My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (32)


__ADS_3

Hari ini hari pertama anak-anak itu akan Sekolah. Ara begitu


sibuk mempersiapkan semuanya terutama semua kebutuhan Sanaya. Untuk Sagara,


gurunya yang akan datang ke rumah.


“Nay sayang …, mom sudah selesai, ayo cepetan ke bawah kita


harus segera sarapan!” teriak Ara saat sudah selesai menyiapkan bekal untuk


Sanaya.


“Yes mom …!” Sanaya berlarian ke bawah dengan tas


kecil di punggungnya, seragam baru dan memakai sepatu.


“Putri cantik ibu …! Duduklah ….,,!” Ara meninta


putrinya untuk duduk dan menikmati sarapannya, tapi ia tidak melihat putranya


bersama putrinya. “Di mana abangmu?”


“Gara di sini mom!” Gara terlihat baru saja dari


luar rumah. Ia berjalan begitu malas dan segera duduk di samping Sanaya.


“Dari mana sayang?” Tanya Ara sambil mengusap pipi


putranya.


“Papi memintaku untuk menemui seseorang!” jawab


Sagara sambil mulai menggigit roti sandwich coklat kesukaannya.


“Dan kau sudah menemuinya?” Sagara menggelengkan


kepalanya.


“kenapa?”


“Dia terlambat lima menit! Aku meninggalkannya di


luar!”


Sanaya yang hampir menyelesaikan sarapannya merasa


penasaran dengan orang yang di bicarakan oleh momi dan abangnya.


“Mom …, Gara membicarakan siapa?”


“Teman baru Sagara!” jawab Ara dengan senyumnya yang


begitu lembut.


“Siapa?”


Belum sempat Ara menjawab. Seorang anak laki-laki


berjalan bersama pak Mun masuk ke dalam rumah itu, mereka menunduk memberi


hormat. Anak laki-laki dengan penampilan rapi lengkap dengan kemejanya,


tingginya lebih tinggi dari Sagara, tubuhnya sedikit kurus, usianya sepertinya

__ADS_1


enam tahun.


“Selamat pagi nyonya, tuan muda, nona muda!” sapa pria kecil itu, begitu manis. Ara mendekatinya. Sanaya memperhatikan pria itu


dari atas hingga ke bawah.


Kenapa dia kerempeng sekali, apa dia tidak pernah


makan? Kakinya panjang….


“Siapa namamu nak?” Tanya Ara sambil berdiri


menghampiri mereka.


“Abimanyu!” jawabnya tegas.


“Nama yang bagus, ayo sarapan bersama kami!” Ajak Ara.


“Tidak nyonya, silahkan menikmati sarapan anda!”


Waw anak ini luar biasa, sekecil ini, belajar etika


dari mana?


Ara menatap pak Mun, meminta ijin pada pak Mun untuk


memintanya ikut sarapan.


“Kalau begitu saya tinggal dulu nyonya!” Ara


mengangguk, pak Munir menundukkan kepalanya dan mundur dua langkah baru balik


badan. Ara menatap anak yang masih berdiri tegak itu.


yang sudah duduk di meja makan.


“Dia terlambat mom!”


“Sagara!” Ara menajamkan matanya, seolah mengatakan


jika ucapan momi nya tidak bisa di bantah.


“Baik  mom!”


akhirnya Sagara menuruti perintah mominya, ia turun dari tempat duduk dan


menghampiri Abimanyu. Menatap Abimanyu dengan tatapan tajam, mangamati dan


menyelidik.


“Berhenti bersikap seperti itu Gara!”


Dia benar-benar mengingatkanku pada kelakuan bos


besar itu, pos Agra, dia menirukan mu …


“Duduk bersamaku dan


jangan menimbulkan suara!” Sagara memberikan aturan yang tidak tertulis untuk


teman barunya itu.


Akhirnya Abimanyu ikut

__ADS_1


duduk bersama Ara dan putra putrinya, sedangkan nyonya Ratih sedang ada urusan, dan melewatkan sarapan paginya. Entah apa yang sedang di kerjakan oleh nyonya Ratih di ruang kerjanya


, Agra sudah semenjak pagi berangkat karena ada urusan di luar kota juga, ia menggunakan penerbangan pagi, sebenarnya Agra


ingin membatalkannya karena ini harei pertama Abimanyu datang ke ruamhnya, ia


ingin melihat dan memastikan senediri bahwa pria kecil itu pantas untuk


mendampingi putranya, tapi ternyata urusannya tidak dapat di tunda.


Akhinya Abimanyu ikut


sarapan bersama mereka, Ara yang memaksanya. Pria kecil itu begitu pantas


menyandang sebagai pengawal pribadi, entah bagaimana pak Munir mengajarinya.


“Nay apa sudah selesai


sarapannya?” Tanya Ara pada putri kecilnya itu.


“Ya mom, kita harus


segera berangkat, nanti terlambat!”


“Baiklah …, Gara


baik-baik ya sama Abimanyu, sebentar lagi guru kalian datang!”


“Ya mom!”


Akhirnya Ara dan Sanaya


berpamitan, tapi sebelum pergi, sanaya menghampiri Abimanya dan membisikkan


sesuatu pada teman baru kakaknya itu.


“Gara orang yang sangat


tidak menyukai kesalahan, jadi jangan lakukan kesalahan satu kali pun, aku suka


padamu! Semangat!” ucapa Sanaya berhasil membuat pria kecil itu tak bergeming.


“Nay ayo …!” ajak Ara.


“Da …., sampai jumpa!”


Sanaya melambaikan tangannya pada pria kecil itu. Ia erlari menyusul menyusul


mominya yang sudah berada di luar rumah.


“Jangan menatap


saudariku seperti itu!” ucapan Sagara segera menyadarkan Abimanyu, ia segera


mengalihkan tatapannya pada anak laki-laki yang dia anggapnya arogan itu.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 😘😘😘😘


__ADS_2