapan?”
“sejak ada orang yang sombong dan sedang membanggakan diri” Agra
tersenyum mengejek
“ih ..., jadi dia liat semuanya ...., menyebalkan, aku kan jadi
malu” gerutu Ara
“pak jemputan kita sudah sampai” ara mencoba mengalihkan
pembicaraan
tidur
“pak mun” jawab ara singkat sambil membereskan barang-barangnya
yang masih tertinggal
“pak mun? Siapa pak Mun?”
“sopir pak Agra”
“sejak kapan namanya berubah ?”
“memang dulu siapa namanya pak?” ara melihat ke agra penasaran
“namanya pak Mun....ir.” ucapannya menggantung saat mengucapkan nama
sopirnya “kenapa kau suka sekali memotong nama orang, dasar kau ini” agra pun
langsung beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi, tapi belum
sampai di kamar mandi langkahnya terhenti oleh pertanyaan Ara
“bapak mau ke mana?”
“ke kamar mandi, cuci muka, kenapa? Mau ikut?” Ara pun langsung
menggeleng cepat
__ADS_1
***
Ara dan agra pun sudah turun dari kamar, koper yang semula di
tangan Ara segera di ambil oleh pk Munir
Sebelum meninggalkan rumah, mereka pun berpamitan terlebih dahulu
kepada ayah dan Nadin
“Rendi tidak ikut?” setelah sampai di depan mobil Agra pun bertanya
pada pak Munir karenatidak melihat sahabatnya itu
“tuan Rendi menyiapkan keperluan nona Ara di rumah , tuan” jawab
pak Munir sambil menundukkan kepal, dan segera membuka pintu mobil,
mempersilahkan Agra dan Ara masuk ke dalam mobil
Mobil pun melaju , agra dan Ara duduk berdampingan tapi entah
kenapa setelah pernikahan malah seperti ada tembok besar yang sedang
menghalangi mereka berdua, tak seperti sebelumnya yang tak ada rasa kaku,
canggung bahkan Agra paling suka menggoda Ara sekarang lebih suka diam
-
-
-
-
-
Berusaha tuk menepis, namun hati kian teriris
Berusaha berlari tuk hindari masa lalu
Namun semuanya terasa pilu penuh haru
Bayanganmu terus menggodaku
Nyata namun tak bermakna apa-apa
Semu seperti pelangi penuh pesona
-
-
-
-
-
KANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YA
__ADS_1
APALAGI JIKA DI TAMBAH VOTENYA