My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Episode 100


__ADS_3

Agra kembali dengan membawa sekantong plastik yang di dalamnya ada sebuah


sterefom


“ini sayang buburnya ...” agra menyerahkan sebungkus bubur ayam,


Ara segera menerimanya, tapi senyumnya segera pudar saat melihat bubur ayam itu


“kenapa sayang?” tanya Agra karena melihat perubahan mimik wajah


istrinya


“kok Cuma satu?” keluh Ara sambil mengangkat kantong plastik itu


“kan aku sudah sarapan”


“kalau aku kurang bagaimana?”


“kan penjualnya deket, ntar aku beliin lagi ...” Ara hanya bisa


pasrah, agra pun kembali menggandeng tangan Ara masuk ke dalam toko dan


ternyata semua karyawan sudah datang dan sedang bersih bersih


“pagi mbak Ara, pak Agra”


“pagi mbak Mei ...” ara membalas sapaan karyawan yang baru dua


minggu ini bekerja di tokonya


Ara dan agra segera duduk di salah satu kursi, agra menuju ke


pantry untuk mengambilkan alat makan untuk ara


“kamu kok repot sekali sih bby, aku kan bisa ambil sendiri”


“tapi kan jarang-jarang aku layani kamu kayak gini” Agra pun


menuangkan bubur ayam kedalam piring dan menyodorkan ke depan ara


‘makasih bby ...” ara pun segera melahap bubur ayam, hanya dalam


waktu sebentar saja bubur ayam itu sudah berpindah ke perut ara


“enak ya ...?’ agra benar-benar di buat keheranan dengan nafsu


makan istrinya yang bertambah dua kali lipat


“aku masih lapar ...” Ara menunjukkan wajah melasnya, berharap Agra


akan membelikannya lagi


“bubur ayam lagi ....?” Agra benar-benar tak menyangka jika istrinya minta lagi


“iya ....”


“baiklah aku belikan lagi ya ...” Agra pun beranjak dari duduknya ,


berjalan keluar Ruko dan kembali menghampiri penjual bubur ayam, kali ini Agra


tidak hanya membeli satu bungkus tapi beberapa bungkus untuk di bagikan kepada


karyawan toko


Ara kembali melahap bubur ayam, entah kenapa agra merasa nafsu


makan Ara kini bertambah banyak, tapi agra cukup senang karena selama ini ara


tidak pernah meminta sesuatu pada Agra tapi hari ini Ara memintanya membelikan


bubur ayam, walaupun Cuma hal kecil membuat Agra merasa sangat di hargai



***


Hari ini benar Jerry datang ke toko mereka, rencananya mereka akan


bertemu pagi tadi tapi karena Jerry ada urusan lain membuatnya mengubah jadwal


ketemu menjadi siang hari sambil makan siang


“selamat siang ...” sapa jerry saat memasuki toko Ara dan agra


“siang, ada yang bisa kami bantu?” tanya Nadin yang kebetulan


sedang berdiri di balik meja kasir


“Nadin ya ...?” tanya Jerry


“ya ..., kalau boleh tahu tuan ini siapa ya?” tanya Nadin sambil


terus memperhatikan pria tampan di depannya, ia merasa tidak kenal dengan pria


di hadapannya


“kamu lupa ya sama aku?”


“maafkan saya ...” Nadin merasa sangat bersalah karena lupa dengan


orang di depannya


“nggak pa pa aku maklum kok ..., kenalkan saya jerry ...”


“jerry .....” Nadin masih berusaha mengingat


 “kak jerry ....” akhirnya ia


bisa mengingatnya kembali pria di depannya itu


“ya ....”


“kak jerry embul ..., maksudku kak embul ...” Nadin menghampiri


jerry histeris sambil memeluknya


“adik kecilku sekarang sudah sangat besar ya ...”

