My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 36


__ADS_3

 


 


Hari terus berganti tanpa kenal henti


Sang waktu berlalu sambut musim baru


Awan mendung bergerak jauhi bumi


Sinar mentari terangi hidup penuh arti


Hati yang tertambat kini sudah dimiliki


Sang pemilik hati setia menjaga janji yang suci


Berikan ketenangan malam hempaskan rasa kelam


Kenangan indah terus teringat setiap saat


Dalam keheningan kusebut namamu, berdoa kepada Sang pemilik alam


Untuk terus menjagamu dalam kasih dan sayangNya


****


 


 


Kini sudah pukul 21.00, tapi Agra tak juga bangun, sedangkan sopir


yang bertugas menjemput mereka sudah datang


“silahkan masuk dulu pak” ara menyuruh sopir untuk masuk dulu ke


dalam rumah


“terimakasih nona, saya di sini saja” tolak pak sopir


“jangan sungkan pak ...?” ara menghentikan kata-katanya karena


belum tahu nama orang yang ada di hadapanjnya, walaupun sudah sering


melihatnya, karena selalu orang yang sama yang menyopiri mobil agra tapi ara


tak pernah tertarik untuk menanyakan hal-hal yang menurutnya bukan urusannya


“saya Munir nona” ternyata pak sopir paham dengan apa yang sedang


di pikirkan ara


“baik pak mun, tolong masuk dulu, saya akan membangunkan pak Agra


dulu”


“tapi nona ....” pak Munir mencoba menolak


“ini perintah, jadi jangan membantah ...” Ara berlagak layaknya bos


besar, dengan terpaksa pak Munir pun ikut masuk dan duduk di ruang tamu

__ADS_1


Ara segera menaiki tangga dan menuju ke kamar dengan warna hijau,


ia membuka pintu dan menutupnya kembali


“wah ..., hebat kau Ara , kau benar-benar seperti bos besar ...” ara


berkacak pinggang sambil menyombongkan diri


Agra yang ternyata sudah bangun dari tidurnya, melihat tingkah


konyol Ara tak mampu menahan senyumnya


“wah ...., sekarang sudah ada yang jadi nyonya besar ya ....” Agra


segera bangkit dari tidurnya dan duduk di atas tempat tidur


Ara yang merasa tertangkap basah, begitu merasa malu, pipinya


langsung merona merah


“pak Agra sudah bangun? Sejak kapan?”


“sejak ada orang yang sombong dan sedang membanggakan diri” Agra


tersenyum mengejek


“ih ..., jadi dia liat semuanya ...., menyebalkan, aku kan jadi


malu” gerutu Ara


“pak jemputan kita sudah sampai” ara mencoba mengalihkan


pembicaraan


tidur


“pak mun” jawab ara singkat sambil membereskan barang-barangnya


yang masih tertinggal


“pak mun? Siapa pak Mun?”


“sopir pak Agra”


“sejak kapan namanya berubah ?”


“memang dulu siapa namanya pak?” ara melihat ke agra penasaran


“namanya pak Mun....ir.” ucapannya menggantung saat mengucapkan nama


sopirnya “kenapa kau suka sekali memotong nama orang, dasar kau ini” agra pun


langsung beranjak dari tempat tidur dan menuju ke kamar mandi, tapi belum


sampai di kamar mandi langkahnya terhenti oleh pertanyaan Ara


“bapak mau ke mana?”


“ke kamar mandi, cuci muka, kenapa? Mau ikut?” Ara pun langsung


menggeleng cepat

__ADS_1


***


Ara dan agra pun sudah turun dari kamar, koper yang semula di


tangan Ara segera di ambil oleh pk Munir


Sebelum meninggalkan rumah, mereka pun berpamitan terlebih dahulu


kepada ayah dan Nadin


“Rendi tidak ikut?” setelah sampai di depan mobil Agra pun bertanya


pada pak Munir karenatidak melihat sahabatnya itu


“tuan Rendi menyiapkan keperluan nona Ara di rumah , tuan” jawab


pak Munir sambil menundukkan kepal, dan segera membuka pintu mobil,


mempersilahkan Agra dan Ara masuk ke dalam mobil


Mobil pun melaju , agra dan Ara duduk berdampingan tapi entah


kenapa setelah pernikahan malah seperti ada tembok besar yang sedang


menghalangi mereka berdua, tak seperti sebelumnya yang tak ada rasa kaku,


canggung bahkan Agra paling suka menggoda Ara sekarang lebih suka diam


-


-


-


-


-


Berusaha tuk menepis, namun hati kian teriris


Berusaha berlari tuk hindari masa lalu


Namun semuanya terasa pilu penuh haru


Bayanganmu terus menggodaku


Nyata namun tak bermakna apa-apa


Semu seperti pelangi penuh pesona


-


-


-


-


-


KANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTARNYA YA

__ADS_1


APALAGI JIKA DI TAMBAH VOTENYA


__ADS_2