My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 18


__ADS_3

Pagi ini benar seperti apa yang di rencanakan kemarin, Agra jam tujuh sudah sampai di rumah Ara


“ tumben pagi-pagi sudah kesini?” Ayah ara yang sedang menikmati kopi paginya sambil bermain dengan burung-burung peliharaannya, sedikit terkejut


“iya om ada janji sama Ara, Aranya ada om?” Agra mencium punggung tangan ayah ara, ia kini sudah


berpenampilan santai dengan memakai kaos sesiku warna putih pres body dengan jaket


dan celana jeansnya


” biar aku panggil dulu anaknya” ayah ara masuk ke dalam rumah meninggalkan agra yang duduk di teras rumahnya


Tak butuh waktu lama Ara pun muncul dari dalam rumah sederhana itu


dengan masih memakai baju rumahannya kaos oblong tanpa lengan yang kedodoran dan celana jins di atas lutut dan  lagi , ia tak memakai kaca matanya, dengan rambut yang terurai acak acakan


Agra yang


melihat itu hanya bisa menelan salivanya, Ara tampak cantik tanpa kacamata, dan


tubuh yang berbalut kaos longgal dan celana jeans di atas lutut sangat berbeda


dengan tampilan biasanya yang selalu memakai pakaian kerja resmi dan kaca mata


tampak lebih tua dari umurnya


Sedangkan sekarang, tampak lebih fresh walaupun masih bangun tidur


dan lagi seksi pastinya


“bapak ngapain kesini pagi-pagi ...” ara terlihat bingung dengan kedatangan bosnya, apalagi ini kan hari sabtu


“kamu lupa, kita kan ada janji” Agra menautkan kedua alisnya, menatap ara tak percaya

__ADS_1


“tapi nggak sepagi ini juga kan pak, trus kenapa bapak pakaiannya


seperti ini, emang ini acara apa?” biasanya agra selalu mengajaknya dalam urusan kerja


“sudah jangan cerewet, cepetan mandi siap siap, nggak usah pakek


baju formal”


Tiga puluh menit kemudian Ara pun sudah kembali dengan memakai kaus


yang di masukkan dengan rok selututnya dan rambut yang di gerai hitam dan lurus


“kaca matanya dilepas aja, kamu nggak aku suruh di depan


berkas-berkas” Agra pun melepaskan kaca mata Ara dan Ara pun hanya bisa pasrah


“nah gini kan cantik “ tanpa Ara sadari kini pipinya sudah bersemu


merah


di samping Agra mereka duduk di kursi belakang , Agra sengaja memakai supir


karena hari ini adalah hari yang akan panjang


“sebenarnya kita mau kemana?” tanya Ara yang masih penasaran sedang


Agra masih sibuk dengan ponselnya


“kita ke tujuan pertama pak” Agra pun memberi tahu pada sang sopir, sedang ara masih di buat penasaran dengan bosnya


"apaan sih nih orang, ngajak orang tanpa memberitahu tujuannya ..." batin ara


“baik tuan” sopir itu pun melajukan mobilnya menuju suatu tempat

__ADS_1


dan tempat itu adalah sebuah restaurant mewah


“kenapa kita ke sini pak?” tanya Ara heran


“menurut lo,(agra melotot malas pada Ara) ya sarapan lah, gue lapar


...” Agra pun turun dari mobil dan di susul Ara


"tuh kan ....., aku tahu jika ke sini mau makan, tapi selain itu apa?" batin ara


Agra memilih meja yang sudah sengaja di pesan, tempatnya di pojok


ruangan , sangat strategis dan dapat memandang ke segala arah


Agra pun melambaikan tangannya pada salah satu pelayan, dan


beberapa saat pelayan pun datang dengan membawa buku menu, Agra pun segera


memilih menu yang di inginkan


“kamu mau makan apa?” Agra menanyai Ara yang masih terlihat diam


“samain sama bapak saja deh” jawab Ara malas karena harus jalan


sama bosnya di hari libur yang seharusnya ia menghabiskan waktu dengan pacarnya


"kenapa nih orang, kadang baik, kadang menyebalkan ...." batin ara


Pelayan pun nampak mencatat pesanan dan meninggalkan mereka berdua


dan tak butuh waktu lama makanan pun datang, mereka pun menyamtap sarapan


dengan tanpa sepatah kata yang terucap, mereka saling diam

__ADS_1


 


kira-kira kejutan apa lagi yang akan terjadi ......


__ADS_2