__ADS_1


“kakak juga sangat keren sekarang ...., tampan sekali ...,


dan tubuh ini sungguh atletis ....” Nadin mengelilingi Jerry yang sedang


berdiri sambil menyatukan kedua tangannya di saku celananya


“sudah puas ...” ucap Jerry dengan senyum yang tipis di bibirnya


“aku benar-benar tak percaya ...”  Nadin terus saja mengagumi pria di depannya,


hingga ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya


“sudah jangan terlalu mengagumi ku, nanti kamu bisa jatuh cinta


padaku ...”


“ah kakak ini ....” nadin memukul punggung jerry dengan gemas,


hingga senyum tak pernah pudar dari bibirnya


“apa kakak iparmu ada?”


“kakak kenal dengan kakak iparku ...? cih ... pasti kakak sangat


patah hati..., aku tahu itu ...” Nadin menunjukkan rasa simpatinya, ia tahu


jika sejak kecil Jerry sangat mencintai kakaknya tapi tak pernah berani menyatakannya


“kau jangan banyak bicara ...,  lama –lama kau jadih lebih pintar dari aku ...”


“aku memang lebih pintar darimu ..., setidaknya aku lebih gentle


dari kakak soal perasaan”


“sok bijak kau ..., anak kecil nggak boleh bicara aneh-aneh ....”


“aku sudah besar kak ....” keluh Nadin, ia paling tidak suka di


sebut anak kecil


“sudah sana panggilkan kakak iparmu ...”


‘baiklah ...” Nadin pun segera meninggalkan Jerry yang masih


berdiri di tempatnya


***


Jerry dan Agra duduk berhadapan di salah satu meja paling dekat


dengan jendela kaca di dalam toko Agra, di temani dengan dua cangkir coklat


panas dan piscok


“aku salut sama kamu Gra ..., kamu bisa buka toko dan kafe  ini mulai dari nol” jerry memuji kegigihan


Agra


“jangan terlalu memuji, semua ini atas dukungan Ara, aku bukan


apa-apa tanpa dia, dia segalanya bagiku” seketika ada tak rela dari Jerry saat


Jerry berubah menjadi seperti sekarang karena ia ingin di lirik


Ara, saat ia tahu jika ara berjualan kue, Jerry menjadi pemesan tetap


untuk kafenya


Hingga sebuah kenyataan mengubur dalam impiannya untuk lebih dekat


lagi dan dapat mengungkapkan perasaannya selama ini pada Ara saat pengakuan


Agra bahwa dirinya adalah suami Ara


“ngomong-ngomong ...., kalau boleh tahu urusan apa hingga membawamu


untuk ke sini? Bukankah mengenai kafe sudah selesai ...?”


“aku mau menjalin kerja sama, sama perusahaan marketing yang sudah


kau bangun, aku butuh kamu buat promosikan kafe aku yang baru dan ada beberapa


toko yang sedang aku bangun”


“perusahaan apa kau ini ..., jangan terlalu membesarkan yang belum


besar, aku hanya berusaha membuka peluang kerja saja dengan keahlian yang aku


punya” Agra merendah, ia merasa belum pantas jika usahanya kini di sebut


perusahaan


“aku tidak membesarkan ..., tapi aku tahu kinerja mu kawan ..., aku


yakin jika aku bekerja sama dengan mu , pasti usaha kafe ku akan maju, rasanya usaha


kafe ku selama ini tetap jalan di tempat, jadi aku mau kamu memasarkan kafe ku,


aku juga akan menjadi investor di usaha marketing kamu”


“baiklah jika itu mau mu, aku akan berusaha ...., tapi berapa


keuntungan yang bisa aku dapat untuk itu?”


“jika kamu berhasil mengembangkan usahaku hingga dua kali lipat


maka aku akan memberikan 5% saham kafe padamu”


“ok ..., aku setuju ...”


