My Bos Is My Hero

My Bos Is My Hero
Part 2 (24)


__ADS_3

Sore itu Ara sudah bersiap-siap untuk berangkat. pak Mun membukakan pintu mobil untuk Ara, Ara melambaikan tangannya pada Sagara dan Sanaya.


Ara masuk ke dalam mobil, penampilannya begitu cantik, mungkin teman-teman nya tidak akan ada yang mengenalinya lagi.


Ara meremas jari jemarinya, mengurangi kegugupan di dalam dadanya,


"Nyonya Ara tidak pa pa?" tanya pak Mun dari balik kemudi, ia sepertinya menyadari kegelisahan Ara.


"Tidak pak, aku hanya sedang deg deg an saja!"


"Jika anda tidak yakin, kita bisa kembali saja!"


"Tidak pak, jangan ...., ini aku dapat ijin sudah susah banget, aku nggak mau melewatkannya begitu saja!"


Akhirnya mereka sampai juga di sebuah hotel dengan ballroom yang sangat luas, Ara turun dari mobil setelah pak Mun membukakan pintu. Banyak sekali yang memperhatikan kedatangan Ara, mereka bertanya-tanya siapa wanita yang turun dari mobil mewah itu, bahkan mobil mereka harganya tidak ada separoh dari harga mobil milik Ara.


Ara meminta pak Mun untuk kembali saja karena ia yakin suaminya pasti akan datang, walaupun terlambat.


Pak Mun pun undur diri, tapi tidak dengan pengawal pengawalnya, mereka berjaga-jaga di luar gedung dengan jarak aman, karena Ara sudah memperingatkan untuk tidak membuat curiga semua orang.


Ara melangkahkan kakinya dengan sangat anggun, ia menuju ke meja penerima tamu, memperlihatkan undangannya. Barulah ia di perbolehkan untuk masuk.


Tapi sepertinya ada staff hotel yang mengenali Ara, ia segera menghampiri Ara, kemudian menunduk hormat.


"Maaf Nyonya, kami sempat tidak mengenali anda!"


"Biasa saja, jangan sampai ada yang tahu, anggap aku juga tamu sama dengan mereka!" bisik Ara dengan senyumnya supaya tidak ada yang curiga.


"Baik nyonya, maksudnya ... Bu!"

__ADS_1


Ara mengibaskan tangannya meminta staff hotel itu segera meninggalkannya.


Staff hotel itu pun meninggalkannya. Ternyata hotel tempat mereka mengadakan reuni adalah salah satu hotel milik finityGroup dengan pemilik saham terbesar adalah Agra.


Ara melanjutkan langkahnya, wajah wajah yang ia temui adalah wajah wajah yang sama dulu sepuluh tahun yang lalu, tapi ia bingung harus menyapa siapa dari mereka.


Walaupun penampilannya sudah berubah, tapi tetap saja tak ada yang mempedulikannya, Ara tetaplah menjadi Ara yang dulu yang tidak di perhatikan.


"Ara ....!" Ara bernafas lega saat seseorang tiba-tiba menyapanya, setidaknya salah satu dari mereka ada yang mengenalinya. Tapi saat menoleh ke sumber suara wajah senang Ara malah berubah menjadi khawatir.


"Dio!"


"Aku nggak yangka ternyata kamu datang di acara ini! Aku kira suamimu akan melarang mu untuk datang!"


Ara hanya diam, ia belum tahu harus berbicara apa pada pria di depannya.


"Dio ...., siapa dia?" seseorang menghampiri Dio, Ara bisa mengenalinya, dia temannya satu kelas juga namanya Beni.


"Dia Ara, teman satu kelas kita!" ucap Dio pada Beni.


"Ara? Ara yang kutu buku, pakek kaca mata?"


"Iya ....!"


"Benarkah? Astaga aku tidak percaya, kenapa dia jadi secantik ini, hei teman-teman ...., perhatikan ke sini!" teriak Beni pada teman-temannya yang berkerumun di sana.


Seketika banyak dari mereka menoleh ke arah Beni dan Dio, dulu mereka menjadi idola di sekolah, jadi kehadiran mereka selalu jadi pusat perhatian.


Ara mengedarkan pandangannya, semua mata melihatnya, mereka seperti hendak mengulitinya, tatapan penuh tanya dan penuh penilaian.

__ADS_1


"Dia siapa?" tanya salah satu dari mereka.


"Kalian ingat nggak, dia itu si cupu, yang duduknya selalu di belakang. ingat nggak?"


"Siapa?"


"Dia Ara!"


"Oh jadi mananya Ara, aku bahkan tidak mengingat namanya!" cletup salah satu dari mereka.


Sekarang Ara baru mengingat jika dirinya memang tidak di kenal oleh siapapun di sekolahnya, kalaupun ada itu hanya Dio. Dulu hanya Dio yang mau menyapanya itu pun hanya untuk meminta contekan darinya.


Jadi sekarang ia tahu jika temannya bahkan hanya ingin mengenalnya karena ada sesuatu dari dirinya.


"Sekarang kerja di mana? Ini pasti imitasi ya?" seorang wanita mendekat ke arah Ara, ia memegang gaun Ara, kemudian berpindah ke tas tangan Ara. Wanita itu dulu adalah wanita tercantik di sekolahnya, banyak pria yang mendekatinya hanya untuk menjadi pacarnya, namanya Anggun. Ara bisa mengingatnya.


Penampilan Anggun tetap cantik dengan penampilan yang juga tampak fashioneble.


"Dimana kamu beli ini? tampak seperti asli, pintar sekali kamu cari yang imitasi!"


Ara masih terdiam di tempatnya, dimana Dio. dia tahu semuanya tapi tidak juga mengatakan apapun pada semua orang. Jika dia sendiri yang mengatakannya siapa yang akan percaya pada ucapannya.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


Tri.ani5249

__ADS_1


Happy reading 😘😘😘😘😘


__ADS_2