Setelah terjadi kesepakatan kerja sama, nampak Ara keluar dari


ruang kerjanya dan menghampiri dua pria itu


“hai embul ...” sapa Ara dan ikut duduk di kursi kosong antara Agra


dan Jerry

__ADS_1


“hai ra ...” Jerry menjawab sapaan Ara


“maaf ya mbul ..., aku baru bisa menyapa” ara merasa menyesal


“iya nggak pa pa, memangnya kamu habis dari mana?” tanya Jerry


penasaran


“aku habis istirahat, nggak tahu kenapa, setiap pagi rasanya


ngantuk banget pengennya tidur terus”


“iya mungkin Ara sedang kecapekan, karena akhir-akhir ini sering


aku tinggal keluar” Agra memberi penjelasan sesuai pemikirannya


“aku rasa bukan deh, kamu juga agak gemukan” Jerry menatap Ara


curiga


“iya, soalnya akhir-akhir ini  istriku  suka banget makan, bahkan


bisa makan dua porsi sekaligus” jawab Agra sambil meraih pinggang Ara karena


merasa tidak suka Jerry menatap istrinya seperti itu


“ini aku rasa menjurus pada ciri-ciri kalau Ara sedang hamil ya


...?” pertanyaan Jerry seketika membuat Ara tersedak air liurnya sendiri


Agra tak kalah terkejut, ia segera menatap istrinya, Ara yang


bingung dengan tatapan suaminya, segera berfikir untuk mencari alasan, ia belum


siap memberi tahu suaminya


“ya mbul, aku memang sedang program sedikit menggemukkan badan,


jadi aku makan makanan yang sedikit lebih berat dari biasanya, hingga membuat


aku sering mengantuk karena kekenyangan”


“oh ..., aku kira kamu sedang hamil muda, soalnya aku liat kakak


iparku pas lagi hamil muda kayak gitu” Jerry menghentikan ucapannya saat


melihat ekspresi wajah Ara yang terlihat bingung


 “ya udah, aku permisi dulu


ya, aku sebentar lagi ada janji dengan klien, maaf nggak bisa berlama-lama”


“iya nggak pa pa, trimakasih atas kunjungannya”  sahut Agra, Agra juga tak sabar ingin segera


bertanya pada Ara


mereka pun bangun dari duduknya, Agra mengantar Jerry hingga ke


depan Ruko,


“biar aku antar ke depan” jerry hanya menganggu dan menerima


tawaran Agra, sedangkan Ara terlihat begitu bingung mencari jawaban atas


tatapan Agra sebelum berlalu bersama Jerry


“aku tunggu berita bagusnya Gra, nanti biar asistenku kirim filenya


ke email mu”


“ok ..., hati-hati di jalan” Jerry pun menganggu dan masuk ke dalam


mobil, setelah mobil Jerry sudah menghilang di ujung jalan, Agra pun segera kembali


masuk untuk mencari keberadaan istrinya, yang ternyata masih duduk di tempatnya


tadi


“sayang ...” agra menghampiri istrinya


“ya ...” Ara yang merasa di panggil segera menoleh, tapi kali ini


wajahnya terlihat begitu bingung


“apa benar kamu sedang program menggemukkan badan?” tanya Agra


sedikit aneh dengan istrinya


Tapi belum sempat Ara menjawab , Agra segera menarik tangan Ara


“ikut aku ...” Agra menarik Ara naik ke lantai dua yang kini sudah


di rubah menjadi rumah pribadi, tak sembarangan karyawan masuk ke lantai atas,


Ara pun hanya bisa pasrah, ia sudah tahu apa yang akan di tanyakan suaminya


Nadin yang melihat kedua kakaknya naik dengan wajah yang berbeda,


membuatnya bertanya-tanya


“ada apa dengan mereka?” ucapnya seperti sebuah gumaman tapi masih


bisa di dengar orang di sampingnya


“iya ya mbak, nggak biasanya, apa mereka sedang bertengkar ...”


ucap mbak Rini yang kebetulan berdiri di samping Nadin


“aduh mbak ...., mengagetkanku saja ...” ucap Nadin sambil mengelus


dadanya karena kehadiran mbak Rini yang tak di sangka-sangka


***


BERSAMBUNG


jangan lupa kasih upah ke Author dengan memberikan LIKE dan KOMENTARnya ya

__ADS_1


kasih VOTE juga


__ADS_2